OPEN HEART (part.4)

Judul     : Open Heart #4

Author: Ristiyong

Genre   : melodrama, romance, sad (maybe), family

Chaptered:  Mungkin lebih panjang dari FF sebelumnya..

Cast       :

  • Han Seo Jin XD
  • Kwon Ji Yong (G-Dragon Bigbang)
  • Chung Jung Myung (Chun Jung Myung *aktor favorit aku muncul*)
  • Other Bigbang
  • Kim Su Bin (member dari dalshabet itu loh yang genit sama Ji Yong)
  • Cheon Dung (Thunder Mblaq)
  • Lee Ji Eun (IU)
  • Dan masih banyak cast lainnya yang bakal muncul…

******

  Ibu Seo Jin bernama Kim Suk Won. Dia adalah wanita yang mandiri. Dia sudah lama tinggal tanpa seorang suami. Suaminya entah pergi kemana meninggalkan Suk Won dan Seo Jin ketika berumur 5 tahun. Oleh karena itu, hidup Seo Jin sangat mirip dengan ibunya yang membesarkan anak seorang diri. Suk Won meninggal karena penyakitnya yang sudah kronis. Saat ibunya meninggal Seo Jin sangat terpukul. Dia sangat sedih karena ibunya meninggal terlalu cepat, padahal saat itu Seo Jin sangat membutuhkan ibunya.

*****

Di kediaman Chun. Chun Jung Myung bersama dengan kedua orangtuanya sedang menikmati makan malam bersama.

“Jung Myung, bagaimana dengan wanita yang ibu suruh kau bertemu dengannya? Dia itu sangat cantik, pintar dan dari keluarga yang terpandang. Apa kau menyukainya?” tanya Jung Hyang. Jung Myung mendengarnya menjadi bete.

“Eomma, aku sudah bilang, aku sudah lelah dijodohkan dengan wanita-wanita yang Eomma pilihkan. Mereka semua bukan seleraku,” jawab Jung Myung.

“Lalu bagaimana yang kau inginkan? Mereka semua itu sangat tepat untukmu. Apa kau menginginkan wanita yang sudah mempunyai anak dan tidak jelas siapa ayahnya?” celetuk Jung Hyang.

“Eomma!!! Kenapa Eomma sangat tidak menyukai Seo Jin? Seo Jin itu wanita yang baik,” Jung Myung sangat kesal karena ibunya selalu mengejek Seo Jin.

“Eomma menemuinya hari ini,” ucap Jung Hyang singkat. Sementara sang ayah, Chun Baek Hyun, hanya mendengar perdebatan antara ibu dan anak.

“Mwo??? Apa yang Eomma lakukan padanya?” tanya Jung Myung cepat.

“Aku minta agar dia tidak mendekatimu lagi,” jawab Jung Hyang.

“Eomma, Wae? Aku sudah kenal lama dengannya. Dia wanita yang baik. Dia sangat sederhana, tidak seperti wanita-wanita yang Eomma pilihkan. Dia tidak angkuh, tidak glamor, tidak sok cantik, dan… dan.. pokoknya dia wanita yang berbeda dengan wanita lainnya,” protes Jung Myung.

Jung Hyang tetap menikmati makan malamnya tanpa mendengar protes anaknya.

“Eomma, aku sudah besar. Aku sudah bisa melihat mana yang baik mana yang bukan bagiku,” pinta Jung Myung.

“Benar, Seo Jin adalah wanita yang berbeda dengan wanita lainnya. Kau tahu apa bedanya? Dia sudah memiliki anak di umurnya yang masih muda. Dia hamil di luar nikah tanpa tahu siapa ayah dari anaknya. Itu sudah menunjukkan bahwa dia bukan wanita yanag tidak baik,” ucap Jung Hyang tetap mencap jelek Seo Jin. “Yeobo, kau jangan diam saja. Nasehati anakmu agar dia sadar!!” tambah Jung Hyang kepada suaminya yang hanya mendengarkan perdebatan antara istri dan anaknya.

Baek Hyun, ayah Jung Myung menghela napas. “Jung Myung, Appa yakin kau sudah bisa menentukan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Jadi Appa memberikanmu kebebasan untuk memilih. Kau pasti sangat menyukainya. Jika dia memang baik dan kau merasa menyukainya, Appa sih oke-oke saja,” jelas Baek Hyun.  Jung Myung mendengarnya sangat senang karena ayahnya mengerti akan kemauannya. Sedangkan Jung Hyang terlihat sangat kesal dengan wajah cemberutnya.

“Pokoknya kau tidak boleh bersama dengan Seo Jin. Ibu tidak suka. Titik!!!” tegas Jung Hyang.

“Eommaaaa….” ujar Jung Myung.

*****

Setelah makan malam, Jung Myung pergi ke kamarnya dan menelepon Seo Jin. Jung Myung sangat khawatir dan merasa tidak enak pada Seo Jin. Dia sudah mengira bahwa ibunya pasti telah berkata kasar padanya.

“Seo Jin, apa benar hari ini, ibuku datang menemuimu?” tanya Jung Myung di telepon.

“Ne, Oppa,” jawab Seo Jin di telpon. Suara Seo Jin sepertinya dia sedang bersemangat.

“Apa yang diucapkan Ibuku padamu?” Jung Myung bertanya dengan khawatir. “Kau baik-baik saja, kan?”

“Aniyo, Oppa. Ahjumma hanya datang ke tokoku. Gwaencahana, aku baik-baik saja, Oppa,” Seo Jin memberikan sedikit tawa di telepon pada Jung Myung agar terdengar bahwa dia baik-baik saja.

“Kumohon, kau jangan terlalu memikirkan apa yang ibuku katakan padamu. Aku minta maaf atas ibuku jika ada perkataan ibuku yang membuamu sakit, Seo Jin,” Jung Myung merasa tidak enak dan cemas.

“Gwaenchana, Oppa,” jawab Seo Jin singkat.

“Baiklah, Seo Jin. Terima kasih atas pengertianmu. Sekali lagi aku minta maaf,” lalu Jung Myung menutup telepon.

*****

Dae Sung dan Seung Ri sedang ada di restoran, mereka sedang menikmati waktu luang dengan mengobrol. Mereka juga sedang menunggu yang lainnya datang. Seperti yang dikatakan Seung Ri, dia agak canggung jika berdua saja dengan Hyung-nya yang satu ini. Entah kenapa.

Tiba-tiba datang seorang wanita dan langsung duduk di bangku kosong yang ada di depan Seung Ri dan di samping Dae Sung.

“Su Bin-ssi,” seru  Dae Sung. Su Bin dan Dae Sung memang seumur, jadi hanya memanggil namanya saja.

“Mau apa kau datang kemari?” tanya Seung Ri pada Su Bin, kekasih Ji Yong. Nada suara Seung Ri terdengar tidak senang.

“Oppa bilang dia mau datang ke sini, jadi aku datang. Aku sudah seminggu tidak bertemu dengannya, Seung Ri. Ah, kalian pesan apa?” tanya Su Bin. “Wae? Sepertinya kau tidak senang aku datang ke sini, Seung Ri.” Seung Ri tampak bete sekali.

“Hei,,, kalian jangan seperti ini. Kalian harusnya lebih akrab. Kalian kan orang yang penting bagi Ji Yong Hyung” ucap Dae Sung mencoba menetralkan situasi.

“Jika kau tahu aku tidak senang akan kedatanganmu, harusnya kau sadar untuk pergi dari sini. Kami hanya ingin menikmati waktu berlima saja. Sebaiknya kau pergi saja dari sini,” ucap Seung Ri kesal.

“Shireo,” ucap Su Bin dengan tenang. “Aku ingin bertemu dengan Ji Yong Oppa,” ucap Su Bin tak mau kalah dengan Seung Ri.

“Kau sama sekali tidak cocok dengan Hyung. Aku tidak tahu apa kau mencintai Hyung dengan tulus atau tidak, tapi yang aku tahu, kau sama sekali bukan orang yang tepat untuk Hyung,” jelas Seung Ri dengan nada yang cukup tinggi. Kesabaran menghadapi wanita ini seperti tidak bisa dikompromi lagi.

Su Bin tersenyum sinis. “Terserah kau mau bilang apa, tapi Ji Yong Oppa juga mencintaiku. Buktinya dia bahkan mengungkap hubungan kami ke media,” ucap Su Bin.

Sedangkan Dae Sung kebingungan denga pertengkaran yang terjadi antara Seung Ri dan Su Bin.  “Apa yang kalian lakukan? Jika Ji Yong Hyun tahu kalian begini, hyung akan kecewa. Sudah, kalian jangan bertengkar lagi. Seungri, tahan emosimu,” pinta Dae Sung.

Akhirnya mereka berdua diam setelah mendengar kata-kata dari Dae Sung. Wajah Seung Ri dan Su Bin sama-sama bete.

Tak lama kemudian, Seung Hyun, Young Bae dan Ji Yong datang. Ji Yong melihat ada Su Bin di sana. Mereka lalu duduk  di bangku kosong.

“Su Bin, kau kenapa ada di sini?” tanya Ji Yong pada kekasihnya lalu duduk di sampingnya. Wajah bete Su Bin berubah menjadi manis.

“Ne, aku datang ke sini karena aku kangen. Boleh, kan? Sepertinya ada yang tidak suka dengan kedatanganku kemari,” ucap Su Bin.

“Nugu?” tanya Ji Yong.

“Aniyo, tidak masalah dia siapa, yang penting ada Oppa di sini,” jawab Su Bin. Seung Ri tampak makin bete.

“Ji Yong, jika kau ingin pacaran sebaiknya jangan di sini, membuat kami yang jomblo juga ingin punya kekasih tahu,” ucap Seung Hyung tiba-tiba. Semuanya tertawa selain Seung Ri.

*****

“Eomma, aku ingin bertemu dengan Ji Yong Oppa, bisa kah aku bertemu dengannya lagi?” tanya Ga Eun dengan wajah polosnya. Seo Jin dan putrinya sedang berada di bus setelah menjemput Ga Eun pulang sekolah.

“Ga Eun,” panggil Seo Jin pada putrinya dengan lembut. “Ji Yong Oppa sangat sibuk. Kau tahu, kan, bahwa pekerjaan Ji Yong Oppa adalah seorang yang terkenal. Orang yang sangat terkenal itu banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Jadi, mungkin susah untuk bertemu dengan Ga Eun,” jelas Seo Jin dengan alasan tersebut.

“Apa Ji Yong Oppa sudah lupa padaku karena pekerjaannya, Eomma?” tanya Ga Eun lagi yang membuat Seo Jin kebingungan untuk mejawabnya.

“Aniyo, Ji Yong Oppa tidak akan lupa dengan seorang anak perempuan yang manis sepertimu, Ga Eun,” ucap Seo Jin.

“Jinjja?” tanya Ga Eun lalu Seo Jin mengangguk. “Aku harap aku bisa segera bertemu dengan Ji Yong Oppa. Jadi aku akan tetap menjadi anak yang manis,” ucap Ga Eun dengan semangatnya. Seo Jin menatap lurus ke arah jendela, membayangkan bagaimana jika dia bertemu lagi dengan Ji Yong.

*****

Ponsel Jung Myung berdering ketika dia sedang membereskan pekerjaannya dan hendak pulang. Jung Myung mengangkatnya.

“Hyung, ini aku, Ji Yong,” ucap Ji Yong di telepon.

“Ada apa, Ji Yong?” tanya Jung Myung agak sedikit heran karena Ji Yong tiba-tiba telepon.

“Apa kau ada waktu, Hyung? Ada yang ingin aku tanyakan pada Hyung,” pinta Ji Yong.

*****

“Jadi, Ji Yong, apa yang ingin kau tanyakan padaku?” tanya Jung Myung. Mereka sudah bertemu di cafe Yeolbong, cafe milik seorang penyanyi solo berbakat yaitu Se7en. Ji Yong memang sering datang ke cafe itu.

“Hyung, aku ingin bertanya tentang Seo Jin,” ucap Ji Yong.

“Seo Jin? Tentang apa, Ji Yong?” tanya Jung Myung dengan sikap yang tenang.

“Sejak aku putus dengan Seo Jin, apakah Hyung masih berhubungan dengannya? Karena setelah hubungan aku dengannya selesai, aku sangat sibuk untuk debut pertamaku. Jadi aku tidak tahu kabar tentangnya, Hyung. Bisa kah Hyung ceritakan apa yang aku tidak tahu tentang Seo Jin?” jelas Ji Yong panjang lebar.

“Untuk apa? Bukankah kau sudah tidak ada hubungan apa-apa dengannya lagi. Itu sudah lama, sudah 5 tahun yang lalu. Apa kah begitu penting untuk kau tahu tentang Seo Jin?” cecar Jung Myung.

“ituuu,,, itu,,,, aku hanya ingin tahu saja, Hyung. Juga tentang Ga Eun, apa dia benar-benar anak kandung dari Seo Jin? Aku benar-benar penasaran dengan semua yang ada pada Seo Jin. Juga membuatku bermimpi buruk juga, Hyung,” pinta Ji Yong. “Aku juga sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. Aku merasa masih ada sesuatu yang belum aku selesaikan,” tambah Ji Yong.

“Kau memang terlalu sibuk, Ji Yong. Sampai-sampai kau melupakan Seo Jin, dan kali ini kau baru ingat padanya. Kau tidak tahu apa yang terjadi dengan Seo Jin setelah kau meninggalkannya. Tapi, apakah jika aku beritahu apa yang akan kau lakukan padanya?” tanya Jung Myung.

“Hyung,,,”

Jung Myung menghela napas. “Kau mau tahu yang terjadi padanya?” ucap Jung Myung lalu dibalas dengan anggukan Ji Yong. Ji Yong terlihat sangat serius. “Kau tahu kan, ibu Seo Jin sakit parah. Tidak lama setelah kau memutuskan hubungan dengan Seo Jin, ibunya meninggal. Seo Jin tak tahu harus bagaimana, dia hidup sendiri setelah itu. Dia sangat terpukul dengan kepergian ibunya. Itu membuat hatinya menjadi tambah sakit. Kau tak tahu penderitaan yang dilalui Seo Jin. Ah, tidak, lebih tepatnya perjuangan yang dilalui Seo Jin,” jelas Jung Myung panjang lebar. Hal itu membuat Ji Yong tak bisa berkata-kata lagi. Ji Yong terdiam.

“Lalu tentang Ga Eun? Aku terkejut bahwa Seo Jin sudah memiliki anak sebesar itu. Apa dia sudah menikah, Hyung?” tanya Ji Yong.

*****

Ji Yong menyetir mobilnya setelah bertemu dengan Jung Myung. Selama perjalanan, dia terus memikirkan ucapan Jung Myung.

“Jika kau ingin tahu tentang itu, lebih baik kau menemuinya sendiri, Ji Yong. Kau akan tahu seberapa besar pengorbanannya yang dia lakukan setelah kau meninggalkannya.”

*****

FLASHBACK

“Ji Yong!!!!! Kau telat!!! Aku sudah menunggu setengah jam di sini. Kau mau membuatku mati kedinginan ya??!!” ucap Seo Jin yang marah karena menuggu Ji Yong di halte. Mereka janji akan bertemu pukul 10, tapi Ji Yong telat datang. Cuaca saat itu sangat dingin dan bersalju, karena sudah memasuki bulan Desember. Setelah 3 bulan pertemuan di kereta, mereka menjadi lebih akrab. Sering berjalan bersama setelah pulang sekolah.

“Mianhae, Seo Jin. Tadi aku ada masalah izin dengan Eomma-ku. Jadinya aku telat datang,” jawab Ji Yong yang tampak bersalah.

“Kau tidak kabur dari rumah, kan?” tanya Seo Jin.

“Yakkk, aku tidak seperti itu. Aku ini anak baik-baik,” jawab Ji Yong cepat.

“Baguslah,”

“Pakai ini,” ucap Ji Yong sambil melepas syal tebalnya dan memakaikan syal itu ke leher Seo Jin. Membuat Seo Jin menunduk karena merasa malu atas tindakan Ji Yong padanya.

“Kali aku maafkan kau telat, tapi lain kali aku tidak akan!!” ucap Seo Jin.

“Lain kali? Jadi nanti akan ada lain kali untuk kita kencan? Kau mengharapkannya, Seo Jin?” Pertanyaan Ji Yong membuat Seo Jin salah tingkah.

“Aniyo!!! Siapa yang mengharapkannya,” jawab Seo Jin yang salah tingkah. Wajah merahnya tertutup setengah oleh syal milik Ji Yong.

“Ah!!  Bus-nya datang. Kajja!!!” Ji Yong menarik tangan Seo Jin dan segera masuk ke dalam Bus. Tujuan mereka adalah taman hiburan. Tempat itu memang tempat yang paling cocok untuk 2 orang yang sedang berkencan.

*****

“Wah, kau ini termasuk yeoja yang tak takut dengan wahana apapun, Seo Jin. Kau senang?” tanya Ji Yong pada Seo Jin. Mereka sudah seharian bermain di taman hiburan. Sekarang mereka ada di sebuah taman. Duduk di bangku yang ada di sana. Hari sudah sore, tapi sepertinya mereka tak ingin waktu berakhir.

Ada sesuatu yang ingin Ji Yong katakan pada Seo Jin hari ini. Ji Yong sudah merencakannya dari dulu. Dia ingin menyatakan perasaannya pada Seo Jin.

“Ne, aku sudah lama tidak ke sini. Aku senang Ji Yong. Gomawo, sudah mengajakku ke sini,” jawab Seo Jin.

Suasana menjadi hening, dan itu membuat Seo Jin canggung. “Jangan bergerak!!” ucap Ji Yong tiba-tiba.

“Wae?” Seo Jin heran.

Ji Yong mendekati Seo Jin. Tangan Ji Yong mengarah ke kepala Seo Jin dan mengambil sesuatu dari kepala Seo Jin. “Ada daun jatuh di rambutmu,” ucap Ji Yong. Suasana menjadi semakin canggung.

“Seo Jin,” panggil Ji Yong.

“Hmmm,” jawab Seo Jin.

“Ada yang ingin aku katakan padamu. Seo Jin, nan joayo (aku menyukaimu). Aku sudah lama ingin mengatakan ini, tapi baru sekarang aku berani mengutarakannya padamu,” ucap Ji Yong yang terlihat sedikit gugup. Seo Jin juga tak kalah gugup. “Jadilah pacarku!!” pinta Ji Yong.

Seo Jin terdiam sebentar. “Aku…. aku… nan nado joayo, Ji Yong. Sama sepertimu,” Seo Jin tersipu malu. Ji Yong tampaknya senang karena perasaannya terbalaskan. Seo Jin juga menyukainya.

Ji Yong memegang tangan Seo Jin. Lalu mendekat ke wajah Seo Jin. Seo Jin agak terkejut karena tiba-tiba Ji Yong menciumnya, tapi Seo Jin menikmati ciuman pertamanya.

FLASHBACK END—–

******

“Ji Yong, kau dari mana saja? Akhir-akhir ini kau tidak terlihat, kau sangat misterius. Kami selalu kesusahan mencarimu. Apa yang sebenarnya kau lakukan, hah?” tanya Seung Hyung ketika Ji Yong sudah kembali dari pertemuan di cafe dengan Jung Myung. Sekarang dia bersama Seung Hyun untuk membuat sebuah lagu baru.

“Jangan khawatir, Hyung. Aku akan tetap fokus untuk Bigbang,” jawab Ji Yong mencoba menutupi apa yang dia alami akhir-akhir ini.

“Jadi begini sikapmu padaku, Ji Yong? Aku bukan saja satu group denganmu, tapi aku juga hyung bagimu. Jadi jangan seperti ini, kau menutupi sesuatu dariku ataupun kami semua, Ji Yong,” tegas Seung Hyun.

“Hyung, gomawo atas perhatianmu padaku, tapi aku belum bisa mengatakannya pada kalian. Jika waktunya tepat, aku pasti akan mengatakannnya, Hyung. Mianhae,” jawab Ji Yong.

“Baiklah, aku tak akan menanyakannya lagi. Aku siap kapanpun dan dimanapun jika kau membutuhkanku, Ji Yong,” Seung Hyun tersenyum pada Ji Yong. “Oke, ayo kita lanjutkan pembuatan lagu kita.”

“Gomawo, Hyung,”

******

Pagi hari, Seo Jin berjalan sendiri menjinjing sayuran dan bahan makanan yang dia beli di pasar. Ga Eun masih tertidur, jadi dia meninggalkannya sendiri. Hari ini adalah hari minggu. Toko roti Seo Jin tidak buka di hari minggu, oleh karena itu, waktunya Seo Jin untuk beristirahat.

Ketika sampai di rumah, dia melihat sebuah mobil mewah berwarna putih terparkir di depan rumahnya. Seo Jin heran siapa pemilik mobil yang terparkir di depan rumahnya. Dia melihat seorang pria dengan style yang sangat modis berada di depan pintu rumahnya.

“Chogi, nuguseyo?” tanya Seo Jin pada pria yang membelakanginya. Pria itu menoleh. Seo Jin terkejut setelah dia membalikkan badannya. “Ji Yong,” ucapnya.

*****

Akhirnya Ji Yong sudah masuk ke dalam rumah Seo Jin. Mereka duduk berhadapan. Hanya sebuah meja yang memisahkan mereka berdua. Rambut Ji Yong kini tidak berbentuk seperti rumput laut lagi. Model rambutnya kini terdapat jambul di depannya. (inget2 aja Ji Yong di Go Show ya atau di CF never stop dreaming North Face,,,)

“Apa yang menjadi tujuanmu datang kemari, Ji Yong?” ucap Seo Jin. Dia tak ingin menatap mata pria yang ada di hadapannya, jadi dia hanya menatap ke arah bawah.

“Aku ingin bertemu denganmu, Seo Jin,” jawab Ji Yong. “Sudah lama kita tidak bertemu, kau apa kabar?” tanyanya.

“Aku baik-baik saja seperti yang kau lihat,” jawab Seo Jin. Suasanan hening karena tidak tahu apa yang ingin mereka bicarakan.

“Rumahmu sangat nyaman,” ucap Ji Yong memcahkan keheningan.

“Ini bukan rumahku. Ini rumah Jung Myung Oppa,” jawab Seo Jin. Sekilas dia menatap mata Ji Yong.

“Rumah Jung Myung??” Ji Yong heran.

“Aku menyewanya,” jawab Seo Jin singkat.

“Ohhh,,,” suasanan kembali hening. “Apa Ga Eun ada?” tanya Ji Yong.

“Dia masih tertidur.” Seo Jin hanya menjawab pertanyaan Ji Yong seperlunya. Itu membuat Ji Yong tampak gugup.

“Boleh aku melihat putrimu, Seo Jin. Aku sangat merindukan tingkahnya yang lucu itu.” Seo Jin terlihat kebingungan dengan permintaan Ji Yong. Tetapi akhirnya dia mempersilakan Ji Yong melihat putrinya.

Ji Yong melihat Ga Eun yang sedang tertidur di kasur. Dia duduk di samping Ga Eun. Senyum Ji Yong merekah, “dia anak yang lucu dan manis. Tak heran jika aku selalu merasa ingin bertemu dengannya.” Seo Jin teringat dengan ucapan Ga Eun yang sama dengan Ji Yong yaitu ingin sekali bertemu lagi.

Ji Yong lalu mencium kening Ga Eun dan membelai rambut Ga Eun dengan lembut. Setelah puas melihat Ga Eun, mereka kembali duduk ke tempat tadi. Ruang tengah.

“Terima kasih, Seo Jin, aku bisa melihat Ga Eun lagi. Aku tidak menganggumu di pagi ini, kan?” tanya Ji Yong.

“Ji Yong, kau datang ke sini hanya untuk melihat Ga Eun?” tanya Seo Jin tiba-tiba.

“Sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan padamu, Seo Jin. Aku minta maaf padamu atas apa yang selama ini aku lakukan. Ani, maksudku, atas apa yang aku tak tahu selama ini. Tentang ibumu, aku turut berduka cita. Maafkan aku telat mengatakannya, aku benar-benar tidak tahu,” jelas Ji Yong.

“Itu saja yang ingin kau katakan, kau tak perlu minta maaf, Ji Yong. Karena kau tidak melakukan apa-apa padaku,” ucap Seo Jin.

“Justru itu, aku minta maaf padamu,” jawab Ji Yong penuh dengan penyesalan di wajahnya. “Tentang Ga Eun, aku juga ingin menanyakannya. Kau tahu,,,,, sebelum kita putus,,, kau dan aku melakukannya pada malam itu,,,, tepat 5 tahun yang lalu,,,, dan Ga Eun,,,, apa dia anakku?” Ji Yong menatap Seo Jin.

“Anakmu?” ucap Seo Jin cepat. Dia menatap Ji Yong tajam. “Atas dasar apa kau bilang Ga Eun adalah anakmu? Ga Eun adalah anak yang kulahirkan, kurawat dan kubesarkan sendiri.” Seo Jin tertawa sinis, emosinya meluap. “Kau bilang Ga Eun anakmu? Tentang apa yang kita lakukan adalah hanya kesalahan kita saat dulu, Ji Yong. Aku sudah melupakannya setelah kau memutuskan hubungan kita. Sekarang pun aku sudah lupa, jadi jangan kau ungkit-ungkit kembali,” tegas Seo Jin.

“Seo Jin,” ucap Ji Yong yang tidak percaya dengan kata-kata yang dikeluarkan Seo Jin.

“Jika kau tidak ada yang ingin bicarakan lagi, silakan kau pergi dari rumahku.” Seo Jin berjalan ke arah pintu dan membukakannya agar Ji Yong pergi. “Semuanya sudah jelas dan tak ada yang perlu dibicarakan lagi. Ga Eun adalah anakku. Bukan anakmu,” tambah Seo Jin.

Ji Yong merasa situasi ini kurang tepat untuk dilanjutkan, jadi dia mengalah untuk pergi menuruti permintaan Seo Jin. “Seo Jin, aku minta maaf,” ucap Ji Yong lalu Seo Jin menutup pintu. Tak lama kemudian air mata Seo Jin sudah jatuh. Dia menahan emosi sejak tadi.

*****

Siang harinya. Di ruang tengah, Seo Jin sedang menonton televisi sedangkan Ga Eun terlihat menggambar sesuatu.

“Ga Eun, kau mau menggambar apa?” tanya Seo Jin pada putrinya.

“Ji Yong Oppa,” ucapnya. “Aku ingin menggambar Ji Yong Oppa lagi. Saat liburan, aku tidak jadi memberikan gambarku padanya, karena gambarnya tertiup angin dan jatuh ke kolam renang. Jadi, aku ingin menggambar wajah Ji Yong Oppa lagi lalu memberikannya,” jelas Ga Eun. Seo Jin tak bisa bilang apa-apa lagi tentang Ga Eun yang sepertinya sangat menyukai Ji Yong.

Tiba-tiba Seo Jin memberikan saran lain untuk obyek yang digambar Ga Eun. “Ga Eun, apa tidak ada obyek lain yang kau gambar? Misalnya seperti binatang? Bukankah itu sangat lucu jika kau menggambar ayam, kucing, pokoknya binatang yang ada di kebun binatang.” Saran Seo Jin sepertinya tidak ditanggapi oleh putrinya. Ga Eun masih terlihat serius dengan gambar Ji Yong.

“Shireo!!! Eomma, aku hanya ingin menggambar wajah Ji Yong Oppa,” ucap Ga Eun dengan wajah cemberut. “Menurutku, rambut Oppa sangat lucu dan juga keren,” jelas Ga Eun pada ibunya. “Eomma,” panggilnya pada Seo Jin. “Semalam tadi aku mimpi Ji Yong Oppa datang ke sini. Aku sangaaaaaaaaaaaaaat senang. Ji Yong Oppa memberikanku boneka yang sangat besar,” jelas Ga Eun tentang mimpinya.

Seo Jin hanya bisa tersenyum dan mengelus-elus kepala Ga Eun. Tiba-tiba di televisi menayangkan iklan North Face yang dibintangi Bigbang. Seo Jin melihatnya, dia terus menatap Ji Yong di CF tersebut.

“Ah,,, itu Ji Yong Oppa!!!” seru Ga Eun. “Rambutnya berbeda, tidak seperti saat liburan, Eomma.” Ga Eun terus melihat iklan tersebut.

******

“Selamat siang, Dokter Jang,” ucap Ji Yong dan segera menjabat tangan orang yang dipanggil dokter.

“Selamat siang juga, Ji Yong,”jawabnya. “Ada apa kau datang ke klinikku? Apa ada sesuatu yang membuatmu tidak sehat? Tenggorokanmu terganggu?” tanyanya pada Ji Yong. Dokter Jang adalah dokter khusus yang menangani kesehatan member Bigbang. Jika ada member yang merasakan sakit, maka Dokter Jang akan dipanggil untuk memeriksa mereka.

“Aniyo, aku sangat sehat, Dok. Aku datang ke sini, karena ingin meminta bantuan Anda,” jelas Ji Yong.

“Bantuan? Apa yang bisa aku bantu,” Dokter Jang berbalik bertanya.

“Begini, Dokter Jang. Aku ingin meminta bantuan dokter untuk,,,,,,” Lau percakapan pun berlangsung. JI Yong menyerahkan sebuah plastik yang entah berisi apa pada Dokter Jang. Dokter Jang pun bersedian untuk menolong Ji Yong.

*****

“Seo Jin, kau ada waktu malam ini, kan? Aku ingin ke rumahmu,” ucap Jung Myung di telepon.

“Oppa, aku…. aku…..” jawab Seo Jin merasa berat jika Jung Myung datang ke rumahnya. Dia teringat dengan perkataan ibunya Jung Myung. Seo Jin merasa perkataan ibunya Jung Myung benar, bahwa seharusnya dia tidak dekat dengan Jung Myung. Menurutnya Jung Myung pantas dengan wanita yang jauh lebih baik dari dirinya.

“Jika ini tentang perkataan ibuku padamu, lupakan Seo Jin. Karena aku tidak mempermasalahkannya,” jawab Jung Myung cepat. Lalu menutup telepon. Seo Jin merasa kebingungan.

“Apa yang harus aku katakan pada Jung Myung Oppa? Aku sangat bersalah padanya,” keluh Seo Jin pada diri sendiri.

******

Malam hari saat jam makan malam. Seperti yang dikatakan Jung Myung pada Seo Jin, bahwa dia akan datang ke rumah Seo Jin untuk makan malam. Sudah cukup lama Jung Myung tidak makan malam bersama.

“Ga Eun, apa enak makanan yang Ahjussi bawa?” tanya Jung Myung pada Ga Eun yang sedang makan dengan lahapnya.

Mulut Ga Eun penuh dengan makanan, “Ne, enak sekali,” jawab Ga Eun dengan mulut menggembung. Seo Jin dan Jung Myung tertawa karena melihat Ga Eun yang lucu.

“Oppa, datang ke sini apa Ahjumma tahu?” tanya Seo Jin. “Aku tidak ingin melihat Ahjumma kecewa lagi karenaku, karena Ahjumma melarang Oppa bertemu denganku, tapi,,,,,,” Seo Jin tak melanjutkan kalimatnya.

“Gwaenchana, Seo Jin. Kau tak perlu memikirkan kalimat yang ibuku keluarkan padamu. Dia hanya kesal karena aku selalu menolak untuk dijodohkan dengan wanita-wanita pilihannya,” jelas Jung Myung, tapi Seo Jin masih terasa resah dan tak enak.

“Ah, Ga Eun, apa saja yang kau pelajari di sekolah?” tanya Jung Myung pada Ga Eun. Ga Eun mendengar pertanyaan Jung Myung, tiba-tiba dia mengambil tas pink yang selalu ia bawa kemana-mana dan mengeluarkan buku gambarnya.

“Ahjussi, aku menggambar ini,” ucap Ga Eun. Dia memperlihatkan gambar yang ia buat. Gambar itu tak lain adalah gambar wajah Ji Yong dengan rambut rumput lautnya yang berwarna hijau.

Jung Myung melihatnya dan tak perlu waktu lama, dia sudah tahu apa yang digambar Ga Eun, tetapi dia bertanya pada Ga Eun tentang gambarnya. “Ga Eun, ini gambar siapa?” Jung Myung melirik Seo Jin sekilas. Seo Jin hanya diam saja.

“Ji Yong Oppa,” ucap Ga Eun cepat.

“Kenapa kau menggambar wajahnya?” tanya Jung Myung lagi.

Ga Eun berpikir dengan wajah yang menggemaskan. Melirik-lirikkan mata dan menggembungkan mulutnya. “Aku sangat sangat sangat menyukai Ji Yong Oppa,” jawabnya. “Ahjussi, apa rambut Ahjussi bisa seperti rambut Ji Yong Oppa?” tanyanya.

Jung Myung mengelus-elus rambut Ga Eun dan tersenyum, “Jadi, kau suka rambutnya?”

Ga Eun mengangguk cepat. “Bukan hanya rambutnya, aku suka semua yang ada di Ji Yong Oppa,” ucapnya lalu melanjutkan makan malamnya.

“Ga Eun terus saja membicarakan dia setelah liburan dari pulau Jeju, Oppa. Sepertinya Ga Eun sangat menyukai Ji Yong. Dari kemarin, dia bilang padaku bahwa dia ingin sekali bertemu dengan Ji Yong. Aku,,, tak tahu harus melakukan apa, Oppa,” jelas Seo Jin. “Tadi pagi, Ji Yong datang ke sini. Apa Oppa yang memberitahu dimana aku tinggal?” tanya Seo Jin.

“Ne, aku memberitahunya. Apa yang dia katakan?” tanya Jung Myung balik.

“Dia membicarakan tentang Eomma dan menyesal karena telat mengatahuinya. Dia juga ingin melihat Ga Eun,” jawab Seo Jin. Dia tidak memberitahu Jung Myung tentang ucapan Ji Yong yang mengatakan bahwa Ga Eun adalah anak Ji Yong.

“Itu saja?” tanya Jung Myung penasaran. Seo Jin mengangguk dan tak menatap Jung Myung. Tetapi sepertinya Jung Myung percaya dengan ucapan Seo Jin.

“Aku memang memberitahunya karena sepertinya dia memang seharusnya sudah tahu tentang ibumu yang sudah meninggal,” jelas Jung Myung. “Tapi,,,,, Seo Jin, apakah kau ada pikiran untuk memberitahu yang sebenarnya tentang Ga Eun?” Pertanyaan Jung Myung membuat Seo Jin terdiam sesaat. Dia menatap Ga Eun dengan sendu.

******

Malam yang sama di saat Jung Myung makan malam bersama Seo Jin dan Ga Eun, Su Bin berada di apartemen kekasihnya, Ji Yong. Mereka memiliki acara yang sama yaitu untuk makan malam.

Ketika mereka sedang makan malam, Su Bin membuka pembicaraan. “Oppa,  sepertinya kita harus melakukan ini sesering mungkin agar kita lebih mengerti,” ucap Su Bin. Ji Yong tersenyum sambil mengunyah makanan.

“Soal tawaran produk minuman yang ingin kita menjadi modelnya, apa kau ingin melakukannya?” tanya Ji Yong.

“Ne!!!” jawab Su Bin semangat. “Tapi,,, Oppa jangan membicarakan pekerjaan ketika berdua saja, rasanya melelahkan,” keluh Su Bin.

“Mianhae, Su Bin,”

“Ah, Oppa, kapan,,,,,,, Oppa mempertemukan aku dengan orangtua Oppa. Bukankah hubungan kita sudah diketahui oleh publik cukup lama, tapi kenapa Oppa belum mengenalkan orangtuamu padaku? Wae?” tanya Su Bin yang sedikit kesal karena dia belum dikenalkan pada orang tua Ji Yong.

“Jadwalku sangat padat akhir-akhir ini, Su Bin. Weekend pun aku harus bekerja. Mianhae. Tapi pasti akan aku kenalkan pada orangtuaku,” jelas Ji Yong dengan alasan tersebut.

“Oke, kalau Oppa berkata seperti itu, aku percaya saja,” Su Bin tersenyum sangat lebar. Dia senang sekali bahwa pria yang dia kagumi telah menjadi miliknya. Ditambah lagi hubungan mereka bukan jadi rahasia lagi. Nitizen telah mengetahuinya dan banyak yang mendukung pasangan ini, karena banyak yang menganggap bahwa Ji Yong dan Su Bin adalah pasangan selebritis yang paling membuat iri baik dari kalangan artis sampai netizen.

******

Beberapa hari kemudian. Ji Yong keluar dari mobil mewahnya dan berjalan ke sebuah restoran. Dia memiliki janji untuk bertemu dengan seseorang.

“Ji Yong!!” panggil seseorang.

“Ah,, Dokter Jang. Apa dokter sudah lama menungguku? Maaf, aku telat. Ada syuting yang kurang berjalan lancar tadi,” jelas Ji Yong.

“Tidak, aku baru saja datang,” jawab dokter Jang.

“Jadi, apakah dokter sudah menyelesaikannya?” tanya Ji Yong mulai serius.

“Ne, aku sudah melakukan tes yang kau minta, Ji Yong. Hasilnya,,,,,,” ucap dokter Jang lalu memberikan sebuah amplop putih kepada Ji Yong. “Ini,,,”

Ji Yong membukanya. Dia menatap dokter Jang sekilas. sepertinya jantung Ji Yong berdegup kencang ketika membuka amplop tersebut. Ji Yong membaca kertas yang ada di dalam amplop. Seperti yang dia duga, Ji Yong sudah tidak terlalu terkejut lagi dengan hasil tes.

“Hasilnya,,,,,, 97% sama??” tanya Ji Yong.

“Ne, DNA-mu dengan DNA dalam rambut yang kau berikan memiliki hasil yang akurat. Tak lain dia adalah keluargamu. Darah dan daging orang yang memiliki rambut tersebut tidak berbeda denganmu, Ji Yong. Aku tidak akan bertanya siapa orang itu, karena itu bukan urusanku. Aku hanya melakukan apa yang kau minta,” jelas dokter Jang.

Ternyata Ji Yong bertemu dengan dokter pribadi untuk Bigbang dengan tujuan meminta agar dokter melakukan tes DNA dengan rambut Ga Eun yang dia dapatkan ketika datang ke rumah Seo Jin. Entah Ji Yong mengambilnya dengan cara apa, tapi dia berhasil memilikinya dan melakukan tes DNA. Hasilnya pun DNA yang mereka miliki akurat. Yang artinya Ga Eun adalah anak kandung dari Ji Yong.

Ji Yong memutuskan untuk merahasiakan hal ini dari yang lainnya, termasuk member Bigbang, manajer, CEO YG, keluarganya dan orang-orang di sekitarnya. Hanya Ji Yong yang tahu akan hal ini.

*****

Beberapa hari kemudian ketika Bigbang memiliki jadwal yang tidak terlalu padat, member Bigbang tampaknya sangat memanfaatkan waktu luang ini. Salah satunya Ji Yong. Sepertinya dia sedang ingin pergi ke suatu tempat. Segera dia masuk ke dalam mobilnya, tapi bukan mobil mewah yang ia gunakan. Mobil lainnya  yang umum dipakai orang-orang. Dia memakai jas dan jeans, tak lupa memakai kaca mata hitam. Dia menancap gas dan melaju mobilnya dengan cepat.

*****

“Ga Eun, hari ini di toko sangat sibuk karena Eomma harus membuatkan donat yang sangat banyak. Jadi mungkin Eomma akan telat menjemputmu. Kau harus menunggu bersama ibu guru Lee. Ingat?” pinta Seo Jin pada putrinya ketika mengantar masuk ke dalam kelas. Ga Eun mengangguk.

“Annyeooong, Eomma!!!” seru Ga Eun sambil berlari ke kelas dan melambaikan tangan.

“Ingat, Ga Eun,, Eomma pasti akan menjemputmu!!” teriak Seo Jin. Lalu kembali pulang untuk mengurusi tokonya yang sedang banyak pesanan untuk acara dari seorang pelanggan.

*****

Siang hari ketika sudah waktunya Seo Jin menjemput Ga Eun pulang. Di toko masih sangat sibuk. Cheon Dung membuat donat, sedangkan Ji Eun melayani pelanggan. Dia harus membantu keduanya karena pesanan pelanggan dan pelanggan yang ada di sana sama pentingnya.

“Oppa, apa kau tidak sibuk? Bisakah Oppa menjemput Ga Eun sekarang? Ini sudah telat satu jam dari biasanya. Di toko sedang sangat sibuk hari ini, aku sulit untuk meninggalkannya. Tapi aku tak bisa membuat Ga Eun menunggu lama. Bisakah Oppa menjemputnya hari ini. Aku mohon, Oppa,” pinta Seo Jin.

“Baiklah, aku memang sedang ada waktu luang sekarang. Kau tak usah khawatir, Seo Jin. Urus saja tokomu,” jawab Jung Myung.

“Gomawo, Oppa. Aku sangat lega.” Seo Jin gembira dengan jawaban Jung Myung yang bisa membantunya hari ini.

*******

“Eomma lama sekali, aku sudah bosan,” ucap Ga Eun dengan cemberut. Dia sepertinya tidak mendengarkan ibunya tadi pagi, bahwa ia harus menunggu bersama ibu guru Lee. Ga Eun sedang berada di depan sekolah, bukan di depan kelas. Dia sendiri. Guru di sana tidak tahu kalau Ga Eun sedang sendiri menunggu ibunya.

“Ga Eun,” tiba-tiba ada seorang yang memanggil Ga Eun.

Wajah Ga Eun terlihat senang sekali ketika dia melihat siapa yang memanggilnya.

******

To be continued………..

Siapakah orang yang memanggil Ga Eun sehingga membuat wajah cemberutnya berubah menjadi senang? Apa yang terjadi dengan kisah Ji Yong dan Seo Jin selanjutnya? Tunggu the next part on the next day!!! (lagu seungri >.<)

Gamsahae buat yang udah baca, apa lagi yang RCL!!! Jeongmal gomawoooooo!!!! (pegangan tangan sama Ji Yong….)

About these ads

6 thoughts on “OPEN HEART (part.4)”

  1. Gyaaaa…akhirny keluar jg part ini…
    Ayoloh jiyong ud menduga Ga eun tuh anaknya…aku suka part ini…
    Pasti itu jiyong yg jemput Ga Eun…scara dia ud tau Ga Eun anaknya…
    Can’t wait next part

  2. tinggalin tulisan dulu baru baca. . ngyahahahah ketawa epil. . . asik masi tbc frustasi garuk tembok, #digampar mba kunti. mba kunti say >>>> ITU GAYA GUE!!!

Leave Your Review Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s