Kim Yadong and Babo Suzy~ (part.6)

kim-yadong-and-babo-suzy

Title: Kim Yadong And Babo Suzy~

Scriptwriter: Choi Finna/ @hyzalfinna

Main Cast:

  • Kim Myungsoo
  • Bae Suzy

Support Cast:

  • Choi Minho as Kim Minho
  • Park Jiyeon
  • Krystal
  • Sulli

Genre: Fantasy, romance

Duration: Chaptered

Rating:: 13+

Summary: Misi kedua sudah diselesaikan dengan baik. Seharusnya Suzy sudah bias menarik nafas lega. Dan mungkin, memperbaiki hubungannya dengan Myungsoo yang jadi ‘aneh’ akhir-akhir ini. Banyak pertanyaan muncul di kepala Suzy yang terpusat pada satu nama: Krystal. Belum sempat pertanyaan itu terjawab, seorang yeoja centil mendekati Myungsoo dan jelas-jelas berniat pedekate.Bukan hanya Jiyeon, muncul seorang ajhussi yang memanggil Myungsoo dengan sebutan “pangeran L”.jadi… sebenarnya siapa Myungsoo sebenarnya? Dan juga Krystal dan Jiyeon?

** * * * *

Suzy menatap Myungsoo dengan pandangan bertanya “Pangeran L itu kau?”Tanya Suzy tak percaya setelah Myungsoo dan ajhussi itu berbicara dan ajhussi itu menghilang begitu saja.Myungsoo tersenyum menatap Suzy.

“Jadi kau naksir aku sekarang kalau aku pangeran?” tanyanya sambil menjawil pipi Suzy.

Suzy merengut kesal.Kenapa mood namja ini tiba-tiba berubah bagus begini? “Ahhh..kalau kau pangeran… bukankah itu berarti Minho oppa juga pangeran?” Tanya Suzy.

Myungsoo mengangguk.“Ya… lebih tepatnya putra mahkota” jawab Myungsoo santai seolah-olah semua orang bisa menjadi putra mahkota.

Suzy menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.“Kenapa kalian tidak memberitahu-ku sih?” gerutunya kesal.Merasa selama ini ditipu oleh kedua kakak beradik Kim.

“Memangnya penting?”Tanya Myungsoo balik.“Lagian, kau juga tidak tanggap sekali.kalau aku dan Minho hyung adalah rakyat biasa, ngapain kami ikut campur masalah kerajaan yang sifatnya internal begini?”

Suzy mengangguk mengerti. “tapi kenapa kalian juga memiliki limit sihir. Bukankah seharusnya kalau kalian datang ke bumi, dengan misi kerajaan, ditambah lagi kalian berdua adalah pangeran..kenapa kalian masih mempunyai limit sihir?” Tanya Suzy mulai bawel.Rasa penasaran yang dimilikinya mulai muncul.

Myungsoo menaikkan alisnya sambil menatap Suzy.“Tsk. Kenapa kau jadi penasaran seperti itu?” gerutunya. “pokoknya, siapapun, kecuali raja dan ratu, pasti akan dibatasi sihirnya kalau datang ke bumi. Meskipun kau pangeran, atau bahkan putra mahkota.Apalagi yang belum 20 tahun seperti-ku.Minho hyung sih enak… dia sudah 21 tahun.Nah, sudah puas dengan pertanyaan-pertanyaanmu Princess Bae Suzy?”

Suzy menggeleng.“Anyi… terus, apa yang diberitahukan ajhussi tadi. Dia malaikat juga kan? Tadi dia muncul dan hilang begitu saja..”Tanya Suzy lagi.Kali ini senyum Myungsoo melebar.

“Dia datang memberitahu-ku kabar baik dan yah, kabar buruk.Kabar baiknya, Raja skyworld sudah sadar.Kabar buruknya, dia masih sangat lemah.Bahkan untuk berbicara sekalipun.Boleh dibilang dia sadar hanya karena matanya terbuka…” jawab Myungsoo.Suzy tersenyum sennag.

“Jinjja? Baguslah kalau begitu..yang penting kan sudah sadar.. ku rasa tak akan perlu waktu lama untuk menyembuhkannya kan? Ratu dan Minho opp…” ocehan Suzy terpotong.Bibir Myungsoo sudah mendarat di bibir yeoja itu.Mengunci bibirnya rapat-rapat.

Myungsoo melumat bibir gadis itu.Tak peduli pada lalu-lalng orang-orang disekitar mereka. Tak peduli tanggapan bebrapa orang yang jelas-jelas negative dan bebrapa schoolgirl yang memekik iri. Dia bahagia, dan mungkin, inilah caranya untuk menransfer kebahagiannya pada Suzy.

* * * * *

Suzy memasuki kelas keesokan harinya smabil memukul-mukulkan kepalanya. Bodoh! Pantas saja namja yadong itu memanggilmu Babo! Bisa-bisanya membalas ciuman namja itu kemarin! Gerutu Suzy dalam hati.Setiap kali mengingat kejadian kemarin, Suzy pasti jadi begini.Tersipu-sipu sendiri dan mendadak uring-uringan sendiri.Suzy mendecakkan lidahnya kesal.Semenjak namja itu datang, mood Suzy seperti jet coaster.Naik turun seenaknya.Kadang membuat Suzy bahagia, sekaligus membuatnya ingin muntah. Aisshh…

Sulli memperhatikan Suzy yang baru masuk kelas sambil memukul-mukul kepalanya sendiri itu dengan bingung. Ada apa lagi dengan sahabatnya itu? Kadang-kadang masuk kelas dengan cemberut, kadang masuk dengan wajah pucat dan sekarang?Masuk dengan wajah seolah-olah menyesal karena kemarin bewrtaruh banyak dan malah kalah judi. Err…

“Yak, Bae Suzy. Kenapa kau memukul-mukul kepalamu seperti itu?Kalau bosan dengan otak jeniusmu, kau bisa mmeberikannya padaku~” ucap Sulli sambil mencolek belakang Suzy.Membuat sahabatnya itu berbalik padanya.

Suzy menjulurkan lidahnya.“Mwo? Enak saja..” ucapnya sambil tersenyum.

“Aigoooo..baru saja kau datang dengan muka bingung, eh, sekarang malah senyum-senyum sendiri. Hayooo, kau ngapain sama Myungsoo??” Tanya Sulli jahil dengan alis mata turun-naik.

Suzy membelalak.Wajahnya kontan memerah.Astaga… sekentara itukah dirinya?Errrr. “A..Anyi..apa-apaan sih aku. Sulli-ya, berhenti membuat gossip! Kau tidak sadar apa kalau hobimu bergosip itu sudah tertular pada namjachingu-mu?” gerutu Suzy.Terlihat salah tingkah.

Sulli menyeringai jahil melihat sahabatnya salah tingkah.“Kau tidak bisa lebih kentara lagi Princess…” ledeknya.Suzy memutar bola matanya.Kata ‘Princess’ membuatnya mengingat Myungsoo.Myungsoo adalh ‘Prince’. Dan Suzy sering dijuluki ‘Princes’..cocok sekali.

‘Astaga! Apa yang baru saja ku pikirkan!pabo!’ gerutu Suzy dalam hati. Reflex memukul kepalanya lagi. Sulli menatap heran temannya tersebut.Astaga, Bae Suzy ini akhir-akhir ini kenapa sih?betul-betul aneh…

“Yak, Bae Suzy. Namjachingu-mu tadi sudah datang.”Ucap Sulli memberitahu.Membuat Suzy berhenti melakukan aktifitas memukul-kepala-sendiri-nya.“Dia datang pagi-pagi sepertinya.Tapi Jiyeon juga datang pagi dan terus mengerecokinya.Jadi dia keluar kelas.Ehh… yeoja centil itu malah terus mengikutinya.Menyebalkan sekali.kenapa kau tidak marah padanya sih?yeoja itu menyebalkan sekali tahu. Sudah tahu Myungsoo sudah punya kau. Masih saja mengejar-ngejar Myungsoo! Yeoja seperti dia itu…” Sulli mulai mengoceh dengan berapi-api.

Suzy mendengarnya smabil berpikir keras. Bukan, dia sama sekali tidak cemburu dengan Jiyeon. Dia tahu jelas Myungsoo tidak tertarik dengan gadis manis bermata kucing tersebut.Yang masih mengganjal baginya saat ini adalah satu orang itu. Krystal. Siapa dia? Kenapa Myungsoo terlihat berbeda kalau Suzy menyebut nama Krystal?

* * * * *

Myungsoo mendengus kesal. Baru lima menit yang lalu dia bisa bernapas lega karena bisa lolos dari jiyeon, sekarang gadis itu malah sudah ada disampingnya lagi.

Tadi, karena kesal terus menerus diikuti Jiyeon, Myungsoo masuk ke toilet cowok. Yeoja itu tak akan bisa mengikutinya sampai dalam toilet cowok kan? Begitu sampai didalam bilik toilet, namja itu langsung berteleportasi ke atap sekolah. Baru lima menit dia menghirup udara segar, yeoja itu sudah muncul di atap juga.

“Kau terus saja menghindariku…” gerutu Jiyeon dengan napas terengah sehabis berjalan menaiki tangga menuju atap.Myungsoo menatapnya dengan tatapan jengah.

“Kalau kau capek. Kau bisa berhenti.Tidak ada yang menyuruhmu tetap mengikuti-ku kemana pun.Apakah kau tidak tahu malu?Aku sudah punya yeojachingu.”Myungsoo menanggapi dengan dingin.

Jiyeon menggeleng pelan. “Aku harus mengikutimu…. Dan ada yang menyuruhku tentu saja” ucapnya sambil tersenyum.Bukan senyum manisnya yang biasa.Entah mengapa, Myungsoo merasa alarm bahaya-nya berbunyi.

Wajah Jiyeon tampak biasa kembali. Senyum manis kembali terukir di wajahnya. “Sudah waktunya jam pelajaran pertama. Kau tidak berniat bolos kan?”

* * * * *

Suzy mengaduk-aduk orange juice-nya dengan malas.Sesekali, dilemparnya pandangan kesal ke arah Sulli dan Kai yang duduk tak jauh dari meja Suzy di cafetaria.Keduanya terlihat sangat mesra. Aisshhh, dua orang itu! Untung saja Suzy tidak menerima ajakan mereka pergi ke kantin bareng, kalau tidak, dia pasti sudah jadi obat nyamuk tak laku disana.

Suzy melirik ke meja lainnya.Jiyeon dan Myungsoo duduk disana.Myungsoo terlihat diam, wajahnaya dingin dan seolah bilang tutup-mulutmu-park-jiyeon-atau-kusumpal-dengan-gelas.Sedangkan Jiyeon tetap semangat mengoceh meskipun Myungsoo terus menatapnya tajam.

Suzy memutar bola matanya kesal.Sepertinya keputusannya untuk datang ke cafetaria sendiri sangat tepat.Tadi, begitu bel istirahat berbunyi, Jiyeon langsung menarik myungsoo untuk mengajaknya ke kantin.Dan Myungsoo-terlihat- pasrah saja ditarik begitu oleh yeoja bermata kucing itu. Melihat kedua manusia itu membuat Suzy reflex menghentakkan kakinya kesal.Sulli yang melihat kejadian itu langsung menawarkan Suzy untuk pergi ke cafetaria bareng.Tapi suzy menolak.Tentu saja, kalau Sulli pergi dengan Kai, mereka pasti jadi asik sendiri.

Memangnya dia bias apalagi?Marah?Jengkel?Atau… cemburu?Memangnya namja yadong itu siapanya?Pacar? Orang lain mengira begitu tapi sebenarnya BUKAN kan? Namja itu tak pernah nembak Suzy atau sejenisnya. Yang dia lakukan hanyalah menggandeng Suzy sambil mendemostrasikan kalau Suzy itu yeoja-nya di depan umum. Lagian, namja itu sepertinya punya pacar kan? Yang namanya Krystal atau berlian atau perak atau apalah itu~

Dan disinilah Suzy.Duduk sendiri, dengan wajah kesal karena merasa ditinggalkan orang-orang yang seharusnya menemaninya makan di cafetaria.Suzy melihat sekeliling kantin.Dilihatnya seorang namja berambut pirang sedang mencari tempat duduk.

Suzy melambaikan tangan, memanggil namja tersebut. “Taemin-ah!”.Namja itu berbalik.Berpikir sejenak kemudian berjalan ke arah Suzy.Suzy bisa merasakan kalau Myungsoo menatapnya tajam.Tapi biar saja. Toh namja itu juga bersama yeoja lain. Impas kan.Suzy juga bisa merasakan kalau Sulli menatapnya dengan pandangan penuh Tanya Tapi Suzy tak peduli.Sebodo.

“Boleh aku duduk disini?”Tanya Taemin memastikan sambil menunjuk tempat duduk di seberang Suzy.Cafeteria sudah hamper penuh, jadi namja ini memang punya sedikit pilihan-alih-alih makan sambil berdiri. Suzy mengangguk semangat.Dia memang ingin berbicara dengan namja ini.Kadang, Suzy merasa khawatir padanya.Apalagi setelah kejadian The Fear Book waktu itu.

“Gwenchana?”Tanya Suzy tiba-tiba.

“Ne?”Tanya Taemin balik.Tampak kebingungan.  Ah, Suzy lupa. Bukankah Minho oppa sudah menghapus ingatannya?

“Ah..anyi. Sudah lama sekali kita tidak berbicara.Jadi aku menanyakan kabarmu. Kau baik-baik saja kan? Kau tampak pucat belakangan ini…” jawab Suzy cepat-cepat.Taemin mengangguk.“Eomma dan appa-mu apa kabar?Baik-baik saja?”Tanya Suzy lagi.Lebih berhati-hati karena takut menyinggung perasaan namja itu.

Taemin tersenyum lemah.“Tidak bisa dibilang baik sih… aku belum pernah menjenguk appa lagi setelah adikku meninggal.Dan ibu-ku… masih dalam tahap pemulihan. Progress-nya sudah cukup baik sekarang tapi yah..masih agak sulit” jawabnya. Suzy menjadi iba melihat wajah namja itu berubah menjadi sedih.Rasa simpati muncul dihati Suzy. Bukankah, sedikit banyak, apa yang terjadi pada Taemin juga merupakan perbuatan keluarganya?

“Mianhaeyo…” ucap suzy pelan.Taemin menatap Suzy dengan bingung, tapi Suzy tersenyum.“Bolehkah aku ikut menjenguk eomma-mu?Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya.”

* * * * *

 

“Yak, babo” Suzy mendengar Myungsoo memanggilnya ketika bel pulang berbunyi.Suzy pura-pura tidak peduli dan tetap sibuk dengan buku-buku di lacinya.Kesal tidak diperhatikan, Myungsoo melempar segumpal kertas kecil yang ada di tangannya.Suzy menoleh.Memandang namja itu dengan kesal.Tapi belum sempat Suzy mengomel, Jiyeon sudah beridiri di koridor antara keduanya.

“Oppa, ayo pulang bareng” ajak Jiyeon semangat.

‘Oh..bagus. Kau puloang dengannya jadi aku tidak perlu susah-susah memberitahu-mu aku akan kemana kan?’ gerutu Suzy dalam hati kemudian menyampirkan tasnya dan berjalan keluar kelas.

Myungsoo meneriakkan nama Suzy. Tapi gadis itu berpura-pura tuli dan terus berjalan.Myungsoo langsung bergegas ingin mengejar Suzy.Tapi Jiyeon menahan lengan namja itu.Myungsoo melotot menatap yeoja itu.

Jiyeon tersenyum simpul “Ngapain dikejar?Dia ada janji dengan Lee Taemin…” ucap Jiyeon.

Myungsoo menatap Jiyeon tajam. “Maksudmu?” Tanya Myungsoo.

Jiyeon tersenyum penuh kemenangan. “Tadi aku mendengar Suzy bertanya pada Lee Taemin apakah mereka bias pulang bareng. Dan taemin mengangguk” jawab Jiyeon girang.Membelokkan sedikit dari ayng dia dengar.Dilihatnya wajah Myungsoo berubah keruh. “nah, oppa, bagaimana kalau oppa pulang denganku saja?”

* *  * * *

Suzy merebahkan tubuhnya di tempat tdiur.Agak kelelahan.Tadi dia pergi menemani Taemin ke Rumah sakit jiwa tempat ibu Taemin di rawat.Awalnya Suzy ragu untuk pergi kesana, karena dalam bayangannya, Rumah sakit jiwa itu mengerikan.Tapi ternyata tidak juga.

Rumah sakit jiwa itu bersih dan terawat.Ibu Taemin juga tidak tampak seperti orang gila.Tapi memang kelihatan sedikit stress. Pandangannya kosong ke depan. Bahkan ketika Suzy dan taemin masuk ke ruangan itu, ibunya tetap menatap tembok dihadapannya dan tidak memperdulikan keduanya.Tapi ibu Taemin bersikap ramah pada Suzy.Dia bahkan memeluk dan mengelus yeoja itu.

Taemin bilang, keadaan ibunya sudah cukup membaik akhir-akhir ini.Ibunya bahkan menanyai kabar Taemin kemarin.Dan dari yang Suzy lihat, Taemin juga tampak semakin baik.Wajahnya sudah menjadi cerah lagi.Meskipun masih agak pucat.Melihat keadaan namja itu, membuat Suzy bertekad untuk membantunya sebisa mungkin.

Suzy bangun dari tempat tdirunya.Mencari handphone di dalam tasnya.Setelah menimang-nimang handphone itu sesaat, Suzy memutuskan untuk menghubungi Myungsoo. Suzy menyentuh screen handphoe-nya dan langsung memilih nama Yadong~ disana. Masuk, tapi tak kunjung diangkat.Belum menyerah, Suzy mencoba sekali lagi.

Kali ini diangkat.Tapi bukan suara Myungsoo.Melainkan suara seorang yeoja.“Anyeong Suzy-ah.Kau mau berbicara dengan Myungsoo?Maaf tapi Myungsoo masih mandi. Kau hubungi dia nanti saja ya..” cerocos yeoja yang mengangkat telepon Myungsoo.

Suzy menaikkan alis. “Kau siapa?” Tanya Suzy.

“Ahh, aku Jiyeon.Park Jiyeon.Karena tadi sewaktu aku pulang bersama Myungsoo kami kehujanan jadi aku menumpang sebentar di rumahnya smabil menunggu baju-ku kering” jawab Jiyeon.

Suzy memutar bola matanya kesal. Perasaan sudah dua jam setelah mereka pulang sekolah baru turun hujan deh. Mereka ngapain saja sampai pulang sekolah memakan waktu dua jam?“Oh baiklah kalau begitu” ucap Suzy kemudian menutup sambungan telepon.

Jiyeon tersenyum puas.Sepertinya rencananya betjalan semakin baik.Tepat disaat Jiyeon menaruh kembali hanphone Myungsoo, namja itu keluar dari kamarnya.

“ini bukumu. Bagaimana caranya bukumu bisa terselip didalam tasku sih?” gerutu Myungsoo sambil melempar buku Jiyeon ke tangan pemiliknya.Jiyeon mengangkat bahu sambil tersenyum simpul.

“Terimakasih Myungsoo-ya.Aku pulang dulu” pamitnya kemudian berjalan keluar dari apartemen Myungsoo dengan senyum pas yang terus terkembang.Bagaimana dia tidak puas?Dia berhasil mengelabuhi Suzy.Tentu saja dia dan Myungsoo tidak pulang bersamanya tadi. Begitu mendengar kalau Suzy dan Taemin akan pulang bersama, dia langsung pulang. Dan Jiyeon disini, dengan alas an bukunya tertukar dengan buku Myungsoo. Bagimana caranya? Jangan Tanya sekarang~

* * * * *

Myungsoo duduk dikaki tempat tdiur gadis itu sambil tersenyum.Rasanya sudah lama sekali sejak pertama kali dia duduk disitu sambil memperhatikan yeoja cantik yang sedang tidur pulas dihadapannya ini.Nafas Suzy naik turun dengan teratur.

Myungsoo lagi-lagi tak dapat menahan senyumnya.Kapan juga terakhir kali dia melihat ekspresi Suzy setnang itu?Dan… kapan pula terakhir kali dia memberikan ‘morning kiss’ pada gadis itu yang langsung membuatnya diteriaki seperti maling?Astaga, dia kangen sekali dengan awal-awal pertemuannya dengan gadis itu.

Tiba-tiba Suzy menggeliat.Myungsoo tersenyum kemudian menghampiri gadis itu.

“Paboya~” panggil Myungsoo pelan ditelinga gadis itu.Suzy tersentak.Langsung membuka matanya lebar-lebar.Terkejut melihat namja yang baru saja dikutuki-nya habis-habisan semalam sudah berada di kamarnya.

“YAKKK.SEDANG APA KAU DSIINI HAH????” teriak Suzy sambil berusaha menjangkau namja itu.Untuk memberikannya pukulan tentu saja.Myungsoo tidak berusaha mengelak kali ini, dia malah ikut mengambil bantal Suzy dan memukul pelan gadis itu. Karena baru sekali ini Myungsoo membalasnya dengan pukulan (meskipun sama sekali nggak sakit karena bantal Suzy itu empuk -_-), Suzy langsung berhenti dan melotot pada namja itu.

“Kenapa kau memukulku hahhh????” Tanya Suzy jengkel.Myungsoo tertawa keras. Ekspresi Suzy antara campuran shock, tidak terima dan..penuh dendam kesumat.

Myungsoo memajukan duduknya dan mengacak rambut yeoja itu gemas.“Karena aku selalu membalasmu dengan ciuman, jadi kau masih mau dicium begitu?” ledeknya yang membuat wajah Suzy langsung merah padam.

“Kau ngomong apa sihh!! Sana pergi pergi! Aku mau siap-siap ke sekolah! Kau juga  pergi bersiap di apartemenmu sana!” usir Suzy sambil mendorong namja itu untuk pergi dari tempat tidurnya.  “ppali! Nanti Jiyeon-mu menunggu! Kau akan berangkat bersamanya lagi kan? Sana pergi!” tambah Suzy dengan ketus.

Kata-kata yeoja itu langsung membuat Myungsoo berbalik.Dipegangnya tangan Suzy yang tadi mendorong punggungnya.“Jiyeon-ku?Sejak kapan namanya berubah begitu? Dan sejak kapan juga aku berangkat sekolah bersama gadis lain selain kau hmm??” Tanya Myungsoo. “Ahhh, bukannya kau yang pulang bersama Lee Taemin kemarin?” kali ini mata Myungsoo menyipit.Menyerang balik.

Suzy mendecak kesal.Kenapa mereka jadi seperti sepasang kekasih yang saling cemburu begini?Aishhh.“Bukan urusanmu!” jawab Suzy ketus.Final.Malas membicarakan appaun dengan namja menyebalkan dihadapannya ini.

Myungsoo memutar bola matanya. Mengikuti gaya Suzy kalau sedang kesal. “terserah kau sajalah. Kemarin, kau bertanya tentang Krystal.Hari ini kau marah-marah tentang Jiyeon. Apakah kau…” Myungsoo sengaja menggangtungkan kalimatnya.Suzy mendongakkan wajahnya, menatap wajah tampan namja itu yang sekarang menyeringai jahil.

“Cemburu?C-E-M-B-U-R-U?”

* * * * *

Suzy menghentakkan kakinya kesal sambil memasuki kelas.Teringat pertemuannya dengan namja itu tadi pagi.Myungsoo menghilang begitu saja setelah mengatakan Suzy cemburu. Cemburu…  mungkinkah itu yang dirasakannya ketika mendengar nama Krystal dan melihat Jiyeon?

Suzy menggeleng.Tidak.Ini hanya karena Suzy merasa kesal belakangan ini Myungsoo ‘agak cuek’ padanya ditambah kehadiran yeoja centil itu saja.Ya, pasti hanya itu.Suzy mengangguk-angguk semangat.

Suzy berjalan ke tempat duduknya dengan perasaan yang lebih baik.Namun, ketika Suzy menaruh tasnya diatas meja, Suzy melihat pemandangan ‘aneh’ di meja belakangnya.Sulli.

“Sulli-ya.Kau terlihat pucat. Gwenchana?” Tanya Suzy khawatir begitu melihat sahabatnya tertidur lemah di atas mejanya.Suzy menruh tangannya didahi gadis itu.Dingin. Sama seperti… saat Myungsoo hamper kehabisan sihir dan energinya…

“Anyio… nan gwenchana Suzy-ah.Jangan khawatir” jawab Sulli sambil memaksakan seulas senyum dibibirnya.Suzy menatap sahabatnya itu dengan cemas.Yeoja itu masih terlihat baik-baik saja kemarin. Ada apa dengannya?

Tiba-tiba, dari arah pintu kelas.Jiyeon masuk dengan ceria.Sangat bersemangat.Wajahnya berbinar-binar.Cih, membuat Suzy jengkel saja.Sulli terlihat begini lemah dan yeoja itu masuk dengan senyum terkembang dan semangat berapi-api.Menyebalkan sekali.

“Selamat pagi Suzy-ah.Sulli-ah” sapanya ramah yang tidak ditanggapi baik oleh Suzy dan Sulli.Tapi tampaknya yeoja itu tidak begitu peduli.Sambil bersenandung pelan, dia mengeluarkan buku-bukunya.Bersikap seperti anak teladan yang sudah tidak siap belajar.

Suzy mengalihkan perhatiannya dari Jiyeon yang tampak kelewat bersemangat itu. Kembali diperhatikannya Sulli yang sudah hamper sepucat mayat. “Sulli-ya.Jeongmal gwenchana?Bagaimana kalau kau pulang saja?Ku telpon supir-ku untuk menjeputmu ne?” tawar Suzy.Sulli tak menjawab.Matanya tetap terpejam.Suzy menggoyangkan tangan Sulli perlahan.Tanpa diduga, Sulli terjatuh menyamping.

Utnungnya, Myungsoo masuk kelas ketika Sulli hamper jatuh.ditahannya tubuh yeoja itu sebelum membentur lantai kelas.Dengan sigap, digendongnya gadis itu.

“Dia kenapa?” Tanya Myungsoo pada Suzy sambil berjalan kea rah UKS.

Wajah Suzy terlihat khawatir dan kebingungan.“Tidak tahu.Sejak tadi pagi dia pucat sekali” jawab Suzy.

Myungsoo menaikkan alisnya.Suhu badan gadis dalam gendongannya ini sangat rendah. Mungkinkah….

* * * * *

Perawat di sekolah bilang, Sulli hanya terlalu kecapean.Dan menyruhnya beristirahat.Suzy dengan setia menemaninya di UKS.Sedangkan Myungsoo langsung berlari kembali ke kelas begitu perawat sekolah datang.Suzy kesal sekali begitu namja itu meninggalkannya.

‘sama sekali tidak respet dengan orang lain’ gerutu Suzy dalam hati.

Sulli masih terbaring lemah dan belum membuka matanya.Tapi badannya sudah tidak sedingin tadi.Tiba-tiba pintu UKS terbuka.Sesosok namja bertubuh tinggi masuk ke dalam.Kai.Wajahnya terlihat sangat cemas.

“Bagimana keadaannya?” Tanya Kai dengan napas terengah.Maklum saja, kelas Kai lumayan jauh dari sini.Dia pasti alngsung berlari begitu tahu yeojachingu-nya sakit.

“Tidak apa-apa katanya dia hanya kelelahan. Siapa yang memberitahu-mu?” Tanya Suzy sambil merapikan selimut Sulli.

“Myungsoo.Tadi dia ke kelas-ku dan bilang kalau Sulli sakit dan dibawa ke UKS” jawab Kai kemudian berjalan menuju sebelah kanan Sulli.Digenggamnya tangan yeoja yang terlihat pucat itu.

“Terus kemana dia?” Tanya Suzy lagi.

“Sepertinya dia kembali ke kelas.Kau juga sebaiknya kembali ke kelas saja. Kalian bersama Park songsaengnim di jam pertama kan? Biar aku saja yang menjaga Sulli.

* * * * *

Suzy semakin uring-uringan begitu bel pulang berbunyi.Bagaimana dia tidak jengkel?Sewaktu istirahat, Jiyeon mengajak Myungsoo makan bareng di kantin dan Myungsoo menerimanya. Catat, MENERIMANYA! Cih, Suzy langsung merasa mual melihat wajah Jiyeon yang seperti baru memenangkan lotre bernilai satu juta won itu.

Padahal, Suzy ingin mengajak Myungsoo untuk menjenguk Sulli di UKS.Akhirnya, Suzy malah pergi sendiri ke UKS.Dan sepanjang perjalanannya ke UKS, beberapa yeoja (bahkan ada beberapa namja) yang bergerombol dan membicarakannya. Suzy bisa menebak apa yang mereka bicarakan. Tentu saja ‘cinta segitiga’ abal-abalnya antara Suzy-Myungsoo-Jiyeon.Karena akhir-akhir ini Myungsoo lebih sering muncul dimana-mana dengan Jiyeon disampingnya (atau tepatnya menguntit secara terang-terngan) dibandingkan bersama Suzy.

Tapi suzy berusaha tidak peduli.Fokusnya berada di sahabatnya ayng terkapar lemah tadi ppagi.Sialnya, ketika Suzy masuk ke ruang UKS, Sulli maupun Kai sudah tidak ada lagi.Perawat sekolah bilang, Sulli minta diantar pulang saja karena merasa terlalu lemah untuk kembali mengikuti pelajaran.

Dan sekarang, ketika belu pulang berbunyi, Jiyeon –sekali lagi- dengan manja meminta Myungsoo untuk pulang bersamanya.Dan kali ini, suaranya sedikit lebih besar dari biasanya.Mungkin supaya Suzy mendengarnya dengan jelas.Yang lebih menjengkelkan lagi, Myungsoo –lagi-lagi- menerima tawaran yeoja centil itu.‘Astaga.Apakah ini salah satu tak-tik Myungsoo untuk membuatku cemburu?’ piker Suzy jengkel kemudian berjalan mendahului dua sejoli memuakkan itu.Pokoknya, bagi Suzy, ini BAD DAY.

* * * * *

Suzy menghempaskan tubuhnya di bangku taman kelinci.  Beberapa bungkus potato chips dan ice cream sudah berada di tangannya. Suzy berniat menghabiskan semuanya saat ini juga.Kebiasaannya kalau sedang stress.Hari-hari biasa sih, dia akanmenjauhi dua makanan lezat ini.Dengan alasan khas cewek.Diet.

Tapi kalau sedang kesal begini sih..jangan ditanya. Sekantong plastic ukuran sedang ini bisa dihabiskan dalam waktu kurang dari sejam.Suzy mulai membuka penutup ice cream berukuran jumbonya. Dan mulai melahap ice lembut yang manis itu. Berusaha menikmati setiap sendok ice cream itu yang meleleh dimulutnya dan melupakan betapa menyebalkannya hari ini.

Setengah jam kemudian, Suzy sudah menghabiskan tiga bungkus potato chips dan dua cup besar ice cream. Dan masih dengan semanggat melahap potato chips ke-empatnya.

Tiba-tiba, seseorang duduk disamping Suzy dan mengambil potato chips yeoja itu. Suzy mendongak.

“Kau tidak bermaksud menghabiskannya kan? Kau bisa bertambah gemuk tahu” ucap orang itu sambil tersenyum suzy ikut tersenyum. Ahh, Minho. Selalu saja bisa membuat Suzy tersenyum saat Myungsoo membuatnya kesal.“Enak sekali ini. Apa namanya?” Tanya Minho sambil menggoyangkan bungkusan poptato chips ditangannya.

“Potato chips” jawab Suzy sambil tertawa kecil.Rasanya lucu sekali bertemu seseorang yang tidak tahu potato chips.“Oppa ngapain disini? Tugas kerajaan lagi?” Tanya Suzy sambil berusaha mengambil  potato chips di tangan Minho.

Minho mengangguk kemudian menyuapkan sepotong potato chips ke mulut gadis itu. Lagi-lagi tidak menyadari kalau perbuatnnya sudah membuat wajah yeoja dihadapnnya bersemu merah.“Mungkin kau sudah mendengarnya dari Myungsoo.Raja skyworld sudah sadar.Tapi masih dalam keadaan yang lemah.Bahkan hanya untuk berbicara. Keadaannya mengkhawatirkan sekali..” jawab Minho. Berusaha terlihat rileks.

“Jadi oppa berada disini untuk mencari obat untuk Raja?” Tanya Suzy lagi.Minho menggeleng.

“Ratu bilang tidak perlu obat atau semacamnya… tapi yah, ku rasa, Myungsoo harus pulang secepatnya ke skyworls.Mungkin dua atau tiga hari lagi” jawab Minho sambil menatap yeoja disebelahnya itu.Terlihat menyesal memberitahukan kabar itu kepada Suzy.

“Oh… baguslah kalau begitu… tapi apa itu artinya misi-ku dan Myungsoo sudah berakhir?”

“Ani… entahlah.Ku rasa Ratu ingin memfokuskan kesehatan Raja dulu. Hei, kelihatannnya kau sedih..” goda Minho jahil. Suzy mengerucutkan bibirnya. Kenapa kedua kak beradik ini makin lama makin sama saja?

“Oppa…” rengek Suzy.Minho tersenyum kemudian mengacak rambut Suzy.

“Dua hari… pergunakan waktu kalian baik-baik.Ne?”

“Aissshh.Oppa.Aku sedang kesal padanya.Shireo.Kalau dia mau pergi ya pergi saja” gerutu Suzy.

“Hmmm. Terserahlah. Tapi jangan menyesal nanti..” ledek Minho sambil mengedipkan matanya. Kemudian menghilang begitu saja.

Suzy mendecakkan lidah kesal.Sekarang ini apalagi sih? Tsk.

* * * * *

07.00 KST

“Puas?”Tanya Myungsoo tiba-tiba.Menatap tajam yeoja di hadapannya. Jiyeon-yeoja itu- menatap Myungsoo dengan wajah tak mengerti

“Hmm. Maksudmu?”Tanya Jiyeon memasang wajah polos.Mereka berdua sedang duduk di ruang tamu apartemen Myungsoo.Yeoja  itu terus memaksa mengikuti Myungsoo sejak sepulang sekolah tadi.

Mata MYungsoo masih menatap yeoja itu tajam.“Siapa kau sebenarnya?”

Jiyeon memainkan gelas ditangannya.Tidak menatap balik Myungsoo.“Park Jiyeon.Bukankah aku sudah memperkenalkan diri beberapa hari yang lalu?”

“Bukan namamu.Tapi identitasmu. Siapa kau sebenarnya?” Tanya Myungsoo lagi.Jiyeon bangtun dari tempat duduknya.Mata kucingnya menantang mata Myungsoo.

“Menurutmu?” bisik Jiyeon lirih di telinga Myungsoo.Myungsoo mendecakkan lidahnya kesal memutuskan untuk tidak menjawab.

“Ternyata butuh waktu lama untuk sadar ya? Prince of Skyworld, L”

* * * * *

Suzy menimang-nimang handphone ditangnnya.Sedari tadi, Suzy berusaha menghubungi Myungsoo.Tapi namja itu tak kunjung mengangkat panggilan Suzy. Suzy membuang handphone-nya ke sisi lain tempat tidur. Kesal.

Mungkin saja namja itu sedang bersenang-senang dengan yeoja centil Park Jiyeon itu kan? Aisshh.

Suzy menggeleng-gelengkan kepalanya lagi.Inikah yang namanya cemburu? Tsk.

“Anyio Bae Suzy… you’re not jealous. Not even a bit. Kau hanya jengkel karenatidak bisa menghubungi namja itu padahal dua hari lagi dia sudah kembali ke skyworld.Ya, hanya itu” gumam Suzy pada dirinya sendiri.

“ahhh. Bisa gila kalau hanya bengong di kamar begini.” Gerutu Suzy. Disibakkannya selimut tebalnya. “Pesta kecil-kecilan untuk mengusirnya dari bumi sepertinya tidak salah…”

* * * * *

“Princess of Underworld… Jessie..” gumam Myungsoo pelan. Jiyeon tersenyum puas.

“Bingo! Sejak kapan kau tahu pangeran?Sejak awal?Kalau memang kau sudah tahu sejak awal aktingmu bagus sekali~” puji Jiyeon masih dengan senyum terkembang diwajahnya.

“Apa maumu?” Tanya Myungsoo tajam.Tak berniat basa-basi.

“Simple. Your heart.I want it” jawab Jiyeon ceria. Myungsoo menaikkan alis. Apa-apaan yeoja ini?

“I’m not in my mood to kidding around. Tell me and go away from here.” Gerutu Myungsoo. Jiyeon menyentuh dagu namja itu.

“Kenapa kau dingin sekali?Apa ini pengaruh suhu di atas sana? Hmmm?” Tanya Jiyeon sambil tersenyum nakal.

“kau mengambil energy Sulli untuk bertahan hidup di bumi” geram Myungsoo. “Tidak mungkin kau tidak punya rencana apa-apa.Ataupun rencana konyol seperti itu.”

Jiyeon tertawa, manjatuhkan tangannya dari dagu namja itu kemudian menghempaskan tubuhnya di sofa.“kau tahu juga tentang itu? Ternyata kau lebih jenius dari yang ku bayangkan… tapi kau salah besar kalau kau mengira targetku adalah kau.I want you, to be my future husband” goda Jiyeon.

Myungsoo mendengus.Kerajaan mereka tidak pernah memiliki hubungan baik. Dan sekarang, sang Putri underworld malah melamarnya. Tidak, tidak sekalipun Myungsoo berpikiran untuk menggabungkan kedua kerajaan itu.Cara pandang dua kerajaan ini berbeda.Berbeda jauh.

“Kau tidak mau.Tentu saja.Aku tahu” Jiyeon mulai mengoceh lagi. “I want you. But I need her. I need Bae Suzy. Dan satu-satunya cara agar aku bisa mendapatkannya, adalah menyingkirkanmu dari sampingnya.”

Myungsoo mngernyitkan dahinya.Suzy?Bae Suzy partner-nya?Apa hubungannya dengan semua ini? “She is just an ordinary girl. Kau tidak akan mendapatkan apa-apa darinya..”

“Ohhh..itu menurutmu. Tidakkah kau tahu kalau darah seorang manusia setengah malaikat seperti dia itu sangat berharga bagi kami?” Tanya Jiyeon sambil membelai lukisan Dewi Hera yang ada di ruang tamu Myungsoo. “Diagungkan..” bisik Jiyeon pelan.

“Suzy bukan setengah malaikat!” bantah Myungsoo.Jiyeon mengedikkan bahu.

“Terserah apa katamu.Yang penting dia punya ikatan dengan kalian.Itu yang terpenting.Karena kami tidak bisa memakai darah kalian untuk menambah kekuatan kami.Ku rasa gadis itu cukup.Setidaknya dia akan jauh lebih berguna dari pada manusia” celoteh Jiyeon.

Myungsoo berjalan mendekati Jiyeon.“Aku tidak mengerti apa maumu.Tapi ku pastikan kau tidak akan mendapat apa-apa.”

Jiyeon berbalik menatap Myungsoo.“Dia berguna.Raja dan ratu skyworld lengah sekali menaruhnya di bumi tanpa perlindungan. But it’s okay. Tinggal mengenyahkanmu saja dan semuanya akan lebih mudah” ucap Jiyeon sambil mengangkat tangannya.

“Aku pangeran dari Skyworld. Kau pikir aku akan kalah begitu saja?” Tanya Myungsoo dengan senyum mengejek.

“Kalau begitu.Bertarung denganku.Pangeran.”

* * * * *

Suzy berusaha membuka pintu apartemen Myungsoo.Tapi sia-sia.Seolah ada kekuatan yang menghempaskannya begitu saja menjauhi pintu. Seperti ada medan pertempuran terbentuk di dalam apartemen Myungsoo dan membuat Suzy tidak bisa mendekati tempat itu.

Suzy mengumpat pelan.Apa yang sedang diperbuat namja itu di dalam apartemen itu? Belum sempat Suzy berpikir lebih jauh, semuanya menjadi gelap.

* * * * *

Jiyeon lebih agresif dari yang Myungsoo kira.Dan lebih kuat dari yang bisa Myungsoo bayangkan.Yeoja ini langsung memberikan serangan bertubi-tubi pada Myungsoo.Satu hal yang (lagi-lagi) tidak dapat Myungsoo duga.

Myungsoo merintih pelan.Baru menyadari satu poin yang dimiliki oleh penerus kerajaan underworld.Mereka, tidak memiliki limit sihir serendah limit sihir penduduk skywirld ketika berada di bumi. Mereka bahkan dapat meng-upgrade kekuatan mereka dengan ‘mencuri’ energy orang lain. Bagaimana bisa dia melupakan poin penting ini.

Jiyeon cemberut menatap Myungsoo.“Astaga, kau payah sekali.apa mungkin karena kau bukan Putra mahkota? Kau bahkan tidak menyerangku balik..” gerutu Jiyeon.

Myungsoo mendecakkan lidahnya kesal.Haruskah kali ini dia memanggil kakaknya lagi?Kenapa semua masalahnya harus selalu di selesaikan oleh kakanya?Myungsoo memutuskan untuk tidak menyerah dan kembali bangun.Namun, tiba-tiba Myungsoo merasakan kehadiran Suzy tak jauh dari pintu apartemennya.

“Sial” umpat Myungsoo kemudian memberikan telepati pendek pada hyung-nya.Dan memberikan serangan keras-sisa kekuatannya- pada Jiyeon.Bunyi BUM keras terdengar memenuhi apartemen itu. Disaat yang sama, Myungsoo kehilangan kesadarannya.

* * * * *

Suzy mengerjap-ngerjapkan matanya.Rasanya dia sudah tidur lama sekali.matanya berat. Seolah memaksanya untuk kembali menutup mata.Badannya juga terasa bertambah berat sepuluh kilo.Memaksanya untuk tetap berbearing.

Suzy mengerjap-ngerjapkan matanya.Melihat langit-langit tempat dia tidur.Ini bukan kamarnya.Jelas. Langit-langit kamarnya berwarna biru gelap dengan bintang-bintang berwarna kuning yang dicat dengan cat glow in the dark. Sedangkan tempat ini langit-langitnya berwarna bwoken white dengan beberapa ukiran yang tidak dimengerti Suzy.

Suzy berbalik memperhatikan sekelilingnya.Dia sendiri di ruangan bernuansa broken white itu.Tempat tidur, selimut, kelambu, marmer dan meja kecil disamping tempat tidur semuanya berwarna putih.Perpaduan putih salju dan broken white.

Suzy bangun perlahan.Tempat ini seperti surga.Meskipun tidak terlalu terang seperti yang Suzy bayangkan.Tapi suasana serba putihnya membuat Suzy merasa seperti ini adalah surga.

“Apakah ini skyworld?” gumam Suzy.Tapi kemudian menggeleng.Sepertinya tidak mungkin.Bukankah tidak sembarangan orang bisa kesini?Myungsoo saja dilarang bolak-balik skyworld-bumi selama misinya dijalankan.Tidak pulang selama masih ada misi malah.

Suzy berjalan menuju balkon.Menyibakkan tirai berwarna putih dengan gambar kupu-kupu kecil berwarna keemasan disekitarnya.Suzy menyukai tempat ini. Tapi dia penasaran sekali dengan apa yang ada di luar sana.

“Kau sudah bangun rupanya” ucap seseorang dari belakang Suzy.Suzy terlonjak kaget. Reflex mundur sampai menabrak kacapembatas balkon dan kamar. Orang itu-Minho- tertawa kecil melihat kekagetab Suzy. “Sepertinya kau harus melatih diri untuk tidak kaget kalau aku atau Myungsoo muncul disekitarmu  secara tiba-tiba” ucapnya sambil mengacak lembut rambut Suzy.

Suzy menghela napas lega begitu tahu kalau yang berada di belakangnya adalah Minho. “Oppa… ini dimana?” Tanya Suzy. Suaranya sengau.Szuy merutuk dalam hati. Dia tidur selama apa sih sampai suaranya jadi aneh begini?
“Welcome to the Skyworld nona Bae Suzy” ucap Minho dengan gaya pangeran yang mempersilahkan putrid masuk ke istana “ kau terpaksa dibawa kesini setelah dua hari yang lalu kau terancam dalam bahaya. Ku pikir kau akan tidur selamanya seperti raja” tmbah Minho sambil menunjuk tempat tidur yang tadi ditiduri Suzy.

Suzy membelalakkan matanya.“Dua hari yang lalu?? Maksud oppa aku sudah tidur selama dua hari????” Tanya Suzy. Terlihat shock.Seumur hidup, Suzy tak pernah tidur lebih dari sepuluh jam. Dan dua hari berarti 48 jam? Astaga……“Memangnya apa yang terjadi?”

“Kau diincar oleh Putri Underworld.Ceritanya panjang. Dan kami belum menemukan apa yang betul-betul mereka butuhkan darimu. Dan satu-satunya tempat yang aman untukmu saat ini adalah disini” jelas Minho.Suzy mengangguk-angguk.Sudah terlalu banyak hal aneh yang terjadi padanya.Dia sendiri jadi malas bertanya lebih jauh.Nanti penyakit hobi bertanyanya kumat dan bisa-bisa sehari penuh pun pertanyaannya belum habis-habis.

“Hmmm. Kau sudah tidur selama itu dan ini pertama kalinya kau datang ke Skyworld.Kau tidak ingin jalan-jalan sebentar?”

* * * * *

Suzy menatap dengan kagum bangunan dihadapannya.Setelah  puas diajak berjalan mengelilingi kastil istana (yang hampir tiga kali lipat dari gedung utama perusahaan appa Suzy) dan kebun istana yang luas (di kebun istana ada banyak binatang ‘aneh’ yang tampak seperti persilangan binatang-binatang bumi..).

Kali ini Minho mengajaknya ke sebuah bangunan yang berbentuk seperti kapal dengan lima tingkat. Yang dikelilingi oleh rumpun rumput berwarna biru dan putih yang bergerak-gerak sesuai dengan irama angin.Yang membuat kapal itu seolah-olah sedang mengarungi lautan.

“Bangunan apa ini Oppa?” Tanya Suzy takjub.

“Sekolah. Aku lulus dari sini. Myungsoo bersekolah disini.” Jawab Minho.

Suzy berbalik menatap Minho.“Jinjja?Jeongmal? Tempat ini sekolah?” Tanya Suzy tak percaya.Minho mengangguk.Suzy berdecak kagum. “Astaga… keren sekali… padahal ku kira sekolahku sudah yang terbaik..” gumam Suzy. Minho tersenyum kecil. Matanya tertuju pada jam besar di ujung kapal itu. Yang berbentuk seperti kemudi.Dengan beberapa symbol yang mengganti ke-dua belas nagka di jam.

“Sebentar lagi Myungsoo pulang” ucap Minho riang.

“Myungsoo sedang sekolah sekarang?” Tanya Suzy kaget.

“Tentu saja..dia pangeran. Tidak diperkenankan bolos sekolah.Kecuali ketika dia berada di bumi. Itu kan tugas kerajaan.” Jawab Minho. Belum sempat Suzy bertanya lebih banyak Minho sudah melambai kearah pintu dari bangunan berbentuk kapal itu.

Tapi orang yang disapa oleh Minho tidak melihat Minho dan Suzy.Myungsoo.Sedang sibuk berdebat dengan gadis cantik bertubuh ramping disampingnya.Minho menurunkan tangan.Merasa sia-sia karena kedua orang itu masih jauh disana.

“Myungsoo dan Krystal ini… baru saja bertemu sudah mulai berdebat lagi” ucap Minho sambil bercakak pinggang dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

‘Itu yang namanya Krystal??’ pikir Suzy dalam hati.Berusaha melihat dengan lebih jelas.Cantik.Langsing.Tinggi.Rambutnya indah.Itulah yang dilihat Suzy dari Krystal. Rambutnya yang dikuncir bergoyang ke sana kemari sementara berjalan. Terlihat sedang mematahkan semua argument Myungsoo habis-habisan.

“Kalian sudah lama tidak bertemu jadi mulai beredebat lagi? Hm?” Tanya Minho begitu adiknya dan Krystal berada tidak jauh dari Minho.Krystal dan Myungsoo berbalik.Ekspresi keduanya sama-sama kaget.Tapi reaksi keduanya jelas-jelas berbeda.Krystal langsung memeluk Minho erat.Sedangkan Myungsoo menatap Minho dan Suzy bergantian.

“Oppa… kau kemana saja?Apakah tugas kerajaan terlalu berat untukmu?Aigoo… kalau begini terus kau bisa jadi raja sebelum umurmu 25 tahun!” celoteh Krystal setelah melepas pelukannya pada Minho.Myungsoo berjalan pelan mendekati keduanya.Terlihat masih bingung.

Disentuhnya pipi Suzy perlahan.Kemudian ditepuknya dua kali.

“YA!” teriak Suzy kesal karena tepukan Myungsoo semakin mengeras.

Myungsoo bersikap sebaliknya.Dia tersenyum lega. “Kau sudah sadar?” Tanya Myungsoo. Seolah tidak yakin kalau yang berdiri dihadapannya adalah Suzy.

Suzy mengerucutkan bibirnya kesal.“Memangnya kau pikir aku akan tidur selamanya begitu?” gerutu Suzy.Myungsoo tidak menjawab.Dia tersenyum kemudian berbalik pada Krystal dan Minho.Krystal tersenyum ramah pada Suzy.

“Kau pasti Bae Suzy.Partner Myungsoo… aigooo, Myungsoo-ah.Dia cantik sekali.pantas saja kau betah tinggal dibumi. Partner-mu secantik ini sih” goda Krystal sambil menyikut Myungsoo. “Hello Suzy, aku Krystal. Krystal Jung. Sahabat Myungsoo dan Minho Oppa sejak kecil” ucap Krystal sambil menyodorkan tangannya pada Suzy.

Suzy menyambut uluran tangan yeoja itu sambil tersenyum aramah sekaligus kikuk.Diliriknya Myungsoo yang menjadi agak salah tingkah.Suzy mencibir. Semuanya jelas..

* * * * *

“kalau kau menyukainya, kenapa kau tidak bilang padanya?” Tanya Suzy yang muncul di belakang Myungsooyang sedang duduk di kebun istana sambil memberi makan anjing yang memiliki paruh seperti burung.

Myungsoo mendongak.Memandang Suzy dengan dahi berkerut.“Maksudmu?”

“Kau. Dan Krystal. Bukankah kau menyukainya?Kenapa tidak bilang saja.Kentara sekali tahu kalau kau menyukainya” cibir Suzy.Myungsoo melempar makanan binatang itu ke kepala Suzy.

“Kau sok tahu sekali.” gumam Myungsoo.Suzy mendecakkan lidahnya kemudian duduk disebelah Myungsoo.“Aku tidak menyukainya.Dan dia menyukai Minho hyung.Jadi apa yang harus ku katakan padanya?”

Suzy mengangguk.Sudah tahu.Yeoja itu langsung menghampiri Minho begitu melihat dia dan Minho datang.Dan terlihat senang sekali.heran, kenapa para penduduk Skyworld ini begitu gampang ditebak.

“Kau menyukainya.Itu sudah pasti.Kentara sekali kok.Kau salah tingkah karena Krystal menyebutmu ‘sahabat’” sindir Suzy.

Myungsoo menatap Suzy lekat-lekat. “aku salah tingkah bukan karena itu babo yeoja. Aku salah tingkah… karena cinta pertamaku dan gadis yang ku sukai saat ini bertemu…”

* * * * *

Kkkkkeeeeuuutttt

setelah ini ngelanjutin FF ini lama boleh dong yaaa

Lagi pada UAS juga kan? *modus*

Yah meskipun jadwal UAS aku belum keluar sampai akhir tahun,

Tapi dosen udah pada rese ngasih tugas ini itu nih -_-

Kritik, saran, masukkan, komen, like dan sejenisnya tetep diperlukan yaa

@hyzalfinna

About these ads

86 thoughts on “Kim Yadong and Babo Suzy~ (part.6)”

  1. paling suka kata-kata myungsoo yang ini >> “aku salah tingkah bukan karena itu babo yeoja. Aku salah tingkah… karena cinta pertamaku dan gadis yang ku sukai saat ini bertemu…”
    doh.. malah tbc disaat yang lagi seru mana next part bisa lam dipost-____- author jangan bikin penasaran. next part ditunggu thor, fighting buat uasnya^^)/

  2. Ini cerita fiksi yang bikin deg-degan karena romancenya, fiksi ga cuma fiksi, udah romance dapet, comedy dapet, friendship Suzy Sulli dapet, and finally, ini kerennya banget-banget!
    Fiksinya juga bisa di bayangin karena kata-katanya mudah dicerna, keren.

  3. aw aw.. thor, ko pas nyatain cinta langsung di kkkkkeeeeuuutttt sih
    ga seru niy
    penyakit penasarannya kambuh lagi deh :p
    ditunggu ya thor cepetan :)

  4. aigoo suzy dalam bahaya . Untung aja udah dilindung’n . Ehm cinta pertama myung pasti kyrstal . Nah gadis yang dicintai saat ini kira” siapa ya ? Apa mungkin suzy . Ya pasti suzy :)

Leave Your Review Here!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s