The Story of Nine Angels: “The Sealed Demon” (part.12)

Title: The Story of Nine Angels: “The Sealed Demon”

Author: Andri Valerian

Main Cast: Kim Taeyeon (SNSD) and Other SNSD members

Support Cast: Many Korean Star, My self

Length: Novel Length, atau mungkin disebut long series.

Genre: Fantasy, Action

Quote:

Di Chapter ini, seluruh member SNSD akan muncul. Bagi yang protes karena chapter yang sebelumnya pendek, chapter ini saya buat lebih panjang sedikit,

Happy Reading!!

 

CHAPTER 12

SSC Medical Cente. Wednesday, 31st july 2012, 08.50

          Aroma khas rumah sakit tercium ketika Taeyeon membuka matanya. Ia berada di sebuah ruangan yang seluruh dindingnya bercat putih. Udara dingin yang rasanya menusuk-nusuk tubuhnya berasal dari sebuah AC yang sepertinya disetting di suhu yang paling dingin.

Ia memegangi kepalanya, pusing rasanya. Mungkin kepalanya bocor setelah dihantamkan ke tembok kemarin.

          Pertarungan dengan Gary kemarin masih terbayang di benaknya. Musuhnya itu kuat sekali. Ia sudah menembakkan panah dengan reishi yang cukup kuat dan sudah ditembakkan tepat ke organ vital di perutnya, tapi lawannya masih bisa bertahan.

Selain itu, ada satu pertanyaan yang muncul. Siapakah yang membawa dirinya ke rumah sakit ini? Ia tidak ingat apa-apa lagi setelah pingsan kemarin.

Taeyeon mendapati seorang perempuan cantik berambut panjang yang tertidur di sofa yang berjarak sekitar 4 langkah dari tempat tidurnya. Tidurnya sangat lelap sampai mulutnya sedikit terbuka. Apa orang ini yang membawanya ke sini? Pikir Taeyeon.

Taeyeon coba membangunkan perempuan itu. Tapi perempuan itu sama sekali tidak bangun atau bergerak sedikitpun.

Gagal membangunkan perempuan itu, Taeyeon mencoba duduk di tempat tidurnya. Ia merasa sedikit aneh dengan badannya. Sakit yang dirasakannya sekarang ini rasanya tidak sebanding dengan apa yang dialaminya kemarin. Badannya tidak merasa sakit jika digerakkan. Hanya kepalanya saja yang sedikit pusing.

Suara pintu kamar yang terbuka membuatnya kaget. Ia harap yang datang ke kamarnya adalah dokter atau perawat dari rumah sakit itu agar ia bisa bertanya siapa yang membawanya ke sini,

Tapi yang masuk ke kamarnya adalah seorang perempuan berambut pirang yang ia temui saat ia ziarah ke makam orangtuanya, Jessica Jung.

“Hey, kau sudah bangun rupanya!!!” kata Jessica Jung sambil meletakkan plastic berisi 2 buah roti isi di meja yang ada di depan sofa yang dibelinya di loby rumah sakit.

“Kau….Jessica Jung? Apa yang kau lakukan di sini?” kata Taeyeon yang tidak menyangkan akan bertemu dengan Jessica di sini.

Jessica tersenyum. “Wah, Ternyata kau masih ingat denganku ya? Pasti karena wajahku ini manis ya?”

Taeyeon bingung mendengar jawaban Jessica yang tidak nyambung dengan apa yang ditanyakannya. “Apa maksudmu? Kenapa kau bisa ada di sini?”

“Seharusnya kau berterima kasih kepadaku. Akulah yang membawamu ke sini. Mungkin kalau tidak ada aku kau sudah mati dibunuh oleh si botak jelek itu!!”

Sekarang Taeyeon tahu, yang membawanya ke rumah sakit adalah Jessica Jung. Tapi masih ada pertanyaan lain, kenapa Jessica tahu ia sedang bertarung dengan Gary?

“Kenapa kau bisa tahu aku berada di sana?” tanya Taeyeon.

Jessica mengacak-mengacak rambutnya. “Aduh, aduh!! Kau ini banyak bertanya ya, seperti wartawan saja. Kau tahu kan mobil Tucson abu yang ada di depan rumahmu? Aku ada di dalamnya dan mengamatimu dalam 3 hari ke hari ini. Makanya aku tahu kau pergi ke tempat itu.”

“Kau mengamatiku? Kau bisa kulaporkan ke polisi kalau aku tidak terima dengan apa yang kau lakukan.”seru Taeyeon.

“Apakah begini perlakuanmu pada orang yang telah menyelamatkan hidupmu?”

Kata-kata Jessica barusan membuat Taeyeon terdiam. Ia tak bisa membalasnya.

“Terima kasih kalau begitu. ” Taeyeon tidak tahu harus berkata apa lagi dan kata terima kasihlah yang menurutnya pantas diucapkan.

“Kau juga harus berterima kasih kepadanya.” Kata Jessica sambil menunjuk perempuan yang masih terlelap di sofa. “Ia menyembuhkanmu dengan kekuatannya sampaiia kelelahan seperti ini.”

          Kekuatan? Sebetulnya makhluk apa mereka berdua ini? Itulah yang ada di pikiran Taeyeon sekarang dan dia ingin menanyakannya pada Jessica.

“Kau itu sebetulnya apa?”tanya Taeyeon.

“Aiisssh, kok kau bertanyanya seperti itu? Jangan-jangan kau menganggapku ini seperti seekor monster ya? Aduhh!!! Masa kau menganggap orang manis dan cantik sepertiku seperti itu?” kata Jessica.

Dia ini sepertinya tipe orang yang narsis, terlalu percaya diri!! Batin Taeyeon.

          “Akan kujelaskan padamu agar kau tidak menganggapku sebagai monster. Aku dan perempuan yang sedang tidur di sana adalah Santo.”

Santo, mendengar kata itu sekarang Taeyeon membayangkan orang-orang suci yang ada dalam agama Kristen seperti Santo Yusuf, Santo Lucas.

“Maksudmu,kalian itu adalah pendeta?”

“Bukan, bukan!! Dengarkan dulu aku sampai selesai bicara. Santo adalah sekelompok manusia yang diberi kemampuan khusus sejak lahir.”

Taeyeon bertanya lagi. “Seperti quincy maksudmu?”

“Ada perbedaan diantara Santo dan Quincy.” Jessica melanjutkan penjelasannya. “Semua orang bisa menjadi Quincy jika ia mau karena kekuatan Quincy terpisah dari jiwa mereka, tersegel dalam sebuah benda. Sedangkan kekuatan Santo sudah tertanam saat mereka lahir. Quincy bisa melepaskan kekuatannya, Santo tidak bisa.”

Taeyeon mengerti sekarang. “Perempuan yang sedang tidur itu juga seorang Santo?”

Jessica menganggukkan kepalanya. “Biar dia saja yang menjelaskannya padamu.” Jessica berjalan ke sofa dan menggoyang-goyangkan badan Yoona sampai ia terbangun.

“Hei Yoona, ada yang mau bicara denganmu tuh!!” kata Jessica sambil menyandarkan badannya pada sofa.

Yoona terbangun dari tidurnya. Ia berdiri dan membungkukkan badannya. “Namaku Yoona, salam kenal Taeyeon Unnie!”

Taeyeon tersenyum. “Terima kasih ya sudah menyembuhkanku.”

Yoona membalas dengan Sebuah senyuman manis.

“Jadi itu kekuatanmu ya? Bisa menyembuhkan orang lain?”

“Iya Unnie.”

Jessica menyela pembicaraan mereka berdua. “Maaf, sesi perkenalannya sudah selesai. Aku akan masuk ke pembicaraan inti. Kim Taeyeon, bagaimana dengan apa yang kutawarkan waktu itu? Apa kau sudah punya jawabannya?”

Taeyeon terdiam. Ia belum bisa memutuskan apa ia menerima tawarannya atau menolaknya.

“Kalau aku menolak, apa yang akan kau lakukan?”

Jessica memegani dagunya. “Kalau kau menolak? Yah tidak apa-apa sih. Aku tidak akan menyakiti atau menyiksamu. Kau itu ingin menghadapi orang botak itu kan? Kalau kau sendirian yang menghadapinya, aku rasa kau akan terluka seperti ini lagi. Bukannya lebih baik kalau kau punya rekan seperti kami ini yang bisa membantumu? Lagi pula tujuan kita sama kan? Melindungi dunia ini bukan?”

Taeyeon mulai berpikir. Terima atau tolak, terima atau tolak. 2 kata itu terus muncul bergantian dalam pikirannya.

Penjelasan Jessica barusan menurutnya ada benarnya juga. Musuh yang ia hadapi kemarin sepertinya terlalu kuat baginya yang belum sepenuhnya mampu menguasai tekhnik bertarung milik quincy.

Akhirnya, Taeyeon memutuskan untuk menerimanya. “Baiklah, aku terima tawaranmu.

Tawa puas keluar dari mulut Jessica ketika mendengar jawaban Taeyeon. “Hahaha, jawaban itulah yang ingin kudengar darimu!!!”

Jessica menggampai tas berwarna coklat miliknya. Ia mengambil sebuah amplop coklat dari dalamnya. Amplop itu ia berikan pada Taeyeon.

“Silahkan dilihat.”

Taeyeon membuka segel amplop itu. Dari dalamnya, ia mendapatkan sebuah ID Card lengkap dengan fotonya ada di sana, sebuah kartu kredit dan sebuah I-Phone.

“Ini semua untukku?” tanya Taeyeon yang masih mengamati barang-barang itu satu persatu.

“Yap, itu adalah fasilitas yang diberikan SSC kepadamu selama kau menjadi agen di sini. ID Card itu bisa kau gunakan untuk mengakses berbagai ruangan yang ada di SSC Aerial Base nanti, termasuk tempat ini. Sekarang kau sedang berada di SSC Medical Center, rumah sakit khusus milik SSC. Lalu Credit card itu bisa kau gunakan untuk berbelanja sesuka hatimu, Tapi ingat limitnya hanya 1.000.000 won tiap bulannya.”

“Jangan seperti Jessica Unnie yang selalu melebihi limit tiap bulannya!!” Yoona menyela penjelasan Jessica.

Jessica melirik Yoona dengan pandangan sinis dengan matanya yang disipitkan. “Yoona, jangan mengumbar aibku di depan anggota baru ya! Wibawaku sebagai sunbae nanti bisa berkurang!!!” Ia kemudia berpaling ke arah Taeyeon lagi.

“I-Phone itu bisa kau gunakan untuk berhubungan dengan agen SSC lainnya. Itu juga bisa kau gunakan untuk mengakses informasi dari system komputer milik SSC. Kau tahu cara menggunakannya kan?”

“Tenang saja. Aku tidak gaptek.”

“Baguslah!!” Jessica kembali merogoh tas coklatnya. Ia mengambil sebuah t-shirt putih berlogo SSC dan melemparkannya ke arah Taeyeon. “Ganti bajumu!! Aku akan membawamu ke aerial base dan memperkenalkanmu dengan 6 anggota kelompok kita.”

Taeyeon tercengan, ia harus langsung masuk kerja hari ini. “Aku langsung bekerja?”

“Iya tentu saja!! Ada masalah?”

“Tidak sih. Ngomong-ngomong. Apa nama kelompok kita?”

“Lihatlah di ID Cardmu. Di sana tertera nama kelompok kita apa.”perintah Jessica.

Taeyeon mengambil ID Cardnya dan memperhatikan setiap tulisan yang tertera di sana.

Name: Kim Tae Yeon

          Date of Birth: Jeju, 9th March 1992

          Group: SNSD.

          Ia mengeritkan dahinya ketika melihat nama grupnya yang cukup asing di telinganya, SNSD.

“Jessica, SNSD itu ada singkatannya?”

“So Nyeo Shi Dae.”

Nama yang aneh, pikir Taeyeon. So Nyeo Shi Dae artinya adalah generasi gadis-gadis, nama yang norak bagi Taeyeon.

“Ada apa? Nama grupnya aneh kan? Makanya aku lebih suka memanggil grup kita dengan nama Eight Angel’s. tapi setelah kau bergabung jadinya Nine Angel’s.”ujar Jessica.

“Lebih bagus begitu.” Kata Taeyeon menyimpan kembali ID Cardnya dalam amplop coklat.

Taeyeon teringat akan mobilnya yang sepertinya masih terparkir di kompleks ruko tua itu. Ia berniat mengambilnya karena jika hilang belum tentu ia bisa membeli mobil seperti itu lagi.

“Jessica, aku harus mengambil mobilku dulu. Bisa-bisa mobilku hilang nanti!!”

Jessica menenangkan Taeyeon yang panic. “Tenang saja, mobilmu sudah kuurus. Sejam yang lalu aku sudah suruh karyawan di kantor untuk menderek mobilmu ke sini.”

“Syukurlah.” Taeyeon melepas baju putih dari rumah sakit yang dipakainya dan memakai kaos pemberian Jessica.

Ia berharap rekan satu kelompoknya tidak seaneh namanya, SNSD.

SSC Aerial Base, Wednesday, 31st  July 2012. 09.30

          Seorang perempuan berambut panjang memakai seragam SSC memasuki ruangan milik kelompok SNSD. Di sana sudah ada Tiffany dan Sunny dengan kelompok mata mereka yang menebal karena semalaman tidak tidur.

“Selamat pagi, Sunny dan Tiffany!! Bagaimana piket malam kalian? Menyenangkan?”tanya perempuan berambut panjang itu sambil tersenyum.

“Tanyakan saja pada Sunny. Aku no comment!”jawab Tiffany yang menyandarkan badannya ke kursi di hadapan mejanya.

Yuri mengalihkan pandangannya pada Sunny. Sunny yang setengah sadar melambaikan tangannya tanda ia tak mau bicara.

Yuri berjalan menuju meja kerjanya yang ada di sebelah meja Sunny. Ia menghidupkan notebooknya yang selalu ia tinggal di mejanya. Perhatiannya tertuju pada satu meja baru yang baru hari ini dilihatnya.

“Hei Hwang, itu meja untuk siapa? Apa ada anggota baru?”

“Ada. Sebentar lagi ia akan datang bersama Jessica dan Yoona.”

Rupanya ada anggota baru, batin Yuri. Kira-kira anggota baru itu kuat atau tidak ya?

Itulah Kwon Yuri, bisa dibilang dia adalah fighter terkuat di kelompok SNSD. Dia adalah seorang santo dengan kekuatan flame creator. Dia bisa menciptakan dan memanipulasi api sesuai keinginannya.

“Seorang Santo atau bukan?” tanya Yuri.

“Sepertinya sih bukan. Aku kurang tahu, Jessica belum menjelaskan detailnya kepadaku. Lebih baik kau tanyakan pada Sunny.”

Yuri sepertinya mengurungkan niatnya bertanya pada Sunny setelah mendengar suara dengkuran dari meja di sebelahnya. Kalau anak baru itu datang, akan kutantang ia bertarung!! pikir Yuri.

          “Yuri, aku harap kau jangan menantang ia bertarung. Kasihan dia nanti.”ucap Tiffany.

Yuri memalingkan pandangannya ke Tiffany. “Aiissh, Hwang!! Kenapa kau selalu membaca pikiranku?”

“Maaf. Tidak sengaja.”

Tiffany Hwang, anggota SSC kelompok SNSD yang juga merupakan seorang Santo. Kekuatannya adalah devil eye, dengan matanya dia bisa melihat apapun yang ia inginkan. Ia bisa melihat dengan jangkauan 3 km, ia bisa membaca pikiran dan isi hati orang. Kalau dia mau dia juga bisa melihat tembus pandang pakaian orang.

“Kalau kau mau bertarung, lebih baik kau melawanku saja!! Aku siap bertarung denganmu!!!”seru Hyoyeon yang baru masuk ruangan SNSD dan duduk di kursinya.

“Hoo, rupanya ada ahjumma sombong yang mau menantangku.”kata Yuri.

“Apa kau ingat pertarungan kita yang terakhir siapa yang menang?”

“Coba kalau aku lebih panas waktu itu, aku bisa mengalahkanmu!!”

“Oh, bukannya kau selalu panas!!”

Keduanya saling berpandangan penuh dengan ketegangan . Fanny hanya melihatnya saja. Baginya, ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari di kantor. 2 orang ini tidak pernah akrab. Sementara Sunny masih tenggelam dalam mimpinya.

Kim Hyoyeon, agen SSC dari kelompok SNSD. Ia bukan seorang Santo, tetapi kekuatannya bisa disandingkan dengan para Santo. Dia adalah hand to hand combat master. Ia menguasai hampir seluruh seni bela diri dari penjuru dunia.

Di waktu yang sama, Jessica, Yoona dan Tiffany sudah tiba di lobi SSC Aerial Base. Dari luar gedung, Taeyeon sudah tercengang melihat struktur gedung yang baginya cukup mengejutkan. Grdung dengan 45 lantai menjulang di hadapannya.

Seorang satpam menyapa mereka bertiga dengan ramah. “Selamat pagi agen Jessica, agen Yoona, dan sepertinya ada orang baru ya?”

Jessica menjawab salam satpam itu. “Selamat pagi juga, Mr.KangTa. Iya dia ini anggota baru kelompok kami.” Jessica menepuk punggung Taeyeon. “Ayo perkenalkan dirimu!”

Taeyeon maju selangkah dan memperkenalkan dirinya. “Perkenalkan nama saya Kim Taeyeon, dipanggil Taeyeon.”

“Saya KangTa, satpam di sini. Kalau ada apa-apa dek Taeyeon bisa menghubungi saya.”

Ramah sekali satpam ini, pikir Taeyeon.

          Mereka bertiga menuju lift untuk mencapai lantai 9, dimana ruangan SNSD berada. Ketika pintu lift terbuka, seorang laki-laki memakai seragam SSC, dengan rambut pendek sedikit berdiri dan celana jeans ada di sana.

“Hai Jessica dan Yoona!!” sapa laki-laki itu.

“Hai, Siwon oppa!” jawab Jessica dan Yoona berbarengan.

Siwon melirik ke arah Taeyeon. “Kau siapa? Anggota baru ya?”

“Iya. Perkenalkan namaku Kim Taeyeon, dipanggil Taeyeon.”

“Namaku Siwon.”Lift berhenti di lantai 5 dan Siwon keluar dari lift. “Have a nice day, new member!!” Siwon melambaikan tanggannya saat berjalan keluar.

“Jess, dia itu agen SSC juga?” tanya Taeyeon.

“Yup. Dia itu adalah Choi Siwon, anggota kelompok Super Junior.”

“Dia juga seorang Santo?”

“Iya. Kalau kelompuk Super Junior semua anggotanya adalah Santo sedangkan kalau SNSD ada 3 orang yang bukan Santo termasuk Taeyeon Unnie.” Jelas Yoona.

“oh”.

“Hei Taeyeon, barusan kau memanggilku apa? Jess?” tanya Jessica.

“Iya. Memangnya kenapa?”

“Aku harap kau memanggilku dengan panggilan itu. Itu membuatku merasa lebih dekat denganmu!!” Tiba-tiba Jessica menggoyang-goyangkan tubuh Taeyeon yang mungil itu.

Taeyeon  hanya terdiam. Ia tak habis pikir orang aneh macam Jessica bisa menjadi seorang agen khusus pemerintahan seperti ini. Ia harap rekan-rekannya yang lain tidak seaneh Jessica.

Lift berhenti di lantai 9. Ketiga orang itu keluar dan menghampiri sebuah ruangan. Jessica menggunakan ID Cardnya dan menggeseknya pada digital kec lock, pintu itu terbuka.

“Hai Jessica dan Yoona!!” Tiffany pertama kali menyapa mereka diikuti Hyoyeon. Sedangkan Sunny masih mendengkur di kursinya.

Hyoyeon mengamati Taeyeon, dari ujung kaki sampai ujung kepala, “Hei Sunny, sepertinya dia sama tingginya denganmu.”

Hanya dengkuran saja yang terdengar.

“Perkenalkan, aku Tiffany Hwang, kau bisa memanggilku Hwang atau Tiffany. Semoga kau senang bekerja dengan kami.” Tiffany mengajak Taeyeon bersalaman.

“Aku Kim Taeyeon, dipanggil Taeyeon.”Walaupun ia cukup gugup, tapi Taeyeon mampu berbicara dengan lancar. Ia takut kalau nanti dia akan dibully oleh para seniornya itu.

“Jangan terlalu gugup. Santai saja. Tenang, kami tidak akan mengerjaimu. Kami ini orang baik-baik kok!!”

Wah, kenapa dia bisa tahu apa yang aku pikirkan? Batin Taeyeon.

          “Kau pasti kaget ya Taeyeon, Tiffany ini seorang santo dan kekuatannya membaca pikiran orang.”jelas Jessica.

“Tidak hanya membaca pikiran, aku juga bisa tahu kok warna celana dalammu apa.”ucap Tiffany dengan eye smilenya.

Kemampuan yang cukup menakjubkan dan agak sedikit berbahaya.

          “Aku Kim Hyoyeon. Salam kenal.” Hyoyeon menyalami Taeyeon. Taeyeon hanya tersenyum.

“Salam kenal juga.”

“Nah Taeyeon, yang mendengkur itu namanya Sunny. Lalu yang duduk di kursi paling pojok itu….”

“Sudahlah Sica, biar aku perkenalkan diriku sendiri!!” Yuri bangkit dari tempat duduknya, meletakkan pulpen yang dijadikan mainan olehnya lalu berjalan menuju Taeyeon.

Taeyeon meraskan reishi berbeda dari Yuri. Kalau reishi anggota lainnya hangat saat bersalaman, saat ia bersalaman dengan Yuri, ia merasakan hawa panas yang berbeda.

“Namaku Kwon Yuri. Langsung to the point, apa kau kuat?”

“Aku tidak tahu kalau aku kuat atau tidak. Menurutku aku tidak terlalu kuat dan tidak lemah juga.”jawab Taeyeon.

Yuri menatap Taeyeon dengan tatapan tajam. Inilah orang pertama yang memberinya sambutan yang berbeda dari yang lainnya.

“Maaf Kwon Yuri, kalau kau menatapku, aku rasa kau mau adu kekuatan denganku. Benar begitu?” kata Taeyeon.

Yuri tersenyum puas. “Anak pintar. Kutunggu kau di aula 10 menit lagi. Kita akan bertarung di sana.” Yuri melangkah keluar dari ruangan.

“Taeyeon, Sebaiknya jangan!! Bisa-bisa kau dipanggang Yuri.”kata Tiffany khawatir.

“Hanya aku saja yang bisa menandingi kekuatannya. Bahkan Jessica saja tidak bisa. Apalagi kau yang bukan santo, kau pasti kalah!” seru Hyoyeon.

“Aku memang bukan Santo. Tapi aku adalah seorang quincy. Seorang quincy tidak akan lari dari sebuah pertarungan.” Taeyeon berpaling ke Jessica. “Jess, mana kunci mobilku, Aku ingin mengambil peralatan bertarungku di bagasi.”

“Kunci mobilmu tidak ada di tanganku. Kemarin saat di saku bajumu juga sudah tak ada kunci mobil”

Gawat, pikir Taeyeon. Jangan-jangan kunci mobilnya jatuh saat ia bertarung.

“Tsk, tsk” Jessica menggoyangkan jari telunjuknya. “Aku sudah tahu kalau kau akan mengalami hal seperti ini jika bertemu dengan Yuri.  Biar kutangani ya!!’” Jessica mengambil I-Phonenya. “Di mana kau menyimpan peralatanmu?”

“Di tas berwarna putih yang ada di bagasi.”

Jessica mulai berbicara di telepon.

“Seohyun, tolong kau ambilkan tas ransel putih yang ada di mobil Hyundai Atoz berwarna orange yang baru datang itu. Bawakan tas itu ke ruangan kita.”

“Oke Unnie”

Tak lama setelah Jessica mematikan teleponnya. Seorang perempuan berwajah polos masuk ke dalam ruangan sambil membawa sebuah tas ransel berwarna putih yang tak asing lagi di mata Taeyeon.

“Bagaimana kau bisa membuka kunci mobilku?”

“Bagi kami para agen SSC, kami sudah dilatih untuk melakukan hal-hal semacam ini.”

Aiishh, ini agen pemerintah atau kelompok curanmor sih!! Pikir Taeyeon

          “Kerja bagus Seohyun!!” Jessica memberikan jempol tanda ia puas atas pekerjaan perempuan berwajah polos itu.

“Terima kasih, Sica Unnie.” Seohyun melangkah keluar dari ruangan SNSD, tapi Jessica memanggilnya kembali.

“Seohyun, jangan pergi dulu!!! Ayo, kenalan dulu dengan anggota baru kita!!”

Seohyun menghentikan langkahnya. Sebetulnya ia ingin segera ke cafeteria di lantai dasar untuk sarapan. Tapi ia tidak mau mengabaikan panggilan unnienya itu.

Ia berjalan menghampiri Taeyeon. “Perkenalkan, namaku Seo Jo Hyun, dipanggil Seohyun. Salam kenal.”

“Aku Kim Taeyeon, dipanggil Taeyeon, salam kenal juga.”

Merek berdua saling bersalaman. Setelah itu, Seohyun berjalan kembali meninggalkan ruangan.

“Seohyun, mau kemana kau?” tanya Jessica yang kembali menghentikan langkah Seohyun.

“Aku ingin ke cafetarian Unnie. Perutku sudah lapar. Sooyoung ada di sana juga kan?”

“Mungkin. Tapi sepertinya iya, kalau dia tidak ada di sini, pasti dia ada di cafeteria kan.” Jawab Jessica. “Kalau sudah makan, kau dan Sooyoung pergilah ke aula. Anggota baru ini akan bertarung dengan Yuri!!”

“Baiklah. Untuk Taeyeon Unnie, good luck!!” Seohyun mengangkat jempolnya sebelum ia meninggalkan ruangan, mencoba memberi semangat pada Taeyeon.

Jessica menepuk punggung Taeyeon. “Ayo Quincy!!! Aku harap kau bisa memberikan pelajaran pada Yuri!!!” Jessica mencoba menyemangati Taeyeon.

Walaupun ia merasa cukup yakin dengan kekuatannya, rasa takut akan kalah masih ada di dalam hatinya. Apalagi semenjak dihajar oleh Gary semalam, ia masih merasa paranoid untuk bertarung lagi.

“Aku harap aku bisa melakukannya.” Kata Taeyeon, pelan tapi pasti.

TBC

8 tanggapan untuk “The Story of Nine Angels: “The Sealed Demon” (part.12)”

  1. Bagus thor! seru! apalagi waktu baca kalo Yuri sama Taeyeon mau fighting.. seru banget tuh kayaknya.. ^^ waaaa.. semoga Taeng eonnie menang!
    oh ya, plus satu lagi .. panjangin dikit dong thor. menurutku, ini masih agak pendek. tapi, udah bagus kok. next chapter ditunggu ya thor.. ^^

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s