The Story of Nine Angels: “The Sealed Demon” (part.13)

Tittle: The Story of Nine Angels: “The Sealed Demon”

Author: Andri Valerian

Main Cast: Kim Taeyeon (SNSD) and Other SNSD members

Support Cast: Many Korean Star, My self

Length: Novel Length, atau mungkin disebut long series.

Genre: Fantasy, Action

Quote:

Taeyeon akan bertarung dengan peralatan Quincy lengkapnya melawan Kwon Yuri, fighter terkuat di kelompoknya.

Semoga feel actionnya dapat dan bisa dimengerti pertarungannya. Happy Reading!!

CHAPTER 13

“KWON YURI, THE FIRE CREATOR”

SSC Underground Training hall, Wednesday,31st  July 2012. 09.40.

          Taeyeon sudah mengenakan baju tempur quincy. Sebuah baju  dengan Warna putihnya yang dominan dengan sentuhan warna indigo berupa garis-garis di bagian kerah dan pinggang, dengan model jubah mini selengan di bagian atasnya.

          Ia sudah ada di aula latihan tarung bawah tanah. Jessica dan agen SSC lainnya sudah duduk di bangku penonton. Mereka ingin melihat bagaimana kekuatan agen baru itu. Situasi seperti itu menambah rasa deg-degan Taeyeon, ia merasa dirinya seperti bertarung di tengah colosseum yang ada di roma.

Taeyeon mengambil 5 buah seele Schneider dan 3 buah tabung Ginto. Semua peralatan bertarungnya di gantungkannya di pinggangnya.

Jessica memperhatikan Taeyeon yang sedang bersiap-siap. Ia menaruh harapan pada rekan barunya agar bisa mengalahkan Yuri. Ia cukup kesal melihat sikap Yuri yang sok jago. Apalagi jika ia dan Yuri bertarung tidak pernah sekalipun Jessica merasakan yang namanya kemenangan.

“Sica, jadi itu anggota baru kelompokmu?” seorang laki-laki berambut coklat menghampiri Jessica.

Jessica menatap laki-laki itu. “Ada Leeteuk oppa juga di sini!! Iya, namanya Kim Taeyeon. Ia seorang Quincy.”

Leeteuk adalah leader dari kelompok Super Junior, kelompok agen SSC yang lebih senior dari SNSD. Mereka terkenal dengan  anggotanya yang tangguh dan cukup kuat yang berjumlah 10 orang.

Seorang laki-laki yang lebih tinggi sedikit dari Leeteuk dan bertubuh gempal datang dari belakang Leeteuk. “Kuperhatikan wajahnya cute juga. Apa aku boleh minta nomor teleponnya tidak?”

“Kangin, tolong kau jangan mulai keganjenanmu!!” seru Leeteuk yang terlihat tidak suka dengan sikap ganjen Kangin.

“Ya ya. Aku mengerti.” Kangin pun duduk di samping Leeteuk, yang duduk di samping Jessica.

“Sica, seperti apa kemampuan Quincy itu?” tanya Leeteuk. Ia pernah mendengar sedikit tentang Quincy, tapi ia tidak tahu seperti apa kemampuan bertarung yang dimiliki Quincy.

“Lihat saja secara langsung pertarungannya.” Jawab Jessica singkat. “Daripada aku jelaskan, Lebih baik kalau melihat langsung kan?”

Leeteuk menganggukkan kepalanya.

Yoona yang duduk di samping Jessica sedikit khawatir terhadap Taeyeon. Baru tadi malam ia mengalami luka yang cukup serius dan sekarang ia harus kembali bertarung lagi dan lawannya adalah Kwon Yuri pertarung terbaik di kelompok SNSD.

“Sica Unnie, apa tidak apa-apa Taeyeon Unnie dibiarkan melawan Yuri Unnie?”

Jessica yang sedang menopang dagunya menoleh ke sampingnya. “Kau khawatir?”

“Iya. Apa Sica Unnie tidak?”

“Aku sama sekali tidak khawatir. Sebagai agen SSC, kita harus siap bertarung dalam kondisi apapun, iya kan? Anggap saja ini sebagai tes masuk baginya.”

Yoona hanya menganggukkan kepala saja. Tapi anggukkan kepalanya itu bukan tanda setuju.

“Kau sudah siap, Kim Taeyeon?” Yuri memasuki aula. Taeyeon dapat merasakan reishi yang meledak-ledak dari dalam tubuh Yuri, tanda ia sangat bersemangat.

Ketakutan terasa semakin kuat dalam hatinya. Untuk menjawab pertanyaan Yuri saja mulutnya terlalu gemetaran.

Taeyeon mencoba menguatkan dirinya. Ia tidak boleh mempermalukan martabat quincy di depan banyak orang seperti ini. Ia memberanikan dirinya menatap kedua mata lawannya dengan pandangan tajam.

“Aku selalu siap!!”jawabnya lantang, memecah kesunyia di arena pertarungan. Busur miliknya, Ginrei Kojaku sudah ada dalam genggamannya.

“Baiklah, kalau begitu kita mulai saja.” Yuri membentuk sebuah bola api di tangan kanannya dan melemparkannya ke tempat Taeyeon berdiri.

Taeyeon langsung berlari menghindari bola api itu. Tapi Yuri terus menerus menghujaninya dengan bola api. Taeyeon terus berlari mengelilingi training hall yang seluas lapangan futsal itu.

Taeyeon menggunakan Hirenkyaku dan menghilang dari pandangan Yuri. “Kemana dia?”

Tanpa dia sadari, Taeyeon sudah berdiri 2,5 meter di belakangnya. Ia menembakkan 2 buah anak panah. Yuri menyelimuti kedua tangannya dengan bara api dan meninju kedua anak panah itu.

Yuri sedikit terkejut melihat Taeyeon bisa bergerak secepat itu. “Kau bukan seorang Santo tapi kenapa kau bisa menggunakan blitz (tekhnik khusus yang dimiliki para santo untuk berpindah tempat dengan cepat)?”

“Maaf, tekhikku barusan adalah Hirenkyaku. Itu adalah tekhnik milik quincy.”jelas Taeyeon.

Yuri tersenyum puas. Ia harap Taeyeon dapat memberikannya perlawanan. Ia paling tidak suka jika harus melawan lawan yang lemah.

“Menyenangkan. Mari kita lanjutkan!!” Yuri menyalakan kembali api di kedua tangannya. Ia ingin meninju Taeyeon dengan tangannya.

Taeyeon berhasil mengelak dari pukulan pertama Yuri. Yuri melancarkan tendangan telak ke perutnya lalu sebuah pukulan Yuri menghantam wajah Taeyeon yang membuatnya jatuh terjerembab.

Sial, aku paling tidak ahli kalau soal hand to hand combat. Aku harus mengambil jarak darinya. pikir Taeyeon.

          Taeyeon bangkit dan kembali berlari lagi. Pertarungan jarak dekat tentu tidak menguntungkannya. Dengan senjata panahnya, ia akan sulit menyerang dalam jarak dekat.

Menyadari senjata lawannya adalah busur panah, Yuri akan sangat diuntungkan jika bertarung dalam jarang dekat. Apalagi, sepertinya Taeyeon kelihatannya tidak terlalu menguasai pertarungan jarak dekat. Yuri pun mengejar Taeyeon.

Taeyeon menghentikan langkahnya. Ia menembakkan 3 buah anak panah. Tiga anak panah itu digunakan untuk menghambat langkah Yuri sehingga Taeyeon bisa melancarkan serangan berikutnya.

Yuri menyemburkan bara api dari mulutnya, membakar habis seluruh anak panah Taeyeon. Bara api itu menyilaukan mata Taeyeon, ia tidak dapat melihat lawannya dengan jelas. Itu memudahkan Yuri untuk meninju wajah Taeyeon sampai ia terpelanting membentur lantai.

Darah keluar dari mulutnya. Taeyeon mengusap darah itu dengan bajunya. Warna merah darah menodai baju putihnya.

Ia mencoba mengatur nafas yang tak beraturan. Ia mencoba berpikir bagaiamana caranya menyerang Yuri. Sayangnya, Yuri tidak memberi waktu untuk Taeyeon berpikir.

Yuri menghirup nafas panjang lalu ia menyemburkan bola api besar yang siap menghanguskan apapun yang mengenainya. Suhu di training hall pun naik drastic.

Taeyeon mengambil salah satu seele Schneider yang tercantol di pinggangnya. Dengan pedang itulah ia membelah bola api besar yang diarahkan padanya.

Jessica tersenyum puas melihat apa yang dilakukan Taeyeon di arena. Ia mampu mengimbangi Yuri sampai sejauh ini, cukup baik untuk anggota baru.

“Taeyeon Unnie sepertinya tangguh juga ya!!”komentar Yoona.

“Hehehehe. Kalau dia menang, akan kucium dia sehabis pertarungan ini!!” seru Jessica.

“Kau serius Unnie?”tanya Yoona heran.

“Tentu saja. Aku akan mencium pipinya yang tembem itu!! Jangan berpikiran yang aneh-aneh!!”kata Jessica pada Yoona yang membayangkan Jessica akan memberikan kecupan hangat di bibir Taeyeon.

“Kukira Unnie akan menciumnya seperti di film-film!!”

“Aiisssh, kau ini terlalu polos!!”kata Jessica yang kembali mengarahkan pandangannya ke arena pertarungan.

Taeyeon berdiri tegap setelah ia membelah bola api milik Yuri. Dirinya diliputi kepercayaan diri, ia yakin ia akan menang. Ia terus memandangi Yuri yang disappointed setelah bola apinya berhasil dielakkan Taeyeon.

“Sepertinya aku harus mulai serius sekarang!!” dari tangannya Yuri mengeluarkan bara api yang membentuk sebilah pedang. Dengan pedang api itu, ia menyerang Taeyeon.

Taeyeon juga maju. Mereka saling beradu pedang. Walaupun Taeyeon jarang sekali melatih kemampuannya memainkan pedang, ia mampu mengimbangi kemampuan berpedang Yuri yang lebih berpengalaman. Kemauannya untuk tidak mau kalah membuatnya jadi seperti ini.

Sayangnya, panas dari pedang api Yuri membuat Taeyeon terus mengucurkan keringat, sampai masuk ke dalam matanya. Taeyeon terpaksa menutup mata sebelah kirinya yang pedih. Itu dimanfaatkan Yuri untuk menendang bagian perut kirinya sampai ia terpental. Seele Schneider pun terlepas dari tangannya.

Taeyeon memegangi perutnya yang hari ini sudah terkena serangan Yuri 2 kali. Reishi miliknya sudah hampir habis. Ia harus menyelesaikan ini dalam serangan terakhirnya.

“Bersiaplah. Ini adalah serangan terakhirku.” Taeyeon menjadikan seele Schneider sebagai busur panah.

“Sepertinya Quincy itu senjatanya hanya busur dan panah saja. Akan kubakar semuanya dengan apiku!!!” Yuri menyelimuti kedua tangannya dengan api.

Taeyeon menembakkan seele schneidernya bersamaan dengan Yuri yang bergerak untuk meninju Taeyeon dengan tinju apinya.

“Benda seperti itu akan kubakar habis dengan tinju apiku!!!” seru Yuri. Ia hendak membakar seele Schneider itu dengan api di tangannya

Tapi, Seele Schneider itu berhenti di udara sebelum Yuri berhasil mengenainya. Sebuah kekkai berbentuk kubus yang terbuat dari Reishi warna biru keluar dari seele Schneider dan menyelimuti Yuri yang sudah siap menyerang.

“Apa-apaan ini?”

Gert Sprenger (gate cutter). Itu adalah kekkai yang terbuat dari Reishi yang tidak akan bisa dihancurkan.”

“Tidak ada yang bisa dihancurkan? Benda seperti ini akan kubakar habis dengan apiku!!” Yuri meninju kekkai itu dengan tangannya yang diselimuti api. Tapi tetap saja tidak retak rusak sedikitpun.

Ia tidak berhenti mencoba. Ia memperbesar api yang ada di tangannya, berniat membakar habis kekkai yang menyelimuti dirinya. Tapi itu semua sia-sia saja. Kekkainya tidak cacat sedikitpun.

“Semua usahamu sia-sia saja. Kau sudah kalah.” Ujar Taeyeon.

Kekkai Gert Sprenger pun hilang. Taeyeon memungut seele Schneider yang jatuh begitu saja di hadapan Yuri. Yuri masih tidak percaya ia kalah dari seorang anggota baru.

“Kau sangat kuat Kwon Yuri. Fisikmu sangat terlatih. Dibandingkan denganku, kau lebih superior.” Taeyeon mengulurkan tangan kanannya pada Yuri yang masih terduduk lesu setelah kalah.

Yuri bangkit dan berjalan begitu saja. Ia tidak mau menerima jabat tangan Taeyeon. Di dalam hatinya ia merasa malu. Ia yang menantang tapi malah ia yang harus kalah.

“Aku memujimu Kim Taeyeon. Tapi saat nanti kita bertarung lagi. Aku akan mengalahkanmu.” Kata Yuri sebelum ia keluar dari arena.

“Aku akan menunggu saat itu.”jawab Taeyeon.

Tiba-tiba tubuh Taeyeon dipeluk seseorang dari belakang. Sangking kuatnya, Taeyeon menjadi kesulitan bernafas.

“Kim Taeyeon!! Kau hebat!!!” dari suaranya, Taeyeon tahu siapa yang memeluknya. Dia adalah si perempuan aneh berambut pirang, Jessica.

“Apa sih yang kau lakukan? Lepaskan aku!!” Taeyeon mencoba melepaskan diri dari dekapan Jessica. Semakin keras dia mencoba, semakin keras pelukan Jessica. Malah sekarang ia mencoba mengecup pipi Taeyeon.

“Aiissshh, hentikan!!!” Akhirnya satu kecupan Jessica mendarat di pipi Taeyeon.

“Nah, gitu dong!! Aku jadi senang sekali sekarang.”kata Jessica kegirangan layaknya anak kecil yang mendapatkan mainan yang diinginkannya.

“Kau ini sebenarnya apa sih? Aneh sekali kelakuanmu. Tidak seperti anggota yang lainnya.” Komentar Taeyeon sembari membersihkan pipinya.

“Hehehe, seharusnya kau senang dong dicium gadis manis sepertiku. Sekarang kau ganti baju sana. Tadi Sunny berkata padaku bahwa dia mau briefing soal orang yang kau lawan sampai babak belur kemarin.”

“Tapi Jess, aku tidak punya baju ganti. Bolehkah aku pulang sebentar dan mengambil baju ganti?” tanya Taeyeon. Terang saja Taeyeon tidak ada baju ganti, Jessica langsung membawanya ke sini secara tiba-tiba.

“Tidak usah, tidak usah. Kau pergi ke lantai 25. Lalu akses kamar 2502 dengan id cardmu. Di sana tersedia seragam SSC. Aku sudah menyuruh OB untuk mempersiapkan segalanya.” Jelas Jessica.

“Ok. Tapi Jess….”

“Apa lagi? Apa ciumanku masih kurang?”

“Bukan, bukan!! Antarkan aku dong ke sana!! Aku masih canggung berjalan sendirian di kantor ini.”pinta Taeyeon.

“Aiissshh, kau ini seperti anak kecil saja. Minta diantar ke mana-mana!! Yoona saja yang mengantarmu.”Jessica mengalihkan pandangannya ke Yoona yang sudah siap diberi perintah oleh unnienya.

“Yoona, kau antar dia ke kamarnya ya!! Aku mau kembali ke ruangan dulu!!” perintah Jessica.

“Baik Unnie!!!”

SSC Aerial Base 25th floor. Wednesday, 31st January 2012. 10.30

          Taeyeon dan Yoona keluar dari lift yang membawa mereka ke lantai 25, lantai tempat para agen kelompok SNSD beristirahat. Sebuah tanaman buatan melambaikan daunnya yang terkena angin dari pendingin ruangan, seakan menyambut kedatangan mereka berdua.

Di lantai itu selain Taeyeon dan Yoona, hanya ada satu orang OB yang sedang mendorong kereta kerjanya. Sepertinya Ia baru selesai membereskan kamar-kamar yang ada di lantai 25 ini.

OB  berbadan tinggi kurus dengan rambut poni itu menghentikan kereta kerjanya setelah melihat Taeyeon dan Yoona.

“Kamar 2502nya sudah saya siapkan. Saya sudah pasang seprai baru. Listrik dan air sudah siap pakai. Sesuai dengan apa yang diperintahkan agen Jessica” OB itu memberi laporan pada Yoona.

“Terima kasih Hwanhee. Oh ya kenalkan, ini penghuni kamar 2502 sekaligus anggota baru di kelompok SNSD. Kim Taeyeon.”

“Perkenalkan, aku Kim Taeyeon.”

“Nama saya Hwanhee.” Mereka berdua saling berjabat tangan. “Kalau ada butuh sesuatu. Hubungi saya saja. Misalnya kalau anda butuh dibuatkan kopi atau teh hangat. Saya siaga 24 jam kok. Saya permisi dulu.” Hwanhee mendorong kembali kereta kerjanya dan masuk ke dalam lift.

Pintu kamar 2502 terbuka ketika Taeyeon menggesekkan ID Cardnya pada gagang pintu. Udara dingin dari pendingin ruangan dan bau lemon dari penyedap ruangan menyambut kedatangan mereka berdua.

Sebuah tv plasma, kasur yang empuk dibalut dengan seprai dan bed cover berwarna, sebuah meja kerja dilengkapi dengan sebuah komputer, dapur mini dengan sebuah freezer tersedia di kamar itu. Taeyeon langsung merebahkan tubuhnya yang kelelahan setelah bertarung dengan Yuri.

“Unnie, aku pergi dulu ya” kata Yoona.

Taeyeon mendudukkan badannya di tempat tidur. “Hei Yoona, kau di sini saja dulu. Temani aku dulu. Lagipula briefingnya kan baru mulai 30 menit lagi.”

Yoona menganggukkan kepalanya. “Ya sudah kalau Unnie mau aku temani.” Yoona berjalan dan duduk di sebuah kursi.

Taeyeon bangkit dan membuka freezer yang ada di dapur. Dia ingin sekali meminum sesuatu yang menyegarkan badannya. Bingo, di sana ada beberapa kotak juice apel.

“Wah, ada jus apel!!” Taeyeon membuka lemari di dapur dan mengambil sebuah gelas. Tapi ia ingat, ada Yoona juga, ia pun mengambil satu gelas lagi.

“Yoona, kau mau juice apel?”.

“Tidak Unnie. Terima kasih.” Tolak Yoona.

Taeyeon menyimpan kembali gelas yang diambilnya untuk Yoona. Ia membawa gelas berisi jus apel yang diletakkannya di meja kecil di samping tempat tidurnya.

“Yoona, apa aku boleh bertanya padamu?”

Yoona mendongak, menatap Taeyeon. “Boleh. Ada apa Unnie?”

“Wajahmu cantik dan manis, tapi kenapa kau memilih menjadi agen di sini. Menurutku kau bisa kok jadi model atau pemain film.”

Yoona tersenyum. Ia sudah sering mendengar pertanyaan seperti ini jika orang tahu dia adalah seorang agen SSC.

“Hmm, bagaimana ya menjawabnya? Mungkin inilah takdir kami. Kami dilahirkan sebagai santo yang bukan manusia biasa. Kami juga harus melakukan sesuatu yang lebih dari manusia biasa. Dengan menjadi agen SSC, aku bisa melindungi banyak orang dan menurutku itu lebih berguna daripada menjadi seorang aktris.”

“Tidak hanya kau, semua member yang sudah kutemui semuanya cantik kok, kecuali si pirang yang aneh itu.”kata Taeyeon. “Lalu, apa semua Santo yang ada di dunia ini baik seperti kalian? Atau ada yang jahat?”

“Tentu ada. Sebetulnya mereka itu bukan orang jahat kok, mereka hanya mengambil jalan yang salah yang mereka anggap benar.”jawab Yoona dengan senyum manisnya.

Dia ini gadis yang memiliki hati yang dipenuhi dengan cahaya, sama dengan mukanya yang selalu bercahaya. Batin Taeyeon.

“Unnie, Badan unnie masih sakit kan setelah bertarung dengan Yuri Unnie tadi? Apa mau aku obati?” kata Yoona.

“Tidak usah. Tidak terlalu sakit kok.” Jawab Taeyeon “Ya sudah, aku mau mandi dulu. Kalau kau mau meninggalkan aku, silahkan. Aku senang mengobrol denganmu!!”

“Aku akan menunggu Unnie di sini sampai Unnie selesai mandi.”

          “Terima kasih, Yoona!!”kata Taeyeon sebelum ia masuk ke dalam kamar mandi.

TBC

11 tanggapan untuk “The Story of Nine Angels: “The Sealed Demon” (part.13)”

  1. Waaaahhh… Battlenya Yuri samq Taeyeon seru tuh.. Tapi, kok.. Yuri masih tetep aja sih mau ngajak Taeng eonnie battle lagi.. 😦 .. Author.. Cepet lanjutin ya.. Nggak sabar nih nunggu kelanjutannya. Pengen tau apa yang terjadi selanjutnya.. Ditunggu ya thor.. ^^

    Suka

  2. Waaaahhh… Battlenya Yuri sama Taeyeon seru tuh.. Tapi, kok.. Yuri masih tetep aja sih mau ngajak Taeng eonnie battle lagi.. 😦 .. Author.. Cepet lanjutin ya.. Nggak sabar nih nunggu kelanjutannya. Pengen tau apa yang terjadi selanjutnya.. Ditunggu ya thor.. ^^

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s