Rock-To-Diamond [Eps 05] – {Special Audition}

ROCK-TO-DIAMOND-gif

salicelee’s; Rock-To-Diamond | Lee Jieun; Kim Taeyeon; Kim Myungsoo; Cho Kyuhyun; Kangjun; Lee Donghae; Im Yoona (as Lee Yoona) | AU;Romance; Friendship; School-Life | Teen

{prolog Aprolog BEps 01; Eps 02; Eps 03Eps 03/B; Eps 04}

Eps #5

Bagi yang penasaran pada masa lalu Taeyeon, di Episode kali ini mulai terkuak. Apa yang sebenarnya terjadi? Dan hey, di Episode kali ini Jieun bertemu dengan artis favoritnya, Lee Donghae! Doakan saja semoga ia tak pingsan di depan Donghae lagi.

Ngomong-ngomong, kelihatannya ada sesuatu yang kuharap bisa menyenangkan kalian~! Jangan bosan baca yaa!

*

Special Audition = ? (Baca dulu sampai habis)

R O C K – T O – D I A M O ND #O5

Taeyeon menggeliat kecil di atas tempat tidur bersprei putih tersebut. Ia membuka matanya perlahan dan mendapati sebuah kompresan yang sudah tidak dingin lagi berada di atas kepalanya. Ia duduk di atas kasurnya.

“Ei, eonni sudah bangun..” sapa Jieun sambil mengambil kompres di meja.

Ya, Jieun-ah kemarin aku bemimpi aneh,” kata Taeyeon sambil mengucek matanya.

“Mimpi apa?”

“Aku tidur di Crown Latte,” balas Taeyeon bingung. “Tapi.. mimpi itu terasa nyata,” tambah Taeyeon dan menggaruk dahinya dengan bingung.

“Eh? Kau menganggap itu mimpi?” tanya Jieun kebingungan.

“Hah?”

“Kemarin kau diantar seorang pria kemari, dia bilang sih namanya Kyuhyun,” ujar Jieun.

“Kyuhyun?! Bagaimana ia tahu alamatku?!” pekik Taeyeon panik.

“K-kenapa sih?” tanya Jieun takut.

Taeyeon meraih ponselnya dengan terburu-buru dan mendapati sebuah pesan anonymous dan pemberitahuan bahwa dia menelepon ke nomor yang mengirimnya pesan tersebut.

Aku dapat nomormu, kekekekyu.

“Cho Kyuhyun…” gumam Taeyeon sambil menggigiti bibirnya dengan sebal.

“Siapa dia?”

Taeyeon menghela napas sebelum menjawab pertanyaan Jieun, “Tunanganku..”

Melihat ekspresi Taeyeon yang lucu, Jieun mencoba menyindirnya sambil tersenyum kecil, “Oh. Kau terlihat senang.”

“Oh, ya ya, aku senang sekali,” balas Taeyeon sambil tertawa sarkastik.

Eonni.. ingin cerita? Sepertinya ada masalah besar..” Jieun tersenyum dan duduk di samping Taeyeon.

“Ceritanya panjang, kau akan mendengarnya?” Taeyeon membuang nafas banyak-banyak.

“Tentu saja. Kenapa tidak?” Jieun mengendikkan bahunya lalu tersenyum.

Memori Taeyeon mulai tergerak kembali, waktu-waktu dimana ia kehilangan ibu terkasihnya di umurnya yang ke-11.

***

Seoul, 2003

Taeyeon kecil sedang menatap jasad ibunya yang akan dikremasi dengan wajah menahan tangis. Disamping Taeyeon, adiknya memeluk Taeyeon dengan wajah sembab.

“Noona, mama kenapa? Mengapa orang-orang itu membawa mama?”

Taeyeon diam, tidak menjawab pertanyaan adiknya.

“Noona, mama mau kemana?” adiknya menarik ujung baju Taeyeon.

“Noona—“

“Diamlah..”

Adik kecilnya, yang kira-kira baru berumur 6 tahun mulai menitikan air mata, “Aku ingin ikut mama…”

Taeyeon menahan tangisnya, ia tahu bahwa ia harus kuat, “Tidak boleh..” ia menggeleng tegas kepada adiknya.

“MAMA… Mama.. Hiks..” adik laki-lakinya terus menangis.

.

.

“Noona!!! K-kenapa mereka membakar mama?!” teriak adiknya histeris. Kemudian berlari ke arah jasad ibunya yang terbakar tersebut.

“Jangan!! K-kau tidak boleh ke sana!!” Taeyeon memblokir pergerakan adiknya, sambil menahan air matanya yang ingin menyeruak keluar.

“Kenapa mereka membakar mama?!! Noona…. Noona…” tangis adiknya makin menjadi.

“Mama sudah pergi.. dan tidak akan kembali..” napasnya bagai tercekat ketika mengucapkan kalimat perih tersebut.

Adiknya berlari meninggalkan Taeyeon, entah anak itu berlari kemana. Awalnya Taeyeon ingin mencegat adiknya, tapi ia urungkan niatnya, mungkin anak itu juga butuh waktu untuk sendiri.

Sepulang dari kremasi ibunya, Taeyeon mengunci dirinya dalam kamar. Ia menutup lampu kemudian memeluk kedua lututnya yang kedinginan. Perlahan air matanya turun deras, ia menahan suara isakannya dalam-dalam. Ia tidak mau ada orang yang mendengarnya, mendengar bahwa ia menangis.

“Mama…” lirihnya nyaris tak terdengar.

“Kenapa meninggalkanku sendiri… a-aku juga ingin ikut… hiks..”

***

Jieun’s Apartement

Di Apartement Jieun terasa sepi karena Taeyeon tidak kunjung bercerita.

Eonni, ada apa?” tegur Jieun. “Tidak jadi cerita ya?” ia menggaruk kepalanya dengan bingung.

“Ah maaf.. tiba-tiba teringat sesuatu…”

“Baiklah.. Aku dari tadi sudah siap mendengar ceritamu,” Jieun memanyunkan mulutnya, “Kau lama sekali..” gerutu Jieun. Taeyeon hanya balas tersenyum dan mengangguk kecil. Lalu memulai ceritanya.

***

Saat itu di hari ulang tahun Taeyeon yang ke-20, mereka mengadakan makan-makan sekeluarga. Ulang tahun ke-20 biasanya sangat istimewa di kalangan masyarakat Korea, karena mereka menyebutnya sebagai hari-akhirnya-aku-menjadi-orang-dewasa.

Tapi, Kim Seungwoo—ayah Taeyeon—ada rapat mendadak, karena tidak enak hati dengan suasana makan-makan yang sedang berlangsung, lantas Kim Seungwoo mengundang para kliennya kemari.

Dan makan malam hari itu berakhir canggung.

Salah satu dari rekan kerja Seungwoo waktu itu adalah Cho Beomsu.

Keesokan harinya, Kim Seungwoo memberitahu bahwa Taeyeon akan dijodohkan dengan anak Cho Beomsu yaitu Cho Kyuhyun. Hari itu terasa bagai mimpi dan drama bagi Taeyeon. Detik itu juga, bel berbunyi dan Cho Beomsu masuk bersama anaknya.

Taeyeon mendesah kesal, “Oh, kurasa anak itu juga tidak akan mau menerima usulan konyol ini..” ujar Taeyeon terang-terangan.

“Oh ya?” anak itu menyahut tiba-tiba.

“Perkenalkan, aku Cho Kyuhyun. Aku bersedia menjadi tunanganmu..” ujar Kyuhyun sambil menarik kedua ujung bibirnya.

Taeyeon menaikkan salah satu alisnya, ia menghela napas makin kasar. ‘Bersedia’? ‘Bersedia’ dia bilang?! Demi apapun, Taeyeon tidak pernah meminangnya atau menawarinya, dan seenaknya dia mengiyakan perjodohan konyol ini. Lagipula, di lain sisi, Taeyeon sudah menyukai seseorang yang tentu jauh lebih baik dari pria konyol ini.

“Aku tidak mau!” kata Taeyeon tegas.

Namun, Kim Seungwoo dan Cho Beomsu berjabat tangan. Taeyeon hanya terperangah tidak percaya dengan berjuta amarah yang sudah berterbangan ria di puncak kepalanya.

“Dengan begini, bisnis kita tidak akan ada kecurangan, karena kita keluarga. Betul?” kata Cho Beomsu.

Kim Seungwoo mengangguk setuju, sedangkan Taeyeon membuang napas berkali-kali karena kesal.

“Untuk acaranya, kita buat secepatnya. Bisa dibicarakan nanti. Saya pergi dulu..” kata Cho Beomsu sambil membungkuk, yang kemudian diikuti oleh Kyuhyun. Kemudian mereka berdua keluar.

Setelah pintu tertutup, Taeyeon membanting gelas sirupnya sampai pecah.

“TAEYEON!” bentak Kim Seungwoo.

“Ayah menjualku!!! Ini sama dengan menjualku!!” pekik Taeyeon.

“Lagipula ini bukan pernikahan Taeyeon. Ini hanya pertunangan!”

“Apa-apaan sih?! Kan pertunangan juga butuh persetujuanku!! Aku tidak menyukainya!!”

“Taeyeon!! Dengarkan kata ayah, keputusan ini tepat untuk ayah, adikmu dan kau ju—“

“Tidak!! Ini hanya tepat untuk ayah!!” potong Taeyeon cepat.

“Taeyeon!! Berhenti membantah! Kau tahu perusahaan kita mungkin saja bisa bangkrut tanpa bantuan Cho Beomsu! Kau pikir hidup hanya mengandalkan rasa suka dan cinta?! Taeyeon… hidup butuh uang!!”

“Jadi… ayah tidak mencintai ibu? Sekarang aku tahu mengapa ayah tidak cepat-cepat pulang dari kerja saat mendengar ibu jatuh dari tangga…”

“Tidak Taeyeon bukan seperti it—“

“LALU SEPERTI APA?!! SEJAK DULU KAU HANYA MEMENTINGKAN UANG UANG DAN UANG!! APA TIDAK ADA HAL LAIN SELAIN UANG?! KE—“

“KIM TAEYEON!!!!” potong ayahnya yang napasnya sudah naik turun.

Air mata Taeyeon turun deras, baru kali ini ia menangis di depan orang sejak kepergian ibunya. Selama 10 tahun terakhir ini, ia selalu menangis sendirian. Bahkan tidak di depan adiknya yang sangat ia sayangi.

“Hidup itu butuh uang, Tae..”

“Uang bukan segalanya… aku bisa memulai kehidupanku sendiri dengan orang lain, tanpa hartamu..”

“Jika orang yang kausukai memiliki lebih banyak uang dari Cho Beomsu, aku ijinkan kau menikahinya..”

Taeyeon mengunci mulutnya rapat-rapat. Ia tidak ingin berdebat lebih lama lagi dengan ayahnya. Ia meredam emosinya sebisa mungkin.

“Ketahuilah, kau sekarang bisa hidup seperti ini juga karena uang…ku..” kata Kim Seungwoo.

Mendengar pernyataan tersebut membuat Taeyeon marah. Emosi yang sudah ia redam barusan rasanya ingin kembali mencuat keluar saking panasnya. Napasnya naik turun, ia  bergumam dengan geram, “Aku tidak..”

“Kau bilang apa Tae?”

“AKU TIDAK BUTUH UANGMU!! Keparat!” teriak Taeyeon sambil membalikkan meja kaca di ruang tamu sampai pecah.

PLAK!

Seungwoo menampar Taeyeon. Taeyeon memegangi pipinya yang sakit. Ayahnya yang kaget karena menampar Taeyeon, mengepalkan tangannya erat-erat dengan penuh penyesalan.

“T-tae, papa tidak bermaksud—“

“Kau marah karena aku menghancurkan barang yang kaubeli dengan uangmu kan.. ternyata aku lebih rendah dari meja kaca ini di matamu…” Taeyeon menyeringai dengan bulir air mata yang masih mengalir dari pelupuk matanya.

“Aku akan membuktikan aku bisa hidup tanpa uangmu..” ucap Taeyeon dengan suara serak.

Sejak hari itu, Taeyeon selalu mencoba kabur dari rumahnya dan selalu gagal pula. Sampai suatu saat, tepatnya 2 tahun kemudian, ia berhasil kabur dari tempat itu dengan bantuan adik laki-lakinya yang berhasil kabur seminggu lebih dulu.

***

“Wow… itu panjang eonni..” kata Jieun. “Jadi itu alasan mengapa kau tidak ingin pulang ke rumah…” Jieun mengangguk-angguk, kurang lebih ia bisa merasakan apa yang dirasakan Taeyeon. Dibalik sifat Taeyeon selama ini, tidak akan ada yang menyangka bahwa Taeyeon sebenarnya kurang kasih sayang dan kesepian.

“Padahal kau hanya bertanya tentang Kyuhyun.. tapi aku malah kelepasan cerita terlalu banyak..” kata Taeyeon sambil tertawa hambar. Setitik air matanya mulai turun menjalar ke pipinya.

“Tidak apa-apa, kita kan sudah lama tinggal bersama..” kata Jieun sambil tersenyum dan memeluk Taeyeon, “Dan.. kau lebih baik jangan menangis.. hehehe…” Jieun menepuk pundak Taeyeon pelan-pelan.

Taeyeon mengusap air matanya lalu membalas pelukan Jieun, “Baiklah.. kau bisa bilang begitu padahal kau sendiri tidak pernah cerita padaku mengapa kau kabur, kecuali… ceritamu tentang si ‘Soo’, laki-laki yang suka menganggumu itu.”

Jieun tersigap kemudian melepaskan pelukannya, “Uhm.. aku akan menceritakannya kapan-kapan, eonni.. aku hanya tidak siap karena itu memalukan..”

“Ceritaku juga, Jieun..” Taeyeon memberikan ekspresi datar pada Jieun.

“Bukan begitu sih… sebenarnya…” Jieun menggaruk-garuk tengkuknya kemudian menunjuk jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 8.55.

Taeyeon langsung terperangah, “OH MY GOD!! Aku bakal telat banget nih! Kan jam kerjanya jam 9! Oh ya ampun ya ampun… gimana ini!” pekik Taeyeon parno sambil menggoyang-goyangkan bahu Jieun.

“M-m-mandi…” kata Jieun terbata-bata.

“Oh iya!!” ujar Taeyeon dan langsung pergi bergegas masuk ke kamar mandi.

“Oh ya Jieun! Kok kau tidak sekolah?!” tanya Taeyeon dari dalam kamar mandi. Terdengar suara shower juga.

Eonni…. Hari ini hari sabtu….”

“Oh iya!! Tapi aku tetap kerja.. Aig—

“Sudah cepat mandi sana!” usir Jieun.

**

10:00

Jieun menghela napas. Ia memandangi kakinya yang terbalut celana jins, sekarang terlihat begitu ramping. Ia memandangi baju kaosnya yang agak longgar. Ia memegang pinggangnya. Kecil. Ia mengangkat kedua sudut bibirnya, namun beberapa saat senyum itu menghilang.

Aigo, kenapa kau tidak senang.. kau kan sudah cantik sekarang..” Jieun menepuk-nepuk pipinya sendiri. Ia mengangguk dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa hari ini ia terlihat cantik.

Tapi ada satu hal yang terus menggerogoti senyuman Jieun. Pikirannya terus terganggu oleh ucapan Myungsoo yang mengatakan bahwa ia berubah. Tapi ia mengelak dengan mengatakan bahwa Jieun Chanso-dirinya yang lampau-telah mati.

Jieun menghela napas lagi sambil menutup pintu. Dia rasa bahkan Myungsoo telah mengetahuinya bahwa ia ini adalah Jieun dari Chanso. Hanya saja, mungkin lelaki itu belum memiliki bukti.

Jieun mengunci pintu apartementnya dan berjalan ke bawah. Ia berjalan ke tempat yang menjual tteokbokki pedas, dan membeli satu kotak kue beras khas korea tersebut.

Ia memakannya perlahan sambil berjalan.

You’ve changed a lot

Why should you erase the past?

Can’t you just enjoy the present right now?

Love your past, nothing is miserable

Jieun mendengar seseorang di sebelahnya sedang bersenandung dengan suara kecil, orang itu terlihat misterius karena menggunakan hoodie dan masker yang menutupi wajahnya. Tapi suara orang itu terdengar agak familiar.

However, your past is the beginning

The beginning of your present now

Even the world has been away from you

Don’t erase, even a piece of yourself

Semakin lama suara familiar tersebut terdengar, Jieun merasa lirik yang dinyanyikan tersebut, mirip dengan dirinya. Dan jika didengar lebih seksama, suara itu benar-benar terdengar seperti milik Lee Donghae, aktor kesukaannya.

Because you are you

Because still, I love you,

Secretly

Jieun memperlambat langkahnya, supaya ia bisa berada di belakang pria tersebut. Entah angin apa yang merasukinya, ia menarik hoodienya dengan berani. Mungkin efek sebagai penggemar berat Lee Donghae? Bahkan sebenarnya Lee Jieun sendiri tidak yakin dengan perbuatannya.

“Hei!!!” teriak orang itu yang langsung berbalik ketika hoodie­­nya ditarik.

Waaawawawa~! Donghae oppa!” pekiknya histeris ketika melihat Donghae tepat berada di depannya untuk yang kedua kalinya. Ia berjanji pada dirinya untuk tidak pingsan lagi.

Donghae yang takut penyamarannya terbongkar langsung menutup mulut Jieun dan menarik Jieun ke dalam gang buntu di dekat sana yang sepi.

Sstt.. jangan berisik..” desis Donghae.

“Mmffh..” Jieun menutup mulutnya dengan kedua tangannya sendiri. Ia mengangguk antusias. Hebat hebat, hari ini sangat hebat. Ia bertemu lagi dengan pangeran kuda putihnya. Coret. Maksudnya, artis kesayangannya.

“Kamu adik Yoona kan?”

Jieun terperangah tak percaya, dari mana Donghae mengetahuinya. Oh, kakaknya itu adalah seorang model ternama, mungkin saja Donghae mengenal kakaknya atau bagaimanapun mereka berbicara dan mungkin saja Yoona menceritakan tentang dirinya. Tapi, Yoona kan tidak mengetahui dirinya yang sekarang. Ah, masa bodo.

“Hei..” panggil Donghae sekali lagi.

“O-o-oh.. ya oppa?”

“Kau adiknya Lee Yoona, model CF itu bukan?” tanya Donghae sambil menyipitkan matanya.

“I-iya…” jawab Jieun ragu-ragu. Apapun itu yang penting ia harus berbicara banyak dengan Lee Donghae.

“Oh! Begitu.. perkenalkan namaku—“

“Aku sudah tahu namamu… Donghae oppa…” kata Jieun dengan mata berkaca-kaca karena terlalu senang. Bahkan Jieun berkedip beberapa kali karena air mata membuat pandangannya buram.

Donghae mengangguk canggung, “B-baklah.. namamu?”

KYAAA! Jieun berteriak kencang dalam hati. Ia melompat-lompat karena tidak sanggup menahan semua isi perasaan yang telah—setengahnya sedang—menjalar ke seluruh tubuhnya. Sedangkan Donghae hanya memerhatikannya dengan ling lung.

Lee Donghae yang ia kagumi, hormati, sayangi, cintai, dan diapapun itu, sedang menanyakan balik namanya. Oke, mungkin itu hanya sekedar fan service, tapi bagi Jieun ini lebih dari hadiah natal dan tahun baru dan ulang tahun-yang terlalu awal-atau ya, ampun, Lee Jieun tidak sanggup lagi untuk mendeskripsikan rasanya bertemu idola dalam jarak tidak sampai 1 meter.

Akhirnya setelah sadar akan satu hal, ia berhenti dari dunia imajinasinya, “Maafkan aku..” kata Jieun dengan formal. Ia membungkuk 90 derajat. Donghae balas membungkuk.

“Lee Jieun imnida..” Jieun tersenyum kaku. Mungkin karena efek tidak sanggup menahan ketampanan 24 jam seorang Lee Donghae.

“Lee Jieun? Akan kuingat dengan baik..” ujar Donghae sambil tersenyum manis.

“I-iya..” Jieun mengembangkan seulas senyum.

Ia bingung dan canggung. Oh, ayolah jangan biarkan percakapan dan kesempatan seindah ini hilang begitu saja. Ia harus mencari topik agar bisa berada lebih lama dengan Lee Donghae.

“Ah! Ngomong-ngomong, lagu tadi.. aku tidak pernah mendengarnya.. itu lagu siapa? Sangat bagus dan cocok dengan suaramu, oppa! Aku tidak menyangka ternyata kau bisa bernyanyi juga..”

“Ah tentu saja kau tidak pernah mendengarnya, itu ciptaan salah satu stafku yang termuda.”

“Benarkah? Waaah hebat sekali!” sahut Jieun sambil mengangguk antusias.

“Ssst, kecilkan suaramu,” desis Donghae meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya sendiri, “Kau mau minum?”

Jieun membelalakkan matanya, tak percaya. Ia mengedipkan matanya beberapa kali. Apa ia tidak salah dengar? Lee Donghae mengajaknya minum.. Wow. Bravo. Ingin rasanya Jieun bertepuk tangan sambil mengangguk penuh kekaguman sekarang juga. Apa ia sekarang lebih cantik dari eonninya? Sampai-sampai Donghae tertarik padanya.

Mungkin dari secangkir kopi yang ia nikmati bersama Lee Donghae bisa mengubah hidupnya yang sudah single selama ini. Mungkin ia akan menelurusi jenjang sebagai kekasih Lee Donghae. Oops, sepertinya, imajinasi Jieun terlalu liar.

Donghae menggaruk kepalanya dengan bingung, memerhatikan Jieun yang sedang terbengong di depannya. “Aneh ya? Kalau begitu tidak apa-apa.. aku akan minum sendiri..”

A-a-a-aniyo!!” hardik Jieun. “A-a-aku mau!”

Donghae tersenyum ramah, “Ayo..” kemudian ia memakai kembali hoodienya.

“Emm.. tapi mungkin tidak lama ya.. karena aku ada pekerjaan..” kata Donghae sambil tersenyum ramah.

“Ah.. aku sudah sangat senang bisa minum denganmu, oppa…”

***

Crown Latte

11:20

Halo, Kim Taeyeon di sini. Aku sedang mengelap meja setelah habis ditegur Yoo Ara, sang manager cantik yang sedikit galak, karena aku terlambat dan aku sedang berbicara dengan diriku sendiri. Aku tidak gila. Maksudku, aku hanya berbicara dalam hati. Tapi aku bingung apa yang sedang kubicarakan.

Baiklah.. mungkin aku harus sedikit.. ya hanya sedikit. Sedikit berterima kasih kepada Kyuhyun karena telah mengantarkan aku pulang saat aku sakit kemarin. Meski dengan cara yang tidak kusukai. Jika tidak ada dia mungkin aku.. aku tidak tahu apa yang terjadi padaku jika aku tidur di pinggir jalan seperti itu. Tapi sebenarnya ia boleh membangunkanku terlebih dahulu, dan darimana ia tahu alamatku? Stalker.

CRING

Bunyi bel tanda ada tamu masuk. Aku tetap mengelap meja karena ada Alice yang menyambut si tamu. Dan.. Orang itu duduk di kursi, tempat meja yang sedang kulap. Aku menghela napas. Ini pasti Cho Kyuhyun. Aku mengarahkan kepalaku kepadanya.

“Tidak bosan?” tanyaku dengan pelan sambil menaikkan salah satu alisku.

“Apa itu salam yang baik untuk seorang pelanggan?”

“Oh.. maaf.. ini salam selamat datang spesial dariku untuk pelanggan spesial..”

Kyuhyun tersenyum kecil, “Aku tahu aku spesial. Terima kasih.”

Aku membuang napas banyak-banyak, setelah aku sadar bahwa aku salah memilih kata-kata.

“Aku mau pudding jeruk, cinnamon roll dan strawberry tea,” katanya.

“Kau tidak bosan ya tiap kali kemari?” tanyaku.

“Tidak, ini kan tontonan menarik. Seorang nona besar bekerja menjadi pelayan..” ia menopang dagu dengan tangan kirinya.

Aku membuang napas frustasi, alasan konyol macam apa itu, “Dengar ya, Tuan Cho Kyuhyun yang terhormat.. nona besar atau panggilan apapun itu jugalah manusia. Tidak ada yang menarik dari hal ini..” kataku dengan suara kecil, karena malas.

“Apa? Aku tidak dengar tuh.” Tentu saja Kyuhyun pura-pura. Ia tertawa begitu senangnya meledekku, karena tak mungkin aku besar-besar bilang bahwa aku sebenarnya nona besar dengan tanda kutip, yang kabur dari rumah.

“Ugh, dasar mengjengkelkan..” Aku berlalu dan masuk untuk mengorder pesanannya. Tak lama kemudian, aku keluar mengantarkan kembali pesanannya karena adonan yang disediakan memang sudah ada. Jadi tidak membutuhkan waktu banyak untuk membuatnya.

“Selamat menikmati..” kataku acuh tak acuh.

“Hei.. tak bisa kaulakukan dengan lebih ramah, huh?”

Setiap kali bersamanya, aku tidak tahu harus menghela napas berapa kali. Karena lagi-lagi aku kembali membuang napas dengan kesal akibat dari ucapannya, “Selamat menikmati..” kataku sambil tersenyum paksa.

“Bagus-bagus..” ia mengangguk senang.

Aku berjalan dan melayani pesanan tamu yang lain. Hari ini kafe sangat ramai. Mungkin karena ini hari sabtu. Di salah satu meja itu, ada sekeluarga yang menikmati berbagai jenis kue. Melihat keluarga itu membuatku teringat kepada ibu.

Dulu, aku dan adikku sering menghabiskan waktu bersama dengan ibuku, makan kue keju bersama, membuat sushi yang akhirnya gagal—karena aku dan adikku menghancurkannya—, bermain di halaman di musim semi, berenang di kolam balon di waktu musim panas, menyapu halaman di musim gugur, bermain ski di musim salju.

Keluarga itu tertawa ceria dan terlihat harmonis. Aku, aku mungkin sebenarnya rindu keluargaku.

Hari ini matahari bersinar. Aku tidak boleh suram. Aku mengangguk, mencoba meyakinkan diriku sendiri.

“Taeyeon!” panggil Barom, salah satu koki di Crown Latte.

Eo?”

“Kau sedang nganggur kan? Tolong belikan keju, mayonnaise, dan tepung terigu dong!” pintanya.

“Oh, okay.”

“Aku saja!!!” teriak Kangjun tiba-tiba.

“Hei, kau kan ada kerjaan!” desis Barom dengan salah satu alisnya yang terangkat naik.

“Taeyeon noona, gantikan aku saja.. aku yang pergi beli. Supermarket kan agak jauh.. kalau aku bisa bawa motor jadi lebih cepat, sedangkan noona tidak bisa.. ok?”

“Kau benar juga, baiklah..” kata Barom, kemudian ia kembali serius membuat pasta.

“Jun? Kenapa mendadak?” tanyaku.

“Umm.. hari ini mataharinya terik—” Kangjun tersenyum dan menepuk bahuku. “—hanya tidak mau melihatmu sakit saja,” sambungnya lalu berlari kecil menuju sepada motor berwarna hitam.

Gomawo…” kataku agak malu, karena merepotkannya. Bocah sok ramah ini sangat perhatian. Ia memang perhatian dan baik pada semua orang. Pada saat itu saja ia pernah menggantikan piket Alice karena Alice sedang tidak enak badan. Cemburu? Mungkin sedikit. Atau mungkin banyak?

“Bayar aku dengan bubble tea,” sahut Kangjun sambil tertawa dan menjalankan mesinnya menuju supermarket yang letaknya tak begitu jauh dari sini.

Kyuhyun berdeham, “Pahlawan atau sok pah—“

“Berisik,” potongku dengan cepat.

“Jutek amat sih kalau sama aku…” gerutu Kyuhyun.

“Sekarang sudah mau jam istirahat, kau keluar sana. Memangnya tuan besar sepertimu tidak ada kerjaan ya?” balasku sinis. Biarkan saja, toh memang aku sudah terbiasa sinis pada Kyuhyun dan ia tidak pernah protes. Eh, barusan kan dia protes, ya.

“Tidak dong, pekerjaan tuan besar kan hanya mengatur anak buah, hahaha..” Kyuhyun tertawa renyah.

“Pantas kau tak bisa apa-apa..” ledekku sambil memelet yang spontan membuat Kyuhyun terdiam dengan dahi mengernyit.

“Sebentar lagi toko istirahat,” tambahku.

“Kau dari tadi mengusirku terus…” cibir Kyuhyun.

“Memang.”

“Baiklah aku kembali lagi nanti..”

“Tidak usah juga tak apa-apa.. Bye bye,” jawabku sambil tersenyum lebar dan melambaikan tangan pada Kyuhyun yang baru saja ingin beranjak dari kursinya.

Ya! Dasar tidak sopan..” protes Kyuhyun.

Aku tidak menggubris Kyuhyun, jika Kyuhyun bukan tunangan yang ditunangkan secara paksa, mungkin aku ingin berteman dengan Kyuhyun, karena aku baru-baru ini menyadari satu hal; bahwa, aku selalu berkata jujur di depan Kyuhyun. Aku bisa mengeluarkan apa yang kurasakan.

Di luar aku melihat Kangjun sudah kembali dengan beberapa kantung belanjaan di tangannya. Memang sangat sangat terlalu cepat sekali. Bocah ini pasti ngebut.

Kangjun langsung berlari menuju dapur dan menyerahkan barang-barang tersebut ke Barom atau yang kadang disapa dengan Rome. Sehabis itu ia berjalan ke arahku, ia memiringkan kepalanya.

Bubble tea?” katanya sambil tersenyum lebar.

“Ehem..” Kyuhyun berdeham. Entah kenapa, reaksinya membuatku kebingungan menghadapi kondisi ini.

“Maksudku, kita bisa pergi bertiga,” kata Kangjun agak canggung dan berusaha tersenyum.

Kangjun terlihat ragu-ragu, kemudian Kyuhyun langsung menarik tanganku keluar, dan aku menarik Kangjun dengan spontan.

Akhirnya kami pergi menuju stan bubble tea bersama, bertiga.

Kami berjalan bersama dan apa butuh kudeskripsikan seperti apa suasana yang menjebak kami bertiga? Sederhana saja. Awkward. Tidak ada pembicaraan yang muncul dan rasanya tidak enak.

Aku membuang napas kecil, kemudian sebuah siku menyengol lenganku. Aku menoleh, “Hm?”

Kangjun menggaruk tengkuknya dengan bingung, ia menyengir tak jelas, “Uhm, aku ada urusan mendadak…aku duluan ya..?” tanya Kangjun ragu-ragu.

Sebenarnya, sih, aku tahu apa alasan sebenarnya. Nampaknya, ia tidak nyaman berada dan terjepit dalam posisi seperti ini di sini.

Aku tidak langsung menjawabnya, jujur saja aku ingin ia berada di sampingku. Tapi, ya sudahlah. Aku tidak ingin menjadi gadis dramatis. Lantas akupun mengangguk. Kangjun tertawa ringan kemudian berlari meninggalkanku dengan si ‘jelek’ Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa keras setelah Kangjun luput dari pandangannya.

“Gara-gara kau!!” cibirku.

“AHAHAHA, dia merasa kalah apa gimana ya?” ledek Kyuhyun.

Ish… menyebalkan..”

“Kau suka, ya padanya?” tanya Kyuhyun dengan nada yang lebih serius.

“Menurutmu bagaimana?”

“Menurutku sih tidak, ‘kan kau menyukaiku..” katanya sambil tersenyum lebar, memamerkan sederet gigi putihnya.

Aku mendesah dalam kefrustasian, “Astaga.. kepercayaan dirimu sudah bocor ya?” sindirku.

“Astaga.. kau malu-malu sekali..” ujarnya meniru suaraku yang terdengar totally fail.

“Dengar ya Kyuhyun-ssi.. Aku tidak akan mau bertunangan denganmu kalau bukan dijodohkan. Lagipula kita sama-sama tak memiliki perasaan lebih satu sama lain.”

“Kau kan sudah kabur dari rumah, anggap saja kau membatalkannya..” ujar Kyuhyun sambil mengendikkan bahu.

“M-Maksudmu?” aku berkedip.

“Yah.. bagiku, aku tidak ingin mendapat seorang gadis yang kusukai dengan cara seperti ini. Tidak keren, kau boleh saja menganggap bahwa kita tidak pernah bertunangan selama 2 tahun ini. Aku tidak memaksamu. Dan lagipula, itu tidak resmi.”

Pernyataan tak langsungnya membuat aku menghentikan langkahku dan tak percaya, “K-kau suka padaku?”

Kyuhyun tidak langsung menjawabnya, ia hanya menatapku dalam-dalam.

“Kalau iya, bagaimana?” tanyanya dengan serius. “Aku ingin kita pacaran resmi seperti pasangan lainnya..” tambahnya sambil menatapku. Berusaha meyakinkanku.

Aku balas menatap matanya dengan ragu. Sesekali aku masih menghindari kontak dari mata tajamnya. Aku menggeleng, “Tidak boleh.”

Kemudian, sebersit senyuman muncul di wajah Kyuhyun, ia tertawa, “Bodoh. Aku bercanda! Serius amat sih!”

Aku membuang napas lewat hidung dan menatapnya dengan kesal. Aku berjalan, meninggalkannya dengan cepat. Anak kurang ajar, dia mempermainkan perasaan orang. Cih, untung aku tidak benar-benar termakan ucapannya. Meskipun hampir, sih.

“Heii.. ahahahaha, aduh dasar, jangan marah gitu dong, Tae..”

“Hei Taeyeon, pffftt, dasar pendek..”

Apa-apaan manusia ini, sudah mempermainkanku, malah mengataiku pendek. Aku berbalik dengan cuek, menghadapnya.

“Sini kemari..” katanya dengan suara yang cukup lembut.

Aku menghindari kontak mata dengannya. Siapa yang sudi mengikutinya, lebih baik aku diam di tempat.

“Hei,” ia memicingkan matanya, “Aku laporkan nih..” ancamnya sambil tersenyum santai.

Arrrghh! Sekarang dia mengancamku. Aku harus sabar. Kim Taeyeon harus sabar. Kalau sabar disayang Kangjun dan Tuhan tentunya. Oke, aku ngaco. Oke, maksudku—terserah, yang penting aku nggak ngoceh-ngoceh di tempat kerumunan seperti ini. Kim Taeyeon bersabarlah.

Aku berjalan dengan acuh tak acuh menujunya. Ia mengulurkan tangannya dan aku menjabat tangan itu dengan malas. Ia menggandeng tangan kecilku dengan tangan besarnya yang hangat.

“Jangan marah..” ucapnya.

Lagi-lagi aku mengabaikannya. Akhirnya ia memilih diam sambil menikmati bubble teanya. Tak lama, ia kembali memanggil namaku, “Tapi.. aku benar-benar menyukaimu kok..” Kyuhyun tersenyum.

“Aku tidak akan terpancing lagi, mehrong..” kataku sambil memeletkan lidah.

“Dih.. dibilangin nggak percaya.. Meski kau lebih pendek dari standartku sih, tapi kau tetap can—umm, maksudku, manis dan yang terpenting bagiku kau menarik.”

“Kalau memang benar begitu, sayang sekali.. kau tidak termasuk standartku. Sama sekali,” aku mengangguk dengan bangga.

“Tentu saja. Standartmu kan payah. Memangnya si Kangjun itu lebih keren dari aku? Hahaha..” ejek Kyuhyun sambil tertawa dengan bangga.

“Tentu saja Kangjun lebih keren darimu!!” kataku yakin.

Meskipun Kangjun lebih pendek sekian cm dari Kyuhyun. Kurasa hal seperti itu tak usah dikatakan di depan Kyuhyun, atau ia akan terus menerus mengejekku.

“Oh ngomong-ngomong tentang Kangjun, waktu pertama kali aku datang untuk mengerjaimu, ingat tidak? Nah, dia memberiku kopi panas sekali!! Dan sialnya lidahku melepuh.. bocah sialan..” cibir Kyuhyun.

Aku tertawa, “Kau bodoh sih, bukannya ditiup dulu..”

“Ya aku kan sedang buru-buru. Tapi untung dia tidak melihat pada saat lidahku kepanasan. Aku keren kan, kutahan rasa panasnya sampai luar..”

“Apanya yang keren..” jawabku dan entah mengapa ia mengacak rambutku.

“Hoi kenapa rambutku yang jadi korbannya?!” pekikku.

“Ganti rugi atas lidah eksklusifku!” Kyuhyun mengacak rambutku lagi.

Aish, memangnya kaupikir lidahmu bisa dijual di toko emas gitu? Tck,” aku berdecak sebal sambil menyisir rambutku dengan jari.

“Eh, pergi ke Lotte Park yuk?”

“Jam segini?” tanyaku ragu-ragu.

“Memangnya kenapa? Kau sudah lama tidak pergi ke tempat seperti itu kan?”

Aku tersenyum kaku, “Tidak, aku harus kerja..”

“Hei…” Kyuhyun menatapku dengan penuh arti.

***

Lotte Park

 “Woaaah! Daebak!” ujar Taeyeon terpukau begitu masuk di tempat ini.

Taman bermain tersebut sangat ramai, banyak keluarga, pasangan, dan kelompok yang berada di sana. Di pintu masuk ada mascot yang menyapa mereka berdua. Ada juga pedagang gulali, hotdog, lemon tea, souvenir, bando-bando lucu, dan lainnya.

Awalnya Taeyeon memang tidak mau pergi ke tempat ini, namun lagi-lagi Kyuhyun mengancam dengan akan melaporkan keberadaannya. Tapi ketika masuk ke Lotte Park, ia lupa dengan kontranya tadi. Taeyeon memang seorang maniak wahana. Ia sangat suka menaiki wahana, terlebih yang mengadu nyali.

Ketika masuk, Taeyeon langsung berlari menuju wahana roller coaster.

“Naik itu yuk!!” teriak Taeyeon sambil menunjuk ke sebuah wahana roller coaster, lantas ia menoleh kearah Kyuhyun yang ia yakini tadi berada di belakangnya.

“Lho Kyuhyun?” Taeyeon terbengong karena tidak melihat Kyuhyun. Ia berputar pelan di tempat mencari Kyuhyun dan mendapati Kyuhyun sedang duduk di kursi bulat yang berada di samping gerobak tteokboki.

Yaa! Apa yang kau lakukan?” tanya Taeyeon bingung. “Ayo sini naik roller coaster!!” ajak Taeyeon sambil menarik-narik tangan Kyuhyun sekuat mungkin.

Kyuhyun mendesah pasrah dan akhirnya menuruti keinginan Taeyeon.

“Kau kenapa sih? Seperti orang depresi saja..” kata Taeyeon sambil mencibir.

“Hei!! Sudah maksa, ngatain pula…” sahut Kyuhyun sebal.

Taeyeon mencibir kemudian langsung menaiki barisan paling belakang. Sedangkan Kyuhyun terbengong.

“Paling… belakang..?” tanya Kyuhyun tak percaya.

“Iya dong! Biar makin asik! Sini buruan!” Taeyeon menepuk-nepuk tempat duduk yang berada di sebelahnya.

Kyuhyun membatu di tengah kerumunan. Rasanya wahana belum dimulai, tapi adrenalin itu sudah terpacu.

“Tengahan saja..”

“Nggak mau. Kalau gitu aku naik di belakang sendiri. Kau duduk dimanapun kau mau,” kata Taeyeon cuek sambil mengendikkan bahunya.

Kyuhyun terlihat ragu, ia menggaruk leher dengan tangan kirinya.

“Kenapa? Kau takut ya?” kata Taeyeon tersenyum mengejek. Spontan Kyuhyun melongo.

“E-enak aja.. kamu tuh yang jangan teriak-teriak sambil meluk-meluk aku nanti..” kata Kyuhyun yang masih—sok—berusaha mempertahankan harga dirinya.

“Lihat saja..” kata Taeyeon sambil mengangguk santai, “Lagipula aku juga tak mau memelukmu.”

Kyuhyun membuang napas dalam-dalam. Iapun masuk ke tempat duduk roller coaster yang memang sudah didesain untuk 2 orang tersebut.

DING!

Bunyi itu menandakan bahwa wahana akan segera dijalankan. Dua orang petugas memeriksa sabuk pengaman yang dikenakan para penikmat wahana dengan cepat, memastikan bahwa sabuk tersebut sudah terpasang dengan benar.

Suara raungan mesin roller coaster terus memburu di telinga Kyuhyun. Sampai detik ini, wahana tersebut masih jalan dengan normal. Kyuhyun rasa jantung mahalnya masih sanggup menerima. Tapi tidak di detik ini.. maksudnya, sebentar lagi. Sebab, wahana ini sudah mulai naik menuju puncak.

Kyuhyun memegang erat sabuk pengaman yang berada di sekitar leher sampai area perutnya. Ia melirik Taeyeon yang tersenyum antusias. Bahkan gadis itu bersenandung ria berada di wahana setinggi ini.

Kemudian wahana ini berhenti di atas puncak relnya.

“Turun!!!!!” teriak Taeyeon bahagia sambil mengangkat kedua tangannya di udara. Ia tertawa senang.

Satu detik, dua detik, tiga detik.

WOOZ!!!

Seperti permintaan Taeyeon, mesin itu berjalan turun kebawah dengan cepat. Sangat sangat sangat cepat.

“WAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!” teriak Kyuhyun dan Taeyeon bersamaan dengan penumpang yang lainnya. Meskipun konteksnya mereka sama-sama berteriak, tapi teriakan mereka berbeda kategori.

“Yuhuuuuu!!” teriak Taeyeon sambil melambai-lambaikan tangannya di udara. “Lebih kencang!!!! Lebih kencang!!” teriaknya sekuat tenaga.

Kyuhyun menoleh perlahan, ketika mendengar Taeyeon meminta wahana ini untuk berjalan lebih kencang. Dia ingin wahana ini jadi wahana terbang, mungkin. “M-m-manusia gila…” gumam Kyuhyun di tengah-tengah permainan.

WHOOZ!

Roller coaster tersebut menukik dengan tajam dan melewati rel berputar yang sudah menciutkan jantung Kyuhyun dari jauh.

“AAAAAAAAAAAARGHHH!” Kyuhyun berteriak lebih kencang. Bahkan kali ini berbagai kata-kata yang harus disensor keluar bebas dari mulutnya.

Taeyeon menoleh ke Kyuhyun, ia cekikikkan melihat Kyuhyun yang ketakutan. Lalu muncul sebersit ide jahil dari otaknya. Ia mengembangkan senyumnya.

“Yuhuuuuu!!! Ini mengasyikkan!” teriak Taeyeon sekali lagi, dengan sangat senang.

Dan setelah wahana ini selesai dinaiki, Kyuhyun langsung buru-buru melepaskan sabuk pengamannya dan berlari keluar.

“Gila.. aku menguras 10 tahun hidupku…” desah Kyuhyun sambil memegangi dadanya.

Daebaaaak! Sudah lama aku nggak teriak sekencang ini! Aku senang sekali!” pekik Taeyeon sambil berjalan mencari wahana lain yang ingin dinaikinya.

Ya! Kim Taeyeon!!” panggil Kyuhyun.

Taeyeon menoleh santai, “Wae?”

“Tunggu dong..”

“Ih payah..” ledek Taeyeon.

Alhasil, dari kalimat tersebut Kyuhyun berusaha mati-matian mengangkat kembali harga dirinya. Gengsi? Jelas. Ia harus menaiki wahana pengadu nyali. Ia mengendikkan bahu dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa. Kenapa ia harus melakukan hal konyol begini untuk gadis itu?

Kyuhyun mulai menyukainya. Kyuhyun suka ketika gadis itu tersenyum bahagia. Kyuhyun ingin gadis itu berbagi rasa dengannya. Kyuhyun ingin merasakan bagaimana gadis itu membagi rasanya. Kyuhyun menyukainya. Menyukai Taeyeon.

Ya, Kyuhyun menyukai Taeyeon.

***

Lokasi syuting, Mangwon-dong

Donghae berjalan sambil melepaskan kacamata hitamnya. Di sana ada beberapa fans yang menyemangati film baru Donghae yang berjudul Elleno, yang merupakan semi-sekuel dari film sebelumnya yang berjudul Avakasa. Ia tidak berperan banyak di sini, karena itu syuting yang sudah berlangsung selama 2 hari inipun selesai, untuknya.

Ia duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh para staf untuknya. Ia pura-pura menguap lebar ketika Myungsoo lewat di depannya. Tapi kode yang diberikan Donghae tidak cukup, Myungsoo malah tetap berjalan melewati aktor tampan tersebut.

Donghae menatap Myungsoo dengan tatapan meremehkan.

“Hoi!” panggil Donghae sambil menjentikkan jarinya dua kali.

Ya Myungsoo!” panggil Donghae satu kali lagi karena Myungsoo tidak menggubrisnya.

“Oh kau memanggilku. Apa?”

“Teman cewekmu yang pada saat itu pingsan di taman—“ Donghae menggantungkan kalimatnya. Ia lupa nama gadis yang ia maksud, padahal ia baru saja berjanji untuk mengingat nama itu.

“Aku lupa namanya. Pokoknya gadis pingsan itu bilang lagu ciptaanmu bagus dan cocok dengan suaraku.”

“Lalu kenapa?”

“Kenapa kau tidak menjadi komposer saja?”

“Tidak.”

Cih, sombong sekali..”

Myungsoo tidak peduli dengan orang seperti Lee Donghae, meski masih banyak hal yang ia ingin tanyakan dengan gadis itu, dimana ia bertemu dengan Jieun, apa yang Jieun lakukan, dan lainnya. Ia berjalan lurus pergi membeli sekaleng kopi susu.

* * *

“OEKK HOEK! Uhuk uhuk!” Kyuhyun menepuk dadanya. Sedangkan Taeyeon bantu menepuk punggung Kyuhyun. Dalam hati Taeyeon cekikikkan, tapi ada sebersit rasa bersalah yang muncul. Ia tidak menyangka bahwa Kyuhyun ternyata mabuk wahana separah ini.

Padahal mereka baru menaiki sekitar 9 atau 10 wahana. Menurut Taeyeon ini masih tingkat 1. Meskipun ia sempat mengulang permainan seperti roller coaster dan hysteria selama 3 atau 4 kali berturut-turut.

“Maaf..” kata Taeyeon tersenyum-senyum sambil memberikan Kyuhyun sebuah tisu.

Kyuhyun menerima tisu, “HOEK.. aduh..” kata Kyuhyun lemas dan mengelap mulutnya, sedangkan Taeyeon malah tertawa lepas.

“Kurang ajar, malah diketawain…”

Taeyeon berlari kecil meninggalkan Kyuhyun.

“Oi! Mau kemana lagi.. gila.. aku udah gak kuat nih…” kata Kyuhyun.

Kemudian, Taeyeon kembali dan menyodorkan Kyuhyun teh panas yang berada di dalam gelas kertas, “Nih, aku baik nih..” kata Taeyeon sambil tersenyum manis.

Kyuhyun meraih gelas itu dan meminumnya perlahan. Taeyeon melepaskan bando Mickey Mouse yang tadi ia kenakan paksa pada Kyuhyun.

“Untuk hari ini terima kasih!” ujar Taeyeon sambil menunjukkan sebuah peace sign untuk Kyuhyun. Ia tersenyum senang. Kali ini senyuman Taeyeon terlihat benar-benar senang. Biasanya, dibalik senyumannya tidak 100% sebuah kebahagiaan. Tapi hari ini, ia benar-benar bahagia. Sudah lama ia tidak bermain ke tempat seperti ini. Jika malam ini ditambah makan pudding dan yoghurt pasti hari ini menjadi sangat menyenangkan.

Kyuhyun tersenyum bangga.

“Apa senyum-senyum?” cibir Taeyeon.

“Aku pintar kan?” kata Kyuhyun penuh arti. Dalam benaknya, ia juga memuji dirinya sendiri.

“Maksudmu…?” Taeyeon menatap Kyuhyun dengan bingung.

“Aku pintar karena membawamu ke tempat seperti ini, aku tahu kau butuh hal seperti ini. Hati-hati kalau kau sampai jatuh cinta padaku karena aku sebegini perhatiannya,” Kyuhyun menyengir jahil.

Taeyeon melongo tak percaya, “Sudah muntah-muntah masih sok..”

“Kan gara-gara kamu juga! Hargailah pengorbananku…” kata Kyuhyun dramatis.

Taeyeon menggeleng tak percaya, ia menghela napas, “Baiklah terima kasih, ya..”

“Tidak terdengar tulus..” kritik Kyuhyun sambil memicingkan matanya.

Taeyeon menarik tangan Kyuhyun, mengajaknya pulang. “Aku serius. Terima kasih banyak. Banyak,” kata Taeyeon menekankan pada kata ‘banyak’.

Kyuhyun menatap Taeyeon dari samping, ia tersenyum, “Rasa terima kasihmu diterima.”

Taeyeon memanyunkan mulutnya, “Cih dasar..”

Kyuhyun menggandeng Taeyeon, “Enak kan kencan bersamaku?”

“Biasa saja. Aku hanya beruntung hari ini karena mataharinya tidak terik.”

“Padahal tadi kau senang begitu..” cibir Kyuhyun karena tak puas dengan jawaban Taeyeon. meski ia sudah tahu bahwa Taeyeon menyukai hal tersebut. Ia ikut menghentikan langkahnya ketika Taeyeon berhenti berjalan.

“Sudah lama aku tak teriak sebanyak dan sekencang itu.”

“Bagus dong?” sahut Kyuhyun, tertawa kecil.

Taeyeon mengangguk sambil tersenyum lebar. Melihat tingkah Taeyeon, Kyuhyun gemas dan langsung memeluknya, “Aku tidak tahu mengapa, aku senang ketika kau senang..”

Taeyeon terkejut, jantungnya mulai berdegup kencang, ia hanya berharap supaya Kyuhyun tidak mendengar debaran jantungnya. Taeyeon juga risau, mengapa ia tidak menolak pelukan Kyuhyun. Rasanya hangat.

* * *

T O  B E  C O N T I N U E

A/N {must read}: Hai semua, author @salicelee di sini😀

Akhirnya Rock-To-Diamond udah nyampe chapter 5~~ Aku bikin panjang loh, ini sekitar 27 halaman di ms.word, sebagai tanda permintaan maaf karena waktu itu telat ngepost.

Buat yang penasaran kapan RTD habis masih rahasia yaa, yang pasti nanti bakal ada cast baru dari chapter 6! ^o^

Jujur aja nih di post yang sebelumnya aku rada sedih miris-miris gitu, karena comment-nya bener-bener dikit :’] Mungkin memang karena tulisanku yang belum cukup masuk standart para readers di sini. Tapi aku berusaha tetep semangat nge-post karena ada beberapa readers yang bikin aku semangat, yang paling aku inget itu username-nya BaeLyrii, MinRiYoung, JungJung, Putri MVP ELF.

Maaf yang username-nya gak aku sebut, mungkin aku lupa karena aku pelupa T~T tapi aku makasih banget sama commenters setia kayak eyesmilelaugh, W93IU, kataye, pipi (yang udah baca Journey To Be The Cooking Queen dari dulu, kekeke~), dan semua commenters yang lain TwT

Maaf ya semuanya, aku banyak bacot (?) Author yang unyu ini cuma berharap komentarnya bertambah jika kalian suka nonton (r: baca) RTD~! Kasian si Jieun dibully terus, kasian juga si Taeyeon suka sama manusia gak peka (kenapa jadi curhat~~~HAHA xD)

Nah terakhir, aku mau ngajuin beberapa pertanyaan. Mohon dijawab ya~!

1. Siapa couple favorite kalian?

2. Aku mau ngadain ‘Audisi‘! Audisi ini buat new cast di Rock-To-Diamond, (yang pasti bukan cast di chapter 6 yang kusebutkan sebelumnya) Syaratnya gampang banget kok, tinggal copas biodata & beberapa pertanyaan di bawah ini (untuk membuktikan bahwa kamu adalah pembaca RTD dari prolog) ke kolom komentar.

Oh iya, karakter boleh berupa k-pop idol yang sudah ada (sifatnya boleh sesuka kamu) atau OC asli buatan kamu! Misalnya kamu rekomendasiin Bang Minah dari Girl’s Day.

Nama Korea (harus perempuan) :

Umur :

Ciri-ciri fisik :

Sifat :

Pertanyaan :

1. Siapa orang yang membully Jieun di masa SMPnya? [clue: orangnya ganteng. HAHAHA.]

2. Sekarang, saat ini, dalam fict Rock-To-Diamond, Jieun itu kelas berapa? Sekolah dimana?

3. Ada 2 orang yang melihat Jieun dibully pada saat itu. Siapakah mereka? [clue: cowok, teman si pembully]

C O N T O H :

Nama Korea (harus perempuan) : Bang Minah (Girl’s Day)

Umur : 15

Ciri-ciri fisik : cantik, rambut pendek, tinggi, putih, mata sipit

Sifat : Orangnya judes, tomboy. {author’s note: padahal sifat asli Minah itu periang. Ini maksudku yang boleh sifatnya buatan sendiri ^^}

Jawaban: 1. RRRRR 2. TTTTT 3. DDDDD

JANGAN LUPA IKUT YAAAAA~~~!! ^^ Maaf kebanyakan bacot hehehehehe❤❤

45 thoughts on “Rock-To-Diamond [Eps 05] – {Special Audition}”

  1. Hai kakaaaak! Ini sacchi! :3
    Sebelum-sebelumnya aku udah pernah komen belum sih? Lupa –a gini nih kalo sering komen loncat-loncat (kadang komen kadang nggak)

    Apanya gak standaaaar? Tulisan kakak lebih enak dibaca dari tulisanku menurutku. Lebih enjoy gitu ~_~

    Disini dikit ya scene Myungsoo-Eunji nya ._. Tapi banyak Kyuhyun-Taeyeon :3 asikasikasiiiik

    Couple favoritku di sini Kyuhyun-Taeyeon lo :3 jadi pliiiis jangan dibikin putus tunagannyaa ;-; yayayaya? Apalagi liat mereka cocok gitu pas di lotte……… Ah jadi flesbek………… ;-;

    Boleh ikutan audisi kan? :3
    Boleh gak boleh numpang isi lah pokoknya wkwk tapi nyusul abis komen ini~

    Semangat semangat semangat lanjutinnya! Aku sumbang komen nih biar komennya rada banyakan hahaha :9
    Keep spirit kakak!

    Suka

    1. Haaii sacchi! Ini kakak salice (?)
      Waduh, aku juga lupa tuh AHAHA x)
      Ngek, santai sih santai, tapi menurutku kadang kayak anak SD gitu T~T bahkan anak SD kadang tulisannya lebih bagus dari aku. huehue.

      Maksud kamu Myungsoo Jieun? ;;) Di sini tidak ada Eunji lolol😄
      Iyaa gantian dong hihi x)
      Part 6nya banyak Myungsoo-Jieun kok kekeke~ Yah maklum lah mereka masih anak-anak jadi agak lama cinta2annya(?)

      HAHAHA aku pribadi sih suka Kangjun-Taeyeon-Kyuhyun, koplak kalau bertiga ciyus (?)

      Boleh banget sayaaaanggg~~~!!! Ayo ikut-ikut😀
      Aduh makasih banyak~ jadi semangat *^*
      Kalau km mau ada ff yang ku review, nnti aku review kok hihi:D tinggal bilang /aseeek/

      Suka

      1. Anak sd yg udah expert bikin tulisan mwehehe X) gapapa anak sd kan unyu unyu kak x)

        HAAA IYAA MYUNGSOO JIEUN! euh dodol kan -_- udah malem.sih pas komen jadi ngelantur kan -_-_-_- nama couplenya apa kak? Terus Kyu-Taeyeon itu juga apa nama couplenya, biar gak ribet gitu hehe

        Haseek chap depan Myungsoo-Jieun! HAHAHA eh eh berarti kalo gantian abis itu ada Kangjun-Taeyeon dong:/

        Sama sama kaaak ;;D sante sante, ntar kalo ngepost ff kakak langsung aku summon wkwk

        Oya ini castnya~
        Siap-siap ini bakal panjang! Mwahahahaha

        Nama: Elisa Lee (numpang pake nama asli :3)

        Usia: 17 tahun

        Ciri fisik: Rambut hitam agak gelombang sebelikat, bentuk wajah bulat hampir oval, alis mata tidak terlalu tebal, mata coklat bulat tetapi bulu mata pendek-pendek, hidung besar agak mancung, bibir berbentuk hati. Tinggi 165 cm dan kulit kuning langsat. Memiliki dua lesung pipi dalam di sekitar bibir dan beberapa lekukan di sekitar bibir dan pipi ketika tersenyum. Blasteran, perbandingan wajahnnya 30% Korea dan 70% Arab-Eropa-Indonesia.

        Sifat:
        Cenderung malas, selain itu mudah tertidur. Tidak terlalu tomboy, hanya benci terlslu girly. Urutan kemampuan bahasa: 1. Inggris, 2. Jepang, 3. Korea, 4. Arab. Cerdas, tapi pemalu dan kurang percaya diri sehingga kecerdasannya hanya diketahui orang-orang tertentu. Memiliki ketertarikan dan pengetahuan lebih di bidang medis. Payah dalam olahraga & cinta, khususnya untuk peka. Benci makan sayuran. HANYA takut hantu. Mudah berkata sinis dan sulit bergaul.

        1. Myungsoo
        2. Hongchae kelas X! :3
        3. Sungyeol… Dan… Ee… Emmmm… Siapa… E… Why aku lupa why why why ;;—;;

        Yah…. Itu deh pokoknya…. Mohon dipertimbangkan~

        Suka

      2. Yaaampun engga lahh xD kamu melebih2kan nih hehehehe
        Nama couplenya KyuTae kekeke ^^
        gimana yaa xD pokoknya baca aja deh hihihi >:)
        itu Elisa Lee bukan org korea?
        okeeii ^~^ di lihat2 dlu yaa :3

        Suka

  2. hi unni ^^
    Akusuka ceritanyaa sorry ya ga komen dari prolog aku bacanya ngebut nih sbnrnya blum baca prolog… dri part 3b doang bacanya ahaha
    nnti aku coba baca lagi deh ^^
    baru liat ff ini lsg baca soalnya covernya keren gitu gerak2 hehewhewh:p

    aku sebenarnya suka myungsoo jieun. tp di part ini mereka dikit.
    aku suka kangjun taeyeon, pas mereka kencan ke pohon itu so sweet banget dah hikxhiks

    KANGJUN TAEYEON!! haha
    namanya apa mrka?kangtae? junyeon?kangyeon? o.O
    aku pengen ikut audisinya tp aku blm baca dr prolog..
    tp aku mau coba2 deh. kalau salah…maaf ya

    Nama Korea (harus perempuan) : Joo Luna

    Umur : 17 tahun

    Ciri-ciri fisik : Cantik, agak seksi, rambut bergelomban
    Sifat : agak licik, gampang bergaul seperti bunglon.

    oh ya saranku… gimana kalau di tambah background karakter tersebut? jadi bisa bikin author lebih terinspirasi ^^
    tapi kalau gak diterima gpp kok hehehe

    kalau2 di terima….saranku
    latar belakang : Joo luna itu org kaya ia suka menghamburkan uang, org tuanya tidak bercerai namun jrg ktmuan jd ia agak kesepian

    1. myungsoo
    2. SMA. skolah:-
    3. Sungyeol dan… gatau siapa lagi temen Myungsoo TT
    huwaa pasti gakkepilih deh😦 gpp deh iseng2

    Suka

    1. uwaaah comment kamu panjang bngt~~
      ayo coba baca dari prolog ^__^ hihihi
      makasih drop-an comment nya❤

      hmm saran kamu boleh juga..nnti aku pertimbangkan ya :3
      mksh covernya diblg keren ^^9

      untuk nama couple Kangjun n Taeyeon…apa aja boleh deh x) hihihihih Kangtaey ?:3

      Suka

  3. Eihhh, makasih author udah ingat uname aku. Tq bgt. *hugs author
    ayeeee.. Kyuhyun-taeyeon nya sumpah lucu nya minta ampyunnnn.. Aduh, pls buatin mreka jadi couple ya thor. Jadi yaaa. Kangjunnya ga apa deh sama aku. *ehhh.
    Oya, komen yg part 4 dan d disatuin disini aja ya thor. Soalnya baru buka wp ini eh udah diupdate aja. Mklum thor ga sabar buat baca part brikutnya. Hhhe
    Aduhhh, kok aku mah trserah author deh siapa2 cast brkutnta, yg penting Kyu jadinya ama taeng ya thor. Kok bisa hrs nikah. Kkke. I’m a hardcore kyutae shipper. Hhe.
    Oya, yg journey to be the cooking queennya semoga author dapet wangsit dari sesepuh trus dilanjutin dh. Kkke
    Update soon ya thorrrrr
    *maaf readernya bawel

    Suka

    1. /hug back/
      sama sama❤

      Kangjunnya kalau sama kamu nanti Taeyeon jeles😄 hehehehe
      Hihi makasih yaa udah suka ff abal2 sprti ini T^T
      Tapi ngomong2 cara ngetik km jd beda ya😄 ahaha~!
      Cooking Queen kalau, KALAU, RTD sudah tamat.. mungkin akan di reset hehehe :3 tapi gak janji dulu ya hehehe😀

      gapapa kok~~~~ ^o^

      Suka

  4. AAA! Kakaaak… aku dateng lagi😄 Akhirnya… Huwaaa… sumpah, aku suka chapter ini! Nggak nyangka masa lalu Taeyeon semenyedihkan itu. Menurutku ayahnya Taeyeon kejem banget>o< Yah, walau pun di sini aku juga liat sikap Taeyeon yang lepas emosi di flashback-nya itu. Aku masih ragu Kangjun sebenernya cemburu atau ngerelain Taeyeon sama orang lain nggak sih? Aku suka acara nge-date-nya Kyuhyun-Taeyeon. Di sini aku ngerasain gimana serunya jadi Taeyeon😄 Keke~ Pokoknya suka, apalagi bahasanya santai dan nggak ngebosenin. Setiap ekspresi tokoh yang digambarin sama kakak juga jelas di otakku.
    Oke, waktunya jawab pertanyaan.
    1. Couple favorite aku sih (kalau di RTD ini) Kyuhyun-Taeyeon! Mereka lucu abis soalnya. Kalau ultimate sebenernya Kris EXO-Taeyeon, dan mungkin Kai-Yoonjo (yang ini diabaikan saja)
    2. Nama Korea (harus perempuan) : Kim Seul Young
    Umur : 16 tahun
    Ciri-ciri fisik : tinggi, putih, berambut panjang bergelombang, cantik
    Sifat : baik, kalem
    *sebenernya, aku lebih suka Bang Minah yang ditambahin buat cast, apalagi kalau sifatnya ditambah 'galak'*
    Jawaban:
    1. Kim Myungsoo
    2. Hongchae kelas X (10)
    3. SungYeol dan Woohyun
    Okay, kakak. Ditunggu cerita selanjutnyaaa~ FIGHTING! HWAITING! SEMANGAT!
    *sorry kalau comment-nya kelewat panjang (_ _") ini mengalir begitu aja XD*

    Suka

    1. Kalau baca baik2 sih.. papa Taeyeon sebenarnya gak sejahat ituXD
      Aku juga suka jadi Taeyeon di sana.. karena aku bisa bikin kyu muntah2 bwahahah

      Kalau masalah perasaan Kangjun kamu coba wawacarain dia aja(?) HAHA😄

      Kamu suka Hellovenus?!! HAHA xD aku juga suka bgt sama HV<3<3
      Tunggu aja yaa, buat kamu nanti aku selipin sedikit KaiJo :3
      Eh? Jadi castnya mau Bang Minah apa gimana nih ? :p
      Hehehehe

      Wahaha aku selalu senang baca komen kamu kok ;;) /kecup basah/ HAHA xD

      Suka

  5. Emm aku bingug mau coment banyak2.cuma ksimpulannya aja ea thor.aq suka couple myungU di sne.mudah2 aj bner ya thor klu d chapt 6 bkal bnyk’an moment myungU’a.sekian.smga lnjutan’a gak lma2.al’a FF’a bagus.

    Suka

  6. Hai thor, sorry aku gak drop comment, tapi aku pernah baca ff ini. Dulu nunggunya kelamaan sih jadi rada lupa gitu. pas ke sini eh ketemu ff ini jadi inget dlu prnh baca prolognya jdi ya aku ngebut hahaha ^^
    ffnya bagus deh
    greget2 gitu ^^
    ahh aku mau coba ikutan audisi~ maksudku chara di bawah ini yg audisi

    Nama Korea (harus perempuan) : Lee Hyeri [gir’ls day
    Umur : 16/17 maybe
    Ciri-ciri fisik : Hyeri girl’s day, yang rambutnya pendek
    Sifat : Suka tantangan, rada galak tp sebenarnya baik, gampang bergaul, suka kebebasan dan hal logis non dramatik(?) #apaini #plak
    Jawaban:
    1. myungsoo
    2. Hongchae, 10B
    3. Sungyeol dan Woohyun

    Btw boleh request sedikit?
    Banyakin woohyun dong TT dan romancenya Myung U
    kan kyuhyun taeng udah nih..udah ada chemistrynya..myungUnya pls

    Suka

    1. hai ^^ thank u maaf ya ffnya lama terbit TT huhuhu

      req: dipikirkan!!!😀 dan chemistry myungU lbh lama soalnya kan mrka masih anak2 malu2 kucing gitu hahaha :D:D
      nampaknya couple favmu MyungU ya? hihi ^^
      btw karakternya menarik deh, aku sebenarnya emg kepikiran mau nyari karakter seperti di atas.. tp masih bingung castnya siapa ^^ tapi trims ya nnti di pikirkan saran2mu~

      Suka

  7. Setelah sekian lama ga jenguk ifk, akhir nya mampir juga. Dan yang pertama di cari, pastinya RTD. Seneng banget karena terakhir baca itu yang part 2/3 dan pas mampir udah ada part 5 nya. Tapi sedikit kecewa karena ada beberapa bagian yang agak ‘maksa’ dan ketebak. Ceritanya oke kok eon~🙂 aku masih fans RTD. Lebih semangat lagi aja ya! FIGHTING

    Aku ikutan juga deh ya

    Nama Korea (harus perempuan) : son na eun
    Umur : 16
    Ciri-ciri fisik : wavy long hair, super slim,
    Sifat : cewek banget.
    Jawaban:
    1. myungsoo
    2. Hongchae, 10B
    3. Sungyeol dan Woohyun

    Na eun nya bikinin jadi cewek yang tergilagila sama myung ya eon:*

    Suka

    1. “Dan yang pertama di cari, pastinya RTD.” Kalimat itu bikin aku terlena (?) Makasih banyak yaa Jungjung❤
      Eh, bagian yang ketebak sama maksa itu mana ya? biar aku revisi supaya gak mengecewakan kamu di part setelahnya :')
      Thanks a lot, fighting!

      Itu Naeun Apink ya? hohoho
      Dipertimbangkan dulu ya sayang :3

      Suka

      1. Ga banyak ko eon, cuma yang taeng jalan sama kyu. Dikittt~ Maaf ya eoon..
        Iya naeun apink hhehehehe =)) gomawo gomawo

        Aku masih nunggu next chap nya lho

        Suka

  8. myungsoo itu namsaengnya taeyeon ya thor ????
    kkk ternyata dunia cukup sempit
    aku suka ama kyutae disini….
    next chap ditunggu ya…masih penasaran nih thor…fighting ^^

    Suka

  9. Sukaaaaaa bgtt!!!! Semangat kaaaa cpt lanjutttin hihuihi. Couple favorit IU MYUNGSOO BANGETT. Misterius bgt myungsonya sbnrnya suka iu atau ga, tp iu nya jg gatau suka myungsoo atau ga jd lbh seru!! Tp syg dsni cerita mrk dkit bgt yaa..

    Suka

  10. Keren!! Ak sih sukax couple KyuTae.. Y ampun gk nyangka kmu inget nama aku #malu2
    aku gak sbar nih mau bca RTD ep.6
    audisi?? Boleh ngasih OC ke kamu ya? Kalo gtu aku juga mau donk..

    Suka

  11. Sadis thekaleh masa lalunya taeng, tapi itu bapak sama anak ngomongnya pedes semua thor, keparat lah, tampar menampar pula, kkk
    Kereeen thor kyutaenyaa dibanyakin yaa, hahahaha *modus

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s