Start Again

startagain-vixxken

a comeback movie from Tsukiyamarisa

Start Again.

[VIXX] Ken and [OC] Rin

feat. [BTS] Jin, [EXO] Chanyeol, and [AOA] Yuna

Vignette || Romance, Life, Fluff, slight!Friendship

.

.

.

Nothing’s change from this school.

Pintu gerbang besinya masih berselimut cat hitam kelam yang membosankan, lapangan basketnya masih terletak di sudut kiri halaman depan, dan bangunannya pun masih dilapisi warna krem yang mulai kusam dan memudar. Aku menyerap semua detail itu dengan sepenuh hati, membandingkannya dengan gambaran yang selama ini tersimpan di memoriku. Kulakukan hal itu selama beberapa sekon lamanya, sebelum akhirnya langkah kakiku kembali terajut ke sisi kanan sekolah, menyusuri koridor di samping ruang kebersihan yang mengarah menuju kantin.

Drrrt!

Masih sambil berjalan, tanganku otomatis terulur ke saku celana jeans untuk meraih ponsel yang tersimpan di sana. Sebuah pesan masuk terpampang di layarnya, menampilkan nama salah seorang sahabat terdekatku saat masih di SMA dulu.

.

Kaudatang, kan? Kami tunggu di kantin, ya! ^^

.

Spontan, aku mengulum senyum simpul. Sepasang tungkai kakiku pun otomatis ikut mempercepat gerakan mereka, setengah berlari diiringi rasa rindu yang meluap-luap. Sementara itu, turut menemaniku adalah berpuluh-puluh fragmen kenangan masa SMA, perlahan mulai terjalin kembali dan membentuk bayang yang utuh di dalam otakku.

Memori soal masa sekolah tampaknya memang tak akan pernah lekang dimakan waktu.

“Riiiin! Di sini!”

Teriakan itu menggelegar, membuatku nyaris terlonjak kaget saat melangkah memasuki kantin. Kepalaku sontak terangkat, manikku tanpa dikomando bergulir ke sudut kiri. Di sana, di satu meja melingkar yang berbatasan langsung dengan taman sekolah, duduklah keempat teman terdekatku semasa sekolah dulu.

Aw, aw, santai Chanyeol-a, nanti Yuna cemburu.” Aku balas berteriak sembari melangkah ke arah mereka, dengan santai meletakkan tasku di satu kursi yang tersisa tanpa benar-benar menyadari siapa identitas lelaki yang duduk di sampingku. “Kalian masih bersama?”

“Tentu saja, Rin-a. Dan apa maksudmu dengan cemburu? Orang bodoh ini tak akan berani melirik wanita lain,” timpal Yuna sambil menyeruput jus jeruknya dan mengedipkan sebelah mata. Aku membalasnya dengan tawa ringan, sementara tanganku baru saja terulur untuk meminta jus jeruk milik Yuna ketika suara itu menyela.

“Biar kutraktir. Kamu mau minum apa?”

“Oh,” ucapku agak terbata, tanpa sadar membiarkan mataku bersirobok dengan manik hitam milik lelaki itu. “J-jus jeruk saja, trims.”

Ia mengangguk, lantas segera bangkit dan menyambangi salah satu konter yang menjual minuman tanpa menoleh lagi. Membiarkan mata ini mengikuti gerak tubuhnya, sementara dadaku mendadak sesak bagai tertindih batu.

Jaehwan-a…

“Hei, Rin, kau masih bersamanya, kan?”

Huh?” Lamunanku seketika pecah. Aku menoleh lagi, mendapati sahabat dekatku yang lain—Kim Seokjin—kini telah mengambil alih kursi yang tadi diduduki oleh Jaehwan.

Seokjin menumpukan dagunya di atas sebelah tangan, mengamati Chanyeol dan Yuna yang sedang berdebat dengan tampang bosan, lalu melanjutkan, “Kalian bahkan tidak terpisahkan sejak masih SMA, apa aku benar?”

Well…” Aku menggigit bibir bawahku, menyadari bahwa tatapan Chanyeol dan Yuna juga sudah beralih ke arahku. Seraya menghela napas panjang, kuputuskan untuk mengangkat bahuku sebagai jawaban. Berusaha untuk terlihat tak peduli, walau sebenarnya isi hati ini jelas-jelas mengkhianati.

“Kalian terlihat—“

“Bagaimana denganmu? Kau masih sendiri?” potongku cepat, berusaha menghentikan ocehan Seokjin agar suasana tak berubah canggung. Lagi pula, dari sudut mata, aku bisa melihat dengan jelas bahwa Jaehwan baru saja menerima pesanannya dan hendak berjalan kembali ke tempat ini.

“Seokjin berpacaran dengan adik kelasnya,” jawab Chanyeol, seringai usilnya muncul sementara Seokjin hanya bisa mendesah pasrah karenanya. “Dan yang kumaksud dengan adik kelas itu—“

“Pacarnya anak sekolah ini.” Kali ini, sebuah suara lain menyela bersamaan dengan segelas jus jeruk yang mendarat tepat di hadapanku. Jaehwan sudah kembali, senyum lebarnya terkembang kala ia kembali mendudukkan diri di samping kiriku dan meletakkan tangannya di atas kepalaku. “Kamu, sih, terlalu sibuk kuliah sampai tidak tahu apa-apa.”

“K-kurasa begitu,” jawabku dalam bisikan pelan. “T-tapi, omong-omong, kau gila, ya, Seokjin-a? Bagaimana bisa kau memacari anak di bawah umur?”

Seokjin hanya mendengus kesal, sementara Chanyeol dan Jaehwan terkekeh tanpa henti. Mereka kini saling melontarkan ledekan, sementara tangan Jaehwan yang tadi berada di atas kepalaku kini malah berangsur turun dan jatuh tepat melingkari pundakku. Lelaki itu masih terbahak, tetapi entah karena apa, lengannya yang melingkariku malah membawa diri ini mendekat dan menghapus jarak yang tadi sempat ada.

Skakmat! Mampus saja, kau, Rin!

Aku bergerak gelisah di atas kursiku, diam-diam melirik Jaehwan dari sudut mata dengan degup jantung yang semakin bertambah temponya. Tampaknya, ia melakukan semua ini semata-mata karena sudah terbiasa, satu hal yang kerap ia lakukan di masa sekolah dulu. Kami memang dekat, tetapi kupikir kedekatan itu telah musnah seiring dengan berjalannya waktu.

Atau… hanya aku yang berpikir demikian?

“Omong-omong, habis ini kalian mau ke mana? Bagaimana dengan bioskop?”

“Tidak hari ini,” balas Chanyeol sambil merangkul Yuna. “Kami sedang ada urusan.”

Eiii, jangan bilang kalian hanya mau berkencan.” Seokjin menggelengkan kepalanya tak paham sambil menoyor kepala Chanyeol. “Aku bahkan sudah dua bulan tak bertemu dengan gadisku karena dia sibuk mempersiapkan ujian kelulusan dan—“

“Ini sekolahnya, idiot.” Yuna ganti mendorong kepala Seokjin sambil berdecak pelan, “Kenapa kau tidak temui dia sekarang? Jam pelajaran toh sudah akan selesai.”

Seokjin menepuk dahinya, menggumamkan kata-kata “bodohnya aku sampai melupakan itu” dengan mimik wajah yang mengundang gelak tawa. Suasananya begitu ringan dan menyenangkan, sama santainya dengan masa empat tahun yang lalu ketika kami masih duduk di bangku sekolah. Candaan demi candaan terus mengalir, demikian pula dengan cerita soal kebodohan kami di masa SMA yang kembali dikisahkan sebagai pengingat.

Diam-diam aku mengulum senyum, berusaha untuk bersikap sedikit santai kala Jaehwan kembali tergelak sambil mengacak-acak puncak kepalaku. Mungkin—mengingat kami bahkan tidak sedang bertengkar atau semacamnya—aku memang harus bersikap lebih santai dan berhenti menghindari Jaehwan. Lagi pula, dengan memutuskan untuk datang ke reuni ini, itu artinya aku sudah siap untuk bertemu dengan Jaehwan dan menghadapi segala risikonya, bukan?

“Rin-a, ada bekas saus di sudut bibirmu,” celetuk Yuna memecah obrolan, jemarinya mengarah ke sisi kiri wajahku. Otomatis, tanganku pun terangkat hendak menghapusnya.

Dan aku terperangkap.

Lelaki itu—Lee Jaehwan—juga mengulurkan tangannya untuk menggapai sudut bibirku, membuat seluruh tubuhku terasa membeku di tempat. Dengan hati-hati, ia membersihkan noda saus di bibirku menggunakan sapu tangannya, telapak tangannya yang hangat tanpa sadar menyenggol jari-jariku yang masih bergeming di sana.

Seketika, suasana pun menjadi canggung.

Ehm.”

“Sudah bersih,” ucap Jaehwan santai sambil kembali mengantongi sapu tangannya, lantas menyambar jus jeruk milikku dan menyeruputnya hingga tandas. “Omong-omong, kamu ke sini naik apa, Rin-a?”

Seokjin, Chanyeol, dan Yuna bergantian melempar pandang, lantas mengamati pipiku yang kini berangsur-angsur menjadi semerah tomat. Tatapan mereka menyiratkan rasa ingin tahu, seolah sikapku yang serba gugup dan kaku di samping Jaehwan adalah sebuah keanehan.

Yah, mereka tidak salah, sih. Mengingat dulu aku dan Jaehwan—

“Kalau kamu tidak bawa kendaraan, aku bisa mengantarmu pulang.”

Aku tidak mengiyakannya, pun menolaknya. Aku hanya terdiam, mengunci bibirku rapat-rapat hingga mulut cerewet seorang Kim Seokjin memutuskan segalanya.

“Iya, pulang saja dengan Jaehwan. Chanyeol dan Yuna ‘kan mau menghabiskan waktu berdua, sedangkan aku masih akan tinggal di sini sedikit lebih lama. Benar begitu?”

“Tentu saja!”

Hati-hati aku menoleh, membiarkan mata kami kembali bertemu pandang. Kupikir, aku akan menemukan sedikit sorot kekecewaan atau rasa sedih di sana, tetapi aku salah. Sepasang iris itu masih sama seperti dulu, penuh kehangatan yang selalu berhasil membuatku lupa akan bumi tempatku berpijak. Lee Jaehwan memang selalu punya cara tersendiri untuk membuatku terpikat, tenggelam terlalu jauh hingga tak lagi bisa keluar.

Maka, sudah jelas, bukan?

Bagaimana aku bisa menolak tawaran ini, terlebih ketika realita mengatakan bahwa aku memang merindukan Jaehwan yang dulu selalu ada di sisiku?

“Bagaimana, Rin-a?”

Aku mengangguk. “Oke.”

.

.

.

Ng, sepertinya aku mengiyakan ajakan tadi dengan terlalu mudah.

Untuk yang kesekian kalinya, aku kembali menghela napas. Sedan metalik milik Jaehwan meluncur mulus di sepanjang jalan raya, membelah kota yang lumayan sepi di siang hari terik seperti ini. Musik bertempo sedang dan ceria mengalun dari speaker, mengisi keheningan di antara kami dengan lirik lagu yang sebenarnya… uhm, agak sedikit menyindir.

“Bagaimana kabarmu?”

“Seperti yang kaulihat,” jawabku tak acuh, kepalaku terarah pada kaca jendela depan walau tak ada pemandangan yang menarik di sana. “Kamu juga tidak berubah banyak.”

Jaehwan terkekeh pelan, kepalanya dianggukkan mengikuti irama lagu. Meskipun kami tidak sedang saling pandang, namun diam-diam aku bisa merasakan lirikannya yang diarahkan tepat kepadaku. Jaehwan sedang mengamatiku, dan rasa-rasanya, aku tahu pasti apa makna di balik pandangan itu.

“Jae—“

“Maafkan aku.”

Nah, aku benar.

“Bisakah kita tidak membahas itu?”

“Aku ingin membahasnya.” Jaehwan bersikeras. “Aku ingin meminta maaf, dan kukira, bukannya kita tak pernah putus?”

Tarikan napasku kini terdengar begitu tajam, amat kentara mengisi sunyi yang tiba-tiba tercipta seiring dengan pertanyaan Jaehwan. Lidahku kelu, tak mampu mengeluarkan semua bantahan yang sudah tersedia. Rasanya bagai dihantam batu karang dari segala sisi, tajamnya rasa bersalah itu menusuk hingga ulu hati.

“Aku… entahlah, Lee Jaehwan. Aku juga… seharusnya aku juga minta maaf.”

“Tak perlu.” Jaehwan mendengus, kekesalan mendadak terpancar jelas dari setiap kata dan intonasi bicaranya. “Aku hanya ingin tahu satu hal. Apa kita pernah putus?”

Aku tak bisa langsung menjawabnya, karena sesungguhnya, aku pun tak tahu apa jawaban yang tepat. Kami berkencan selama dua tahun semasa SMA, yang tentunya berlanjut ke masa kuliah hingga…

“Rin-a, tolong jawab aku.”

Kupejamkan mata erat-erat, menahan agar tak ada bulir air mata yang menyelinap turun.

…hingga akhirnya kami terlalu sibuk dan tak lagi pernah berkomunikasi.

Aku tak pernah menyalahkan Jaehwan, dan kurasa ia pun demikian. Kami berkuliah di kota yang berbeda, terpisah jarak beratus kilometer. Jaehwan hanya pulang barang sekali atau dua kali dalam setahun, dan terkadang, waktu kepulangannya tidak pernah bersamaan dengan waktu liburku. Di kala ia datang untuk berlibur, aku malah disibukkan dengan persiapan ujian akhirku. Lalu, di waktu aku sudah selesai dengan semua ujian yang ada, ganti Jaehwan yang sudah siap berkemas untuk pergi merantau lagi.

Aku benci itu. Benci pada diriku sendiri karena tak pernah berusaha untuk mempertahankan hubungan ini, benci pada egoku dan ego Jaehwan yang terlampau besar kala itu untuk saling memahami kondisi satu sama lain. Kami berakhir begitu saja, kehilangan kontak dan tak pernah mau berusaha untuk menghubungi. Rasa canggung dan jarak itu tercipta dengan sendirinya, membentang tanpa sadar hingga mendorong aku dan Jaehwan ke dua sisi yang jauh berseberangan.

“Rin-a…”

Kubiarkan mataku terbuka. Perlahan, aku menolehkan kepala dan membiarkan pandang ini saling bertemu. Jaehwan menatapku lekat, masih dengan cara yang sama seperti ia menatapku dulu.

“Kurasa kita…”

“Atau kamu tak perlu menjawab itu. Biar kuberikan pertanyaan lain. Haruskah kita memulai semua ini dari awal lagi?”

Pertanyaan yang ini sebenarnya tak begitu susah dijawab—terlebih jika aku mau jujur dan mengatakan kebenaran yang selama sekian tahun tersimpan di sudut hatiku. Mudah saja. Aku tak pernah melupakan Jaehwan, dan diri ini jelas merindukannya walau bibirku tak pernah mau mengakui. Aku selalu menginginkan Jaehwan kembali, tetapi aku terlalu takut jika ternyata ia menolakku.

Dan sekarang….

“Apa alasanmu?”

Jaehwan mengulum senyum, kepalanya kembali diarahkan ke depan dan keningnya berkerut sedikit saat ia berkonsentrasi menempatkan mobilnya di lapangan parkir depan apartemenku. “Karena aku tak pernah melupakanmu.”

Jawaban itu sama persis dengan isi hatiku beberapa saat yang lalu. Dan seolah mampu membaca pikiranku, Jaehwan kembali mengembangkan senyum lebarnya sebelum melanjutkan, “Aku tak pernah bisa bergerak maju, terlalu terikat dengan bayang-bayang dirimu. Aku mencoba, tetapi aku selalu gagal. Sampai pada suatu hari, pemikiran itu datang menyerbuku, membuatku yakin bahwa menunggumu kembali adalah pilihan yang terbaik.”

“Memang apa yang kamu pikirkan?”

“Bahwa takdir kita belum berakhir,” kata Jaehwan mantap sambil mengulurkan tangannya untuk mengelus pipiku lembut. “Bahwa kita… memang bisa bertemu lagi suatu hari nanti. Dan lihat, aku benar, kan?”

Aku menunduk, menyembunyikan rona dan degup jantung yang makin menguat. Susah payah aku menyembunyikan senyumku, menahan kata ‘iya’ agar tidak terlontar begitu saja. Dengan sedikit usil, aku pun terbatuk pelan dan bergumam, “Kalau aku tidak mau, apa yang akan kamu lakukan?”

“Aku akan menunggu lagi. Lagi dan lagi, sampai kamu mengatakan ‘iya’.”

“Dan kalau aku mau?”

Jaehwan menelengkan kepala, lalu menggeleng ringan. “Rahasia.”

“Oke,” jawabku sambil tergelak, merasa sudah tak ada alasan lagi untuk menolak. “Aku ingin tahu rahasiamu, jadi jawabanku adalah ‘iya’.”

“Sudah kuduga,” bisik Jaehwan puas sambil menangkup pipiku lagi. Tanpa mengabaikan pekik kagetku, ia pun serta-merta mencondongkan tubuh dan menanamkan satu kecupan ringan di sudut bibirku. “Ini rahasiaku. Dan aku merindukan ini.”

Kudorong bahunya pelan, tapi kubiarkan badanku ikut bergerak maju untuk balas melakukan hal yang sama pada Jaehwan.

“Aku juga.”

.

.

.

Ah, dan satu lagi.

Lagu di radio kini tak lagi terdengar menyindirku dan Jaehwan.

.

.

.
Should I tell you I love you?
Should we start again?

Park Si Hwan – The Way We Loved

.

A/N:

IFK FAMILY I MISS YOU ALL SO MUCH!!

Setelah sebulan ((atau lebih)) menghilang dan terakhir post pas drama week ((itu pun yang ngepost fikha tbh)) aku kembali dengan another romance fluff seperti biasanya hahaha XDD untuk segala project lain ditunggu aja yaaa, niatnya sih besok atau senin mungkin aku bisa publish A Bright Tomorrow yang udah lama kepending sampe lumutan itu /dilempar/

spoiler! Next oneshot-ku akan membawa Abang (?) Yongguk dari BAP sama satu lagi dengan cast mas Ravi-emak N :3

lalu soal fic ini, karena nama si OC ternyata sudah dihakpatenkan (?) sama Tiwi, so I give this fic to her

and now, last but not least… mind to review?

p.s: lagi2 aku comeback bareng EXO. Mungkin kami jodoh? /dihajar

Iklan

38 tanggapan untuk “Start Again”

    1. KAK AMER DOOH MENGGELEPAR DULUAN LIAT POSTERNYA /lebay. Walaupun sedikit awam sama VIXX (Awam banget malahan), tapi aku mengakui itu Ken ganteng banget..

      Endingnya dulu ya kak? HAHAA manisss bangett walau cuma sekadar kata dicium sebentar, pasti getarannya sampai ke hati (?). Btw aku jadi penasaran sama lagunya /belum pernah denger/ demi apapun ((seperti yang aku bilang di grup line ifk)) INI FLUFF-NYA OVERLOAD KAK aku diabetes tanggung jawab ya….

      Dari awal bacanya, memori masa sma kental banget kakk, kerasa banget! Walaupun detil sekolahnya cuma sedikit, tapi itu yang menonjoll haha cat dinding yang kusam dimakan usia, dkk.Singkat tapi padatt :]]

      pas bagian Ken ngerangkul Rin, sampai bersihin noda saus ((kok seingetku Rin cuma minum jus jeruk masa)) adoeeeh gangerti lagi lah sama kak Amer :”) bikin nyengir nyengir sendiriii wkwk untung bacanya di kamar-__-

      Gaya nulis kakak disini ringan bangett, apa yaa namanya… easy to read gitu deh, gampang ditangkep intinyaa..Daebak lah pokoknya!! Kurang panjang ya? /digelindingin/ TWO THUMBS UP buat kak Amer!! Next fic di tunggu kak!

      Sukses terus kak Amer ;;

      Suka

      1. HALO LAIIIIS :3
        ah emang wawan ini ganteng kok, tapi buat aku gantengan leo sama hyuk sama hongbin gimana dong ((tanda ga bisa milih bias)) xD

        btw itu lagunya OST Emergency Couple kok, coba deh dengerin itu, sekalian sama yang Flower Scent-nya Lim Jeong Hee… dua-duanya favoritku buat OST kondisi2 pisah-lalu-balikan seperti ini 🙂

        ahaha itu anggap aja ada yg ngasih makanan bersaus disana /dilempar/ soalnya kalo ga gitu ntar wawan gajadi romantis terus rin-nya ga jadi deg deg ser (?)

        aduh kurang panjang apa ini…. jujur saja aku shok liat komen kalian semua yang ngedrabble gini :’)
        yap sukses terus juga buat kamu!! see ya! 😀

        Suka

  1. AMER ASDFGHJLLQORNDHDNSYSAJGS AKU GAK KUAT AK GAK SANGGUP TOLONG ((megap-megap)) kenapa ini fluff dan kenapa ini sama mas wawan…. KALO ADA YG NGE-SHIP AKU SAMA MAS WAWAN GIMANAAAAA ;—-;

    firstly, kamu harus minta maaf sama gulingku bc I’m literally harrassed it while reading this…..kasian tauk, udah ak remet2 (?), ak tendang, ak peluk sampe gak berbentuk lagi ((pukpuk guling))

    INI SETTINGANNYA SEKOLAHMU YA???? ayo ngaku. soalnya SMA-ku gak kayak gituuu pagernya aja gak warna item, kantinnya juga gak deket sama UKS. TAPI INI SUKSES BIKIN AKU KANGEN SMA TAU GAK TAT pengen mi ayam depan sekolah….. /abaikan yg ini/

    betewe, ak jadi pacarnya mas Jin aja gimana? /dilempar/ .____. HAHAHAHAHA mas Jin dikatain pedofil HAHAHAHAHA dasar kalian anak2 92line gak waras semua xD mas Jin juga sarap, masa gak nyadar kalo lagi di sekolahan pacarnya?? jangan2 lama2 lupa juga kalo udah punya pacar *eh

    that skinship thing…..
    SUMPAH YA AK GAK BISA BAYANGIN DIGITUIN SAMA MAS WAWAN AND I’M LITERALLY GELINDINGAN PAS BACA ITU huhuhuhu ak kebanyakan gelindingan dari tadi pagi ;__; tadi Sungmin, sekarang mas Wawan….. aku kudu piyeeeee

    etapi, kok alasan ‘putus’nya cocok buat aku sih .__. ak juga kalo udah kepisah jauh sama temen tuh rada males buat komunikasi kecuali buat hal2 penting….misalnya ngucapin ulang tahun. kalo cuma sekedar basa-basi sms nanya “apa kabar? masih sehat kan?” kok rasanya agak awkward gitu….jadi sepertinya karakter Rin di sini cocok deh sama aku u,u cuma sayangnya kenapa di-pairingin sama mas wawan….

    POKOKNYA MAKASIH BANGET AMER UDAH SUKSES BIKIN AKU GELINDINGAN BUAT YG ENTAH KE BERAPA KALINYA HARI INI /hug/ ak selalu gak kuat kalo disuruh baca fic fluff macam ini tapi aku suka :””)

    AND WELCOME BACK TO IFK, AMEEEER!!!! ^^/

    Suka

    1. Hai Tiwiiii! Pertama-tama aku ucapkan selamat atas couple barunya yaaa /ihik/ udah banyak nih yang ngeship kalian :3

      oh ya buat gulingnya tiwi: “maafkan saya, tapi mungkin sana harus jadi korban lagi kalo aku jadi buat fic jongup-rin” xD

      Errr…. enggak ini bukan sekolahku juga HAHAHAH ini gatau sekolah siapa aku ngarang aja, lagian kantinku deket lapangan basket kok .___. dan emang ini ditulis karena kangen SMA make banget huhu ;;;;___;;;;

      Jin emang jadi korban di sini yang bahkan aku gatau kenapa dia jadi pedo /dilempar/ kayaknya aku emang ada kecenderungan menistai bias deh wi….

      ohhh, alasan putusnya cocok, karakternya juga cocok… ini artinya aku sehati sama kamu apa kamu sehati sama mbak Rin yang pacarnya mas Wawan ini? /eyak/ /dibuang

      YAP SAMA-SAMAAAAA!!
      Makasih juga buat rusuhannya dan AKU TUNGGU 95 LINE YANG KEDUAPULUUUH ‘-‘)9

      Suka

  2. Yohooo.. Amer comeback di IFK, barengan pulak sam EXO /tabur konfeti~
    Kamu gak ikutan pake taser kayak mereka Mer? Hehe..

    Cek, cek, disini Yuna, Chanyeol’s girlfriend, aku mau komen..kkk xD

    Jaehwan..Ken.. okelah, untung kamu pasang poster wajah dia diatas, aku belom hafal anak vixx satu-per satu /kicked
    Oh, ceritanya CLBK nih, cie Rin, cie Jaehwan, cie Amer, ini pure imajinasi apa melibatkan pengalaman pribadi nih? *ehem /sotoy
    Aduh, ini membuatku rindu masa-masa SMA, yang pas setting kantin itu aku malah bayangin kantin sekolahku, dengan meja-meja keramiknya, sambel bikinan ibuk kantin yang delicious banget dan kerupuk-kerupuk yang menggantung indah di pojokan kantin,haha..
    Cuman bedanya aku ga punya temen cowok secakep Jaehwan,Chanyeol dan Seokjin, hehe~

    Aku tahu disini main cast nya si Rin dan Jaehwan, aku tahu banget, aku tahu.. tapi bolehkah aku menikmati imajinasi untuk jadi Yuna, yang dengan sangat beruntungny punya kekasih Park Chanyeol, yang sialnya bikin aku ngiri setengah mati sampe bikin aku pengen ngepel wajah Yuna pake kain bekas ngelap oli? AMER AKU JELES!! JELES BANGET!! MANA CHANYEOL LAGI CAKEP DENGAN RAMBUT MERAH BARUNYA ITU!!! (ampun Mer, ampun, ini out of topic banget ;;)

    Baiklah, lupakan Chanyeol. Mari beralih ke Seokjin
    Should I tell you I love you?
    Should we start now?
    Putusin pacarmu yang masih anak cimit itu yah,, sama aku aja /maksa
    Lalu diabaikan Seokjin

    Pindah ke Jaehwan
    Mas, mas, gak usah balikan sama Rin ya, sama aku aja.. /digetok Rin

    Yaudah, aku minggat aja (lari ke pelukan Baekhyun)(hihi)

    Jadi intinya.. as always, suka sama fluff style kamu (walau ga terlalu tahu main cast nya, haha). Sejauh mata mengeja sepertinya gak ada typooo
    Aduh, kok jadi panjang gini komennya, padahal komen gajelas -.-Kutunggu karyamu yang lain~ (tapi aku blm sempet baca yang ABT)
    Kisseu buat Amer ♥ ♥ ♥

    Suka

    1. Yap yap, halow kak dhini!! iya nih aku barengan mulu sama EXO comebacknya…. tapi aku gapake teaser dulu nanti keburu ditampol reader soalnya .__.

      ayo apalin anak vixx kak! gampang sih, cuma kalo udah apal Tekwun jangan diambil ya -__-
      eung, kakak tahulah aku single seumur hidup sampe sekarang ini jadi gamungkin ini pengalaman pribadi… tapi yaaa, adalah beberapa bagian yg dari pengalaman pribadi xDD

      iyaaa aku juga rindu SMA tau kak… dan aku juga gapunya temen cowok secakep mereka krn cowok di kelasku dulu cuma 4 dan semuanya ga ada yang bener -__-
      dan…. ADUH MAAF AKU LUPA KALO KAKAK BIASNYA YEOL T_T
      Yuna-Chanyeol ini crackship yang crack banget bahkan aku pun gatau kenapa aku masangin mereka /jedor/ habis kalo senyum sama2 manis dan ganteng jadi….. ((alasan macam apa ini))

      ihihi intinya kak dhini balikan sama baekhyun aja yaaa… /sodorin baek/ :3

      Yup, makasih banyak ya kakaaaak! Soal ABT, kalo kakak takur penasaran, mending bacanya tunggu selesai aja xD
      sekali lagi, makasih rusuhannya muaaah :** ♥

      Suka

  3. Hai kak Amer!!
    Sebenernya aku gak mudeng sama muka-muka member VIXX, tapi aku nekat baca berdasar pengalaman aku baca exo vignette kaka yg semuanya aduhaiiiiii eaak
    Dan ternyata yang ini LEBIH ADUHAI lagi TT aslinya idenya sederhana tapi kamer pinter banget ngembanginnya dan aku jeles PAKE BANGET
    Dan kenapa aku malah fokus ke Jin sih TT kak kalo ada waktu buatin fanfict kisahnya Jin di sini yg koplak itu dong =.=
    Dan adegan di mobil itu………………… ASJFJKSLGFUJHS ROMANTIS BANGETTTTTTT
    Aku blushing dr awal cerita apalagi pas mau endnya HAHA
    Dan aku nunggu yongguk-mu kak XD

    Suka

    1. hai mey!! (bener kan?)
      aduh makasih ya udah mau dateng, apalagi mengingat kamu ga gitu kenal sama anak vixx tapi tetep baca sampe akhir :”
      buat soal Jin? Bisaaaa, tunggu ide aja dulu ya XD aku udah apal bities jadi udah bisa mulai mencoba nulis make cast mereka :3

      yap, ditunggu saja semoga cepet kelar ‘-‘)9 makasih banyak cantiiiik 🙂

      Suka

  4. kak ameeeerrr keyen keyen (keren) ;;–;; berhubung aku ini cuma apal mukanya ravi (soalnya mirip baro) jadi googling dulu muka si ken dan ternyata….. kok ganteng ya pantes temenku pada jadi starlight //abaikan
    sebenernya aku baca fic ini pas di mobil jadi rada pas gimana gitu/?? wkwkw di tunggu (a)bang yongguknya’-‘)////

    Suka

    1. haloooo ini Rey bukan ya? /asalnebak /habisbelumapalusername/ .___.
      ahaha iya ravi mirip balo jadi pasti cepet apal…. dan emang si mas wawan ganteng kok, cuma dia ganteng kalo lagi kalem, bukan kalo lagi berubah kaya ahjumma-ahjumma -__-

      yep, abang yongguk dalam proses yaaaa 😀 makasih banyaaak 😀

      Suka

  5. Kak Amer aku speechless 😡 DUH FLUFF-NYA GAK KUAT AKU GAK KUAT >.< Ini apa ya kayak semacam.. mau senyum-senyum sendiri tapi gak bisa karena ada keluarga jadi err semacam orang nahan pengen ke toilet (_ _") /abaikan duh/

    Dan jujur aja aku gak kenal sama anak-anak VIXX…. aku cuman tau lagunya yang Voodoo Doll itu yang sukses bikin aku mual-mual sekaligus ketagihan (?) Cast yang kutahu paling cuman Jin sama Chanyeol aja :3 Dan Jin kok… WAHAHA banget ya di sini? XD Terus yand di bagian endingnya itu manis banget T_T Aku iri deh T_T Jadi pengen T_T (Inget umur Nik, inget umur.) Oke persetan sama umur aku gak peduli, boleh gak aku jadi Rin di sini? Walau gak kenal tapi rela deh rela :"D (Langsung dilemparin sendal ._.")

    Overall aku sukaaa! Aku gak tau mau ngomong apalagi karena ini udah keren banget! Jujurlah, komen di fic sekeren ini kadang bingung harus komen apa… hehe keep writing and fighting kaaak~ ^_^)99 Ditunggu karya selanjutnyaahhh :3

    Suka

    1. HALO NIKEEEE!
      ah senyum mah senyum aja, keluargamu pasti mengerti /apa/ muehehe, maaf ya, mungkin seharusnya aku kasih warning di atas “jangan dibaca saat kondisi ramai biar ga kebelet (?) senyum” .___.

      ah, btw aku terharu kamu bilang ga kenal vixx tapi baca ini :”’ semoga ga susah ngebayanginnya yaaa~
      iya Jin di sini agak pedofil (?) aku juga gapaham kenapa dia begini padahal dia bias saya /heh/ haha boleeeh, tapi tunggu cukup umur ya nak (?)

      okaaaay, makasih banyak ya nikeeee 😀

      Suka

  6. KAK AMER! OKAY, I WANT YOU TO KNOW THAT I’VE READ IT WITHOUT SEE THE MENTIONS AT ALL…. 😀

    Jadi ceritanya tadi itu aku lagi matiin data dan memilih re-read countdown lagi sambil menyesapi feel Kaisoo dan AKU MENANGIS LAGI….. HIKSEU. WAE… WAE… WAE KAISOO WAE…. Kenapa ujung-ujungnya mereka berdua meet the end of times barengan…… ituㅡmenyesakkan kalbu. And then aku baru sadar itu first post ljnya adorableprince dan betapa Demi sangat adorable lewat setiap tulisannya~

    KAK AMER JUGA GAK BEDA JAUH! WHY? Kenapa hampir semua tulisan kak amer itu memabukkan dan aku benerbener tau kakak adalah jagonya Fluff meskipun ini supposed to be kak Tiwi’s tapi aku tetep dapet feelnyaaaa. Wahahahaaa, abang Wawan di sini begituㅡuhㅡAKU PENGEN YANG SAMA SANGHYUK! But we all know kak amer sangat sibuk dan gamungkin membuat another fluffy fiction like this anymore~

    Terus ceritanya aku masih tenggelam dalam euforia singkat dan tangisan yang pecah karena lebih ke histeris begitu nemu end. Okelah, beberapa malam ini aku emang stuck dengan re-read semua fic sedih itu. Dari mulai 10080 sampe hari ini Countdown. Itujuga inget countdown garagara tadi ngitung mundur ke jam di mana kak Amer bakal post fic ini. Dan hahㅡgapernah rugi baca ficnya kakmer. Percayalah aku baca ini masih dengan pipi lembab dan hati sesak mengingat Kaisoo, tapi di sini ada Chanyeol! Bagaimana bisa saya tidak tersenyum~ Terus aku ketawa lagi, just like, “BANG YEOL, KAYAKNYA TADI GUE BACA LO SAMA BAEKHYUN, DEH. LO BERKHIANAT JADI STRAIGHT LAGI DI SINI?!” Tapi sekali lagi, ini si Yunaria yaa, gaada yang menolak jelitanya dia dan mereka apik sangat di sini! YEHET!

    Tuhkan, ngomong Yehet jadi inget ultah Sehun. Aku juga terharu pas liat abang Sehun menangis karena dapet tanda tangan Tante Mirandaㅡsekaligus nyesek. Jadi aku memilih ngecheat sama Jin di sini yang macarin adek kelas. Maybe thats me?or maybe someone else~ hahahaha. Atau mungkin aku adalah crushnya adek-ade kelasnya Seokjin; macam Taehyung dan Jungkook. I MUST BE HALUSINATE! HAHAHAHAHAHA.

    DAN makin ke bawah makin manis ya, mereka balikannya itu di mobil. Anti mainstream sekali dan tambahannya lagi itu di tengah siang hari yang panas~ I LOVE IT EVEN MOREEE!

    Ah, setelah beberapa menit lalu kehilangan komenku yang lebih panjang dari ini dan meski isinya sama, aku rasa aku harus menyudahi ini sebelum turut hilang kayak komen yang sebelumnya. And for your information, aku nulis komen ini di chat room yang sama kak Amer tadi. Wahahahaha

    Okay, little bonus :
    I LOVE YAAA KAK AMEER! TSUKIYAMARISASJJANG AS ALWAYS!!!! 🙂 😉

    From : cimolicnut’s little buddy : dhila

    [P.S] Harusnya aku adalah komenter ke 5

    Suka

    1. *SHOCK BERAT LIAT PANJANG KOMENNYA DHILA* :””D

      ahaha yap aku inget tadi kamu bilang meng-countdown fic ini sambil baca Countdown~ semoga ficku berhasil menghilangkan kegalauan pasca kaisoo meniun ya :”
      duh pengen sama Hyuk? Hyuk belum pantes dhil kaya begini dia masih bocah ((lah)) kalo mas Wawan kan udah besar ((baca: tua)) xD

      hahahaha yap ini yeol sama yuna, aku juga tak paham kenapa aku meng-crackship-kan mereka… abisan senyumnya sama-sama manis sih, jadi keliatannya cocok aja kalo dua orang–cakep dan cantik–dijodohkan /halah/
      Jin emang rada pedofil, eh tapi ga pedo2 amat sih orang ceritanya paling nggak kan beda 3 atau 4 tahunan… ya anggap saja cewek itu saya /kicked/

      btw ini udah panjang banget dhil… emang kamu mau nambahin apa lagi… O__O
      makasih banyak ya Dhilaaa, mau komentator keberapa pun kamu tetap dicinta sama mas Sehun kok :*
      byeeee dhilaaa! ^^

      Suka

  7. Kakakkk, aku lagi longok” ifk terus ketemu nama kakak aja tuh udah ga liat judul ga liat cast ga liat apa” lagi dan langsung baca ajaaa^^ lama menunggumu /emang aku siapa._./ manisnyaa berasa dengan degup jantung berkali kali lipat XD terus aku menantiii bangeet a bright tomorrownyaa. Keep writing yaa

    Suka

    1. ah haloooo!! thanks ya udah berkunjung kemari tanpa liat cast atau apa-apanya, aku jadi terharu :””D
      ehehe maaf udah membuat menunggu gara2 hiatus yg kelamaan, anyway aku udah balik sekarang 😀

      thanks yaa cicil 😀

      Suka

  8. aaak posternya ganteng banget! histeris duluan sih ini sebelum bacanya.

    erg, ini pengalaman pribadi ya? ceritanya klasik, ini banyak banget dialami temenku. status gak jelas, karena kesibukan kuliah yang beda univ. sama banget pokoknya. dan cerita ini kayak nyata.

    aku suka penggambaran kamu sewaktu reuni, bagaimana perhatiannya Jaehwan ke Rin, sweet bangetlah itu.

    keep writing ya!:D

    Suka

    1. iya posternya ganteeeng, atau mungkin emang ken aja yang kebetulan lagi ganteng di sana :p /kicked/

      ng, enggak kok ini bukan pengalaman pribadi walau temenku juga banyak yang begini……… tapi makasih ya udah dibilang ceritanya kaya nyata :’D

      sippo! makasih banyak ya ^^

      Suka

  9. WELCOME BACK AMEER~~
    (ayoo selametan buat comeback kamu…!!!)

    OH AMER! INI BENERBENER BIKIN SUNDAY AFTERNOONKU JADI NGEFLUFF
    ga heran kalo kamu dinobatin jadi masternya fluff. ceritamu tuh ringan dan nyaman buat dibaca. diksi juga tata bahasanya bisa enak gini >< (daaan aku pingin banget kek gini tapi gabisa =.= )

    dari awal udah disuguhi cerita romansa anak-anak SMA yang entah kenapa emang ga bisa dilupain (jadi kangen masa muda lagi kan, iya kan. tanggung jawab mer) kalo kata syahrini sih sesuatu banget lah pokoknya.
    trus itu ya…. si N kenapa bisa jago ngegombalnya gituuuu, mana gentle pula. 'AKU' jadi ngerasa salah tingkah kan kalo gini… udah senyum-senyum dewe ga jelas di depan PC.

    aah mer~ Chanyeol sama Yuna aja mer! mreka cocok mer! (OOT nih)
    aku bakalan jadi yg pertama ngeship mreka dehh, hhahaaaha. dan itu Jin kenapa bisa bodo gitu, bikin gemes aja.

    MER~~ NEXT PROJECTMU ITU MER! AYOO MER! CEPETAN PUBLISH MER!
    (ga bisa selo kalo udah urusannya sama leader anti-mic kek Yongguk)
    AKU TAG-IN AMER~ YA YA YA!

    okidih, komenku ga mutu dan panjang 🙂 tar malah merusak kisah cinta N-Rin yg kembali bersemi (najis bahasaku)
    bye ameer~~

    Suka

    1. AAAA KAK SULIII, TELIMAKACIH BANYAAAK :3

      btw ini master fluff apaan…. ini semata-mata karena saya terlalu banyak berimajinasi tentang oppa kak hahahaha :>
      duh masa SMA dan segala romansa ((apalagi kalo inget ledekan temen)) emang bikin ga bisa move on kok kak! aku juga gitu /ehh/ soalnya itu kan masa2 paling berkesan….

      ((btw sebelum ngelanjut komen, aku mau bilang dulu kalo ini cast cowoknya Ken kak, bukan N .___.))

      ah! iya Chanyeol sama Yuna cocok kaaaan? crackship sih sebenernya, cuma tiap kali liat mereka senyum aku bawaannya pengen ngejodohin mereka entah kenapa .___. yeaaay, aku dapet pendukung nih anyway :3

      yap tenang kak tenang, kak sul sama kanyun akan jadi orang pertama yang kutag buat fic mas yongguk muehehehe~ ditunggu aja kak, maklum kalo sureal otakku rada lemot nulisnya -_-

      okaay, makasih banyak ya kak sulii! 😀

      Suka

  10. Aku baru pertama kali baca ff kak amer /sksd /plak. Padahal udah lama sering mantengin ifk, mungkin waktu kakak lg ngepost aku lg ga ada/? Etapi kak, seru. Sumpah._.V aku suka, ngebanyangin kalo aku lulus bisa kaya gitu apa enggak /hem-_- jd curhat. Okeh. Semangat ya kak’-‘9

    Suka

    1. ehe haloo kalo begituuu ^^ eum aku cukup sering ngepost sih… taun lalu tapi -__- taun ini emang sempat hiatus agak lama dan baru balik sekarang, makanya mungkin kamu baru liat~

      yep, makasih banyak ya udah baca 🙂

      Suka

  11. kak amer kok kambeknya sama jaehwannnnnnn ;-; demi apa dia kan cutie pie main vocal VIXX!!!!!! ♥.♥
    jangan2 kakak curcol ya di sini? ehemm v.v feel based on real story nya dapet lo /ditendang
    anyway, aku yg masih SMA ini malah ketohok bacanya. well, aku belum punya pacar kok :^)) meuehehe. tapi jadi kepikiran sih, gimana kalo semisal kelas 3 nanti punya pacar n gak putus2 (siapa yg ngarep :”) sampe kuliah, mungkin bakal ngadepin problem yg sama kaya rin-ken :’)) siap mental ahh
    eciyeee yuna sama chanyeol~ mas yeol, tuh kamu dapet bidadari :p seokjin jangan2 pacaran sama aku lagi yg masih SMA XD wahahaha, gak kebayang punya pacar yg doyan sama disney princess :p
    semoga dgn comebacknya kak amer di IFK bisa ngasih fic2 baru yg fresh dan unexpected (as always :p) hihi. maap ya aku bacotannya banyak “-“)

    xoxo,

    hanra

    Suka

    1. halo Hanra!

      iya dia cutie pie dan si ganteng yang sebenernya lama-lama bikin ilfil kalo kita udah tau tingkah polahnya yg absurd /slap/
      eng, apa ini berasa curcol?? oh tidaaaak anda salaaaah xD gimana mau based on real story kalo pacaran aja aku belum pernah dek? :>
      tapi makash ya dibilang feelnya dapet :’D

      ahaha iya yeol-yuna ini new crackship aku xD dan jin walau suka sama princess gitu, tapi aku ga nolak deh kalo pacarku kaya dia, katanya kan dia tipe suami idaman :3
      yep, semoga ideku lancar terus juga ya ehehehe 🙂
      makasih banyak yaaaaa 😀

      Suka

    1. DENGAN TIDAK MENGURANGI EUFORIA SATRIA BERGITAR DAN TINGKAT KEMANISAN FIC KAMU YANG MENDARAH DAGING, IZINKANLAH BETA MENYAMPAIKAN PESAN DAN KESAN SERTA KATA MUTIARA BAGI DIKAU, ANANDA

      FIRST OF ALL.
      GUE BARU TAU NAMA ASLI KEN ITU JAEHWAN!!!! (Oke ini ga penting tapi ananda harus tahu kalau ananda berperan penting dalam memberikan saya pengetahuan soal nama asli Ken. And i am really grateful)

      Eke tertarik sama sosok Seokjin yang dikau paparkan, honey. JUST WHY? JIN BELAHAN DUNIA MANA YANG MERACUNI OTAKMU SAMPE BIKIN SEOKJIN JADI PEDO.
      Tidakkah Seokjin berminat pada gadis yang satu line? ((Kedip kedip))

      Terus yang menggemparkan dunia akhirat adalah adegan si emak Ken sok ngusap saus di bibir Rin. AGAIN, SISTA ARE YOU DRUNK???? WHY YOU SO MENGCABIQUE MY HERTZ LIKE DIZ. Bayanganku soal Ken itu keibuan yang lebih ke gantiin popok bayi, tidak romantis seperti ini. AKU LEMAH KALAU GINI CARANYA.

      DIKSI KAMUUUUUUU. Flows well like the water. Keistimewaan fluff kamu adalah bahasanya yang somehow simple, dan cenderung gak berulang. Di alinea pertama sampe kdua, i sense the setting well. Deskripsi kamu menjelaskan suasana sekolah dengan sangat baik. Cuma tadi aku gatau itu masih siang hari sampai akhirnya si chanyeol (atau siapa tadi) nyebut nyebut si pacar Jin kalau dia ada di sekolah itu saat itu juga (yg membuat aku berasumsi kalau setidaknya mereka ada di konter pas jam istirahat or smth like that)

      Salahkan aku kalau aku ga teliti, BUT MY EYES SAID YOU HAVE NO MISSTYPING!!! PERFECTO. MARVELOUS.

      Dan bagian dari keseluruhan fiksimu yg menrik perhatianku adalah…. APA TADIIIIII. KAMU BENAR BENAR MEMBUAT FIC YONGGUK ITU. DEMI APA. TOLONG AKU DRAINED. LELAAAAAAAH.

      Aku sangat menunggu fic kamu yg itu dear . DAN JADIKAN AKU YG PERTAMA DALAM MENGISI SPOT PEHEULIS. TAG AKU TAG AKU!!!!

      Sekianlah. Jiminkan aku undur diri see ya next taim dear!!!!

      Kaknyun

      Suka

      1. HAI ANANDA BABY FACED SCRIPTWRITER, IYA BETA MENGIZINKAN DIKAU MENYAMPAIKAN PESAN DAN KESAN XD

        hahaha selamat selamaaaat! iya nama aslinya Jaehwan kak, panggilan sayangnya Wawan sebagaimana Taekwun panggilan sayangnya Wuwun dan Suga panggilannya Agus :>
        oh tidaaaak. Jin memilih gadis yang lebih muda dan pastinya jago memasak seperti saya kakaaaak /kedip manja/ /dilempar/ xD
        and NO SISTA I’M NOT DRUNK, aku cuma dimabuk cinta /eyaaak/
        dan btw Ken aslinya tak begini kak, dia kan troll sekali sebelas dua belas sama anak 92 macem Chanyeol-Baekhyun-Chen-Sandeul, dan kawan-kawannya -__-

        IYA KAKAAAK NYUN TERCINTAAAAH AKU BUAT FIC YANG KAPAN ITU KITA OMONGIN….. cuma belum kelar sih, maklum ya kalo sureal otaknya jadi sedikit lebih lemot… tapi pasti jadi kok, secara posternya dari master sujung sudah jadi 😀

        anyway, makasih banyak Kanyuuuun! Jiminkan aku mencintai kanyun juga ya atas komennya yang membahana ini :’3
        see ya di Line kakaaaak 😀

        Suka

  12. Woaaaahhh semua kayaknya heboh nih amer kambek tapi emang fluffnya amer ngangenin banget dan pas banget bukan ifk eh nemu nama amer langsung tanpa pemanasan bahkan belum juga dibilang start udah aku buka yehet sumpah ya amer emang gaada duanya banget kalo urusan fluff >< ga nahan pas jaehwan bilang "aku tak pernah bisa bergerak maju, terlalu terikat dengan bayang-bayang dirimu. Aku mencoba, tetapi aku selalu gagal. Sampai pada suatu hari, pemikiran itu datang menyerbuku, membuatku yakin bahwa menunggumu kembali adalah pilihan yang terbaik." Eeerrr ini kata-katanya sweet overload bangeeeet aku mau jadi rin yg disuguhin kata-kata romantis sama abang kyut kayak jaehwan ^^ ditunggu fic fluff yang bikin semua yang baca pada diabetes semua hihi

    Suka

    1. HALOOOO! ehe iya akhirnya kambek nih setelah sekian lama ngilang dari IFK huhuhu, makasih ya udah dikangenin dan makasih udah baca iniiii :3

      yap yap, ini emang ken sweet overload tapi jangan ketipu ya saudara2 karena aslinya dia tak seperti ini .____. /dilempar/
      yep, ditunggu aja ya ficku yang lain, terima kasih banyaaaaak 😀

      Suka

  13. KAK AMERRRRRRRR. Baiklah aku dateng setelah tadi bacanya sempet kepause di bagian Rin datang ke sekolah, aku malah ngepost fic aku dan lupa lanjutin 😦 baru inget pas Dhila bilang di line ‘Mala itu tab paling pojok ficnya Kak Amer ya?’ /menepuk jidat Ken/ aku kira awalnya itu pov Ken, eh ternyata itu pov-nya Rin. Dan dan dan dan Jin pacaran sama anak SMA?!?!?! /zoom in zoom out/ /backsound sinetron indosiar/ /jrenggggg/ aku kan anak SMA juga, oc buat pacarnya Jin bisa diganti jadi aku kan Kak? 😦 /didorong ke jurang/

    Kak udahdeh. Untuk urusan fluff yang ringan, pas, gak berlebihan, yang rasa-rasanya kayak caramel macchiato Kak Amer udah jago banget! Aku suka pas bagian pembaca dibikin nebak-nebak konflik apa yang terjadi antara Ken sama Rin. Awalnya aku kayak ‘wah ini pasti konfliknya Rin suka sama Ken dari SMA tapi ga pernah bilang-bilang’ E TAUNYA SALAH. Emang sotoy banget aim sori kaq:( YA ALLAH ADEGAN ELAP-ELAP SAUS BISA GA RIN MINGGIR BIAR GUE YANG DI ELAP-ELAP. FANTASTIQUE. MENARIQUE. WALAU MENYAQITKAN. Aku juga suka part terakhir pas tiba-tiba ada lirik lagu itu kayak buset ini lirik lagu nusuk Rin banget, kasian 😦 Diksi mah udahlah Kak. Udah males ngebahas. Diksi Kak Amer selalu rapi dan klop banget sama fic Kakak yang fluffy ini. Intinya aku sukaaaaqqqqqq.

    Duh apalagi ya Kak? Udah deh kayaknya. Btw aku ketawa kenceng baca komennya Kak Nyun nampaknya ia sangat bahagia saat membaca fic ini 😆 sukses terus ya Kak, ditunggu fic Yongguknya! /suara berubah jadi suara gorilla Yongguk/ kenapa_harus_gorila.jpg

    🙂 ❤ Mala

    Suka

    1. HALO MALAAAA! ahaha iya aku inget untung ya dhila ngingetin xDD ah anyway aku jarang sih nulis make POV cowok soalnya susah nih memahami hati lelaki /eyaaa/
      iya Jin demennya sama yg lebih muda nih, yaudah kita berharap aja supaya dia melirik kita2 yang oenyoe ini /backsound ftv/

      Sotoy itu bagian dari keasyikan baca ff Mal, gapapa sotoy kan malah seru xDD iya itu lagunya emang nusuk kalo buat orang yang habis putus /jedor/ btw itu lagunya enak, recommended lah kalo kamu ga lagi habis patah hati /lah/

      yep fic yongguk otw diproses nanti aku tag deh kalo udah kelar! makasih ya Malaaa!
      Love ya too! 😀

      Suka

  14. MER AMER AMERRRRRRR!!!!!!!!! AKU RINDU MENULIS DI KOTAK KOMENTAR DAN INI ADALAH COMEBACK JUGA SETELAH SEKIAN LAMA MENGHILANG DARI PEREDARAN IFK ~~ /sekip/

    ahhh, jadi ini toh mas wawan itu (angguk2 kepala walau gatau siapa) /depak/ dannn couple baru nih yeee~ cihuiiii, rin ama mas wawan…jdi rinwan ato warin nih namanya? wakakaka (sumpvh absurd banget sih nama couplenya) xDD

    hahaha, aduh itu seokjin aduh dirimu dikatai pedopil kekeke~ tapi gapapa cinta itu tak memandang umur koq /gombal/ hihihi 😀
    dannn kamu itu bodo, bloon ato apa sih, masa lupa klo pacarnya sekolah di situ sih -_____________- (bgm: bodohnya diriku, yang melupakan dirimu….) /tsahhh/ /abaikan kembali/

    btw ceritanya si wawan sama rin ini LDR ya…hmmm ic ic, mmg ga gampang LDR itu tapi walau gimana2 ini berakhir dgn manis aduhhh, kebangetan aplg waktu wawan ajak balikan..eh enggak denk kan ga putus…ya pokoknya mulai lagi dri awal sperti sang judul /ciee/ aplg waktu wawan maen rahasia2an yg berakhir dgn manis kebangetan..huhuiiiii~~~

    oke, sekian salam jumpa dari kak >,^

    Suka

  15. oh yaluhann.. ternyata mereka belum putus .. tapi salut banget sama mereka. perasaaan mereka nyata banget,bikin melting XD
    jadi kepingin punya bf kaya ken 😀

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s