[Vignette] Toujours Exister

BmxWqu1CUAASpeC

 Toujours Exister

by laisalsa (@laissalsa on twitter)

1

starring BTS’s Seokjin and  OC’s Lean

Vignette – G – romance, fluff

backsound Here by Pharrel Williams, from The Amazing Spider-Man 2

(The Original Motion Picture Soundtrack)

1

summary

I know you’re here. But why?

***

Lean membenarkan letak kacamatanya yang melorot, baru saja menyentuh ujung hidungnya. Meski tetap saja, jemari tangan kanannya terus menari-nari di atas deretan aksara. Enggan mengambil rehat kendati waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam. Waktu yang tak lazim untuk seorang yang mengambil kelas pagi tetap bertahan di lingkungan kampus. Apalagi, sudut perpustakaan. Tempat yang jarang tersentuh ataupun dilirik sang penjaga—karena yang terdapat di sana adalah ensiklopedia serta buku sejarah yang tidak bernilai.

Salah satu soundtrack film The Amazing Spider-Man 2 mengalun lamat-lamat lewat speaker telepon genggam tua Lean. Ia sudah berkali-kali memutar ulang suara apik Pharrel Williams tersebut. Tanpa disadari, nada sendunya perlahan mengantar Lean menuju alam mimpi yang tak mampu diprediksinya. Ketiga kalinya, kening Lean menyentuh kameralaptopnya yang terletak tepat di atas layar. Walau sepanjang pelajaran tadi mengelak, nyatanya, rasa kantuk akibat insomnia semalam masih terasa jelas.

1

“Tidak pulang?”

Buru-buru Lean menegakkan punggungnya kembali. Kelopak matanya bergerak naik turun. Mengingat sudah tiga jam ia tidak berbicara dengan siapapun, Lean merasa aneh tiba-tiba mendengar suara berat seorang lelaki.

Ia menolehkan kepalanya, lalu menghela napas tatkala melihat sosok Seokjin kini sudah duduk manis di atas tumpukan buku tak terawat. Seratus sembilan puluh menit yang lalu, Seokjin muncul dengan tiba-tiba saat Lean sedang berjalan di koridor depan perpustakaan. Bukan terlalu percaya diri atau apa, namun Lean merasa seperti sedang dibuntuti oleh manusia dengan raut wajah yang kelewat datar itu. Parahnya, Lean tidak melihat sejak kapan Seokjin sudah ada di sana.

Memang sih, biasanya Seokjin juga tidak akan pergi jauh-jauh darinya. Selalu siaga ketika Lean hampir ditimpa kecelakaan kecil maupun membutuhkan bantuan. Tipikal pria idaman sekali. Sepertinya, itu salah satu alasan langgengnya hubungan mereka.

1

“Malas,” balas Lean, “di rumah tidak mendapat inspirasi.”

Rak yang berdiri kokoh di belakang Lean kembali menjadi tempat sandarannya. Penat yang mulai menebal tidak lantas membuat Lean berkeinginan untuk pulang. Ia benci rumah. Terlebih, jika begitu membuka pintu dan bukan sapaan hangat yang diterimanya, melainkan suara bising orang tuanya yang tengah bertengkar. Nyaris setiap malam tanpa absen. Menghabiskan waktu dengan laptop kesayangannya tentu lebih baik daripada harus menutup telinga sampai tengah malam.

1

“Tidak mendapat inspirasi atau takut kehabisan suara lagi?” Ledek Seokjin.

Lean mendelik. Sialan, rutuk Lean. Sayangnya, hanya tertahan di tenggorokan. Pernah suatu malam, Lean lupa membawa charger laptopnya. Sehingga ia pulang pukul enam sore. Meski samar, Lean dapat menangkap jelas makian-makian yang keluar dari mulut ayah maupun ibunya. Ia berteriak sembari memukul-mukul pintu kamar kedua orang tuanya. Merasa tak tahan lagi dengan keributan rutin tersebut.

Esoknya, Lean tidak dapat bicara sama sekali. Suaranya habis sia-sia hanya karena menyuruh kedua orang tuanya berhenti. Lagipula, peringatan tersebut tak menimbulkan efek yang berarti. Setelah insiden itu, Lean tidak mau turun tangan lagi. Beban hidupnya sendiri sudah cukup melelahkan.

1

“Aku masih bersyukur suaraku kembali.” Lean menutup laptopnya kasar.

1

“Baiklah, baiklah. Ayo kita pulang.”

1

“Masih jam tujuh, perang baru dimulai.”

Seokjin terkekeh. Menurutnya, Lean terlalu cuek. Bagaimana bisa seorang anak tunggal merasa tidak perlu ikut campur dalam pernikahan orang tuanya yang sedang diujung tanduk. Gila. Menasihati pun, percuma. Ketika Seokjin berbicara terlalu panjang atau berbau advis, maka Lean akan mencubit kedua pipinya sampai merah. Seokjin pun tak mau itu terulang lagi.

1

“Kau mau disini sampai jam berapa?” Tanya Seokjin sabar.

Bukan Seokjin namanya jika tidak bisa mengatasi sifat moody Lean. Sekilas, mereka malah terlihat seperti kakak adik dibanding sepasang kekasih. Seokjin sebagai kakak yang terlalu sabar, dan Lean sebagai adik yang belum bisa mengendalikan emosi dengan baik. Cocok sekali.

Lean berdiri, lekas berbalik untuk dapat menatap Seokjin dengan kedua mata yang berbinar. Bah, eksesif.

1

“Sebelas malam.” Jawab Lean cepat. Seokjin membelalak.

Kalau Lean mengambil jam kuliah malam, sampai tengah malam juga, itu wajar. Namun, dia Lean, gadis rajin yang mengambil jam kuliah dari pukul delapan sampai dua belas siang. Setelahnya, tidak ada hal penting yang bisa dikerjakan. Maksudnya, hei, Lean lebih memilih untuk mengetik di perpustakaan dan mengerjakan tugas pagi-pagi buta di rumah. Dan bagi Seokjin, itu aneh sekaligus tidak wajar.

1

“Lagi?” Tanya Seokjin, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya.

1

“Iya.” Lean tersenyum, miris, “percuma. Kalau di rumah, tidak bisa tidur. Tidak ada inspirasi juga.”

1

“Kau tidak takut matamu…”

1

“Seokjin, aku tidak apa-apa. Aku tidak takut pada kantung mata, okay? Insomnia juga sudah biasa.” Potong Lean.

Kalau sudah begini, Lean yakin Seokjin akan mewejangnya panjang lebar. Lean mengulas senyum simpul. Memastikan Seokjin ia akan baik-baik saja jikalau Seokjin hendak pulang. Berkutat dengan tugas yang sekiranya menanti di rumah.

Seokjin menghembuskan napas. Jujur, ia khawatir. Takut kesehatan Lean terganggu atau nilainya akan menurun. Akan tetapi, Seokjin juga tidak mau membuat gadis itu merasa terkekang.

1

“Lagipula, untuk apa kau disini? Aku ‘kan tidak minta ditemani,” Lean berujar, sedikit menggerutu.

1

“Memangnya kenapa?” Alis Seokjin menyatu, “bukannya biasanya juga kau tidak minta ditemani?”

Lean mendesah. Detik berikutnya, ia menggaruk tengkuknya yang sesungguhnya tidak gatal. Lean mengulang kembali kalimatnya sendiri dalam diam. Berpikir apa ada yang salah menangkap nada tidak suka yang tersirat jelas dari perkataan Seokjin.

1

“Aku hanya bertanya.” Tidak ada yang salah, gumam Lean dalam hati.

1

“Aku di sini karena aku memang berada di sini.” Kata Seokjin dengan senyum yang terkembang.

Ah, dia masih Seokjin yang gemar tersenyum. Pikiran buruk terlalu mendominasi benak Lean rupanya—yah, salah satu sifat buruknya. Suka ber-negative thinking.

Lean duduk di atas tumpukan buku lain yang menjulang di depan tempat Seokjin. Untuk beberapa sekon, ia hanya bisa memandang lekat senyum tipis Seokjin dan mendengar gerak lamban jarum jam. Baru kali ini ia menyadari senyum tulus Seokjin terlihat begitu memikat—bukan lengkungan bibir disertai air muka bodoh itu, tentunya. Jawaban Seokjin barusan juga terlampau bodoh.

1

I know you’re here.” Jawab Lean ketus, mendadak jengkel, “but why?”

Lean tidak lupa kalau Seokjin adalah kekasihnya. Tetapi, dia butuh alasan lain mengapa Seokjin selalu bersedia berada di sisinya. Sebuah kebiasaan kecil yang diam-diam disyukurinya. Hanya saja, dia terlalu malas untuk mengakuinya. Toh Seokjin juga pasti sudah tahu kalau Lean benar-benar cinta padanya.

Dan, Lean yakin, akan terjadi perdebatan konyol setelah ini. Ia melepas kacamatanya pelan-pelan, lalu memasukannya ke dalam saku.

1

Because I’m exist in two places, baby.”

1

Lean langsung mendongak, “excuse me? Maksudmu, kau ada dua?” Ugh, Lean yang membuat perdebatannya menjadi konyol.

Seokjin memutar bola matanya. Imbuhan manisnya tertendang begitu saja karena sifat sok bodoh Lean. Padahal, jarang-jarang ia memanggil Lean sebegitu romantis.

1

Listen.” Seokjin mencondongkan badannya, membiarkan Lean dengan leluasa mencium bau parfumnya yang belum memudar.

1

I’m exist in two places,” Nada Seokjin merendah, “here, and where you are.”

Sial, sial, sial. Lean menelan susah payah saliva yang tadinya bergerumul di kerongkongan. Tangannya membatu di saku roknya. Entah memang kandungan oksigen mulai menipis atau apa, namun Lean merasa tak dapat menghirup apapun selain parfum Bvlgari Seokjin. Here, and where you are. Kalimat yang begitu singkat dan cukup membuat Lean tertegun karenanya.

1

Let’s go.” Kata Seokjin tiba-tiba.

Membuyarkan imajinasi liar Lean terhadap kalimat Seokjin barusan. Memikirkannya, membuat hati kecil Lean berbunga bak musim semi.

1

Where?” Tanya Lean setengah berteriak. Bagaimana tidak, Seokjin sudah lebih dulu berjalan membelakanginya.

1

Seokjin berbalik, membentuk sebuah senyum terbaiknya seraya berkata, “everywhere.” Lean ikut tersenyum, “I’ll be with you anyway.”

Tanpa membuang waktu lagi, Lean lekas berberes. Sepertinya, menyenangkan juga sesekali menjadi orang bodoh. Apalagi, he’s always exist.

1

fin

1

A/N:

Hi! It’s me again. Dan, ini terinspirasi dari:

yess

THANKS FOR WHOEVER MADE THIS! Aku cinta sama kata-katanya. Last, mind to review?😀

29 thoughts on “[Vignette] Toujours Exister”

  1. LAIS LAIS LAIS…… HALLOOO…. Uci datang kemari untuk membaca fic Seokjin😀
    Ohya, udah kenal aku kan Lais? hehe

    Baiklah. Aku interest bgt sama judulnya dan kebetulan aku juga udah nonton Amazing Spiderman 2 jadiii emg itu soundtracknya baguuusss bgt! Yeah I like this.

    Paling suka pas bagian Jin ngomong,
    “I’m exist in two places.” “Here, and where you are.”

    Aduuuuh sumpah itu melted… aku melted /.\ Luvluv bgt sama kalimat ituuu❤ dan ngebayangin mukanya Jin, makin gak kuaaat ;–; /menggelinding/

    Dan ini tulisan kamu ngalir bgt seperti sungai. Diksinya bikin enjoy buat baca dan gak terlalu berat. Yg penting intinya dapat dan I got feel in here! Ngena bgt kalimat yg Jin bilang itu❤ Like like like!

    Ini typonya gaada loh Lais [great]. hehe namun, aku nemuin kata 'lingkungan sekolah' di awal-awal, dan di tengah cerita menjelaskan kalau Jin-Lean itu anak kuliahan. Utk setting tempat akan lebih baik kalo ditulis di 'lingkungan kampus' hehehe. Sekolah identik sama SD, SMP, SMA kalo menurutku.

    Oke, sekian dari aku. See u on next fic🙂 Keep writing!🙂
    Byeeee

    Suka

    1. KAK UCII! HAIII! Silahkaan silahkaan hahaha xD syuda dongg meski kita belum kenalan tapi kita sudah saling tahu (?)

      Wahaha aku ribet obrak abrik gugel translate buat judulnya. Daaan yess aku udah nonton 2 kali Amazing Spiderman 2 dan itu memang keren banget, lagunya juga!

      HAAAH kakak bacanya aja sampe menggelinding. Lah aku ngetiknya sampe menggelepar (?) Huu ga kuat kenapa kakk? /sodorin air putih/

      Yeyy makasih kak Uci!! Aku masih belajar juga niy hehehee. Iyaa? Wee setidaknya ini tidak begitu gagal kan xD ngahahaha

      Aaah! Aku sudah berkali kali scroll atas bawah buat masalah itu. Dan iyaaa kaak, sudah aku edit! Makasih yaa!!! Aku kurang ngeh sama hal kayak gitu xD

      Siapp. Thanks buat reviewnya yaa kak Ucii!!!<3 btw, makaci buat 1st spotnya juga kak:p

      Suka

  2. LAIISS, KITA KENALAN DULU YUUK!! /modus/😄
    Riris, 94l.😀

    YOSH! aku juga interest sama judulnya, lais😀
    Seokjin bisa romantiss… yep yep, apalagi waktu dia bilang “I’m exist in two place.” KALIMAT ITU BENER2 MANIIISSS… :3

    bahasa dan diksimu ringan dan yeah, ga ribet. feelnya dapet bangeett.. oh oh, kapan punya Seokjin??😄

    dan yang mau aku tanyain itu, KENAPA SEOKJIN PAKE PARFUM BVLGARI??? KENAPA LAISSSS????
    parfum itu membuat pikiranku memutar kembali kenangan2 masa lalu~~ huhuuhu /digampar/

    good job, Lais! keep writing juga yaa? ^^
    Salam, Riris.🙂

    Suka

    1. HAAAI KAK RIRISS! /kedip mata /tambah modus

      AAH padahal itu cuma Bahasa Prancis yang kutemukan dalam google sang penyelamat. Aww:3 karena itulah inti dari kemanisan fic ini (?) hehehey

      aamiin makasih ya kakk xD aku juga masih belajar nih:$ duh jangan tanya kayak gitu dong aku malu.. /LAH

      LOH LOHH MEMANG ADA APA KAKAKK? Parfum siapa itu? Parfum mantan? /plak/ Yaah maaf maaf, jadi flashback ya? Aku ga tanggung jawab loh ya😛

      Thank you kak Riris! buat reviewnya juga ya^^

      Suka

      1. hahaha. tetep aja bahasa Prancisnya menarik banget, LAISS???😄
        hahaha. aku juga masih banyak belajar, kok. sama aja ya?😄

        PARFUM SESEORANG, LAIISSS!!! lol
        parfum penuh kenangan. /malahcurhat/😄

        siippo, samasama ya Lais. hehehe😄

        Suka

  3. Oh my, ff romance fluff keberapa kalinya yang udah aku baca?
    Aih, castnya seokjin. No. Oh my gad, seokjin jadi ada list bias nih jadinya hqhqh.
    “I’m exist in two places” aw aw aw. Ngefly . Kalimatnya gak cheesy , elegant gitu /? *bahasanya sok*
    Ohiya kak lais, kenalan dulu. Winda , reader lama /gak juga sih/. Salam kenal kak ehehe

    Suka

    1. Haloo haloo! Pasti udah bejibun kan? HAHA ngaku xP dia memang sudah sepantasnya masuk list biasmu~~ wkwkwk awas jatuh yaa! Demi apa itu ga cheesy /jumpalitan/ Wah. MAKASIH YA!!!! Kamu.. liner berapa? xD aku Lais 00liner hehee. Anyway, thanks udah baca dan komen ya!;D

      Suka

      1. YA AMPUN TERNYATA AKU MASIH ADA UTANG DI FIC INI……..

        Maafkan ya is. Sumpah ga ada maksud kelupaan karena emang waktu itu sibuk ujian di sana-sini sih :””’)

        Oke langsung aja deh ya (ini mata udah tinggal 5 watt) Aku suka banget sama karakter Jin disini. Diabetes lah aku /tanggung jawab/ HAHAHAH lagi-lagi Lean. Aduh kamu dpt nama itu darimana sih? keren bgt serius ga boong😦

        Ahhh njir. Quotesnya kurang romantis apalagi coba? huhuhu :’)

        ahh pokoknya aku suka segala diksi dan plot yang ada di dalam ceritamu. keep writing sistaaaaa!❤

        Suka

    1. HAAAAAAAAAIIIIIIIIIIIIIII KAK SAAAAAAARRRRRIIIIIIIIIEEEEEEEEE HAHAHAHAHAH yaampun kakak ini fic sudah terlupakan juga (??) kakak tapi makasih lho sudah mampir ke gudang penuh debu inix) makasih makasih makasih dan beribu makasih buat pujiannya, yosh! Anyway, maaf tidak bisa membalas sepanjang cintaqu padamoe :b

      Suka

  4. haiiii lais hehehe maaf ya dateng malem2 dan ke ifk itu aku suka kayak membawa beban karena hufth banyak banget yang aku utangin komennya heuheu

    eh kamu inget aku kan? hehehe
    aduh di sini seokjin aduhh parah banget kalo udah nemu cerita dia yang lembut-lembut fluff gitu. terus yang aku suka dari fic ini adalah kata-katanya yang mendayu-dayu terus rapi. enggak ada typo sepertinya atau mungkin aku memang bukan pembaca yang ngeributin hal-hal seperti itu jadi maaf ya kalo reviewnya bapuk!😦

    my favorite part adalah ini nih ada kata-kata ini: “Selalu siaga ketika Lean hampir ditimpa kecelakaan kecil maupun membutuhkan bantuan. Tipikal pria idaman sekali. Sepertinya, itu salah satu alasan langgengnya hubungan mereka.” DOH PRIA MACAM APA KAMU SEOKJIN, BOLEH IKUT AKU PULANG YUKKK! HAHAHA

    daaan ya seperti komentar-komentar terdahulu ya part favorite berada di sini: “I’m exist in two places,” Nada Seokjin merendah, “here, and where you are.” DJSAJDKSAJDKSAJDA❤❤❤ seokjin kamu bisa nggak exist di dua tempat; korea sama di rumah aku gitu mungkin hahaha xD

    ya pokoknya alur cerita, gaya bahasa, segala macam per-EYD-an(?) sudah sangat oke fiuhh cucoks banget deh🙂
    okeh, sekian rusuhan pertama aku di fic-mu, jangan kapok ya karena aku memang begini adanya (apalah ini)
    terima kasih untuk ficnya yaaa menghibur sekali di malam ini❤

    Suka

    1. Kak Dira!!! Hahaha it’s okay, ubrak abrik ff malem malem itu asik soalnya jarang yang nongol lagi (loh). Dibawa asik aja kak komennyaa hehe xD

      Ingat dong! Kakak yang suka bikin diabetes juga😦
      aww emang dia ngebayangin mukanya aja udah bikin mabuk kepayang. mendayu-dayu, d0h kakak berlebihan syekalii aku terhuraaa. Aamiin iya kata kak Uci juga tidak adaa. Kakak komen satu paragraf juga daku udah seneng kali:$

      HAHAHAHAH that’s my liar imagination. Aku awalnya ga sampe “Tipikal pria idaman sekali. Sepertinya, itu salah satu alasan langgengnya hubungan mereka.” BUTT for me itu kependekan so yeah. HAHAHAHA SINI SINI AKU BUNGKUSIN KAK

      Aku ngetik bagian itu aja sampe nyengir ga karuan AwA. Kakak mau rumahnya dirubung semut? Dia terlalu manis kak :[
      aaah terima kasih kak Diraaa! Aku juga masih belajar c: soo yess ihh siapa yang kapok xD seneng aku kak (azek)
      kembalii kak Dira~ thanks buat reviewnya juga kakakk<3

      Suka

  5. mending gue baca ini ff daripada belajar mtk buat UN besok :3 hai aku bella 98L salam kenal *bow* ff romance pake bhs prancis pula aaaaaaa perfect ! Keep writing yaa😀 xoxo<3

    Suka

  6. YA AMPIYUUUN!! JIN LAGI 0__o ????!!
    lama-lama aku gila sama abang satu ini , hohohoho
    nice saeng , sweet banget Seokjin’nya , elaaaah..ngimpi banget punya pacar kaya dia , huhu

    salam kenal aja yah ? jangan tanya line yah *merasa tua
    *tiba2 sedih
    hehehehe😀

    Suka

    1. AAH MAAFKAN AKU KAK!
      dia emang suka bikin gila fangirls lah d0h. Hehehee maacih kakk. untukku juga itu mimpi O.o salam kenal juga kakk! ah yang penting berijwa mudaa ya gak xp aku manggilnya apa nihh? Anyway, makasih untuk datang kembali kakak<3

      Suka

      1. Eonni aja sih kayaknya yah😀 hehe
        aduh iya ini maunya berjiwa muda terus..tapi kenyataan tak bisa dirubah *plakk
        hehe
        aku orangya lupaan nih , hoho “datang kembali” brarti aku pernah komen di ff km yg lain kah? mian kalo lupa..BTW makasih km masih inget sama aku😀

        Suka

  7. harusnya aku SPOT dulu -,- hahahaha, tp berhubung ada waktu luang so i came here and here you are~ /eaaakkk
    Hai lais🙂 Jijun 95 liner, salam kenal ya hehehe.
    aku suka, inigak berat dan intinya itu cuman 2! ““I’m exist in two places.” “Here,
    and where you are.” itu so adroble banget!! walaupun konflik ttg keluarga dia cmn sinyal2 doang, pemeran pembantu lah istilahnya😄 lol
    dan okay, ini manis! manis banget! aku gak sadar kalo si Lean itu pacaran sama Seokjin! haahaha dan ini cara Soekjin mencintai Lean! yeah!

    BR,

    Jijun

    Suka

    1. weeehehe aku juga dari tadi gabut nih so yeah balesnya cepet niy HEHE haai kak Jijun! Aku 00liner😀

      Yeyy terima kasih kakakk:$ aku tidak mau memberatkan (?) readers jugaa hehe berhubung aku ga cuma author tapi baca juga jadi aku tahu rasanya. Dann iyaa itulah inti cerita ini kakakk! Credit buat yang bikin foto myungyeon itu ahaha xD. Aah awas diabetes kak wkwk, iyaa? yaah pokoknya mereka udah jadian lah disini gitu ;D

      thanks udah baca dan tinggalin komen, kak Jijun<3

      Suka

  8. halo Lais! aduh ffmu tuh nagih tau. dan apa ini apa Seokjin pula duh duh sedih aku jadi ngikutin bities gegara kebanyakan baca fict di ifk. dan as far Jin ini yang paling ganteng menurutku hahaha!

    lelaki macam apa ya Jin ini. kesayangan bangetsih yang awalnya kayak sok-sok mau ngelindungin dari belakang layar gitu tapi sekalinya tatap muka langsung gombal AAAAK.

    diksimu asyik dan bacanya gak bikin bosen. dan part “I’m exist in two places.” “Here, and where you are.” emang syudaah favorit semua umat.

    keep writing ya!

    Suka

  9. kak Jean!! Yaampun aku ga nagih apapun kok huehehehee and btw don’t get sick with me kak😡 Yezz sc ifk lagi kena kak sama anak bities, Seokjin paling banyak deeh kayaknya jugaa HAHA. Iya? Yippiee makasih kak:$

    duh kakk kok aku nyengir sendiri pas baca ngelindungin dari belakang layarr..>.< siapa yang gamau punya cowok perhatian banget kayak gitu ya.. HAHAHA romantis pula;_;

    makasiih kak Jean:'3 huaaa favorit semua umat gimanaah? ini masih di dalam tahap belajar juga kakak eheheee

    kakak juga (mungkin?._.) yaa! Thanks udah baca dan komen kak Jeann!<3

    Suka

  10. LAIS KITA KENALAN DULU YA AKU COKOLAKAI 95 LINE *KEDIPKEDIPKEDIP*

    HAHAHAHAHA ini yang kamu bilang di line waktu itu? First fic ya? Seokjin lean?

    ITS SO FRIGGIN SWEET entah kenapa aku kayak ngerasa baca ff yang kutulis. Lambat, painfully cheesy. Aku gatau loh kamu bisa ngefluff soalnya kemaren baca ffmu kan yang sad gitu hahahahahaha

    Syuka deh!

    Suka

    1. SIST SALAH LAPAQ SIS ini fic kedua gw. fic pertamaQ ada di bawahnya lagi wkwk yeuu. tp dua-duanya sama sama seokjin lean sihh aahahahayy. SUDAH HILANG, KAK! SKILL FLUFFKU SUDAH HILAAAAAANNNNNGGG

      makasyi uda mampir anww kakayz lurf lurf<3

      xx

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s