[Ficlet] Pair of Shoes

sepat

Pair of Shoes

by laisalsa (@laissalsa on Twitter)

starring GOT7’s Mark Tuan and OC’s Lean

Ficlet (600+ words)—  surrealism, life, sad, [slight] romance, AU

backsound Sepatu by Tulus

.

summary

Kamu tahu apa yang akhir-akhir ini membuatku sedih?

***

Pria itu melenggang ke dalam. Meninggalkan Mark dan Lean serta kawanannya di depan pintu yang terbuka lebar, membuat suara lagu selamat ulang tahun terdengar samar dari dalam. Dan, yang Mark tahu, lagu itu diperuntukkan teman dekat Jae Hyuk—nama pria yang meninggalkannya barusan—bernama Jungkook. 

Tak seperti teman-temannya yang ribut bercengkrama, Mark dan Lean malah tenggelam dalam diam. Bibit kecanggungan yang sudah tertanam sejak tadi pagi sudah berkembang pesat. Alih-alih bersuara, mereka justru memutuskan untuk menumpukan pandangan pada tengah pekarangan yang tertata rapi. 

Yah, efek dari perbincangan semalam masih terasa jelas. Perbincangan mengenai tuan mereka yang beberapa waktu terakhir ditanggapi serius oleh Lean. Lain dengan Mark yang menangkapnya sebagian besar sebagai pengganti topik hal-hal tidak penting mereka selama ini. 

.
“Apakah kamu bosan?” Tanya Lean puluhan detik selanjutnya. Risih dengan atmosfir diam yang menyelimuti mereka. 

.
“Bosan?” Mark balas melontarkan pertanyaan, bingung.

 .

“Jika aku membicarakan perihal semalam,” 

Mark mendesah ragu. Sejujurnya, ia sedikit tak berniat. Kadang kesal sendiri tatkala Lean mulai mengungkapkan kekagumannya pada manusia. Manusia bisa ini, manusia bisa itu, manusia adalah makhluk hidup paling beruntung seantero bumi. Namun Mark tidak pernah protes. Toh ia sendiri mengakui poin terakhir. Bahwa manusia adalah khalayak paling sempurna. 

.

“Bicaralah.” Ujar Mark tanpa beban. Jawaban yang tidak pernah terbesit di benaknya sendiri. 

Senyum Lean merekah. Sayang Mark tidak menangkapnya. Jalan pikirannya sedang berantakan, jadi, wajar saja jika sepasang irisnya kini menjalar kemana-mana. 

.

“Kemarin sore, Jae Hyuk dan—” 

.

“Kamu mau membicarakan Jae Hyuk dan Ji Na?” Potong Mark cepat. Sebelum Lean sempat mengiyakan, Mark buru-buru menambahkan, “kalau itu, aku tidak mau.” 

Lean bungkam. Gagal sudah upayanya menyenangkan diri sendiri dengan bercerita mengenai kencan Jae Hyuk dan Ji Na yang menurutnya begitu romantis. 

Kemarin sore, Jae Hyuk mampir ke toko bunga sebelum pergi menemui Ji Na di taman. Pertemuan yang sekiranya akan berakhir adu mulut itu malah berbuah manis untuk Jae Hyuk–Ji Na menerima permintaan maafnya. Dan ketika Jae Hyuk mulai menggandeng Ji Na untuk melangkah pergi, Lean sibuk menggerutu. Kapan aku akan diperlakukan seperti itu? 

.

“Kenapa kamu mau membicarakan mereka?” Tanya Mark selepas Lean tidak kunjung berbicara.

.

“Yah, sedih saja. Aku iri,”

.

“Iri?” Mark mengernyit, mengapa harus iri? “Memangnya kamu mau aku memperlakukanmu seperti Jae Hyuk memperlakukan Ji Na?”


Skakmat. Bibir Lean mendadak kelu untuk sekadar menghirup sedikit udara segar. Benaknya yang menampilkan kembali sosok Jae Hyuk dan Ji Na yang tengah bersama membuatnya tambah keki. Oh, Tuhan, Lean bahkan lupa sejak kapan Mark adalah seorang cenayang. 

.

“M-memangnya bisa?” Intonasi Lean yang aneh membuat Mark tersenyum geli.

.

“Itu kamu tahu.” Dan, tawa Mark meledak begitu saja.

Lean menghela napas kecewa. Sialnya, tawa Mark sukses membuat Lean makin bermuram durja.

Suara derap langkah kaki diikuti munculnya gerombolan anak lelaki melewati mereka dengan brutal. Lean terkena depakkan kaki pria yang paling besar, membuat badannya berputar dan menyenggol Mark yang selamat dari belasan kaki itu. 

Ia mengaduh keras. 

.

“Kamu tidak apa-apa?” Tanya Mark panik, kekehannya seketika terhenti. Lean meresponnya dengan meringis. 

Dalam hati, Mark bersyukur karena akhirnya Lean menghadap ke arahnya. Ia sekarang dapat menatap Lean sesuka hati tanpa hambatan. 

.

“Kamu tahu apa yang akhir-akhir ini membuatku sedih?” Mark tersenyum miris. Pertanyaan itu keluar begitu saja setelah insiden barusan. 

Bukannya lantas menjawab, Lean melirik ke arah kanannya yang kosong lewat sudut mata. Tatapan Mark sungguh tak dapat diartikannya. Sendu dan tanpa ujung, seolah selalu ingin mencari tahu isi paling dalam pikirannya. 

.

“Kita sadar ingin saling menjaga, sadar ingin bersama,” kata Mark akhirnya, serta merta berhasil mengambil kembali sorot pandang Lean.

.

“…tapi tak bisa apa-apa.”

.

—karena mereka hanyalah sepasang sepatu.

fin

.

A/N:

Hei hei! Fic terakhirku sebelum movie week ehehe. My first fic of Mark too, hoho. Ohiya, late update buat ficlet series (Telephone), ya! Maaf buat yang nungguin ((kalau ada sih..))

huh

((AIGOO!))

Last, mind to review?😀

20 thoughts on “[Ficlet] Pair of Shoes”

  1. AAA LAIISS , PAGI-PAGI UDAH DISUGUHIN KOPI(?) EH MAKSUDNYA DISUGUHIN FIC MARK. UWOUWO AKU SENANG/maaf ngerusuh

    awalnya aku ngira kalo Mark sama Jean itu sepasang kekasih dalam artian manusia. Eh taunya cuma sepasang sepatu😄 nice, aku suka Mark/? Haha maksudnya aku suka ficnya.

    Suka

    1. HEEYY KAK DEV!! HAHA SENGAJA SCHEDULE PAGI. Yeeeyy selamat bersenang-senang kakkk /?. Ah sekali-kali ngaduk pikiran movie freaks seru juga😀 hohoho makasih buat sukanya kakk! thanks udah mampir dan komen yuaa:>

      Suka

  2. HEY KAMU FF INI MEMBUNUHKU #kayak pernah denger lagu kayak gini

    Ok, masih gatau nih pen manggil kamu siapa. Yang aku suka itu jadi si lean itu lucu aja karakternya. Gatau apanya yang aku suka. Terus juga aku suka karakter Mark nya. Dia semacam cowo biasa nggak biasa gitu/?

    Anyway, favorit aku itu “M-memangnya bisa” ITU MEMBUNUH YA TUHAN.

    ketemu lagi di Movie Week ya!

    Suka

    1. LAGUNYA D’MASSIV HAHAHAHAHA LOL. Eh.. a-aku kira kamu syuda tahu, aku Lais, Zyaan. Panggil aku lais yoo! Dia memang lucu kok kalo misalkan jadi manusia /kemudian sulap Lean jadi manusia. Mark mah.. gausah ditanya lagi hiksseu:’)

      CIE DIFAVORITIN CIE D0H hoho makasih Zyy. Thanks udah baca dan komen yaah! Ehehe sip sipp byee

      Suka

  3. Hey Laiiis kamu inget aku? Kita sempet kenalan loh di twitter sebelum aku menghilang :”) karena UNAS itu.. hehe😀
    Kalo lupa aku ingetin. Aku Niswa 99liner /berpose/ /apaan/
    Oke dari awal aku tau kalo Mark sama Lean ini adalah sepasang sepatu. Kelihatan sih di paragraf awal-awal. Aku udah dua kali baca fic yang sudut pandangnya dari yang bukan manusia. Yang pertama itu aku baca punya kak retno dan point of viewnya pake ‘aku’. Dan akunya itu ternyata kucing, gemes banget deh :33

    Terus sekarang punyamu. Dan cerita sepatu ini familiar buat aku. Ternyata kamu bagus ya nulisnya. Pantes masuk job vacancy🙂 selamat bytheway🙂

    Dan… aku selama baca ini menikmati sih😉 Karakter Mark sama Lean dapet. Dan aku bayangin betapa nggak enaknya ya jadi sepasang sepatu kayak mereka gitu. Mau diperlakuin romantis jyga gak bakal bisa :””
    Cuma yang kurang penggunaan tanda titik dan koma setelah dialog aja.. Sebenrnya aku juga barusan sih mengerti soal ini, setelah di-review Kak Amer. Jadi kalo dialognya misal gini ya: “Aku suka kamu,” ujarnya. Nah itu pake koma setelah kamu, karena ada kata ‘ujar’ sebagai lanjutan dialog. Sama halnya jika ada kata ‘ucap’, ‘kata’, ‘tanya’, dll itu juga pake koma. Sedang kalo nggak ada lanjutan, seperti yg di fic ini “Aku iri,” nah itu mestinya “Aku iri.”
    terus aku liat kamu kata yang ‘ucap’, ‘kata’, ‘ujar’ itu awalannya pake huruf kapital. Mestinya pake huruf kecil aja Lais🙂

    Okelah segitu aja. Kapan-kapan kalo post lagi aku review. maaf kalo aku cerewet dan ini kepanjangan😦
    But its because i love you haha😀 At least, terus berkarya yaa~ Fighting!

    -Niswa

    Suka

    1. KAK NISWA ITUKAH KAMU?! /terjungkal. Yaampun kakak kita sudah lama tidak bertegur sapa di twitter. Aku inget kakak kokk hahahaha kakak @NiswaHikmahA itu kan, iya kan? OEMJE ternyata kakak moviefreaks juga tohhhx3

      Yeyy aku kira semua pada ngira mereka sepasang kekasih lagi marahan hoho-_- syukurlaah kakk.

      Iyaakah? Aku.. ini terinspirasi sama lagunya Tulus, aku banget liriknyaa hahaha. Aamiin makasih kaaak, kakak lebih aaahh. Iya hehe, thanks kak Niswa!!

      Yeheeet! Alhamdulillah ini gak gagal banget yaxD makanya aku pas ngetik mikir sendiri ‘kok kamu kejam banget lais’ wkwkwk;_;

      Ohalah… aku baru tahu.. makasih banyak yaa kak Niswaa! Soalnya aku pake koma karena nada pengucapan Lean itu gak langsung down gitu, jadi yaa gitu deh.-. Nah kapitalisasi kata ‘ucap’ ‘ujar’ dsb aku masih bingung kakTvT aku pernah di review ((pas itu aku ga pake kapitalisasi buat kata petik itu)) terus katanya malah salah… jadi.. aku masih bingung juga;_; But makasihh lageeyy kak Niswaa! Nanti aku cari yang bener-bener pasti deh ehehe

      Tons of thanks, kak Niswa!!! AKU SENENG BGT KAK NISWA NONGOL DI SINII /hug. Aww ilyt kak ehehe nado fighting!!!<3<3

      Suka

    1. Yess hohoho! Aamiin makasih yaaxD kita sudah kenalan belum? /faktor lupa sekaligus modus. Kalau belum, salam kenall! Lais 00liner^^

      makasyi sudah baca dan komen, yaa!<3

      Suka

  4. uwwoh, aku kira mark sama lean itu peri, malaikat, atau apalah itu/? dan mereka lagi pacaran
    ternyata cuma sepatu toh e.e
    ga nyangka banget pokoknya, keren *-*/\

    Suka

  5. Hai kak! ^^

    Pertama-tama, salam kenal ya kak. Aku Hani, ‘selisih-setahun-sama-kamu’ line/? hehe😀

    Sebenernya aku udah baca dan like waktu itu, tapi baru sempet comment sekarang. Maafkan akuu T T

    Dan demi apapun fanfic ini bagus sekali~ Di awal aku sama sekali nggak ngira kalo mereka ternyata sepasang sepatu. Aku suka banget sama diksi dan bahasanya, seriusan deh kak. Aku pun bisa merasakan gimana nyesek jadi mereka. Gimana nyeseknya jadi sepasang sepatu seperti Jean dan Mark, huhu :’)

    Awesome, kak xD I really really really love it! Fanfic kamu sukses buat aku suka sama lagunya Tulus yang Sepatu. Haha :3

    Suka

    1. Hani!! Ih kita udah kenalaan tauu di fic kamu yang Sehun sama siapa gitu lupa sama ada adek bayinyaaxD yeee hahaha tp gapapa

      iyaa selaw ajaa. but makasyi udah sempetin dateng lagi yaa:p masa sihh? nipu jalan pikiran readers ternyata seru ya ((kemudian ditendang)). Kok nyesek? pernah ngerasain jadi sepatu, han? /HAH maafkan aku wkwk

      aamiin makasih Hani! emang enak sih lagunyaaa:’) thanks udah baca dan komen yaa, Hanii<3

      Suka

      1. Oh ya? Ya ampun kak aku lupaaa haha xD /pikun/ /efekanaksekolah(?)/ /nggakdeng/.

        Ya aku nggak pernah ngerasain jadi sepatu sih kak. Cukup jadi manusia aja udah banyak nyeseknya kok /ga. Tapi gegara penyampaian fic kamu–yang serius, berkesan banget buat aku–ini aku jadi tau gimana rasanya jadi sepatu kayak Mark dan Jean, kak :’) /ea /bukangombal.

        Hehe, oke sama-sama ya kakk<3

        Suka

  6. LAISSSSSS!!!!!

    KAMU MESTI TAU INI ADALAH FIC KAMU YANG PALING AKU SUKA!!! CATAT ITU CATAT YA DEQUE.

    Hahh….. :”””)

    jadi aku lagi gabisa tidur dan iseng2 (seperti janjiku padamu dulu) kalau aku bakalan menjelajah ficmu! Dan tadaaaaaa~ ketemulah fic ini. Aku agak syok waktu nemu kata ‘Tulus – Sepatu’

    GILAK. Jarang banget tau ada author yang memadukan antara musik indo dan fenfik ala ala koriya gitu. Dan ini kamu terinspirasi dari lagunya Tulus yang sepatu. Lagu favoritku selama beberapa kurun waktu terakhir. aku bisa apa isss……….. /ingus meler/

    Dan…… HAH. MARK. INI MARK x LEAN!!!! Oc favoritku btw. HAHA aku suka sama namanya dan karakter yang kamu suguhkan di setiap ficmu. Eumm gimana ya, membekas gitu loh :’) selalu diingat di hati aku. /tsaaahh

    Well. DAN. INI. PLOT. TWIST!

    OMO. fic kamu termasuk fic yang jenius. Dae to the Bak! Aku ga nyangka kalau sisi surealnya tuh disitu. hahahah asli gabisa bayangin kalau Mark beneran sepatu……….. /menggelinding/ kalau beneran ada plz gue mau dikutuk jadi sepatu juga. /apaan sih woy

    Hahh diksi kamu enak bgt! sekali lagi aku bilang, aku bukanlah penggemar diksi tinggi. Karena apalah artinya diksi tinggi tapi kalau tulisannya itu ga berhasil menarik para pembaca? Well kurasa diksimu disini semua pilihannya tepat! setiap narasinya menurutku sangat mengalir dengan cantik :’3 Aku suka banget narasi awal. Astaga. Ternyata sensasi waktu baca ulang, lebih nge-feel lagi. HAHAHA (sebenernya masih ngakak ini karena Mark sebuah sepatu bukan seorang manusia.)

    pliz ini udh malem. dan kurasa ficmu sudah cukup mengantarkanku ke alam mimpi bersama mark setelah ini. Ahhh pokoknya aaku suka banget ini Is!!!

    love & hugs
    sari

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s