[Ficlet] Weakness

tumblr_n7v2arLrji1qfgjluo2_500

 

a short movie by tsukiyamarisa

starring [GOT7] Youngjae and You duration Ficlet (700+ wc) genre Fluff! rating G

.

Sikapmu yang seperti itu adalah kelemahan terbesarku.

.

.

Nuna tidak pulang?”

Untuk kesekian kalinya dalam setengah jam terakhir, kubiarkan manikku mengintip sosok Youngjae dari balik buku yang sedang kupelajari. Lelaki sekaligus adik kelasku itu belum beranjak dari tempatnya juga, masih setia menanti kendati suasana di sini amat membosankan. Jam di pergelangan tangannya telah menunjukkan pukul lima sore; mengindikasikan bahwa sebagian besar murid sudah tidak lagi berada di sekolah saat ini.

“Aku mau menyelesaikan ini dulu,” sahutku sambil menandai salah satu soal dan mulai membolak-balik lembar buku untuk mencari jawabannya. “Kamu pulang saja dulu, Youngjae-ya. Ini sudah hampir malam.”

“Tapi aku sudah berjanji untuk mengantar Nuna pulang,” ujar Youngjae nyaris langsung. “Dan lagi, aku—“

“Jangan merayuku, Choi Youngjae.” Aku memotong kalimatnya, memicingkan mata dengan kesal. Irisku spontan bertemu tatap dengan miliknya yang hitam kelam, selagi dirinya malah buru-buru memasang tampang sepolos mungkin dan mengangkat kedua lengan tanda menyerah. Sambil mengembuskan napas panjang, aku pun melayangkan pandang memperingatkan dan kembali menekuni buku di hadapanku.

Bukannya aku tidak senang jika dia menemaniku atau apa, namun—jujur saja—mustahil bagiku untuk tetap terfokus pada soal-soal sialan ini jika ia terus berada di sini. Kehadiran Choi Youngjae dengan segala senyum dan tingkah sok imutnya itu sama sekali tidak membantu. Bahkan dalam keadaan diam seperti ini, aku bisa melihat dirinya tengah menggembungkan pipi seraya memainkan rerumputan yang menjadi alas duduk kami.

“Youngjae-ya, bagaimana kamu bisa menemukanku di sini?”

Merasa tak enak hati karena ia terus mempertahankan mimik cemberut (namun menggemaskan) itu, aku pun akhirnya mengalah dan berinisiatif membuka obrolan. Walau begitu, pupilku tetaplah terfokus pada rentetan angka yang tercetak di buku, menghindari “godaan” macam apa pun yang mungkin diluncurkan oleh Youngjae.

“Karena kamu suka bola?”

“Aku kemari karena lapangan bola ini adalah satu-satunya tempat yang tidak dipakai saat jam pulang tadi,” balasku sambil menahan tawa. “Tidak ada hubungannya, Youngjae-ya.

“Kalau begitu, karena ini adalah tempat pertama kita bertemu dulu?”

Goresan pensilku di atas buku mendadak terhenti, sembari aku sibuk merutuki diri karena telah memilih topik konversasi yang—agaknya—kurang tepat. Dehaman pelan lekas menyeruak keluar dari tenggorokanku, sementara di sisi lain, Youngjae malah tergelak karenanya.

Sial.

“Jangan tertawa.”

“Tidak usah malu begitu, Nuna. Aku ‘kan, hanya mengutarakan fakta.”

“Aku menyesal sudah bertanya.”

Youngjae menelengkan kepala, entah kenapa mendadak ia berhenti mendebat ucapanku. Selamat sesaat, kukira ia akan pergi meninggalkanku atau bertingkah merajuk, tetapi aku salah. Aku salah besar; dan aku menyesal karenanya.

“Youngjae-ya…

“Hmm…” Youngjae hanya berkemam, mendadak saja sudah berada di hadapanku dan menyejajarkan muka kami. Tangannya menyingkirkan buku yang tadinya berniat kugunakan untuk menutupi wajah; ujung-ujung bibirnya berjingkat mengiringi kilat usil yang ada di mata itu.

“Apa yang—“

“Sebenarnya aku kemari untuk menjadi moodbooster bagimu,” ucap Youngjae, jelas tidak mengizinkanku untuk menarik napas barang sejenak saja. “Aku tahu, Nuna pasti sedang banyak pikiran karena tugas dan ujian yang bertumpuk, bukan?”

Ng, aku…”  Lidahku mendadak kelu, sementara tangan Youngjae sudah bergerak untuk merapikan helai-helai rambutku yang berulah karena tertiup angin. Dalam kondisi normal, aku pasti akan memarahi anak ini habis-habisan dan mengatainya tidak sopan. Namun, dengan degup jantung tak wajar dan rona merah di pipi, apa lagi yang bisa kulakukan selain membungkam mulutku rapat-rapat?

“Selain itu…” Youngjae sedikit memundurkan tubuh, lagi-lagi memasang raut wajah yang tak bisa ditebak. Ia mengerling ke arahku, membiarkan jeda muncul di sana selama beberapa jenak, sebelum akhirnya sekonyong-konyong bertanya, “Setelah ujian selesai, Nuna mau tidak pergi bersamaku?”

“Ap—maksudku, ke mana?”

“Taman bermain.”

“Hanya bocah yang pergi ke sana, Choi Youngjae.”

“Tidak juga.” Youngjae kembali melirikku jenaka, lantas menambahkan, “Banyak orang pergi ke taman bermain untuk berkencan, kok. Ayolah, Nuna… ya, ya?”

Youngjae memulainya lagi, mengeluarkan nada memelas selagi membiarkan mata itu membulat dan memandangiku dengan intens. Aku curiga bahwa ia sengaja melakukannya, sengaja mengeluarkan jurus-tingkah-menggemaskan ini agar aku mau menyetujui segala permintaannya. Dan sial bagiku, karena hingga detik ini pun, aku tahu persis bahwa ini adalah kelemahan terbesarku tiap kali menghadapi seorang Choi Youngjae.

Aku tak pernah bisa menolaknya.

“Oke, oke. Setelah ujian, kan?” jawabku tanpa memandangnya, buru-buru menyambar buku yang tadi disingkirkan Youngjae untuk menutupi gurat-gurat bahagia di wajah. “Kalau begitu, bisakah kamu membiarkan diriku bela—“

Oh.

Aku bergeming, menatap lengan Youngjae yang kini melingkari tubuhku. Ia melakukan semua itu tanpa permisi, memelukku selama sepersekian menit sembari bersorak riang sebelum melepaskan diri. Sebelah kelopaknya lalu dikedipkan dengan niat menggoda, membuatku serta-merta memaki pelan seraya menjatuhkan buku yang sedang kubawa.

Ya!! Choi Youngjae!”

Ugh, baiklah.

Kurasa, aku tidak akan bisa melanjutkan belajarku lagi hari ini.

fin.

 .

ng, sebenarnya main idea dari fic ini tadinya mau kubikin fic Park Siblings lagi….. tapi berhubung dua minggu lagi aku mau post bday fic buat park siblings, jadi dialihkan saja ke dek Youngjae yang cute-minta-diulek-nuna ini .__.

Anyway, buat Tiwi yang lagi stres dan minta fic fluff, ini udah aku bikinin ya! ^ ^ Semoga menghibur dan kalo mau ayan, tolong jangan minta pertanggungjawaban dariku di kampus .___. /kabur

and mind to leave some comments?

Iklan

12 tanggapan untuk “[Ficlet] Weakness”

  1. Ameeeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrr /tereak pake toa/

    aduh ini sumpah yaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa /lost control/
    young jaeee…

    mer, fanfic ini… mengulik kembali/ciaaah/ kenangan dua tahun yang lalu… posisiku di nuna nuna itu….

    ya ampun beneran persis… tanggung jawab mer, tanggung jawab

    but overall aku suka banget ceritanya fluff pisan euy….. /peluk amer/

    keep writing ya mer…. /peluk-uyel-uyel/

    Suka

    1. Nabillaaaaaaaaaaaaaaaaaaa ((balik teriak))

      huhu maafkan saya yang baru muncul ini yaaa T T dan maaf kalau aku membuka kenangan lamamu ;__;
      tanggung jawabnya minta ke yongje aja, huh dia emang minta diulek lalu bikin baper kok ;_;

      yep, makasih ya naaab!! ((peluk balik)) {}

      Suka

  2. . . . . . dek, apakah kamu bisa nemenin nuna di sini dek. . . .

    HAH APA-APAAN INI WOY O<-< TAHUKAH DIRIMU AK LAGI ADA DI SEKRE DAN BAHKAN UNTUK KETAWA-KETAWA NGGAK JELAS AJA AK NGGAK BISA AAAAAKKKKKKKKK BAWAKAN YOUNGJAE PADAKU BAWAKAN OTL

    dan buat dek Youngjae: YA KALI DEK NUNA LAGI NGERJAIN TUGAS KAMU TEMENIN YANG ADA MAH MALAH NULIS NAMAMU MULU WOY ;–; tau gak, ak bayangin ini pas ak lagi ngerjain tugas akbi yg ada 15poin itu sambil ditemenin Youngjae……. hati mana hati

    sumpah ya, ak beneran bisa bayangin muka anak satu itu tepat di depan wajah sambil senyum2 sok-imut-minta-dicubit o<-< sambil benerin rambut AAAAAAKKKKKK AKU NGGAK KUAT HATIKU TER-DEPLESI

    padahal mer, kalo boleh jujur, kemaren ak mintanya itu kode buat MoonRin lho .__. ((since gue udah keseringan lupa sama cowok yg satu itu /ditendang)) TAPI BUAT DEK YOUNGJAE APA SIH YANG ENGGAK /peluk dek Youngjae/ /ditendang moonrin shipper/

    sudahlah, kalo dilanjutin gue bakalan ayan di sekre dan nggak bakalan jadi ngepost, BYE BYE AMER~~ JANGAN LUPA BAWAKAN DEK YOUNGJAE PADAKU YAAA

    -anak yang lagi stress mikirin esok hari–

    Suka

    1. bisa wi bisa, dek youngjae bisa nemenin kamu tapi aku pinjem jongup bentaran ya ya…. ((obrolan di grup di bawa lagi)) ((ampuni saya)) .__.v

      hahahah btw aku bales ini telat banget, tapi entah kenapa aku masih bisa bayangin kamu gelindingan lalu ada dek yongje yangg dengan polosnya nanya “Nuna gapapa, kan?” ((lalu tiwi makin ayan))
      dan anyway, apa itu deplesi….. kayaknya otakku udah ga mengingat hal itu pasca uts berlalu………………………………….

      anyway, makasih Tiwi! maaf kalo aku merusuhi notifmu dengan balesan komentar ya xD /digeplak

      Suka

  3. Kyaaaaaa kak amer
    Bingung ini mau minta tanggung jawab sama siapa
    Kalo sama kak amer pasti minta yongjae
    Kalo yongjae gak mungkinnnnnnn 😭😭
    jauhhhhhhhhh
    Jadi harus gimana ini
    Mendadak asma susah nafas /eaaakk/ duh itu youngjae bisa diem sebentar gak biar gausah susah buat cari oksigen

    Suka

  4. ((BRB TARIK NAPAS)) HALOOO AMEEER! 🙂 I’m happy to read ur fanfic. Ini bikin otak lebih fresh berkali kali lipat mer ya ampun. Menyegarkan sekali ficnya kayak es buah, terus manisss jugaa XD kamu tau bangetlah anak kuliahan emg perlu penyegaran kayak gini //hughugs//

    dan gak tau kenapaa dilihat dari judulnya, aku merasa terpanggil gitu wkwk XD apalagi awalnya udah dipanggil NUNA. FIX diri ini lemah dipanggil nuna;__;

    dan well. Park Jinyoung jangaan salahin dek Youngjae yaa kalo dia di sini jadi pengalih atensi hahahaha ((bentar owe selingkuh sm yg dongsaeng XD))

    semangat dan sukses selalu mer!;)

    xx, Uciii

    Suka

    1. HALO UCIII!! :*
      haha iya tau banget ci, emang nulis sama baca fluff begini tuh penyegaran banget bagi orang2 malang seperti kita kan ya (?) :”)

      dan dipanggil nuna itu emang ugh, bikin kesel sekaligus hepi benernya ci haha. awas itu jinyoung jangan dilupain, ntar kalo kamu lupa aku siap nih buat nyamber dia ((LAH))

      yep makasih ya uciii! sukses juga buatmuu! {}

      Suka

  5. Oke
    Okeh
    Wokeh
    Uwokeh
    UWAH INI SUPER

    Kamer saya terguncang membaca fic ini. Dan sekali lagi ini ternyata JADI NUNA ITU NOT SO BAD LAH YA KALO YANG JADI PACAR YONGJAE SI BOCAH UNYU-LUCU-MUDA-BERBAKAT-SIALAN ITU /kedip-kedip

    Dan haduh ternyata nonton dia di reality show nggak segereget baca ficnya kamer dah gatau kenapa. Lucu sih dia pas di reality show, tapi di fic kamer itu bikin dia semacam kaya bocah muda nista yang cuman tahu gimana cara ngehancurin hati seorang nuna. ASEM

    Sekian kamer ini brb mantengin covernyah~
    Zyan

    Suka

    1. Aku muncul lagi zyan! XD

      haha yap! jadi nuna itu not bad kok kalo cowoknya unyu giniii hihi gapapalah di nuna-in, toh kalo dari mulut dek yongje panggilannya juga jadi berasa sweet gitu kan ya x)

      anyway, makasih ya zyaaan ❤

      Suka

  6. KakMer, aku nulis ini sambil nahan eksresi yang kebelet pengen keluar so, langsung aja ya

    MAZ YOUNGJAE TAU GAK SIH OWE MERASA TERPILIH KASIH KARENA ‘YOU’ DI SANA PUNYA BOCAH MOODBOOSTER KAYA KAMU SEDANG DAKU DI SINI HAMPA TANPAMU. EKHEM.

    EKHEM.
    EKHEM.
    PELUKAN NIH YA AKHIRNYA.

    AH. aduh daku kebelet ekskresi.
    Udah dulu deh KakMer, mau izin ke belakang. Bye XD

    Suka

    1. Halo epiiin! haha entah kenapa komenmu ini bikin aku ketawa ((duh maafkan)) sekaligus terharu bikoz kamu sempet komen di saat kepepet begitu .___.

      dan yap, sini aku kirimin Youngjae deh buat nemenin kamu biar ga hampa haha XD makasih banyak ya epiiin :3

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s