[Vignette] Distracted

ByYm-3vCMAAClNV

a movie by tsukiyamarisa

starring [BAP] Moon Jongup and [OC] Rin with [APINK] Kim Namjoo, [AOA] Kim Seolhyun, and [OC] Park Minha duration Vignette (1200+) genre School-life, Fluff? rating 15

.

Rin sama sekali tidak mengharapkannya, sungguh!

.

another MoonRin:

A Source of Happiness | Obstacle

 .

.

“Kamu sedang memikirkan sesuatu?”

Rin terlonjak, sedikit tergeragap kala ia berusaha menyusun kata untuk menjawab pertanyaan Jongup barusan. Manik hitamnya sontak membulat, bergulir lamat-lamat ke arah sang lelaki yang sedang menjungkitkan sebelah alis. Ia mengamati wajah Jongup sekelebat, sebelum akhirnya menggerakkan mata itu sedikit lebih ke bawah dan—

“Tidak,” balas Rin kelewat cepat, kelopaknya mengerjap secepat rona yang muncul di wajahnya. Gadis itu lantas menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai tambahan, satu tingkah yang malah membuat Jongup makin keheranan.

“Kamu yakin? Kalau kamu sedang sakit atau semacamnya, kita bisa—”

“Aku baik-baik saja, sungguh,” potong Rin—lagi-lagi dalam tempo secepat kilat—sembari berdeham keras. Ada rasa gugup yang tersirat di sana, namun Rin berusaha keras menutupinya dengan cara berjalan secepat mungkin. Meninggalkan Jongup yang masih berdiri termangu di tepi jalanan, tak paham atas sikap gadisnya.

“Rin-a.”

Yang dipanggil sama sekali tak menoleh, terus menggerakkan tungkainya walau dengan kecepatan lebih lambat. Dibiarkannya Jongup berlari-lari kecil demi menyusul dirinya, selagi ia sendiri menggunakan jeda waktu sekian detik itu untuk menyusun isi otaknya yang berantakan.

Ugh, semua ini gara-gara obrolan di sekolah kemarin!

Masih membiarkan dirinya terbawa arus pejalan kaki, Rin pun merutuk kesal. Topik percakapannya dengan Namjoo, Seolhyun, dan Minha kemarin memang masih membayangi dirinya hingga saat ini; terus terulang bagai kaset rusak yang bebal. Huh, kalau tahu begini, mungkin seharusnya Rin tidak ikut serta dalam percakapan tempo hari saja.

Karena sungguh, apa yang mereka perbincangkan kemarin bukanlah sebuah topik yang layak untuk diperdebatkan, terlebih jika kamu akan pergi berkencan dengan kekasihmu keesokan harinya dan—

“Hei, kenapa kamu berjalan secepat itu? Kamu marah?”

“Tidak.”

“Lalu?”

Rin memandang Jongup, menelan salivanya sembari menunjuk gedung bioskop di seberang jalan. “Aku hanya… tak sabar untuk segera menonton film. Iya, itu alasannya. Bagaimana kalau kita terlambat?”

“Oh.” Jongup mengangguk-angguk tanda mengerti, diikuti oleh bibirnya yang membentuk seulas senyum kecil. Namun, alih-alih merasa lega, Rin malah kembali memaki-maki dirinya sembari berusaha mengalihkan pandang karena—demi Tuhan—kenapa fokusnya pada acara kencan hari ini menjadi terganggu, sih? Kenapa ia jadi memikirkan hal yang bukan-bukan seperti ini?

Pokoknya, ini semua salah kawan-kawannya di sekolah!

 

***

 

“Jadi, apa kalian sudah pernah berciuman?”

Semuanya berawal dari pertanyaan yang satu itu, terlontar dengan mudahnya dari bibir Namjoo di kala jam istirahat. Mata Rin langsung membeliak terkejut mendengarnya, dan ia bukanlah satu-satunya yang bereaksi seperti itu. Minha malah nyaris tersedak susu yang sedang ia minum, sementara Seolhyun menjatuhkan sumpit yang sedang dipegangnya dengan bunyi kelontang keras.

“A-apa?”

“Kalian semua sudah punya pacar, kan?” Namjoo malah balik bertanya dengan polosnya, selagi Rin sibuk menepuk-nepuk punggung Minha. “Aku hanya ingin tahu, kok.”

“Memang kau sendiri bagaimana? Sungjae sudah pernah—“

“Kau seperti tidak kenal Sungjae saja,” potong Minha sambil memutar bola matanya. “Sungjae melakukannya diam-diam ketika Namjoo tidak sengaja tertidur di kelas saat jam pulang. Kalian sungguh tidak tahu?”

“Aku tahu,” imbuh Rin cepat, “Sungmin menceritakannya padaku kapan itu. Lagi pula, kurasa seisi kelas ini juga tahu.”

“Apa ini saatnya membicarakan diriku? Bukankah aku tadi yang bertanya?”

“Kau yang memulai topik ini, Nona.” Seolhyun berujar tak terima, tangannya bergerak untuk kembali meraih sumpit dan menyuapkan lauk yang tersisa di kotak makannya. Ucapannya itu diikuti oleh anggukan kepala serempak dari Rin dan Minha, sementara pipi Namjoo mendadak memerah karena Sungjae baru saja memasuki ruang kelas.

Well, baiklah! Tapi, ini giliran kalian untuk menjawab. Jadi, pernah atau belum?

Rin dan Minha sontak bertukar tatap penuh arti, lalu lekas mengalihkan pandangan itu ke arah Seolhyun. Maknanya hanya satu. Kami tahu kau pernah melakukannya walau pacarmu adalah Sanghyuk si ketua kelas.

“Apa?”

“Oh, ayolah Seolhyunnie, jangan pura-pura tidak tahu,” sambar Namjoo, spontan tergelak kala Seolhyun memelototinya. “Kau pasti sudah pernah, kan?”

“Kalau sudah tahu kenapa masih bertanya,” Seolhyun menggerutu dalam gumam pelan, ujung sumpitnya kini terarah pada Minha. “Seharusnya kau bertanya padanya, atau pada Rin. Bayangkan saja, dengan kakak kembar yang super protektif macam Jimin dan Sungmin…”

“…itu nyaris mustahil.” Namjoo menyambung ucapan itu, atensinya kini benar-benar tertuju pada Minha hingga membuat gadis itu nyaris tersedak lagi. “Jadi… bagaimana dengan Yoongi?”

“Bagaimana apanya?”

“Jangan sok polos.”

“Apa kalian sudah pernah berciuman tanpa sepengetahuan Jimin?”

“Atau jangan-jangan Jimin memergoki kalian?”

“Jangan bercanda!” Minha tanpa sadar berteriak, membuat beberapa pasang mata langsung tertuju kepada mereka. Panik, ia pun buru-buru merendahkan nada suaranya dan bergumam, “Kalian ini berpikiran terlalu jauh, tahu!”

“Jadi, jawabannya belum pernah?”

Minha menganggguk, namun sedetik kemudian menggelengkan kepalanya. Mengabaikan protes kebingungan ketiga temannya, ia pun mengarahkan telunjuknya ke arah pipi sebagai jawaban.

“Oke, itu masuk dalam hitungan,” ujar Namjoo sambil mengangguk-angguk puas, lalu menggulirkan maniknya ke arah Rin. “Nah, Nona Choi, bagaimana dengan Anda?”

Rin hanya bisa mengamati ketiga kawannya itu dengan ekspresi memelas, kendati ia tahu benar bahwa Namjoo, Seolhyun, dan Minha tak mungkin luluh karenanya. Mereka jelas tak akan menyerah sampai Rin mau mengaku, dan kalau dipikir-pikir, mungkin ada baiknya jika ia mengalah saja dan memberikan jawabannya sebelum Jongup kembali ke kelas.

Ng, kalian tahu kan, Jongup itu seperti apa…” Rin memulai, merasakan semu tercetak di pipinya dalam waktu sekejap mata. “Jadi…”

“Jadi mengingat Jongup adalah pria paling pendiam di kelas ini….”

“…dan masih ada Sungmin yang setia mengawasi…”

“Jawabannya adalah belum?” Seolhyun menjentikkan jarinya mengambil kesimpulan, yang langsung disambut dengan anggukan kepala Rin. Yang lebih menyebalkan lagi, ketiga gadis itu langsung kompak memasang tampang sok manis, berpolah seakan Rin bersedih akan fakta ini dan membutuhkan penghiburan.

Menyebalkan.

“Tapi, Rin-a…” Minha tiba-tiba menepuk pundak Rin setelah beberapa sekon terlewati, ujung-ujung bibirnya berkedut menahan tawa. “Apa kau pernah berharap agar Jongup menciummu?”

 

 

 

 

 

 

“AKU TIDAK SEMESUM ITU TAHU!”

 

***

 

Iya.

Ia tidak begitu.

Dan ia juga tidak berharap agar Jongup menciumnya.

Semua ini hanyalah akibat dari pembicaraan kemarin, iya kan?

“Hei.

“Hm?”

“Aku sungguh-sungguh bertanya, apa ada yang menganggu pikiranmu hari ini?”

Mereka kini sudah berada di ambang pintu rumah Rin, berniat untuk mengobrol sejenak sebelum Sungmin muncul dan mengusir Jongup jauh-jauh. Namun, alih-alih bertukar cakap, Jongup malah mendapati Rin yang kembali tenggelam dalam lamunan seraya terus menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia tidak berpolah seperti Rin yang biasanya, dan sedikit banyak, hal itu membuat rasa penasaran Jongup mencuat ke permukaan.

“Rin-a…”

“Tidak,” sahut Rin sambil menepuk lengan Jongup perlahan, lalu menambahkan, “tidak ada yang sedang kupikirkan, kok. Semua baik-baik saja.”

“Bohong.”

Rin sedikit meringis ketika mendengar kata itu meluncur keluar, dan Jongup langsung bisa menangkap keengganan yang melintas di wajah itu. Ia mungkin memang tak ahli dalam memahami isi pikiran wanita, tetapi ia jelas bisa menebak bahwa gadisnya itu sedang menyembunyikan sesuatu.

“Oke, tetapi kamu bisa bercerita padaku kalau kamu butuh.”

Yeah, tentu.”  Rin buru-buru mengiakan, lega karena Jongup  memutuskan untuk tidak mengorek-orek masalah ini lebih dalam. “Omong-omong, Sungmin mungkin akan pulang sebentar lagi. Jadi…”

“Tidak apa. Aku juga tidak ingin bertengkar dengan kakakmu itu,” sahut Jongup, lantas membiarkan tawa kecil terdengar. Seraya bangkit berdiri, ia pun mengelus puncak kepala Rin sekilas dan bergumam, “Sampai ketemu besok.”

“Tentu.”

“Dan—eum, Rin….”

“Ya? Kena—”

Seolah Jongup bisa membaca pikirannya, Rin merasakan sesuatu yang hangat menempel di dahinya dalam tempo sepersekian detik. Begitu mendadak, tanpa aba-aba ataupun pertanda; namun Rin bisa merasakan detak jantungnya seketika berirama tak wajar. Pikirannya buyar, selagi Jongup menarik diri dan mengulas senyum.

“Jongup-a…

“Sudah, ya. Selamat malam.”

Dan secepat terjadinya kecupan singkat itu, secepat itu pulalah Jongup bergegas membalikkan badan dan melangkah pergi dari hadapan Rin—mungkin masih merasa malu akibat aksi nekatnya tadi. Kendati begitu, sang gadis masih tetap bergeming di tempatnya berdiri. Tangannya bergerak menyentuh dahi; ujung-ujung bibirnya tertarik lebar; telinganya tidak mengacuhkan seruan Sungmin yang tiba-tiba saja muncul entah dari mana.

Karena meskipun ia tidak mengharapkannya, bukan berarti ia tidak menyukainya, ‘kan?

 

 fin.

Untuk Tiwi (lagi) yang kemaren stres terus minta fluff MoonRin xD

Kemarin udah kuperingatkan soal isi ceritanya di kampus, jadi tolong jangan hajar saya ya, mbak Rin .___.

dan buat semua yang udah baca, mind to review? ^ ^

17 thoughts on “[Vignette] Distracted”

    1. HAHA AKHIRNYA. KAKMER TANGGUNG JAWAB UDAH BIKIN AKU GEMES SAMA DUA ORANG YANG SATU INI. MOONRIN. EMESH EMESH HUAHAH ((kenapa lama-lama owe jadi horror gini si))

      yha i know that feel. Mba Rin yang dikejer-kejer sama temennya yang pantang menyerah, jadilah harus Mba Rin sendiri yang mengalah. Owe paham. Tapi bukan soal ciuman he.he.he.

      Gamau komen soal diksi, so perf as always lha yha kak. Dan ini fluff sangat daku semakin bahagiaaaaa😄

      Okelah. Sekian komen tak membangun dari saya, dah KakMer!😀

      Suka

      1. Halo Epin! sorry for the late reply yaaa ;;__;;
        MoonRin ini emang bikin gemes sih ya abis mas moon terlalu pendiem sihh ((lalu dilempar tiwi))

        hehe anyway makasih banyak ya epiiin! maaf telat bales hu ;;;
        see ya!😀

        Suka

  1. Aiyyaahhhh akhirnya tanpa diminta rin dapet juga hihi
    Waspada deh punya temen kaya mereka bertiga kepo banget wkwkw
    Dan enak banget maen ambil kesimpulan sendiri tanpa perlu jawaban dari rin hahha

    Suka

  2. APA-APAAN INI MESUMNYA KELUAR SEMUA GINI HAH GAK BISA GINI LAH ASDFGHKLQERTYIPXNCHALFB /berbusa

    sebelumnya, maaf baru bisa komen sekarang karena si abang2 siomay itu lagi pada konser kemaren dan saya sendiri masih dalam keadaan tepar o<- BAGIAN INI NGAKAK-ABLE BANGET WOY😄 sumpah ya, ak gak bisa bayangin Minha-Yoongi lagi kissing begitu terus Jimin muncul out of nowhere gitu terus pasang muka2 mau marah tapi sungkan sama Yoongi HAHAHAHAAAHA😄 sudah cukup hentikan aku tidak kuat HAHAHAHAHAHA

    eh tapi kalo dipikir-pikir masih lebih mesuman Minha ya……… jangan2 yg ngarep dicium itu Minha…… AYO NGAKU KAMU MER /dilempar/

    ITU ENDINGNYA APA-APAAN ASDFGHKLQETUOPXNCKALFBIAVD /berbusa lagi/ kok pake acara cium jidat……kok kamu so sweet mas……kok kamu pengertian sih mas…… o<-< /fainted/ /kemudian Tiwi baru bangun hari Senin/

    AAAAAAAKKKKKKKKKK APA-APAAN ITU MOON JONGUP /ayan lagi/ aku tidak kuat dengan semua ini aku sudah lelah :""" apakah ak harus melupakan semua ini dan beralih ke Okcat………((SADAR WOY SADAR)) eh jangan ding, Okcat ketuaan /dilempar sandal/

    betewe lho ya………Sungmin teriak gara2 apa sih? .__. gara2 ngeliat Rin dicium jidatnya sama Jongup apa gara2 ngeliat Rin lagi sama Jongup? .___. kok dateng2 langsung maen teriak2 aja………sumpel pake bubble warp nih mulutnya

    sudahlah, saya masih mau gelindingan di teel ngeliatin foto abang2 siomay dan mau nulis songfic (kalo bisa), jadi sekian dulu ya

    DADAH AMER

    Rin.

    p.s.: ini masih kurang fluff :p /ditendang/

    Suka

  3. cih kepotong -_____- ulang ya ulang

    APA-APAAN INI MESUMNYA KELUAR SEMUA GINI HAH GAK BISA GINI LAH ASDFGHKLQERTYIPXNCHALFB /berbusa

    sebelumnya, maaf baru bisa komen sekarang karena si abang2 siomay itu lagi pada konser kemaren dan saya sendiri masih dalam keadaan tepar TAPI MARI KITA RUSUHKAN KOMEN BOX SEKARANG HAHAHAHAHAHAHAHA

    first, SEJAK KAPAN RIN PACARAN SAMA MOON? KAPAN DITEMBAK KOK GUE GAK TAU O.o seriously nih mer, apa-apaan nih tiba2 pake kata ‘kekasih’ aj meanwhile gue gak merasa pernah ditembak si mas moon .__. KAPAN PACARANNYA WOY apa yg di Obstacle dulu itu termasuk kategori ditembak??? kalo iya…………GAK ROMANTIS AMAT LAH ELU MAS @/moonjongup -_____- walaupun kamu pendiem-rada-polos-dan-bego, kalo mau pacaran ya romantis dikit lah nembaknya………

    terus terus terus…………ITU ANAK 95LINE OBROLANNYA DUH OTL obrolan di real-life gak usah diungkit2 di sini lah mer……keliatan mesumnya kan (kecuali gue oke) mau ditaro di mana imej kalian semua :” @/namjoo @/seolhyun tapi imej-nya Namjoo di sini bikin ak inget Dea HAHAHAHAHAHA /ditendang Dea/ kutak menyangka Namjoo ternyata mesum juga hohohoho cocok lah jadi pacarnya Sungjae

    “Atau jangan-jangan Jimin memergoki kalian?” –> BAGIAN INI NGAKAK-ABLE BANGET WOY😄 sumpah ya, ak gak bisa bayangin Minha-Yoongi lagi kissing begitu terus Jimin muncul out of nowhere gitu terus pasang muka2 mau marah tapi sungkan sama Yoongi HAHAHAHAAAHA😄 sudah cukup hentikan aku tidak kuat HAHAHAHAHAHA

    eh tapi kalo dipikir-pikir masih lebih mesuman Minha ya……… jangan2 yg ngarep dicium itu Minha…… AYO NGAKU KAMU MER /dilempar/

    ITU ENDINGNYA APA-APAAN ASDFGHKLQETUOPXNCKALFBIAVD /berbusa lagi/ kok pake acara cium jidat……kok kamu so sweet mas……kok kamu pengertian sih mas…… /fainted/ /kemudian Tiwi baru bangun hari Senin/

    AAAAAAAKKKKKKKKKK APA-APAAN ITU MOON JONGUP /ayan lagi/ aku tidak kuat dengan semua ini aku sudah lelah :””” apakah ak harus melupakan semua ini dan beralih ke Okcat………((SADAR WOY SADAR)) eh jangan ding, Okcat ketuaan /dilempar sandal/

    betewe lho ya………Sungmin teriak gara2 apa sih? .__. gara2 ngeliat Rin dicium jidatnya sama Jongup apa gara2 ngeliat Rin lagi sama Jongup? .___. kok dateng2 langsung maen teriak2 aja………sumpel pake bubble warp nih mulutnya

    sudahlah, saya masih mau gelindingan di teel ngeliatin foto abang2 siomay dan mau nulis songfic (kalo bisa), jadi sekian dulu ya

    DADAH AMER

    Rin.

    p.s.: ini masih kurang fluff :p /ditendang/

    Suka

    1. halo Tiwiii maaf juga ya baru muncul sekarang buat bales hu😦

      anyway, walau mesum tapi kamu suka kan?? *naik naikin alis* *dilempar*
      kamu udah jadian sama mas moon di fic sebelumnya kok wi…. iya itu nggak romantis, iya itu implisit, tapi yang penting kan kalian mengerti perasaan masing-masing ((EYAAAAAA)) toh masku juga ga romantis kok, sama-sama lah kita ini .__.

      dan kenapa kamu ngakak woy….. Minha-Yoongi masih polos kok ((DUSTA WOY DUSTA)) maksudnya kita belom pernah ciuman lalu yang kepergok kakak juga OTL -__-

      itu sungmin teriak gara2 apanya terserah imajinasimu aja deh….. bisa karena liat, bisa karena dia emang geje .__.v

      okeee dadaaah! makasih tiwiii!!😀

      p.s. bisa sih dibuat fluff lagi, tapi ga cocok sama imej mas moon gimana dong?😛

      Suka

  4. Yya… komenku kepotong. .

    Moon jong up….
    aku mbaca ini uda teriak”. . mbca fic couple ini yg lainnya malah lbih triak”. .

    ehemmmm…. ehemmmm… park minha kamu ngapapin hayo sama mas agus ??
    ihhhhh, si sungmin ini mengganggu aja.. padahal lagi seru-serunya tau /Ehhhh/
    couple ini lucu banget sihhh. . malu-malu tapi ngegemesin

    hhaha. . btw aku mbaca ff ini sma ndngerin lagunya akmu yang baru ituloh kak. klo kak amer blum ndngrin. . recome. bgt walau yaaaaaaa agak sendu” gimana gitu ^^
    see you kak ^^

    Suka

    1. wordpress emang suka rese gitu hu motong-motong komentar😦

      dan ini kenapa anyway…. pada ngira minha x yoongi yang enggak-enggak…. itu baru kisseu di pipi kok plis, kita belum aneh2 (?) masih polos (??)
      hihi dan aku udah dengerin itu lagu yang baru emang enak bangeeet ;;___;;

      anyway makasih ya udah komen, dan sorry for the late reply ;;__;; see ya!😀

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s