[Song-Fic] Spoiler

tumblr_n984ypQ65p1tq4w4ho1_500

Spoiler

by jojujinjin (@laissalsa on Twitter)

.

starring GOT7’s Jr (Jinyoung) & OC’s Clau

under 1100 words // PG-13 // romance, sad, life, hurt/comfort

.

.

.

Your cold eyes and words are the spoiler
In your every action, I see our end
I tell myself it’s not true but I feel the spoiler
Should I watch till the end? Or should I leave now?
What if there’s a twist?
I can’t let you go.

EPIK HIGH – SPOILER (스포일러)

.

.

Kamu terpekur dibalik buku pelajaran. Kukira sepasang ain itu sama sekali berfokus pada paragraf berdiksi sulit, tenggelam dalam fokus yang berlebih. Nyatanya peristiwa barusan sungguh berhasil mencebir moodmu. Seperti menonton lawan dari kabaret, dan aku bukan salah satu tokohnya, melainkan seorang kru yang menemani sang aktris kala turun dari pentas. Dapat bersikap, tapi tak yakin bagaimana harus memulai percakapan. Hanya mampu menunggu sampai si tokoh utama membuka mulut.

Kamu.

.

“Aku.. akan belajar.”

Akhirnya suaramu berbaur dengan udara, bergetar bak menunggu hasil ujian akhir. Kamu berujar seolah  benar-benar ingin menekuni halaman demi halaman yang menjengkelkan itu. Padahal, dari air mukamu sekarang, aku bisa menyimpulkan segalanya. Kamu lelah. Kecewa. Sakit. Sampai aku tidak tahu apa yang harus kulakukan agar kamu mau mendengarkanku sedikit. Sedikit, saja. Supaya keberadaanku di sini—di sampingmu, bukanlah sekadar sampah belaka. Bukan sekadar teman berbagi dalam bisu.

 .

“Jangan.” Aku menarik buku digenggamanmu, lalu menutupnya pelan-pelan. “Percuma, Clau. Sudahlah. Kita pulang saja.”

Kamu bersikeras mempertahankan posisimu. Duduk menekuk lutut, bersandar pada pagar pembatas balkon gedung yang terdiri dari besi rapuh. Membiarkan angin memainkan anak rambutmu dan aku yang tersesat dicekik tatapanmu yang menghipnotis. Aku merasa bodoh seketika tatkala jarimu menarik sebelah tanganku. Tarik, tarik, dan terus menarik. Sampai aku melihat jelas sepasang irismu yang menyiratkan sisa kekuatan. Iya, setelah semua kejadian di hari ini. Kamu masih menyimpan kekuatan yang bahkan entah darimana datangnya.

Ujung tanganmu masih melekat pada kura tanganku, meremasnya kuat. Seperti kamu takut aku akan pergi. Atau meninggalkanmu sendirian meski peluangnya hampir tidak ada.

 .

“Aku tidak mau pulang..” Kamu berbisik, nyaris tertelan helaan napasmu sendiri. “Nanti aku tidak ada teman, Jinyoung.” Tanganmu berkebah. Mengalir ke epidermisku, membuatku ikut merasakan sakit yang kamu rasakan.

Aku diam, kamu juga diam. Tapi aku tahu ‘diam’ kita lain. Aku yang mencemaskanmu, kamu yang bersandiwara. Sayang, topeng yang kamu pakai kurang tebal. Aku masih bisa mendapati luka itu merenggut kebahagiaan kecilmu dan… kamu yang berusaha membangun tembok harapan walau jiwamu sudah berkelukur hebat.

Ah, ya, kekuatan itu datang dari seberkas asamu. Kamu yang keras kepala, serta gemar berdelusi. Mengumandangkan kalau ini hanyalah sebuah polisi tidur dari perjalananmu yang panjang. Sedianya, ini adalah pos terakhirnya. Palang besar di tengah bulevar yang kamu coba panjat.

 .

“Kamu..”

.

“Aku tidak apa-apa, kok.”

Kamu menyelak perkataanku, menganggap aku kelewahan. Kukira bedebah itu sungguh membuatmu kapok dan mulai memandangku dengan cara yang lain, tapi kamu masih kamu yang sulit diubah jalan pikirannya. Kamu masih kamu yang dapat tersenyum semudah membalikkan telapak tangan. Jujur, aku kecewa mendapati senyum yang kamu buat bukanlah sebuah senyum yang dipaksakan.

Aku kecewa mendapati kamu baik-baik saja—yang itu berarti, kamu masih akan mencoba memanjat palang besar tersebut.

 .

“Aku.. mungkin benar apa yang diucapkannya.” Aku ingin berteriak di depanmu, memaki pikiranmu yang sedangkal kubangan sehabis hujan, lalu menarikmu untuk pergi dari sini dan mengantarmu pulang.

Lalu kamu tersenyum. Secara otomatis menggulung kertas rencanaku barusan. Dan aku hanya bisa menghembuskan napas berat sebelum ikut terduduk sepertimu. Bingung harus berkata apa karena suara si pendusta ulung itu terulang di kepalaku, mengganggu konsentrasi.

 .

“Lagipula dia hanya sedang emosi.” Ujarmu. Tepat setelahnya, kamu menyandarkan kepalamu ke bahuku. Biasa. Tapi rasanya sungguh berbeda.

Kamu tidak tahu apa yang sedang terjadi di dalam batinku; perang hebat antara dua buah pemikiran yang berbeda. Satu sisi ingin membentakmu, satu sisi yang lain ingin terus menemanimu, membantumu mendapatkan genggaman dari tangan yang kotor itu meski sembari menahan perih. Parahnya, kamu berpolah seperti mencoba menekan emosiku.

 .

“Tapi Clau, kamu menangis terus gara-gara dia.”

Sungguh, pertanyaan itu logis. Masuk akal karena benar adanya. Namun jawabanmu betulan membuatku mati kutu.

“Aku memang sensitif Jinyoung,” kamu terkikik kecil. Lekas memutus kontak fisik kita dan menarik daguku sedikit ke arahmu. “Kamu seperti tidak tahu aku saja.”

Dari bertukar tatap dengan jarak sekecil ini, aku menemukan kamu. Maksudku, kamu yang lain. Kamu yang berbeda dari pikiran orang kebanyakan, termasuk aku. Kamu sungguh payah dalam urusan cinta, tahu. Tapi kamu berlagak seperti sudah menjalani berbagai jenis hubungan istimewa sejak sekolah menengah pertama. Aku menyesal sudah mengenalkan sosok yang ‘diam-diam-gemar-menyakiti itu’ kepadamu, yang kamu bilang cinta pertamamu itu.

Dari sepasang irismu yang indah, bintang-bintang harapan itu tergantung lemah. Aku ingin membenahi, tapi kamu melarang. Kamu cuma memperbolehkanku menatap bintang-bintang itu, serta memejamkan mata dan mulai berdoa ketika salah satunya jatuh meluncur bebas.

 .

“Tapi.. terima kasih sudah menemaniku di sini ya, Jinyoung.” Kamu tersenyum lagi. “Kamu memang teman terbaikku.”

Cara kamu berbicara seperti memanduku untuk memijak jalan yang lain. Seperti mendesakku untuk mengetahui masa depan sesuai dengan anganmu—kamu yang bahagia dengannya, dan aku berdiri sendirian sebagai sahabat yang baik. Pun menatapmu membuatku merasa kamu betul-betul ingin meyakinkanku kalau kamu itu kuat. Mungkin kamu kuat, sedangkan aku tidak. Karena kamu mencari sekaligus menanam luka, dan aku sang penerima.

 .

“Jangan pergi, ya?” Seharusnya aku yang berkata seperti itu.

Bagaimana jika kamu yang pergi suatu saat nanti, berhasil mencuri utuh perasaannya? Meninggalkanku? Membuat dunia hanya untuk berdua dengan… yah, bedebah itu? Menciptakan surga duniawi sendiri, lalu melupakan aku? Pikiranku mulai kacau. Kamu memberitahuku mimpi era yang akan datang yang bahkan enggan kulirik. Ini belum apa-apa, tapi aku mulai ragu.

Aku mengerling ke arahmu dan jalan lain itu bergantian. Jalan kecil, setapak penuh batu yang penuh kedamaian. Tapi ada kamu yang berdiri dengan senyum merekah. Melempar pandang ke arahku tanpa mampu aku terka maknanya.

 .

“Aku mencintainya, Jinyoung.” Aku tidak bisa menatapmu lantaran manikmu menerawang angkasa. “Aku akan terus menunggunya sampai dia menyadari itu.”

Bersamaan tepat setelahnya, aku membuang muka. Aku mengambil satu langkah, menjauhimu yang membisikkan spoiler dari akhir kisah ini.

 .

“Hei. Aku bilang, jangan pergi, ya?” Kamu menarik lenganku, memeluknya seperti sebuah guling. Dan aku tahu kamu tidak serius ketika mengatakannya.

Tenang saja, aku akan terus memandangimu dari jauh. Profil sampingmu akan selalu memenuhi penglihatanku meski dari jauh. Walau aku memutuskan untuk tidak terlibat dalam bagian akhir, kamu akan tetap menjadi aktor favoritku. Satu pesanku, jangan memanggilku tatkala kamu sudah selesai tampil di atas panggung nanti. Entah itu adegan akhir yang bahagia atau menyedihkan.

.

“Ya.” Kulepas jemarimu dari kain seragamku. “Aku janji.”

But people always turn back and broke their promise without saying anything, right? Lagipula, kamu saja yang lenggana menyadari eksistensiku. Bukan, bukan sekadar eksistensi fisikku saja, tapi aku. Mengerti? Aku lelah menunggumu, kamu lelah menunggu orang lain—yang sayangnya, brengsek. Kalau kata manusia-manusia yang gemar pakau, ‘we’re just like dominos; I fall for you, you fall for another’. Melankolis sekali? Berkaca sana. Kalian pasti juga pernah merasakan hal yang sama denganku, bukan?

.

Fin.

A/N: Akhirnya, JinyoungxClau for my beloved sista kak Uci! Fic yang satu ini tuh kayak gabungan antara kisah nyata (eh, maksudnya pengalaman. Sama aja deng) dan lirik lagu Epik High yang lagunyaa enakk aku suka! Hahahh dan yaah, ini editannya sepertinya masih belum sempurna. Mind to correct or review something? Thank youu! Anyway, I’m not sure of what I have done with the last paragraph.. Dan dan satu lagi, sudut pandang kayak gini terinspirasi dari fic kak Sasaa😀

xx, lais!<3

7 thoughts on “[Song-Fic] Spoiler”

    1. AAAAA LAIZZZZ KAMU MENGERTI AKU SANGAT DEKKK:”””””D KAMU CENAYANG APA GMN SIH?:””)

      DAMN ITTT SO MUCH!!!! AKUUU SUKAAA BANGET LAISSS. PARAH PARAH INI NGEFEEL PARAH ASELI :”””D DARI SUDUT PANDANG, ALUR, PEMBAWAAN CERITA. AKU SUKA BANGET. BANGET. BANGETZ. GAK ADA OBAT POKOKNYA INI JANTUNG AKU LEMAH:””D INIII AKU BGTLHA POKOKNYA❤

      Jujur….. sepanjang perjalanan aku baca fic ini, rasanyaaa aku udah gak ngerasain degup jantung. Bener bener udh yg 'duh gue ngga di rl ngga di dunia fana selalu kena friendzone atau ngefriendzoned' AAAAA :'))))

      SEMUA SCENE DI SINI TERGAMBAR JELAS. JELAS BGT. DAN RASA YG DITUANGKAN DI TIAP SCENENYA BIKIN PENGEN GIGIT GULING. SUMPAH INI CLAUNYA BISA BANGET NARIK ULUR JUNIOR kayak aku yg suka narik ulur dia, suruh stay dulu. Jgn kemana mana, tp emg keduanya ngerasain sakit yg samaaa. argh. Laizzzz aku bisa apa da teuh? hikzzz :')

      pernah aku bilang ke kamu kan fic sad kamu punya nyawa dan feel yg kuat banget. nah ini dah hasilnya setelah lama kutungguin! hihihi mwah mwah!<3

      terus yha karakternya Jr kenapa minta dibawa pulang banget sih Laizzz! dia lovable bgt kmvrt emg ya! Clau pls sm Jinyoung aja ya. Aku udh rencana bikin mereka bersatu kuks. serius :)v

      'we’re just like
      dominos; I fall for you, you fall for another ’.

      INI BANGEEEETTTT!:"""D HAHAHA MIRIS YHA. YA NAMANYA JUGA HIDUP.

      utk diksi dan kawan kawan. Kamuuu selalu masuk top of the top lah, diksi berkelas + feelnya dpttt bngtz. Pertahankan dan tingkatkan terus!🙂

      akhir kata, aku nggak bisa ngomong bnyk krn onnya dari hp:"")

      DAN INI SESUAI EKSPEKTASI AKU❤❤ krn selama ini Jr yg ngga peka sm Clau. Skrg kebalikan deh. HAHAHA dan mungkin Clau lelah nungguin Jr jadinya dia nunggu yg lain aja. *curhat terselubung.

      SO DAMMMM I LURF THIS FIC TO THE MOON AND BACK TO LAYSSSS!:* LUV YOU TOO LAYSSS. THANKISS YA!❤

      Dari.
      Clau yg udh lelah nunggu:")

      Suka

  1. Ahh jinyoung sedih banget sih
    jinyoung suka sama clau iya kan ?
    Tapi clau malah suka sama orang lain
    mending sama aku aja yukk hohoho
    ini kisah kebanyakan orang banget
    yang ditatap malah natap orang lain (ngomong opo aku ini)
    Nyesek banget sih
    tapi mendingan pergi sekalian drpd sakit hati
    aduhhh sakitnya tuh disini di dalam hatiku /nyanyi bareng jinyoung/ulala/

    Suka

    1. LAISSSS LAISSSSQUH SAYANGQUH 0M0

      Jadi….. jadi….. JADI SELAMA INI KAMU BERKELIARAN DI SEKITARKU KAN NGAKU HAYO NGAKU.

      0m0 0m0 jangan-jangan kamu nyamar jadi tiyang basket di lapangan sekolah???? atau jadi ibu kantin yang suka dikerubutin???? atau jadi pot bunga yang suka ditendangin???? atau jadi ikan mujair di kolam depan kelas???? UHUHU SEAKAN KAMU BUAT FIC INI SETELAH MEMPELAJARI SELUK BELUK HIDUPKU 0M0

      we’re just like dominos; I fall for you, you fall for another

      Oke mbake saya permisi mau nangesh dulu.

      HIKS HIKS HIKS 1000X

      ((((((((((satu abad kemudian))))))))))

      Yah apalah daya hamba. Fic sad kamu tuh sakit banget sist kek ditusuk pakek bambu runcing awaw dan ini ditambah kisah yang mplek jimplek sama kehidupan saya. Rasanya tuh???? Rasanya tuh???? (/mati)

      ((((((((((tapi idup lagi))))))))))

      SRRROOOOT

      I heart you mah kalo kata mas mas cemes yah. Udah fix ini keren bungat tiada obat. Aku beberapa kali baca fic kasasa dengan sudut panjang macam gini tapi tbh rasa-rasanya beda. KARENA INI KEREN BANGET. AI TIDA BOHONG KARENA YANG SUKA BOHONG HANYA PINOKIO SEBATANG.

      Maaf lais sepertinya kaka tida sanggup menghadapi cobaan ini huhu dan cerita mplek jimplek yang aku maksudkan itu kenangan lama kok say ehe jaman smp lah biasa, sekarang udah ada yang baru dong ahay AHAHAHAHAY misi ya mbake mau sekolah dulu terus ketemu yang baru itu dong ahay AHAHAHAHAY doakan saja kisah ini tak semiris yang lalu-lalu yah meski hanya sanggup memandang dari jauh ((EAK)) ((CIEN GUE PLIS CIEIN))

      babai lais sampai ketemu!!!!

      laflaf❤ Nenni

      Suka

  2. LAAAAAAYSSSSSEEEUUU TAU GAK KAMU AKU MEWEK SUMPAAAAAAAH ;AAAAAA; MERINDING BANGET DARI AWAL CERITA SAMPE AKHIR……………. GAK BOONG GAK LEBAY INI SUER……. SERIUSAN INI TEEEEH ;;;—————–;;; YAAAMPUUN NAAAK…. DIRIMU BUAT AKU JATUH CINTA DENGAN CERITA INI NAAAK……. DEK LAYS DEK LAYS :””””” HUHUHUHUHUHUHU❤

    UDAH GITU KAN PAKE LAGU SPOILER DISUGUHIN SAMA KAMU DI ATAS TADI KAN………………… GILS GILS AAAAAAKKKK MEWEEEEK ;;;;;——–;;;;;

    FEELNYA DAPET BANGET YESH! DAN DIKSIMU DARI AWAL SAMPE AKHIR UDAH TINGKAT DEWA…. KAMU BELAJAR DI MANA SIIIIHH LAAAYS? ;AAAAA; AKU SUKAAK BANGET❤ DAN DEMI APAPUN AKU RELA2 YAA BUKA KBBI CUMAN BUAT TAU ARTI DARI DIKSIMU…. COS DI AWAL AKU SEMPET KEK 'yaampun ini apa artinya?' DAAAN SETELAH BUKA KBBI FEELNYA KAN JADI MAKIN DAPET :''') ASTAGAAAAAA……… TERIMAKASIH LAYSKUU DIRIMU TELAH MENAMBAH BANYAK DIKSI UNTUK DIRIKU INI :'''') UHUHUHU LOVE YOUUU LAYS❤❤❤

    SEMUANYA POOLL! DARI ALUR…. POV NYA… NHA INI DIA NIH… AKU LAGI JATUH CINTAAA BANGET SAMA POV SEORANG COWOK TAKTAU MENGAPAAA ;AAAAA; DAN INI BEDA BANGET KAAAN HUHUHUHUHU ;AAAA; JADI LEMAH AWAK :''''''''' HUHUHUHUHU (mewek lagi)

    FEEL-NYA PLIS GAUSAH DITANYA LAGI YA :') APALAGE DIKSINYA….. UUUHHHH FALL IN LOVE NIH :') menurutku itu setelah dialog menggunakan tanda koma, soalnya dibelakang ada kata ‘ujarmu’ gitu .___. setau aku sih yang kek ‘katamu’ ‘tanyanya’ itu sehabis dialog pake tanda koma……. eeeeh tapi gatau nih😄 aku takut soktau ehehehehehe XDv maapkaan yaa laiseu XDv

    DAN BTW AKU JUGA PERNAH JADI ‘KORBAN’ FRIENDZONED :”’) UHUHUHUHU (YHAA CURHAT BENER) ahahahahaha😄 /syudahlah abaikan ini/

    POKOKE SUKAAAK BANGET SAMA CERITAMU INI NAAK……. SUMVAH INI PAPORIT BANGET ANGST-NYA LAH….. SOALNYA DAKU INIPUN KAN (pernah) MERASAKAN JADI FEELNYA LEBIH MAKNYOS GITU LANGSUNG DI HATE :”) aduuh nyeuri euuy hahahahaha /nanyi sakitnya tuh di sini/ /keplaked by lais/ WUEHEHEHEE MAAP YAK LAIS AKU SUKA GAJE GINI :’))

    LOVE,
    Feibri❤

    Suka

  3. Halo, Lais. Maaf baru mampir sekarang padahal ini kamu tag berbulan-bulan lalu. Well, pertama, saya seneng banget karena ini ceritanya mengambil inspirasi dari lagunya Epik High. Hahaha🙂 dan kedua, ceritanya bittersweet banget. Terakhir saya suka endingnya.

    Pertama kali saya baca, jujur, saya sedikit puzzled. Agak mengernyit. Tapi, oke. Sepertinya menarik, jadi saya lanjut membaca. Dan kamu punya permainan diksi yang fantastis. Beberapa cukup membingungkan sih, tapi untuk beberapa konteks, saya rasa itu brilian, saya suka dengan padanan yang ini: Kamu menyelak perkataanku, mungkin kalau disingkat bakal bisa pakai kata “memberangus” tapi “menyelak” itu. That sounds superb!🙂

    Plotnya, seperti yang saya bilang, ini puzzled, terutama latarnya. Mungkin karena genre fiksi ini sedikit mengarah ke fiksi sastra juga ya, jadi bisa saya lihat, kalau kamu lebih menitikberatkan kepada permainan gaya bahasa ketimbang plotnya, tapi, gak masalah, tetep keren kok. Tapi, mungkin ini yang bikin beberapa part jadi sedikit kabur dan saya terus menerka sampai cerita ini berakhir, apakah semuanya terjadi hanya di dalam ruang kelas, seperti dijelaskan di bagian pertama?

    Overall, saya suka ceritanya, dengan alur cerita yang melompat-lompat. Dan konklusi akhir yang mengambang. It was written so well. Ceritamu keren!

    Keep writing ya.

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s