[Hip Hop Monster Series] A Chaotic Night

Picture 003

a vignette-series by tsukiyamarisa

Hip Hop Monster Series: A Chaotic Night

©2015 project

starring BTS membersbased on Hip Hop Monster webtoon characters genre Fantasy, Animal!AU, Friendship, Comedy duration Vignette (2000+ wc) rating G

.

Ini kisah tentang Kim Seokjin, manusia serigala terunik yang pernah ada

.

.

.

Tale #1: Kim Seokjin the Werewolf and A Chaotic Night

Picture 004

.

.

 

Sudah menjadi kebiasaan bagi Kim Seokjin untuk menumpuk persediaan makanan di kala malam purnama tiba.

Well, atau lebih tepatnya, persediaan permen jelly warna-warni dan cokelat berisi krim dengan taburan kacang.

Itu bukan hal yang aneh, mengingat desa Nymus—tempat tinggalnya—memang dihuni makhluk-makhluk aneh. Sebagai contoh, ada Park Jimin, si bocah lelaki dengan telinga dan ekor kucing yang sudah menempel di tubuhnya sejak lahir. Ada pula Jung Hoseok si Jerapah, seorang lelaki yang tak pernah marah dan senantiasa mau disuruh-suruh untuk memanjangkan lehernya demi membantu warga desa memetik buah-buahan. Atau si cerewet Kim Namjoon yang mengaku sebagai kepala desa, dengan bibir yang akan berubah menjadi paruh bebek kala ia terlampau banyak mengoceh. Singkat kata, mereka semua adalah makhluk unik.

Dan dalam kasus Seokjin, keunikan itu sedikit berbahaya—juga menggelikan.

Ia memang berbeda dari para manusia serigala lainnya yang haus darah dan gemar makan daging mentah. Alih-alih daging, serigala berbulu cokelat yang satu ini malah lebih suka mengulum cokelat atau mengudap permen jelly di saat ia berubah. Makanan-makanan manis itulah yang membuatnya tenang, menahannya dari kemungkinan untuk mengamuk serta mengobrak-abrik seisi desa. Alasannya? Sederhana saja.

Ia trauma.

Dulu sekali, Seokjin pernah mencoba makan daging mentah yang masih berdarah-darah. Namun—salahkan hatinya yang selembut bulu kelinci—Seokjin ternyata tidak setega itu untuk membunuh dan mencabik-cabik mangsanya sendiri. Sebagai gantinya, ia malah berkeliaran di hutan hingga menemukan bangkai rusa yang sudah setengah dimakan.

Nasibnya tidak baik, tentu saja.

Bukan hanya bangkai itu sudah berumur lama, ulat-ulat belatung pun menghiasi dagingnya. Seokjin masih ingat bagaimana ia dulu memuntahkan semua makanan menjijikkan itu disaksikan Taehyung si Monyet yang terbahak-bahak puas. Ugh, cukup sudah. Sejak saat itu, ia sama sekali tidak mau berurusan dengan daging mentah lagi dan lebih suka menjilati cokelat kacang raksasa yang dijual di Monimoni—sebuah toko permen di kaki bukit.

Namun, hari ini, agaknya ia kurang beruntung.

Seokjin pulang dari Monimoni dengan tangan kosong dan hati dirundung kecemasan. Senja sudah tiba, mentari merangkak cepat ke cakrawala. Kegelapan datang menjelang, diiringi dengan bulan purnama yang pastinya akan segera menampakkan diri. Sepasang telinga serigalanya yang runcing bergerak-gerak gelisah, selagi rasa gatal di tubuhnya menandakan bahwa bulu-bulu kecokelatan itu akan segera muncul. Uh, ujung-ujung giginya pun sudah mulai sedikit memanjang dan menajam, tanda bahwa perubahan itu akan segera terjadi.

Masalahnya, ia belum punya cokelat atau permen manis!

Bagaimana kalau ia lepas kendali dan tidak sengaja melukai teman-temannya?!

Panik, Seokjin hanya bisa membanting pintu rumah mungilnya hingga tertutup rapat-rapat. Ia tidak pernah suka melukai orang lain. Maka, sembari menekuk kedua kakinya dan meringkuk di sudut kamar, Seokjin benar-benar berharap agar ia tidak mengamuk dan bisa tetap bertahan di dalam rumah hingga pagi ini tiba.

Sayang, serigala di dalam dirinya kelewat lapar untuk membiarkan doa itu menjadi nyata.

.

.

.

BRAAAAAKKK!!

 

“UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAH!!”

 

 

“Park Jimin, jangan berisik!”

Jimin menoleh, tersinggung kala suara datar Yoongi si Kura-Kura menyapa telinganya. Mereka berdua sedang asyik tidur-tiduran di bawah pohon, menikmati embusan angin sepoi yang tidak terlalu dingin. Ini malam yang indah; jikalau saja suara teriakan dan geraman itu tak mengusik ketenangan yang ada.

“Itu bukan aku….” Jimin menggumam pelan seraya menyipitkan mata, berusaha mencari tahu apa gerangan yang sedang terjadi. Derap langkah kaki kini mulai terdengar jelas, membuat Yoongi menggerutu panjang-pendek dan terpaksa beringsut keluar dari cangkangnya.

“Serius, ada apa sih, ribut-ribut?”

“Mana aku tahu.” Jimin mengedikkan bahu, mengamati Yoongi yang sudah kembali ke wujud manusia. Kawan baiknya yang satu itu paling tidak suka jika tidurnya diganggu, dan suara-suara tak jelas tadi sukses membuat kelopak Yoongi kembali terbuka lebar.

“Kalau sampai aku tahu siapa yang—“

 

“BAHAYA! BAHAYA! ADA SERIGALA LEPAS!!”

 

Belum sempat Yoongi menyelesaikan omelannya, sepasang suara cempreng milik Namjoon si Bebek dan Hoseok si Jerapah terdengar. Kedua makhluk itu berlari secepat yang mereka bisa, sebelum akhirnya berhenti di depan Yoongi dan Jimin dengan napas terengah.

“Ada serigala….”

“…mendobrak pintu rumah Seokjin hingga hancur….”

“…bahkan kami sempat dikejar….”

Namjoon dan Hoseok bergantian menjelaskan, memberitahu bahwa serigala cokelat itu kini sedang berlari menuruni bukit dan tampaknya menuju ke Monimoni. Serigala—yang aslinya adalah Kim Seokjin itu—jelas kelaparan; dan tidak ada satu pun dari mereka yang mau memikirkan akibat lebih lanjut dari absennya persediaan cokelat di rumah Seokjin. Untuk saat ini mereka aman. Namun, siapa yang tahu? Bagaimanapun juga, sudah menjadi insting bagi serigala untuk mengejar apa pun yang bisa dimakan. Bisa saja ‘kan, Seokjin lupa akan kesenangannya pada makanan manis dan lebih memilih memangsa mereka?

“Maaf saja, aku tidak enak dimakan,” gumam Yoongi sambil menepuk cangkangnya yang kosong, mengisyaratkan bahwa ia punya tempat berlindung. “Selesaikan saja urusan kalian—“

“Astaga! Bantu kami sedikit, dong!” Hoseok menarik lengan Yoongi, lantas menendang cangkang kehijauan itu dengan sebal. “Beri ide atau apalah! Seokjin belum pernah lepas kendali begini!”

“Tapi, bukannya ia sudah pergi ke Monimoni?” Sebuah suara menyela, membuat keempat kepala yang ada spontan terdongak. Taehyung si Monyet sedang bergelantungan di dahan pohon, alisnya dikernyitkan pertanda bingung. “Aku melihatnya tadi sore, sebelum dia berubah, tentu saja.”

“Mungkin kehabisan?” usul Jimin, diiringi anggukan kepala setuju dari yang lain. “Kalau ia tidak kehabisan persediaan cokelat, ia tidak akan mengamuk. Biasanya ‘kan, begitu.”

“Lantas, kenapa ia berlari ke Monimoni lagi? Tokonya sudah tutup sekarang, ia tidak akan mendapat apa-apa.”

“Siapa sih, yang bisa menjamin kewarasan seorang manusia serigala di malam bulan purnama?” Itu Yoongi yang menjawab, telunjuknya terarah pada bulan yang bersinar terang di atas sana. “Daripada berdebat hal tidak penting, ayo pikirkan solusinya saja!”

“Aku bisa tinggal di atas sini,” ujar Taehyung pongah, menunjuk batang pohon tempatnya duduk. “Ada yang mau ikut menemaniku? Kujamin Seokjin tak akan naik ke atas pohon.”

Baik Namjoon maupun Hoseok sama-sama bukan ahli memanjat, sehingga yang bisa mereka lakukan hanya memelototi Taehyung dengan kesal. Lain halnya dengan Jimin. Memanjat bukan masalah baginya, tetapi turun dari sana jelas sebuah perkara besar. Ia ini ‘kan, manusia setengah kucing; dan kucing tidak suka ketinggian.

Merasa itu bukan jawaban yang tepat, mereka pun kembali bungkam dan berpikir.

Berlindung di dalam rumah masing-masing juga bukan pilihan bagus, mengingat Seokjin baru saja menghancurkan pintu rumahnya sendiri. Alih-alih aman, malah ada kemungkinan mereka terjebak di rumah dan tidak bisa kabur saat Seokjin menyerang. Selain itu, mereka juga tidak mungkin membiarkan Seokjin berkeliaran hingga pagi tiba dan membahayakan seisi desa. Walau merepotkan, tetap saja serigala cokelat itu adalah kawan mereka.

“Kurasa… satu-satunya jawaban hanyalah cokelat,” jawab Namjoon setelah berpikir selama sekian menit, memecah keheningan. “Tetapi, di mana kita bisa mendapat coke—“

“Ada yang bilang cokelat? Aku punya cokelat di rumah.”

Bagai mendengar suara dentingan harpa malaikat, mereka semua serempak menoleh ke arah Jungkook yang baru saja bergabung. Si kelinci putih itu menelengkan kepala, bingung melihat sambutan yang diterimanya.

“Ada masalah apa?”

“Seokjin kabur dan mengamuk. Kau keberatan membagi cokelat di rumahmu dengan kami? Demi kebaikan bersama.”

Jungkook mengangguk-angguk, mengiakan permintaan itu. Tanpa perlu diperintah lagi, ia pun segera memacu kakinya kembali ke rumah untuk mengambil cokelat-cokelat itu. Beruntunglah mereka, karena Jeon Jungkook si Kelinci terkenal akan kemampuan larinya yang super cepat.

“Nah,” Hoseok menghirup napas dalam, merentangkan kedua lengan seolah masalah ini sudah selesai. “Sekarang kita tinggal menunggu dan—“

 

 

“AAUUUUUUUUUUUUUUU!!!”

 

 

Lolongan serigala yang mendirikan bulu roma itu sekonyong-konyong terdengar, sukses membuat Hoseok bungkam dan melebarkan maniknya penuh kengerian. Tak jauh dari tempat mereka berkumpul, tampaklah sosok Seokjin si Serigala yang sedang menggeram-geram. Merasa terancam, Yoongi pun lekas menyelinap masuk ke dalam cangkangnya kembali sementara Jimin berlari memanjat pohon menyusul Taehyung. Masa bodoh dengan bagaimana caranya turun nanti, Jimin bisa memikirkan itu belakangan.

Meninggalkan Hoseok dan Namjoon yang hanya bisa saling pandang, sama-sama gemetar ketakutan. Serigala itu melangkah makin dekat, tampaknya menyadari bahwa kedua makhluk di depannya itu masuk dalam kategori ‘layak untuk dimakan’. Kendati begitu, Namjoon juga bisa melihat bahwa sosok Seokjin di dalamnya mati-matian berusaha menahan diri.

“Kim Seokjin.” Namjoon mencoba memanggil, mengabaikan tarikan tangan Hoseok di lengannya. Mungkin, ia bisa sedikit membujuk Seokjin untuk menggunakan akal sehat. “Ini kami, teman—“

“GRRRRR!!”

Satu geraman singkat sukses memaksa Namjoon melangkah mundur, mengurungkan niatnya untuk berkomunikasi dengan serigala kelaparan. Tangannya nyaris saja terjebak di antara taring-taring tajam itu tadi, membuat Namjoon lekas-lekas merepet tak jelas seraya menarik Hoseok maju untuk menjadi tamengnya.

“Apa??!”

“Kau saja yang lawan dia.”

“Enak saja! Bebek lebih enak dimakan daripada jerapah, tahu!”

“Kalau begitu, panjangkan lehermu agar aku bisa berpegangan di sana dan memanjat naik!”

“Kaupikir ini tali yang bisa ditarik-ulur?” Hoseok menoyor kepala Namjoon dengan berang, lantas menyilangkan kedua lengannya di depan dada. “Tidak mau!”

“Biasanya kau baik hati, ‘kan, Jung Hoseok?”

“Keadaan ‘biasa’ itu tidak mencakup adanya ancaman taring serigala!”

GRRRRR!!”

“DIAM KAU, SEOKJIN!”

.

.

.

“Ups.”

Hoseok dan Namjoon serentak bungkam, menyadari bahwa mata serigala Seokjin kini berkilat penuh amarah. Keduanya hanya bisa melangkah mundur; berdoa agar Seokjin tidak mencabik-cabik dan melahap mereka hingga habis tak bersisa. Ini sama sekali tidak lucu, ini bukan cara yang mereka inginkan untuk mati, ini….

GRRAAA—“

 

.

.

.

“STOP!”

Seokjin baru setengah jalan membuka mulutnya, ketika Jungkook kembali membawa berbungkus-bungkus cokelat raksasa dengan susah-payah. Si kelinci muda itu lalu melangkah melewati Hoseok dan Namjoon yang sedang berpelukan erat, dengan gagah berani membuka setiap bungkus cokelat dan mengundang Seokjin mendekat. Lagaknya sudah seperti pahlawan, selagi Seokjin berjalan maju dan menjilat-jilat cokelat di tangan Jungkook dengan puas.

“Aku tepat waktu, ‘kan?”

Yang ditanya hanya bisa menghela napas panjang, lega. Seraya melepaskan diri dari pelukan erat tadi, Namjoon melangkah mendekati Jungkook dan menepuk-nepuk puncak kepala sang penyelamat hingga telinga kelinci Jungkook bergerak-gerak lantaran geli. Kini, setelah serigala jadi-jadian itu merasa tenang, mereka bisa menghirup napas lega dan berisitirahat barang sejenak. Belum pernah mereka melewati malam yang sekacau ini di Nymus, pun menyaksikan sang sahabat berubah menjadi seganas itu.

“Kalau begini, dia jadi seperti anjing peliharaan yang manis,” komentar Hoseok sambil mengelus bulu Seokjin dan membantu Jungkook membuka bungkus cokelat lagi. “Kerja bagus, Jungkook.”

“Bukan masalah,” timpal Jungkook, masih tidak bisa menyembunyikan kebanggan di dalam nada suaranya. “Kaget juga, sih, melihat seorang Kim Seokjin mengamuk seperti ini.”

“Memang, tadi kau dari mana saja?”

Merasa keadaan sudah cukup aman, Taehyung dan Jimin pun bergabung dalam percakapan, bersikap seolah mereka tidak pernah menyaksikan adegan penyerangan barusan. Si Monyet itu melompat turun dari dahan pohon dengan lincah, meninggalkan Jimin yang sibuk berteriak-teriak memanggil Hoseok agar mau membantunya turun.

“Oh, hanya jalan-jalan di sekitar desa. Bertemu beberapa gadis yang menarik. Ini ‘kan, Valentine.”

Ucapan Jungkook itu sukses membuat Namjoon, Taehyung, Hoseok, dan Jimin—yang akhirnya berhasil turun—mengerutkan kening. Minus Yoongi, tentu saja, karena si kura-kura itu masih asyik tidur di dalam cangkangnya dan tak mau repot-repot mengikutsertakan diri dalam konversasi ini.

“Kenapa?”

“Kau bilang… Valentine?” Jimin bertanya perlahan, melirik teman-temannya yang agaknya tengah memikirkan hal serupa.

“Iya. Makanya aku punya banyak cokelat di rumah. Untuk dibagikan.”

“Kapan kau membelinya?” Hoseok ganti menginterogasi, rasa curiga menghalangi ia untuk berpikir bahwa Jungkook adalah penyelamat hidupnya. Well, memang benar jika Seokjin kini sudah tenang dan sibuk menjilati berbatang-batang cokelat yang dibawa Jungkook tadi. Kekacauan yang terjadi sudah berakhir, tetapi bukan berarti kekesalan mereka reda begitu saja. Kalau Monimoni tidak kehabisan persediaan cokelat mereka dan Seokjin bisa membeli beberapa batang sebagai langkah pengamanan, tentunya hal ini tak akan terjadi, bukan?

Ng….” Jungkook menelengkan kepala, tampak belum menyadari aura negatif penuh amarah yang menguar dari diri temannya itu. “Aku membelinya tadi siang. Kenapa?”

“Dan berapa banyak yang kaubeli?”

Jungkook menatap Namjoon yang tampaknya sudah siap mengomel panjang lebar, paruh bebeknya terkatup rapat menahan emosi. Ragu-ragu, ia pun menjawab, “Eh… waktu aku ke sana, persediaan cokelatnya tinggal setengah. Karena takut tidak cukup saat dibagi-bagikan, kubeli saja semua. Lagi pula, ada untungnya, ‘kan? Karena aku punya beberapa batang yang tersisa, Seokjin tidak jadi menyerang kalian.”

Namjoon, Hoseok, Taehyung, dan Jimin serentak mengeluarkan erangan kesal, menarik perhatian serigala Seokjin yang kini bergelung di bawah pohon karena kekenyangan. Kalau saja itu bukan sesuatu yang mustahil, mungkin Jungkook akan mengira bahwa jiwa serigala milik Seokjin sudah merasuki keempat temannya ini. Bagaimana tidak, tatap mata mereka begitu ganas dan mengancam. Seolah-olah Jungkook telah melakukan kesalahan yang teramat besar, padahal ialah yang sudah menyelamatkan mereka semua dari maut.

Eum, teman-teman… bisa tolong jelaskan apa yang salah jika aku membeli cokelat di Monimoni? Aku sedikit tidak mengerti.”

.

.

.

.

.

JEON JUNGKOOOOOOOOOOOOOOOOOK!!!!”

fin.

another series!!😀

based-on webtoon bangtan yang Hip Hop Monster, jadi kepikiran bikin fantasy yang temanya ringan dikit dan ga serius-serius amat wkwk

buat yang belum baca webtoon-nya, gambar di atas itu urutannya dari kiri ke kanan: Jungkook, J-Hope, Jin, Rapmon, Suga, Jimin, V (yg nemplok di atas kepala xD)

next part will be Namjoon-centric (maybe) ditunggu saja ya soalnya udah mau mulai kuliah lagi huhu

see ya!

17 thoughts on “[Hip Hop Monster Series] A Chaotic Night”

    1. KIM SEOKJIIIIIINNNN!!!

      Eh salah, nyapa amer dulu harusnya. Hehehehe hai mer ^^

       

      Aku ga tau ini mau mulai darimana. Pengen langsung teriak aja abisnya seokjin si little wolfy(?) ini UNYU MAKSIMAL!!! Skip bagian daging mentah beserta teman kecil menjijikannya itu ya ( _ _) ‘Salahkan hatinya yang selembut bulu kelinci’ ah kamu terlalu baik sih. Jangan makan daging mentah lagi ya, gak baek. Nanti sakit peyut😄 Apaan sih itu monyet pake ngetawain??!! *lempar pake batu*

      Mengulum cokelat trus makan jelly gitu dia malah keliatan bocah unyu unyu banget! Duh yein apa kabar di mari???? Terus kupingnya………….KYAAAAAAA MAU PEGANG DONG MAU PEGANG!!! MAU SENTIL JUGA😄 *uyel uyel*

       

      Oke di sini ada part yoonmin ya. Itu mereka tiduran kan syuga di dalem cangkang nah jimin nemplok di atasnya ya? Macem minha kalo nemplok gitu. Hahahahaha😄 Kan kan kan jadi adegan plinces sama plins lagi😄

      Lagi keadaan genting gitu ya syuga tetep aja nyebelin (maaf ya syuga nyebelin mulu emang di mata yein) YESS HOSEOK UDAH NENDANG CANGKANG SYUGA!!! GOOD JOB SEKALI TUAN JERAPAH😛 Gak sekalian aja lempar jauh-jauh itu cangkang??? Hihihihi….

      Kenapa hoseok sama namjun berdaan juga sih di sini? Mana saling dorong-dorongan gitu kan siapa yang bakal dimakan duluan. Tapi bebek bakar atau bebek krispi emang enak. Lah jadi inget mang hobi sama bebeknya😄

      YA! JERAPAH! JANGAN ELUS-ELUS SEOKJIN!! Boleh ganti hoseoknya jadi yein ga? Berasa yein ngurus si kecil El -.- Dan lagi ngapain di negringkuk di bawah pohon gitu??? Kamu beneran mau ngalahin anak sendiri, hah??!! *gemess*

      Jungkuk udah superhero chorom ya dateng-dateng bawa penangkalnya dan nyelametin warga. Oke sampe sini aku ngiranya emang dia penyelamat dan ga nyangka ternyata…….dia dalang di balik semua kekacauan ini!!! *jewer kuping kelincinya* Ga ada yang dibuli emang kurang mantep ya. Sok polos pula! Malah ngeborong cokelat buat dibagiin ke cewek cewek?! Hah!!! Keroyok saja itu si kelinci. Gulung gulung jadi bola bulu aja sekalian *kabur sebelom ness muncul*

       

      Akhirnya si wolfy ini selesai juga ya? Berasa baca hhm tapi versi yang panjangnya dan versi indonya tentu aja😀 Semoga untuk selanjutnya makin-makin lancar. Next itu namjun ya? Hehehehe aku tunggu ya mer🙂

      See ya amer ^^

      Suka

      1. HALO JUGA KAYEEEEN ^^

        maafkan balasan yg telat ini, mana masih utang di sana sini pula aku -_-

        Seokjin si wolfy emang unyu, tapi unyuan kura-kuranya sih xD lagi dia mah aslinya koplak bukan unyu… aku baru kepikiran sekarang masa, itu jelly kalo nyangkut di sela-sela taringnya gimana cerita??? ((ngajak ribut))

        ITU JIMIN TIDUR DI SAMPINGNYA OKE TAK ADA ADEGAN PLINS DAN PLINCES ((kucing ceweknya ngamuk))
        dan jangan dilempar lempar dong cangkangnya kayen…. nanti kalo retak gimana huhu nanti dia gabisa tidur TAT

        Mungkin itu hoseok dorong2an sama namjun soalnya dia aslinya mau nangkep namjun buat dibakar dan dijual (??) ((sejak kapan jerapah jualan bebek)) terus……… KAYEN CEMBURU SAMA JERAPAH YA HAYO NGAKU HAHAHAH😄 jerapah aja berani elus2 manusia serigala, kalo yein kan malah berlindung di balik ruangan besi tuh :p

        Yap!! gaada yang dibuli tuh ga mantep dan sejak kapan jungkuk superhero chorom?? dia mah jadi anak kurang ajar terus adanya -_- ((bisik bisik sama kayen sama nengok kanan kiri))

        yep, makasih banyak kayeeeen❤❤

        Suka

  1. MER LUCU BANGET INI KENAPA???? HUAHAHAHAHAHA. makasih ya akhirnya aku mengetahui mereka itu binatang apa saja di hiphop monster… pertama aku kiranya hoseok itu kuda wakakkaakka. lucu banget deh ini kayak fabel begituuuu iiiih lanjutin dong yaaaaa aku akan setia membacanyaaaa kyaaaa!❤ luv luv selamat hari valentine (yang sudah mau berakhir)! <3<3

    Suka

    1. YANG LUCU AKUNYA APA HHM-NYA NIH DE?? ((plak)) haha sejujurnya aku pun harus googling dulu buat tau mereka hewan apa.. bahkan hoseok awalnya kukira kambing masa -_-

      okeeee, makasih banyak adee❤

      Suka

  2. wah fabel!!!! wess, suka suka😄 entah kenapa sekarang jadi suka baca fabel. Mungkin karena tuntutan tugas sekolah/?
    jadi gini, di sekolah kan disuruh bikin tugas bikin cerita fabel gitu, aku malah bikin fabelnya mirip mirip gini (maksudnya castnya yah anak anak bts atau exo) biar beda dari yang lain. Terus , anak anak lain bikin fabel tentang keserakahaan,pertemanan, aku malah bikin fabel tentang kejar kejaran sama pembunuhan(Gaboleh ditiru). Maaf, curhat disini/? Soalnya seneng aja gitu/? (abaikan)

    Suka

  3. bities kyeowooooooo😀
    kalo aja mereka comeback pake’ tema macam beginian. /upsss, ntar dikira niru grup sebelah/
    Hhaha, Jungkook ini ya, udah jadi biang masalah masih gak tau apa salahnya pula. /ini beneran gak tau apa pura-pura gak tau hayoooooo ???/
    adegan Hoseok sama Namjoon bikin ngakak, masih sempet-sempetnya ribut disaat genting. Suga juga pantes banget dia jadi kura-kura, males banget, mau gerak males, mau apa-apa males.
    Serigala Seokjin
    yang kini bergelung di
    bawah pohon karena
    kekenyangan. eummmmm, jadi pengen ngelus-ngelus macam kucing.😀
    See you next fic kak Mer ^^

    Suka

    1. comeback pake tema begini? aduh jangan ntar kasian namjun harus pake bibir bebek terus suga harus bawa cangkang kemana mana kan repot XDD

      ya anggap saja dia beneran gatau jadi agak keliatan polos sama imut dikitlah /?
      hihi awas lho itu dia tetep serigala walau udah bobo, ati ati digigit xD

      yep, makasih banyak yaaaa😀

      Suka

  4. Maafkan lah mer kalo aku baru nemplok di fic ini sekarang,, gegara searching seokjin jadi ketemu sama drama webtoon yang a’udzubillah bikin pen nyekik setujuh manusia jadi2an ini😄

    boleh ngakak ya, boleh! Ini fantasy tapi ringan banget dibaca ngakak sana sini berasa nonton kartun anak2,, ini cocoknya buat childhood paradise nih mer,, hahaha
    Mas seokjin kamu unyu sekali,,, dasar srigala berhati selembut bulu jungkook (baca; kelinci) mau aja diketawain taehyung,, gigit aja dia gigit ekornya biar kapok, jin! wkwkwk

    yoongi mah dimana2 sama cuek bebek berasa pen nggelindingin tempurung kura2nya,, lu kok jadi orang egois banget,,, bakar nih bakar /efek begal -_-

    apalah diksimu yang ringan ini bikin ipy ngerasa didongengin sama amer. kok kepikiran2nya sih bikin sisi lain webtoon kaya gini.. Kreatif to the max lah mer.. ditunggu seri lainnya esp Kim Alien yha dia pasti rusuh banget kalo ditulis,, hahahaa

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s