[Drabble-Mix] BTS Begins


bts begins

Drabble-Mix – “B T S BEGINS”

a short-mix movie by Juliahwang

 

BTS Member & OC’s

.

Fluff, Romance / Teen / Drabble

.

“7 kisah romansa yang berbeda”

.

.

.

 

“Mana pria yang melukaimu?”

Jinhee hanya mendengus kesal dan melipat tangannya di dada. “Kau tak akan bisa mengalahkannya, Park Jimin.”

Jimin membuang muka dan kembali memukul bantal besar di belakangnya dengan keras. “Cih! Dia belum pernah merasakan tinjuku, jadi sekarang beritahu aku!”

Segala umpatan tak karuan Jimin membuat Jinhee malu. Kekasihnya ini terlalu percaya diri sekali. Apakah dia hebat dan kuat? Tentu saja tidak! Walau pun Jimin pintar dalam tinju, taekwondo dan olah raga apa pun, tetap saja ia pernah menangis hanya karena anak anjing yang menggigit sepatu mahalnya.

“Lelaki itu ada di belakang sekolah menunggumu.”

Tanpa berbicara apa pun, Jimin segera beranjak sambil menenteng sarung tinju andalannya. “Aku akan melakukannya untukmu. Doakan aku!”

Jinhee hanya mengangguk kecil saat melihat Jimin menghilang menuju lorong. Baru saja ia akan berbalik menuju kelas, Jimin telah kembali dengan wajah masam dan memerah.

“Cepat sekali? Apa yang kau lakukan padanya?” tanya Jinhee sambil menatap tak percaya ke arah Jimin.

“A—Aku terpeleset dan sekarang celanaku robek. Jinhee, jangan banyak bertanya dan bantu aku!”

Jinhee bahkan sudah mengira itu akan terjadi.

 

.

.

.

 

“Namjoon! Akhirnya kau datang juga.” Sapa Guru Kang saat Namjoon memasuki ruangan.

“Ada apa memanggilku, Guru Kang?”

Guru Kang hanya tersenyum sambil menunjuk beberapa tumpuk buku yang tertata rapi di atas mejanya. “Tolong bantu aku membawa buku-buku itu ke perpustakaan, Namjoon. Gurumu yang sudah tua ini tak mampu mengangkutnya sendiri.”

Namjoon memutar bola matanya sekilas. Tanpa berani menolak, ia langsung membawa buku-buku itu keluar menuju perpustakaan. Setidaknya, ia tidak akan merasa lelah karena perpustakaan itu hanya berbeda lorong dengan kantor guru.

“Sialan! Apa buku-buku ini jelmaan sebuah batu? Kenapa berat sekali?”

“Kau butuh bantuan?”

Namjoon menggeser buku-buku yang menghadang pandangannya dan mendapati seorang gadis bersurai cokelat sedang berdiri di hadapannya. Mengambil beberapa tumpuk buku di tangan Namjoon dan berjalan di sampingnya.

“Aku juga akan ke perpustakaan, jadi jangan menolak bantuanku.” terang gadis itu sambil tersenyum manis.

Namjoon menelan salivanya gugup. Itu adalah Anna. Gadis manis yang ia sukai selama ini. “Umm.. Terima kasih, Anna.”

Anna mengangguk mengerti dan mengedipkan sebelah matanya. “Setelah ini, kau harus menemaniku mengobrol di perpustakaan, oke?”

 

.

.

.

 

Kim menatap aneh lelaki di hadapannya. Terbengong-bengong melihat ia memainkan sebuah boneka sponge berwarna kuning. Sejak dulu, Kim membenci kebiasaan kekasihnya itu setiap hari libur tiba.

“Apa kau sudah gila, Jung Hoseok?”

Hoseok tak menggubris dan sekarang beralih pada tayangan televisi yang sejak tadi ia tunggu. “Sudah mulai!”

Kim menarik napasnya panjang. Alisnya kini bertaut tanda ia sedang marah. Hoseok tetap saja fokus ke depan sambil sesekali tertawa melihat tingkah lucu Spongebob dan kawannya, Patrick.

Iya. Hoseok begitu mencintai Spongebob dan Kim tak suka akan hal itu.

“Spongebob hanya tontonan untuk anak kecil, Hoseok! Dan sekarang, kau adalah pria kelas 3 yang sebentar lagi akan lulus!”

Fokus Hoseok akhirnya teralihkan setelah mendengar Kim berteriak. Di tatapnya lembut kekasihnya itu. “Aku sangat suka mereka. Selalu bersama dalam keadaan apa pun. Patrick bahkan hanya percaya pada sahabatnya Spongebob dan aku berharap, kita bisa seperti mereka.”

Alis Kim semakin bertaut tak mengerti, “Maksudmu?”

“Aku harap kau bisa menjadi Patrick yang hanya percaya pada Spongebob dan berharap kita akan selalu bersama seperti mereka.”

 

.

.

.

 

“Jungkook! Berhenti melukis!”

Ara kembali melotot kesal. Sudah hampir satu jam ia duduk di sana seperti patung tak bergerak dan tetap tersenyum sambil membawa setangkai bunga mawar. Jungkook sedang mencoba melukisnya dan sampai sekarang, lukisan yang sejak tadi di umpat Ara tak kunjung selesai.

Sedetik kemudian, Jungkook tersenyum simpul dan membalik topinya. Mengelap keringat yang jatuh dari pelipisnya dan menatap Ara dengan mata berbinar. “Sudah selesai!”

Ara spontan berdiri dan merenggangkan anggota tubuhnya yang mulai kaku. Berkacak pinggang ke arah Jungkook dan mendekatinya. “Mana lukisanku yang—What? Apa ini?”

Tungkai Ara seketika melemas dan jatuh terduduk di hadapan Jungkook. Kanvas putih yang ia pikir akan tergambar dirinya di sana, ternyata hanya berisi coretan tak jelas yang dibuat Jungkook. Apa arti satu jam duduk tanpa bergerak yang tadi ia lakukan? Jungkook sialan!

“Aku sangat puas hari ini!” terangnya membuat dahi Ara mengkerut tak mengerti. Jungkook menaikkan dagu gadisnya dan menatapnya dalam.

“Puas karena terus memandangmu tanpa henti.” tambahnya sambil tertawa.

“Jadi, alasan melukis itu hanya untuk menutupi keinginan bodohmu itu?”

“Itu bukan alasan yang bodoh, Ara. Apa salahnya jika aku terus memandang gadisku tanpa henti selama satu jam penuh?”

Telinga Ara benar-benar memanas saat Jungkook mencoba menggombal di saat seluruh sarafnya sedang kaku saat ini.

“Jangan melukis lagi atau kubunuh kau!”

 

.

.

.

 

Kaki panjang Jin melangkah pelan menyusuri taman sekolah. Sambil mendengarkan lagu dari earphone yang terpasang di telinga, Jin seakan memiliki dunianya sendiri saat ini. Di belakangnya, Mia tetap mengikuti langkahnya dengan setia. Sejak keluar dari kelas, Jin tak tahu jika gadisnya itu sedang mengikutinya.

Tiba-tiba, suara buku jatuh yang di pegang Mia membuat Jin akhirnya tersadar. Memutar tubuh dan menghadap gadisnya yang sekarang sedang tersenyum dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Mia malu karena ketahuan.

“Umm … aku hanya … bisakah kau berhenti menatapku seperti itu? Aku hanya … khawatir. Iya, aku khawatir padamu.”

Jin tersenyum tanpa menyimpulkan arti dari perkataan Mia. Mereka baru saja menjadi sepasang kekasih dua hari yang lalu, dan entah mengapa Mia sangat menghawatirkan dirinya. Mia belum pernah berpacaran sekali pun, dan Jin adalah kekasih pertamanya.

“Pulanglah. Aku hanya ingin berjalan-jalan,”

“Aku ikut!” rajuk Mia akhirnya. Gadis itu bahkan menghentak-hentakkan kakinya seperti anak kecil di hadapan Jin.

Jin melepas earphone di telinganya. Melangkah maju lebih dekat pada kekasihnya, menaikkan dagu dan akhirnya … Jin mencium Mia saat itu. Ciuman singkat yang lembut dan yang pertama bagi Mia.

“Jika kau tidak pulang, aku akan menciummu lagi. Jadi, kau pilih yang mana?”

 

.

.

.

 

“Aku bosan, Taehyung!”

Taehyung hanya tertawa mendengar keluhan Eunmi yang tak henti sejak satu jam yang lalu. Taehyung mengerti jikalau gadisnya sedang bosan. Siapa juga yang tidak bosan jika harus menemani Taehyung bermain playstation selama satu jam penuh tanpa di perhatikan?

“Kalau begitu, ayo ikut bermain!” ajak Taehyung tanpa menoleh bagaimana ekspresi Eunmi saat ini.

Gadis itu nampak berpikir. Menilik Taehyung lebih dalam kemudian mengangguk. “Baiklah. Tapi, apa ada hadiahnya?”

Taehyung tersenyum simpul kemudian memberikan stick playstation pada Eunmi. “Jika aku kalah, aku akan melakukan apa pun yang kau minta. Tapi, jika kau kalah, kau harus melakukan apa pun yang aku minta, setuju?”

Tanpa berpikir panjang, Eunmi menyetujui semua dan mulai bermain. Babak pertama di menangkan Taehyung sedangkan di babak kedua dimenangkan olehnya. Babak terakhir adalah penentuan. Eunmi benar-benar tak tahu jika Taehyung adalah rajanya permainan ini dan … tentu saja ia berakhir kalah.

“Apa maumu?” tanya Eunmi sambil mengembuskan napas panjang.

Taehyung mendekat ke arah Eunmi hendak menciumnya, namun apa daya saat Eunmi menempelkan telapak tangannya pada wajah Taehyung.

“Tapi tidak untuk sebuah ciuman bodoh, Kim Taehyung!”

 

.

.

.

 

Yoongi mulai menikmati permainannya sejak setengah jam yang lalu. Bermain basket adalah hidupnya, apalagi jika ditemani sang kekasih yang duduk di bangku penonton dan sedang memandangnya.

“Kau tak pulang?” tanya Yoongi untuk ketiga kalinya sambil terus mendribble bola. “Kurasa hujan akan turun deras.”

“Aku akan menemanimu sampai selesai.” sahut Semi kemudian yang hanya dibalas anggukan mantap dari Yoongi. Ia tak bisa memaksa Semi lagi karena jawaban gadis itu akan tetap sama.

Langit mendung semakin menunjukkan warna hitam pekatnya. Udara di sekitarnya bahkan semakin terasa dingin. Semi merapatkan sweeternya dan mulai menggigil kedinginan. Ia kemudian mengambil jaket Yoongi dan turun menuju lapangan menemuinya. Sepertinya hujan akan turun dengan deras seperti yang dikatakan Yoongi tadi.

“Pakailah. Udara sangat dingin.”

Baru saja Semi mengatakan hal itu, hujan deras mulai mengguyur Seoul tanpa henti. Tebakan Yoongi sangat tepat dan langsung menarik lengan Semi menjauh dari lapangan. Mereka berteduh di bawah pohon besar yang tak jauh dari tempat itu.

“Kalau kau tadi pulang, kau tak akan kehujanan seperti ini.” omel Yoongi saat melihat gadisnya telah basah dan menggigil kedinginan dipelukannya. Ia mengelap rambut Semi yang basah dengan jaket miliknya.

“Tapi jika aku pulang, aku tak akan bisa menikmati pelukanmu seperti ini.”

.

.

.

.

-fin

A/N : Hallloooooo penghuni ifk ^^

Gimana movweek kemarin? Aduh walaupun saya masih sepot-sepot dimana-mana /maapekun aku senpai, daku masih belum sempat :’)/ But seriously, It’s really amazing story!❤ Aku cinta banget sama ide-ide karya semua sc ifk yg WOW banget aku jadi iri sama mereka :’) huhu

Dan … ini drabble-mix pertama yg aku buat terinspirasi dari foto di atas untuk konser BTS yg unyu binggo pen bungkus :* hehe

Mind to review?

Regrads,

Juls ♥

9 thoughts on “[Drabble-Mix] BTS Begins”

  1. Hai.. sebelumnya salam kenal ya, aku Devina 93l ^^
    Seneng deh baca ini, dr yg mood lg berantakan trs baca ini jadi kayak semacam moodbooster😀
    Aku suka partnya Jimin, sangaaat! Cocok aja gitu kayaknya sm karakter+mukanya dia yg kayak bocah TK itu😄. Partnya Joongkook sm V jg sukaaaak aaaak, tp intinya sih mereka ber7 emang minta bgt dibungkus dibawa pulang ><
    Keep writing yaaa^^

    Suka

  2. Aaaaaa manusia2 absurd nan tampan ini knp bikin geregetan bgt si ah !!!! Senyum2 sendiri kya org bner bacanyaaa… hahahhaah sukaaaaaakkk !!! Aigooooo ^^

    Suka

  3. hahahaha 7 orang dan 7 kisah beda yang semuanya keren keren abis😄😄
    paling suka bagiannya jimin sama yoongi, yang satu bikin ngakak yang satu sweet banget…

    Suka

  4. aku suka partnya jimin jin sama taehyung..
    jimin udah sok gitu ujung2nya kena sial sndiri, sumpah lawak abis xD
    si jin sweet bgt stagah.. aku senyum2 sendiri gmna jin ngomong bagian terakhir tdi wkwk xD
    trs taehyung kasian amat dia wkwk tpi gpplah si taehyung emg cocok dinistakan/ggg wwkkwk xD

    Suka

  5. aku suka partnya si yoongi >_< eh masa yang cheesy itu yang cewek sih?? hahahah noprob yang penting bikin ngena di hati thor. semangat buat fanficnya!!! ^^

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s