Thief!

IMG_20150426_171702

Thief

Presented by CharonLy

Ficlet, 540+ words, Fluff, Romance, G

“Kau membuatku bersemu karena malu, bukan terharu.”

Udara sangat panas pada pertengahan musim panas. Banyak pejalan kaki yang menggunakan atribut topi lebar guna menutupi wajah dari sengatan sinar mentari. Tak lupa kacamata hitam dengan berbagai model dan merek turut bertengger di atas hidung. Apalagi, jam digital besar di tengah pusat kota menunjukkan angka 01.00 PM. Serasa intensitas panas telah mencapai puncak.

Ia melangkah keluar dari café setelah memesan semangkuk ice cream blackforest. Sembari memandang ponsel canggihnya, Halla duduk pada bangku paling depan dekat dengan trotoar. Mengabaikan ice cream dalam mangkuk medium duduk termenung semakin meleleh sebab suhu di atas 30 derajat. Kedua ibu jarinya beradu kecepatan di atas layar.

“Kapan kau datang?” ketiknya pada layar ponsel. Enam menit berlalu dan sebuah notifikasi pesan masuk muncul. “Aku di seberang jalan.”

Sontak Halla memandang trotoar seberang dan mendapati teman laki-lakinya berdiri seraya melambai kepadanya. Halla memberi isyarat agar Hanbin segera menuju ke café. Namun Hanbin malah menyuruhnya mendekat pada trotoar. Tanpa pikir panjang, meski keraguan menerjang, Halla tetap mendekat.

Ketika Halla telah berdiri malas di pinggir jalan raya, ekspresi Hanbin berubah seketika. Seperti raut khawatir dan ketakutan. Jarak mereka hanya sekitar 50 meter sehingga cerebrum Halla mendadak mengajukan pertanyaan, “Ada apa dengannya?”

Menunggu traffic light berubah hijau seakan membuatnya semakin kalang kabut. Kini Hanbin berlali menyusuri trotoar mencari bagian jalan yang kosong berusaha menerobos keramaian.

Di seberang jalan, Halla terjangkit perasaan yang sama dengan Hanbin. Ia kebingungan sekaligus panik tak mampu berbuat apa-apa. Tubuh berbalut dress biru laut selutut itu tiba-tiba kaku. Hanya matanya bergerak ke kanan dan ke kiri melihat Hanbin yang terus berlari ke sana kemari gusar menunggu lampu yang tak kunjung hijau.

Tiba-tiba Hanbin berhenti tepat sejajar dengannya dan berteriak,

.

.

.

.

.

.

.

.

.

“Pencuri!!!”

Halla yang mengetahui bahwa peringatan Hanbin tertuju padanya sontak berteriak sehingga atensi para pengunjung café serta pejalan kaki tertuju padanya. Halla refleks berjongkok di trotoar sembari terus berteriak dan memohon ampun, berharap si pencuri tak menggoreskan pisau tajam atau benda apapun pada kulit cantiknya.

Teriakannya bertambah kencang kala seseorang –yang dikiranya pencuri– memegang bahunya hendak mengakhiri hidupnya. Namun kemudian, “Berhenti berteriak dan berdirilah!”

Dengan keadaan tubuh bergetar, Halla mengumpulkan segenap energi untuk berdiri dan menyeimbangkan posisinya. Tangannya masih melingkupi seluruh wajah.

“Sekarang pindah tanganmu!” Walau ragu, tangan Halla tetap bergerak turun, menyebabkan netra cokelat khas Asia itu menangkap sosok tampan. Ekspresinya berubah seketika setelah melihat raga teman yang 10 menit lalu kalang kabut seperti orang kesurupan.

“Hanbin?”

“Wahai pencuri hatiku, maukah kau mengucap janji di depan altar bersamaku?” ucap Hanbin seraya berlutut dengan setangkai bunga mawar bertengger cantik di tangan.

Halla mengedarkan pandangannya, mendapati bahwa sedari tadi banyak mata tengah menonton adegan opera sabun yang melibatkannya sebagai tokoh utama. Kemudian, ia menatap Hanbin yang masih tersenyum dan berlutut. Wajahnya bersemu merah secara otomatis.

“Hanbin bodoh! Cepat membungkuk dan meminta maaf!” Sejurus kemudian Halla membungkuk berulang kali seraya meminta maaf kepada orang-orang yang terganggu atas aksi gila Hanbin. Akan tetapi, si membuat masalah masih tak paham dengan situasi.

“Kenapa minta maaf?” tanya Hanbin polos. Entah polos atau terlalu bodoh, Halla tak mengerti. Yang pasti, kini ia harus pergi dari area café, meninggalkan lelehan ice cream blackforest dalam mangkuk –untung sudah dibayar–  serta Hanbin sembari terus melontarkan kata-kata kasar.

“Kau membuatku bersemu karena malu, bukan terharu. Bodoh!”

Dictionary 

Cerebrum : Otak besar

HAAAAIIIIIIII!!!!! Hmm… what should i say? Hmm.. mungkin permintaan maaf. ^^ Maaf, jarang post, jarang aktip. Sekali muncul bawa yang kurang-enak-dipandang-mata. So, kalau tetiba muncul nama author tak dikenal ya itu saiya, mianeyo yorobun. *bow
Insha Allah setelah ini saya coba produktif. ^^

Don’t forget to review, guys!

Sal

Iklan

12 thoughts on “Thief!”

  1. Argh… FLUFF-NYA KEREN. JADI MELELEH ‘KAN SAYA #WQWQWQ
    Aduh, bukannya ngebayangin Halla, eh saya justru ngebayangin Hayi #yasalam /shipper mode on lah ini xD/ cerebrum saya sedang korslet terkena panah cinta chanu kali ya *abaikan*

    Very very nice story!! 😀

    Suka

    1. Holla…

      Ah masak iya? Keren dari sudut mana coba? Aku masih perlu banyak belajar. Tapi terima kasih atas pujiannya.

      Hahaha.. it’s okay. Hayi atau Halla sama aja. Sama ceweknya. Yang penting nggak bayangin Bobby yak?

      Thanks for reading. 😀

      Suka

  2. Gk kenal cast’nya, jadi gk begitu kebayang. T_T
    Entah kenapa malah jadi bayangin Sungjae gara-gara gak tau muka’nya Hanbin -_-
    terus, Halla’nya malah Saya bayangin kaya tokoh OC
    *digeplok Author’nya*
    Tapi ini manis Thor :3
    Nice story~ ^^

    Suka

    1. Ya Tuhan demi apa diriku baru reply review kamu. Maaf banget yaa? Semiga kamu ngga bosan balik ke ifk pas lihat penname aku. ^^

      Enggak papa. Mau bayangin cast siapa aja itu hak kamu. Yang penting ceritanya masuk ke hati. 😀

      Makasih sudah berkunjung. 😀

      Suka

  3. Wah..daebakkk ..#ngeliat pict nya ane kira foto Namja itu jungkook Bts ternyata bukan..#abaikan..lanjut thor..seru..fihhting

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s