[1/3] Reclaimable

Reclaimable

a fan fiction by Jung Sangneul

// RECLAIMABLE //

Starring : Suho of EXO featuring Lyn [OC]

Genre : Romance, a bit fluff

Duration/Length : Triple-shot!

Rating : PG – 13

Setahun yang lalu kita berpisah. Tak ada yang tahu jika tahun ini kita ditakdirkan bertemu lagi.

.

.

Lyn: Miss Liar

 

Lyn menunggu.

Dalam setiap gores lukisan yang ia buat, dalam setiap napas yang berderu memenuhi hak hidupnya, bahkan dalam setiap tetes hujan yang terlihat dari jendela kamarnya.

Ia menunggu hingga waktu berlalu, dan hati yang begitu rapuh ini menguat sendiri. Ia menunggu kapan tangannya dengan ringan menyingkirkan lukisan wajah tampan itu, yang ia buat dengan pahatan cinta di hatinya. Ia menunggu kapan hatinya mengeras dan siap untuk menerima kata ‘cinta’ lain dari laki-laki yang lain.

Namun, tak jua datang waktu itu.

Hingga setahun berlalu.

Hingga pagi itu, ia harus bersegera menuju pesta pernikahan saudara sepupunya. Ia mengenakan sepatu lekas-lekas, kemudian segera menyambar tasnya. Tidak peduli dengan penampilannya yang sungguh tidak cocok dengan apa yang akan ia hadiri. Lyn tidak peduli, karena jam memberitahukan ia telah terlambat.

.

.

.

Pesta itu meriah. Lyn tersenyum melihat dua insan itu tersenyum pada semua undangan yang hadir. Ia sendiri sedang meneguk wine yang tersedia di pinggir-pinggir ruangan, membiarkan euforia menguap sampai ia bisa mendekat dan menyampaikan sukacitanya dengan leluasa.

Tapi, fokus Lyn terpecah begitu saja.

Hanya karena satu sapaan formal.

“Hai, lama tidak bertemu.”

Lelaki dengan jas hitam yang kelihatan mahal, dengan rambut yang tertata rapi itu kelihatan semakin tampan. Lyn hampir saja terhuyung, namun ia menahan dirinya. Tangannya sudah mencengkeram ujung baju erat-erat. Bahan katun bajunya mungkin akan kusut, tapi siapa peduli. Bahkan, ia meletakkan gelas wine-nya dengan segera, takut akan menjatuhkannya sekali kedip.

Lama sekali, sudah setahun irisku tidak menangkap netramu.

            “H-hai,” jawabnya, melenceng dari apa yang ingin ia ungkapkan. Ia rasa itu terlalu agresif untuk situasi sekarang.

“Hmm, kau … kelihatan sehat,” sahut lelaki itu, tersenyum tipis.

Lyn benci ketika sadar jantungnya masih berdegup kencang, dan hatinya teriris kecil-kecil secara bersamaan. Berdegup karena rindu, sedang teriris karena sadar kalau mereka tidak memiliki ikatan apa pun kini.

Dan kau kelihatan dua kali lebih tampan. Memesona.

            Eum … kau juga. Pasti ada yang memilihkan makanan sehat untukmu.”

Dengan berat hati, Lyn mulai mengendalikan hatinya. Ia tahu, lelaki setampan dia pasti sudah menemukan tambatan hati yang baru. Dan, praduganya menguat ketika seorang gadis datang dari arah berlawanan, menubruk lengannya begitu saja.

Gadis itu merengek manja, “Oppa, kucari kemana-mana!”

Lyn terenyak ketika lelaki itu mengusap kepala gadisnya sambil tersenyum, “Hei, kenalkan, dia Lyn. Dan Lyn, ini Alice.”

Nama yang cantik, pasti dia yang telah menggantikan posisiku.

“Hai, senang bertemu denganmu,” ujarnya, mengulurkan tangan.

Tidak, hatiku hancur melihat wajah cantikmu.

            “Hai, aku Alice.”

“Kalian … serasi,” sahut Lyn, memaksakan sudut bibirnya menarik seulas senyum palsu. Menyedihkan sekali.

Tapi, aku benci kau merebut ruang hati lelaki ini.

            “Baiklah, Lyn, sepertinya Alice sudah minta pulang,” tutur lelaki itu, setelah beberapa detik menyebalkan saat Alice menarik bahunya dan berbisik-bisik di telinganya.

Lyn mengangguk canggung, “Baiklah, hati-hati di jalan.”

Jangan pergi, aku masih ingin meluruskan segalanya. Segala sesuatu setahun lalu.

“Ya, terima kasih. Ayo, Alice.”

Jemari itu terasa hangat membungkus bahu Alice yang terbuka. Lyn hanya mampu meneguk ludahnya pahit, menyadari tak mungkin ada lagi secuil rasa dalam diri lelaki tersebut untuknya.

 

Setahun telah berlalu.

Dan hatiku masih saja mengingatmu.

.

.

.

Tiba-tiba, Alice menjabat lagi tangan Lyn sebelum berlalu.

Lyn mengerutkan kening bingung, namun gadis itu segera menghapusnya dengan berucap, “Aku lupa bilang, aku adik sepupu Suho Oppa.”

Lyn mematung, memasok oksigen cepat-cepat ke dalam paru-parunya yang tadi terasa begitu sesak.

“A-aku tidak menanyakannya, Alice.”

Syukurlah. Kau tidak membawa Nonamu yang sesungguhnya. Aku sungguh lega.

Alice tertawa, kemudian menyeret lelaki tersebut untuk segera pergi. Meninggalkan Lyn dalam kebohongan lidahnya, dalam kelegaan batinnya, dan … dalam secuil harapan indahnya.

 

fin.

Halo, ni hao, konban wa~

Sorry yaa Niswa baru bisa comeback setelah hilang lama. Sebetulnya ada banyak karya baru, tapi nggak sempet posting huhu😦 Jadi ini dulu aja yaa yang di-post. Dan aku nggak janji bisa posting cepat lanjutannya, hiks. Mudah-mudahan aja kesibukanku cepet kelar sebelum UAS datang ya, guys.

Enjoy!

Regards,

 

Niswa / Jung Sangneul

8 thoughts on “[1/3] Reclaimable”

  1. konbanwa!!!! cie comeback di ifk cie
    masuho pula dibawa2, calon mertua *ha *bingunglah niswa bacanya
    anyway, aku ikutan lega waktu tau ternyata alice adalah sepupu masuho. kyk yg… pyuh! man, mas suho nih -.- kamu berhasil bikin aku cemas niswa yaampun. aku ngerasa jadi lynnya dan uh ya jelas aku ga rela dia sama cewek lain!
    buat kritik dan saran…. yah part inilah yg tersulit dari sebuah komen krn karyamu bagus TT udahlah maafkan aku kalo ga membangun ini komennya, ditunggu aja dari sesenpaian yg mampir ^^
    ditunggu bgt lanjutannya! keep writing niswa, semangat yak buat kegiatan sekolahnya juga ^^

    Disukai oleh 1 orang

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s