[Ficlet] Confined

conf

confined

scriptwriter Liana D. S.

starring

EXO Lay (Zhang Yixing) x miss A Fei

genre Surrealistic Romance, Hurt/Comfort, Love Me Right MV!AU duration Ficlet (800+ words) rating Teen and Up

.

.

Yixing tidak punya hati, tetapi Fei punya dan Yixing terkurung di dalamnya. Pagi ini, tahu-tahu Yixing tidak lagi terbangun di tepi jalan atau halte bus seperti biasa. Alih-alih, langit-langit kamar remang ini menyambut netranya yang baru membuka, ranjang hangat menjadi alas tidurnya, atmosfer akrab yang juga asing menyelimutinya.

Usai mengusap wajah untuk menghapus kantuk, Yixing mengedarkan pandang ke sekeliling, masih rebah. Ia tahu ini ruang hati Fei sebab pernah sekali mengintipnya saat berkenalan, tetapi tidak menyangka detail interiornya seunik ini. Pot-pot bunga digantung terbalik di atas kepala, bingkai-bingkai kosong memenuhi dinding, pecahan vas dibiarkan mengotori lantai… sungguh kontras dengan kesan pertama yang wanita itu suguhkan pada Yixing. Fei setenang laut tanpa riak, anggun berwibawa, maka Yixing pikir hatinya pun setertata itu. Lagipula, memangnya apa yang dikhawatirkan penari profesional dengan panggung tetap, gaji besar, dan banyak penggemar? Tidak seperti Yixing yang tiap hari harus mencari tempat baru untuk menari dan bernaung, Fei merupakan simbol kemapanan—tidak ada alasan untuk berperasaan kalut.

Maka cukup mengejutkan melihat keadaan hati Fei sekarang.

“Selamat pagi.”

Mendengar suara ini, Yixing bangkit tiba-tiba, lantas mengerang lemah akibat serangan perih mendadak dari segala penjuru. Ah, ingatlah dia akan apa yang terjadi semalam, antara dirinya dan sekelompok preman mabuk. Ia cuma memejamkan mata sejenak di bawah lampu jalan setelah seharian ‘manggung’ dan kepala gerombolan kecoak besar itu bilang Yixing ‘melanggar teritori’. Habislah Yixing di tangan mereka.

Lalu?

“Aku menemukanmu sepulang dari siaran di sebuah stasiun televisi. Kamu berjalan sempoyongan dengan muka babak-belur begitu, makanya kuajak pulang supaya bisa kurawat.”

Sekali lagi Yixing ingat kejadian semalam. Fei menyapu luka-lukanya menggunakan handuk basah dan dia sendiri mati-matian mencegah keluh-kesahnya agar tidak tumpah. Walaupun Fei begitu lembut, bersahabat, dan lebih dari siap mendengarkan segala masalahnya, Yixing menganggap Fei tidak lebih dari sesama pekerja seni: satu berkutat dengan bolero, satu bergumul dengan hiphop, tetapi keduanya sama-sama menyajikan keindahan. Selesai; begitu saja arti Fei buat Yixing, jadi rahasia-rahasia Yixing akan tetap jadi miliknya seorang.

Namun, begitu sajakah arti Yixing bagi Fei?

“Kau membawaku ke kamar tamu kemarin, tetapi ini hatimu, bukan kamar tamu,” ujar Yixing, “Mengapa aku di sini? Dan bukankah hatimu sangat rapi terakhir kita berjumpa?”

“Hatiku memang sudah seperti ini sejak awal; kau pasti salah lihat,” jawab Fei ringan, “Maaf berantakan. Apa ini mengganggumu?”

Yixing menggeleng.

“Syukurlah, habis cuma ini satu-satunya ruang pribadiku, di mana aku bisa menjagamu sementara waktu. Ada yang memata-mataiku di apartemen; mereka mengaku sebagai penggemarku, tetapi sesungguhnya orang-orang itu lebih mirip penjahat. Di tempat lain pun aku belum bebas dari mereka, dan kalau mereka tahu aku bersama seorang pria… entahlah. Aku tidak ingin membayangkannya.

Bagaimana Fei mengakhiri kalimatnya memahamkan Yixing akan efek fatal yang mungkin timbul jika mereka ketahuan bersama. Perhatian berlebihan dari orang-orang kadang mengerikan, tetapi tidak diperhatikan sama sekali juga tidak menyenangkan. Seperti Yixing biasanya; lepas jam kerja, ia akan kembali sendiri tanpa penonton, tanpa teman, tanpa sepasang mata pun yang peduli.

Kecuali Fei?

Tidak. Hubungan Fei dan Yixing sebatas teman saja, kok.

Namun, bagaimana Fei bersikap kepadanya membuat Yixing bimbang. Caranya menatap, senyum tulusnya, gerak-geriknya yang telaten… Yixing tak pernah bermimpi memperoleh ini semua dari Fei, atau dari siapapun. Cinta ‘kan hanya kebohongan.

Kebohongan yang manis.

“Terima kasih untuk segalanya, tetapi aku harus pulang, Fei.” Yixing hendak beranjak dari tempat tidur, tetapi kemudian Fei menahannya.

Sial.

Yixing tidak punya hati, lalu deburan apa ini yang memenuhi rongga dadanya?

“Ke mana kamu akan pulang, Yixing?”

Ke mana? Harus bagaimana menjawab pertanyaan ini? Tidak pernah Yixing punya tempat pulang sejak orang-orang tercintanya dipanggil Tuhan. Tidak pernah Yixing mencoba mencari rumah lantaran ia lebih memilih berkawan kesepian daripada mempercayai seseorang yang ujungnya mencampakkan. Tidak pernah Yixing mulai membangun ulang hatinya yang dulu sebab percuma, toh hati itu akan hancur juga.

“Aku tak benar-benar memiliki rumah, tetapi setidaknya aku punya hati untuk menampung luka—vas pecah itu salah satu lukaku,” tunjuk Fei sebelum kembali memandang Yixing, “Bagaimana denganmu? Di mana kau bernaung saat dunia sepenuhnya mengabaikanmu?”

Selama ini, Yixing terlalu sering disakiti hingga sarafnya tumpul. Ucapan Fei sedingin guyuran es di tengah musim panas, memulihkan indera Yixing dan menyadarkannya bahwa kesepian, seberapapun lamanya mengiringi, akan tetap terasa beku. Anak mata Yixing menghindari Fei, tidak mau ketakutannya terhadap kesepian abadi dibaca oleh wanita itu. Dan Fei paham. Seseorang yang terbiasa sendiri pasti sulit menerima kehadiran sosok baru dalam hidupnya.

“Hati sempit inilah yang bisa kutawarkan untuk tempat rehatmu,” Fei beranjak dari sisi ranjang, “Aku tidak memaksamu tinggal, tentu saja; kau boleh datang sewaktu-waktu jika membutuhkanku.”

Yixing menelan ludah sulit, tak sanggup berpaling dari Fei yang berjalan menjauh.

Mana bisa Yixing datang ‘sewaktu-waktu’, padahal kenyataannya, ia telanjur ketagihan hangat bilik ini, mengakrabi tiap sudut ganjilnya, dan merindukan si empunya hati bahkan sebelum benar-benar hilang dari hadapan?

Puing-puing di dasar jiwa Yixing bergetar hebat. Emosi baru yang muncul darinya memicu Yixing untuk melompat turun dan mendekap Fei dari belakang sebelum sempat menyentuh gagang pintu. Fei terkesiap, napasnya memburu akibat kaget, tetapi harum tubuh Yixing jadi makin cepat terhirup olehnya, menyesakkan—mendebarkan.

Tanpa sepatah kata, Yixing memohon dan Fei mengabulkannya.

Tolong cintai aku dengan baik, Fei, karena aku sedang berusaha melakukannya untukmu juga.

***

TAMAT

.

.

.

.

selingan untuk f(4) series ^^ segera posting besok utk track diamond, ditunggu ya! *kalo ada yg nunggu :p

15 thoughts on “[Ficlet] Confined”

    1. Hai, kak!!!
      Ah, entah kenapa aku paling suka waktu kakak buat sureal!!!
      dulu kakak pernah gak sih ngirim ff ke blog sebelah yg isinya exo semua dan itu ff oneshot yg sureal??? iya kan?? /kalo aku salah nebak, berarti aku malu benar/ /huhuhu/
      /balik ke yixing/ aku ngerasa yixing disini dan di real itu sama, sama2 telmi+polos /sok tau banget/
      POKOKNYA KUSUKA SANGATLAH SAMA FF INI
      kakak buat sureal masih tetep simpel dan gak bikin pusing bikos masih bisa dimengerti, makanya aku suka banget
      Oh, ya, drabble X jessuli-nya belum ada, ya, kak? Bikos aku nunggu itu :’)
      Maaf kak kalo aku gak bisa kasik komen yg bermutu

      Suka

      1. aku keseringan bikin ff surreal sampe lupa kalo pernah ngirim ke sana :p tapi iya deh kyknya bener itu fic punyaku😀
        dan ya, yixing harus banget dibikin rada telmi walaupun di sini sengaja ga kubikin semenonjol itu tapi ttp keliatan ya hahaha.
        btw KAMU NUNGGUIN JESSULLI ASTAGAH aku udah berencana ga posting soalnya ga yakin ada yg tertarik. kalo mau baca ini linknya: http://archiveofourown.org/works/4539378/chapters/10332000, mampir ya ^^ dan makasih udah komen!

        Suka

  1. Uwaaaaaa Fei *-* (iya, ak baca ini gara2 ada Fei, li .__.) lebih tepatnya, gara2 pairing-nya pake china-line exo sama china-line jyp…… (padahal gak kenal china-line exo) (gara2 ff di ao3)

    Oke, awalnya rada bingung pas yixing ngomong ‘ruang hati’, terus cepet2 skroll ke atas dan menemukan kata sureal di bagian genre dan semuanya pun jadi maklum :” Tapi deskripsimu bagus li, bisa bikin ruang hati kayak ruangan pada umumnya, sampe ada kasurnya segala :’))

    Terus terus terus aku masih bingung nih, Fei itu sejak awal emang suka sama Yixing apa cuma pas akhir2? .__. Since care-nya Fei ke Yixing bisa dikategorikan lebih dari temen tapi kok kayaknya Fei-nya lembut banget sama Yixing……. (aku menggelinding)

    Terakhir, makasih buat bacaan malamnya, li! ^^ good job!! ^^

    thelittlerin

    Suka

    1. aku merasa tersanjung karena kamu datang bukan karena yixing tapi krn fei TT nyari fans miss A yg ga ngebias suzy itu susaaah
      haha dan ya, aku baru sadar kalo fei itu di sini lebih bersikap kyk sahabat, dan aku memang kurang menonjolkan kalo dia perhatian sama yixing dari awal krn suka :p aku aslinya pingin bikin adegan yg lebih intens/? tapi dgn penokohan yixing yg rada2 ‘takut dideketin org’ aku rasa fei juga ga mungkin deketin dia lebih dari ini.
      makasih juga sudah mampir ya!😄

      Suka

  2. Baydeway fic Liana akhir2 ini kok menjelimetkan (?) ya? *digampar*
    Dan bahasanya juga berat ehehehe
    Mungkin aku perlu banyak2 buka kbbi kayaknya ehehehe

    But fic Liana tetep bagus >_<)b
    Keep write Li ^^

    Suka

  3. HELLO KAK LIII :3

    Satu kalimat awal yang kakak biarkan terbuka sebelum ada continue reading itu beneran selalu bikin aku kepo. Dan aku kembali inget kalo cara menarik reader yaa dari situ, kalau dari summary masih kurang dapet.

    So, aku suka banget fic yang ini, surealnya dapet banget. Jadi ngebayangin hatiku bentuknya kaya gimana ya wkwkwk😄
    awalnya aku ga paham, kukira yixing hewan, lah ada yg nyinggung kecoa” segala sih narasinya._.

    Oh ya kak, sekadar tanya nih. Kok ada yang ganjil ya dengan kata “akrab nan asing”? ini kan dua kata yang bertolak belakang, tapi dipadukan dengan nan. Sementara kata “nan” itu digunakan untuk penekanan, bukan konteks kebalikan. Mungkin bisa dipakai kata “akrab, tapi juga asing”. Itu saranku saja sih…

    oke kayanya udah kepanjangan. keep writing ya kak li!

    Suka

  4. uwaaa baru baca ini hehe, halo kak, aku cia 01 line, readers baru. lg bosen trs mampir dan liat ff ini.

    oke, awalnya tuh aku bingung dengan soal ‘ruang hati’ maksud aku tuh ruangnya berbentuk hati / mungkin si Yixing masuk ke hati Fei(?) tapi ternyata salah toh. kereenn, walaupun masih bingung (krn jujur aku ga terlalu mendalami genre surrealism-_-), maklumin y.

    jadi, ceritanya si Fei ini udh naksi Yixing lama trs Yixing-nya belom bales? dan akhirnya Yixing berusaha buat suka sama Fei atau gmn? soalnya care Fei kayak beda gt sama Yixing atau mungkin Fei carenya emang gini kali yha ke semua orag entahlah, care dia buat Yixing baper :’). aku jg baper si kl jd si Yixing. (lha)

    dan ternyata, bila dibayangim, Fei ft. Yixing lucu jg :3 HEHE. kapan2 buatin series FeiXing lagi ya kak, tq

    Suka

    1. halo ^^
      jadi sebenernya tebakan cia yg awal bahwa yixing masuk hati fei itu bener, tapi krn ini genre surrealism aku membuat hati fei itu kyk kamar gitu, sedangkan segala yg ada dalam kamar adalah simbol keadaan hatinya dia (vas pecah, misalnya).
      dan tebakan cia soal fei yg udah naksir yixing dari lama itu bener juga, cuman yixingnya ga nyadar2 krn dia takut jatuh cinta lagi hehe.
      aduh kurasa emang genre ini agak susah dipahami ya, masalahnya aku terlanjur cinta mati sama genre surrealism symbolism hahaha. gapapa kok, segala interpretasi dari fic ini bisa bener :p
      makasih sdh mampir ya!

      Suka

  5. Hai liana!!
    Aku belum memperkenalkan diri kayanya ya, meski dulu kayanya pernah ninggalin jejak di fic kamu.. tp belakangan cuma nitip like doang huhuhu mian
    Aku tita kelahiran 94, salam kenal!!

    Well, aku suka sama tulisanmu yg ini meski sebelumnya gak pernah baca sureal buatanmu… ini tuh romantis manis gimana gitu(?) Pencampuran analogi ruang hati fei sama kamar yg dipake yixing buat berbaring sih bagussss… aku gak mau nebak hubungan mereka karena kamu udah jawab di komen atas hehehe
    Tp aku masih penasaran knp yixing dipukulin? Apa karena deket sama fei trs ada yg ga suka sama dia atau gimana?😮

    emang pada dasarnya aku suka genre kaya gini, jadi ini bagus banget!

    Suka

    1. halo kak tita🙂 iya jadinya si yixing ini kan tinggalnya di jalanan dan ‘preman-preman mabuk’ itu sukanya sembarangan ngehajar orang yg luntang-lantung kan?🙂 penjelasannya seperti itu
      aku juga sering liat penname kakak tapi ga inget pernah komen gimana dong TT maaf ya, ntar aku mampir di blog kakak dah.
      makasih ya sudah mampir!

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s