[Ficlet] Cuties

Cuties - snqlxoals818

Cuties

.

SEVENTEEN’s Wen Junhui & OC’s Yue | school-life, slight!fluff | ficlet 626 words | G

.

Aku mau membawanya pulang.”

.

.

Menangkap suara samar, Jun terpaksa berhenti. Melirik ke dalam gang, maniknya terpaku pada sesosok gadis mungil berpayung merah muda. Jun menurunkan tas selempangnya yang dijadikan payung buatan, berjalan mendekat.

“Yue?”

Menoleh, si gadis tersenyum. Menarik tangan Jun hingga mereka jongkok bersama di hadapan sekotak kardus. “Ada kucing lucu, nih, Jun.”

Jun beralih mengamati kucing kecil berbulu putih yang meringkuk di balik—“Lho, itu ‘kan, saputanganku.”

Cengiran lebar diberikan Yue. Plus kelopak matanya yang mengerjap cepat. “Pinjam sebentar, ya?”

Kalau sudah begini, Jun tak bisa menolak. Mengangguk pasrah dan menepuk pelan puncak kepala gadis yang lebih muda setahun darinya itu. “Jadi, mau kamu bawa pulang kucingnya?”

Yue mengedikkan bahu. Seketika mimik wajahnya berubah murung. Cemberut menggembungkan pipi, yang membuat Jun gemas. Jun tahu kalau Yue tidak bisa membawa kucing itu ke rumah, karena ibunya alergi terhadap bulu bintang.

“Kalau begitu, tinggalkan di sini saja. Nanti juga ada yang—”

“Kok, Jun jahat, sih.”

Kepalan mungil tangan Yue memukul lengan Jun terus-menerus. Sampai lelaki itu terkekeh geli, alih-alih merasa bersalah telah mengerjai gadis polos itu yang bahkan sudah hampir menangis.

“Hei, aku cuma bercanda, Yue.” Mengulurkan jemarinya, Jun menyeka air mata yang menggenang di sudut mata sang gadis. Tak lupa iseng menjawil pucuk hidungnya yang memerah, ulah cuaca dingin.

“Tidak lucu, tahu.” Bersedekap, Yue memalingkan wajahnya. Memberengut lucu dan lagi-lagi Jun menahan tangannya untuk tidak mencubit pipi tembam gadis itu.

Bangkit berdiri, bersiap pergi, namun Jun lebih cepat menangkap pergelangan tangan Yue. Memaksa gadis itu berbalik dan Jun menganggukkan kepalanya. Mengisyaratkan manik sang gadis untuk melihat sesuatu yang menyembul dari balik jaket hitam Jun.

Ada kucing kecil berbulu putih itu yang menggeliat dan menguap lebar. Jun cepat-cepat meletakkannya di sana tadi sebelum berdiri. Sekejap, rasa kesal Yue menguar. Digantikan senyum cerah juga manik yang berbinar. Rambut hitam dikucir duanya melonjak naik-turun seiring lompatan-lompatan kecil Yue di hadapan Jun.

“Jun mau bawa kucingnya pulang? Benaran?”

Oh, astaga. Kenapa Yue harus berpolah menggemaskan begitu, sih? Siapa coba, yang tidak luluh melihat tingkah lucu itu?

Kali ini, tangan Jun spontan terulur mencubit kedua pipi Yue. Membuat gadis itu meringis. Dan balas menyentil dahi Jun sebelum berlari sembari menggendong kucing yang sempat diambilnya.

Di luar gang Yue berhenti. Berbalik dan melompat-lompat—lagi. “Ayo, Jun. Kita bawa Juni pulang,” katanya. Sembari mengecup puncak kepala si kucing putih yang sudah diberi nama Juni olehnya.

“Hei, kenapa namanya Juni?” Jun bertanya seraya melangkahkan tungkainya mendekat. Lantas mengambil alih payung merah mudah di genggaman Yue untuk memayungi mereka berdua.

Hujan turun sejak jam pelajaran terakhir tadi. Deras hingga berubah menjadi rintik-rintik yang awet sampai sekarang. Jun menggeser payung agak lebih ke kiri, abaikan bahu kanannya yang ditetesi air hujan asalkan gadis di sampingnya terlindungi.

“Kamu tidak tahu alasannya?”

Mengangkat bahunya, Jun menggeleng. “Kenapa, hm?”

Tahu-tahu saja Yue berhenti. Memaksa Jun ikut berhenti dan memutar tumit memandanginya. Yue mengangkat si kucing putih, menjajarkannya bersisian dengan wajah Jun. “Biar aku ingat terus sama kamu yang sudah sangat baik mau merawat dia,” katanya, diiringi seulas senyum dan tepukan pelan dua kali di puncak kepala Jun.

Mendapat perlakuan begitu, lelaki itu hanya bisa melongo. Berdeham, lantas melanjutkan perjalanan. Yue bersenandung pelan sembari menimang si kucing kecil. Sampai di perempatan itu mereka berhenti. Menunggu lampu penyeberangan pejalan kaki berubah hijau. Baru saja lelaki itu ingin mengucapkan sesuatu, Yue sudah lebih dulu menudingkan Juni di depan wajahnya.

Katanya, “Kucingnya imut, ya, Jun? Lihat, deh.”

Jun mengedikkan bahunya. “Entahlah.”

Yue menelengkan kepala, mengerutkan kening. Lampu berubah hijau. Jun merangkul gadis itu, sebelum kembali berjalan dan tak lupa membisikan sebaris kalimat yang menimbulkan semburat kemerahan di pipi Yue.

.

.

Susah bilang kucing itu imut, kalau ada kamu yang lebih menggemaskan.”

.

.

fin.


prompt from Tsukiyamarisa (Amer)🙂

dan makasih juga buat amer yang udah kasih ide buat ff ini dan buat ending-nya d(^^)b

.

snqlxoals818

5 thoughts on “[Ficlet] Cuties”

  1. JUN GOMBAL LAGI ASTAGAAAAAAA YUE HATINYA MASIH DI RONGGANYA KAN YA? ASTAGA……….INI YANG LAGI BREAK MAU JUGA DONG DIGOMBALIN DEDEK JUN……/mumpung kosong/ /nggelinding/

    Ini kyooooottt banget kaaak! ^^)bb sukaaaak. Kucingnyaa lucuuuu……uhuhu jd pen uyel yang punya kucing /LAH/ wkwkwk.
    Btw nama kucingnya juni……..terus aku keinget kak ilun yg mau dipanggil hooni /krik/ wkwkwk. Aduh komenku apa banget /dilempar wajannya omjin/

    Udah kaak! Pokoknya ini maniiissss!!!! Keep writing, saranghaneun yein unni!!! ^^)99

    Suka

  2. JUN ASTAGA ASTAGA AKU DIMABOQUE KAKAK JUN OMONA ;;;

    Kenapa? Kenapa Jun harus semanis itu sih? Yue juga ngegemesin banget astaga sampe aku gatau mau ngoming apa saking manisnya cerita mereka berdua. Sukaaa❤

    Suka

  3. Yeniii aku datang ^^ kisah ini manis banget tapi aku agak misorientasi sama usia dua anak ini. Jadi apakah mereka masih kecil seperti kisah Jun dan Yue yang lalu? Karena sejujurnya menurutku polah Jun di sini sedikit lebih…dewasa? Terlepas dari memang sewajarnya sikap anak yang lebih tua dari si cewe itu adalah mengayomi, tapi kupikir anak-anak itu masih cukup selfish di dalam lingkaran pergaulan sih. Itu sih menurut pendapat aku aja berdasarkan pengamatan pada anak-anak komplek hihihi.
    Em, mungkin next time bisa diselipkan keterangan age atau grade.
    Anyway Jun-Yue lucu ^^

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s