[Ficlet] Jinxed

jinxed

a debut-movie by tsukiyamarisa

J I N X E D

starring [17] Boo Seungkwan and [OC] Choi Han duration Ficlet (800 words) genre School-life, Friendship rating T

.

“Sudah kubilang ‘kan, kamu ini bawa sial untukku.”

.

.

.

Sebelum-sebelumnya, Choi Han tidak pernah menaruh perhatian pada lelaki berpipi tembam yang duduk di sebelahnya itu.

Ia hanya tahu kalau namanya adalah Boo Seungkwan, teman sekelasnya yang terkenal cerewet dan terkadang menjadi sasaran guru Bahasa Inggris yang galak. Mereka saling kenal, tapi juga tidak bisa dikategorikan dekat. Bahkan, setelah setengah tahun menjadi teman sekelas pun, mereka belum pernah menjadi teman sekelompok atau mengerjakan tugas bersama. Bagi Han, Seungkwan hanyalah satu dari sekian banyak anak yang kebetulan sekelas dengan dirinya. Bukan hal yang harus dipusingkan.

Sampai hari ini tiba.

Gadis bersurai pendek bergelombang itu melirik sadis ke arah Seungkwan, dalam hati merutuki nasib sialnya. Keduanya sedang duduk bersimpuh di koridor ruang kelas, dua lengan terangkat ke atas layaknya anak yang sedang dihukum. Oh, ralat, mereka memang sedang dihukum. Dan semua ini gara-gara Boo Seungkwan.

Kesialan Han berawal dari aksi Seungkwan yang tahu-tahu menepuk pundaknya dengan penggaris, lengkap dengan cengiran lebar nan polos layaknya bocah bayi. Lantas, sebelum gadis itu sempat bertanya, sebuah gumpalan kertas sudah diletakkan di mejanya.

“Tolong dong, berikan ke Hansol.”

Seungkwan membisikkan kata-kata itu seraya menunjuk-nunjuk ke arah Hansol, kawan sekelas mereka yang agaknya tak mendengar panggilan Seungkwan sejak tadi. Mengernyitkan kening, Han hanya memandang kertas di mejanya dan Seungkwan bergantian. Jelas enggan diperintah-perintah, sampai akhirnya lelaki itu menangkupkan kedua telapak tangannya dan berbisik, “Choi Han, ayolah.”

“Apa sih, pentingnya ini? Seperti anak kecil saja.”

Han ingat dirinya sempat berkata demikian, dengan sengaja tak mengacuhkan kertas itu. Pikirnya, Seungkwan akan menyerah. Namun, ia terbukti salah lantaran temannya itu malah mencondongkan diri ke arah kursinya dan makin mendorong kertas itu mendekat.

“Choi Han—“

“Boo Seungkwan! Choi Han! Kalian pikir saya tidak melihat kalian sibuk mengobrol sendiri?!”

Lantas, tak butuh waktu sampai semenit kemudian, keduanya sudah melangkah lesu keluar ruang kelas. Lengkap dengan omelan guru Bahasa Inggris mereka yang masih terngiang di telinga, serta gelak tawa anak sekelas lantaran guru mereka tadi mengira Han dan Seungkwan sedang saling berkirim surat cinta. Cih, yang benar saja! Han bahkan tidak pernah berpikir bahwa dirinya akan terlibat urusan dengan—

Oi, bisa kasih tahu tidak sekarang jam berapa?”

Menyenggol lengan Han yang masih terangkat, Seungkwan memamerkan cengiran kecil dan mengedikkan kepala ke arah jam tangan sang gadis. Sukses membuat lawan bicaranya mendelik, rasa kesal menumpuk setinggi tugas matematika mereka minggu ini.

“Tidak.”

“Choi Han…”

Ugh, tutup mulutmu.” Han memutar bola matanya, tak bisa menghentikan lidahnya yang mendadak tajam. “Kamu membuatku kena sial, tahu.”

“Tapi—“

“Dengar ya, Boo Seungkwan-ssi,” potong Han lamat-lamat, berusaha memberikan nada mengintimidasi dalam tiap kata yang ia ucapkan. “Aku belum pernah dihukum barang sekali pun, terlebih untuk urusan memalukan seperti ini. Jadi, sebelum kesabaranku habis, tolong diam. Kepalaku pusing sekali.”

Mengikuti ultimatum yang diberikan Han, senyap pun serta-merta datang mengisi suasana. Seungkwan kini sudah membungkam bibirnya, sedikit cemberut karena ia gagal memulai konversasi. Demi Tuhan, Seungkwan tahu kalau ini salahnya. Namun, kalau gadis itu tadi langsung mengoperkan pesannya pada Hansol tanpa memancing perdebatan, tentunya mereka tidak akan tepergok, bukan? Dan lagi, Seungkwan bosan sekali. Jadi…

“Han-a.

Tidak ada jawaban.

“Kamu marah?”

Han hanya meliriknya dan mengeluarkan dengusan.

“Oke, kalau begitu aku minta maaf.”

“Apa?”

Kali ini, pernyataan itu sukses memancing atensi Han. Menelengkan kepalanya, gadis itu menatap Seungkwan dengan mata disipitkan. Seolah menilai, sementara Seungkwan sendiri merasa puas karena akhirnya ia berhasil membuka percakapan baru.

“Aku minta maaf.”

“Tidak per—“

“Nanti, akan kutraktir es krim deh, saat jam istirahat.”

Tawaran itu diikuti oleh satu kerjapan pelan, yang salah diartikan Seungkwan sebagai tanda-tanda perdamaian. Mengira bahwa Choi Han sudah setengah memaafkannya, sang lelaki pun memberanikan diri untuk menggeser posisi bersimpuhnya. Beringsut mendekat, merasa bangga dengan dirinya yang sukses meluluhkan hati si Nona Galak. Lagi pula, gadis mana yang tidak mau ditraktir es—

“Kamu pikir aku bisa disogok dengan es krim?”

Eh?

Seungkwan hanya bisa mengedipkan kedua kelopaknya, sementara Han menurunkan salah satu lengannya dan menuding lelaki itu. “Sudah kubilang ‘kan, kamu ini bawa sial untukku. Menurutmu, aku masih mau menghabiskan waktu denganmu untuk sekadar makan es krim berdua? Jangan bermimpi, Boo Seung—“

“KALIAN DIHUKUM BUKAN UNTUK MELANJUTKAN OBROLAN! MASIH MAU HUKUMAN TAMBAHAN LAGI?!”

Menggelegar, suara Guru Kim sekonyong-konyong memotong omelan Han. Guru Bahasa Inggris mereka itu kini sudah berdiri di ambang pintu, menyedekapkan lengannya di depan dada selagi Han dan Seungkwan sama-sama menundukkan kepala.

“Maaf, Guru Kim, kami—“

“PULANG SEKOLAH NANTI, RAPIKAN RUANG OLAHRAGA. PAHAM?”

Seungkwan mengangguk pasrah, sementara Han hanya bisa mengerang kesal dan nyaris ingin membenturkan kepalanya ke lantai koridor. Tuh ‘kan, tadi ia bilang juga apa? Kehadiran Seungkwan dalam hidupnya ini bagai badai petir, mendadak serta membuat sebal. Dan asal kalian tahu saja, hal terakhir yang Han inginkan untuk ia dengar saat ini adalah—

Kalau begitu, traktir es krimnya setelah selesai merapikan ruang olahraga, ya?”

.

.

.

ugh, seseorang, tolong selamatkan Choi Han dari si pembawa sial ini!

.

.

.

fin.

Halo?

ehehehe, muncul lagi untuk debutin OC baru (lagi) gara-gara kangen nulis school-life dan Seungkwan di Running Man kemarin bikin gemes > < duh dek nuna tak kuat (untuk nggak bikinin kamu pairing dan ff meski jadinya nista gini) :”

Anyway, welcome to IFK, Choi Han!❤

Untuk yang baca, jangan lupa tinggalkan review!😀

9 thoughts on “[Ficlet] Jinxed”

  1. HAPPY DEBUT HANI-YA~ (seenaknya ngasih nama panggilan. ehehehehe)
    Tuh ‘kan nuna tadi bilang apa, Seungkwan-a, minum obat dulu sebelom berangkat sekolah. Jadi bikin sial anak orang ‘kan kamunya *sigh* ckckckckck -.-

    Komen gajelas kkeut~
    Yein nuna pamit. See ya~ ^^)/

    Suka

  2. menurutku seungkwan itu kaya baekhyun… sassy tapi suaranya ituuuuuu… amaziiiiinng❤❤ wkwkwk boo seungkwan seumuran sama aku jadi pas baca ini rasanya lucu gitu selucu muka diva boo :3 kkk aku coba baca seungkwan-han yang lain ya😄

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s