[Unsent Letters] #1 Iris

1st letter

unsent letters series by oliver

#1 Iris

Ficlet | 400 words | 15 | Angst, Slight!Psychology

Seventeen’s Kim Mingyu, OC’s Blue Iris

Summary :

Kim Mingyu, if only you have more faith and hope in you. Because you have Iris, you have me.

Disclaimer :

kacau balau, mungkin. truly mine.

Ini Di Mana? 15 November 2015

Hai apa kabar? Ini surat terakhirku untuk kamu (semoga saja), dan ditulis pukul dua pagi. Bentuk representatif betapa absennya seseorang ikut andil dalam penambahan diameter lingkaran di bawah mata. Dan rasa kehilangan yang menumpuk terus sampai siap dibuang, suatu hari nanti. 

Kim Mingyu, sudah dari lama namamu menjadi pusat tata suryaku. Pusat otakku. Kalau digambarkan, mungkin kamu Matahari. Dan tidak, aku bahkan bukanlah bagian dari Bima Sakti. Kalau diibaratkan pun mungkin aku cuma Pluto. Rasanya semakin jauh menuju kamu.

Kim Mingyu, Kim Mingyu, Kim Mingyu. Kim Mingyu terus di otakku. Itu namamu. Nama yang kamu bilang paling bagus seantero dunia. Kalau seseorang punya nama yang sama pun bakal kalah sama kamu. Karena katamu, kamu punya Iris. Mereka tidak.

Untung saja Pops berpikir untuk menamaiku Iris. Blue Iris, the symbol of faith and hope. Itu sih kata dia, tapi alih-alih mengamini kamu malah tertawa sambil berkata kalau kamu lebih suka lilac. 

Oh iya, aku juga masih ingat tawa terakhirmu. Waktu itu penghujung bulan Februari di depan toko sepatu Madam Aime, kamu tertawa terpingkal-pingkal saat aku tersedak roti bagel. Saat itu belahan dunia sedang mekar-mekarnya, dan kamu malah memutuskan untuk pergi setelahnya. Tolol.

Hidup selalu soal timing, waktu, ketepatan. Kalau kamu memilih untuk pergi saat badai salju, hujan petir, kelaparan, perang, atau gunung meletus mungkin tak akan sesakit ini. Iya tidak? Kuharap iya.

Kim Mingyu, masih ingat percakapan terakhir kita?

.

.

.

“Iris, kalau aku pergi kamu punya siapa?”

“Pops. Tapi kamu mau ke mana?”

“Tadi malam aku bermimpi, jalan-jalan ke seluruh pantai di dunia sama kamu dan Ibu. Pantainya indah. Langitnya biru, pasirnya putih, mataharinya terik, ada banyak pohon kelapa. Letaknya di Kutub Selatan dan Laos─”

“Tapi Kutub Selatan ‘kan dingin? Laos tidak punya pantai─”

“Di dalam mimpi semuanya sah-sah saja.”

“Terus kamu mau ke sana?”

“Iya.”

“Dengan cara?”

“Nanti aku cari tahu. Kalau sudah ketemu, baru aku ajak kamu.”

.

.

.

Kim Mingyu, aku punya pertanyaan. Jawab dengan benar, please. Kali ini jangan tertawa.

Apakah langit-langit kamarmu itu langit biru yang kamu impikan?

Seutas tali yang diikat di plafon lalu disimpul itu pohon kelapanya?

Lalu lautnya  yang sebelah mana? Lantai kayumu yang terasa amat jauh itu? Yang seolah menggantung di bawah kakimu?

Sudah bertemu dengan ibumu di sana?

Kim Mingyu, if only you have more faith and hope in you. Because you have Iris, you have me.

Kim Mingyu, kapan kau akan menjemputku?

*

“Sudah dengar pasien bernama Blue Iris hampir bunuh diri tadi malam?”

“Kau serius?”

“Tentu saja! Ia sudah dipindahkan ke ruang isolasi. Kudengar teman dekatnya bunuh diri, itulah sebabnya ia jadi gila.”

Dua perawat berseragam putih itu berhenti di depan pintu geser. Melongokkan mata penasaran mereka ke dalam sambil berbisik-bisik.

“Itu dia. Yang tengah menulis itu.”

fin.


OKAY

THIS IS SO STRANGE AND ANEH AND GAJELAS AND WTF

maafkeun aku pokoknya. luvs.

ohiya maaf juga karena terakhir ngepost di ifk januari kemaren. ya ampun.

13 thoughts on “[Unsent Letters] #1 Iris”

  1. Mala, ini bagus banget :”)

    Aku suka bahasa pas dia nulis surat, santai, kayak anak remaja atau anak kuliah; kayak dia juga sebenernya baik-baik aja, gak berniat bunuh diri, cuman mau ngomong ke Mingyu pake surat. Dan aku juga suka kejutan di akhirnya, ternyata Mingyu mati & Iris sakit jiwa plus berusaha bunuh diri.

    Nice fic🙂

    Suka

  2. Sukaa !!!!!!!!!!!!!!!!!
    At first udah di duga sih kalo mingyu mati. Tapi kalo dilihat di cerita ini mingyu orangnya bubbly gitu yaa(?) Terus suka berfantasi.. Jadi nebaknya dia mati karena sakit.. atau ditabrak angkot😵 eh gataunya bunuh diri😭😭 okay deh Iris, sukses bunuh dirinya biar ketemu mingyu *eh

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s