[Ficlet] The Ladykiller’s Fanservice

the ladykiller's fanservice

Cast: Choi Seungcheol – S.Coups (Seventeen), Yoon Junghan (Seventeen) | Genre: School life, AU | Duration: Ficlet | Rating: PG-17 | PS: this is not yaoi

.

namtaegenic presents a fanfiction

THE LADYKILLER’S FANSERVICE

.

© 2015 namtaegenic

.

Mereka berdua menggemaskan sekali!

.

Rasa-rasanya tidak ada lagi makhluk sekeren Choi Seungcheol di sekolah ini. Ketampanan dan sikap dinginnya bukan lagi menarik, tapi juga membius—dan korbannya adalah para gadis berhati lemah serta sejumlah lainnya yang bersikap sok galak demi mendapatkan perhatian darinya. Hendak dikata apa, Seungcheol sudah menjadi pencuri hati kaum Hawa di sekolahnya—dan itu merujuk pada senior, teman seangkatan, dan adik kelas.

Susunan kunci kombinasi lokernya sudah bukan sesuatu yang bersifat pribadi lagi, karena tidak ada gadis yang tidak tahu nomor ajaib yang entah sejak kapan telah dijadikan sarana pernyataan cinta tersebut. Nyaris separuh sekolah hapal nomor itu di luar kepala. Separuhnya lagi menaruhnya di fitur memo ponsel masing-masing. Dan karena Seungcheol tidak pernah mengganti nomor kunci kombinasinya, para gadis menganggap bahwa itu adalah tanda bahwa ia tidak keberatan dengan perlakuan mereka.

Setidaknya, itu anggapan para gadis. Karena jika kalian pikir Seungcheol tidak merasa terganggu, maka kalian mungkin sama seperti para gadis tersebut—salah paham total.

Hingga beberapa pekan yang lalu, Seungcheol masih berada dalam kebingungan. Ia merasa yakin sekali bahwa dirinya tidak akan bisa beradaptasi dengan situasi seperti itu. Suara bisik-bisik dan cekikikan yang berdengung tiap kali ia melintas benar-benar mengusiknya. Berbagai macam pernyataan cinta dari para gadis di angkatan atas menghalangi aksesnya untuk bisa bergaul dengan senior laki-laki—yang mana sebenarnya sangat dibutuhkannya, terutama para senior dari klub basket, olahraga yang membuatnya jatuh cinta sejak kecil. Gadis-gadis yang menjadi incaran senior pun turut mendekatinya secara terang-terangan dan membuat Seungcheol resmi menjadi rival sejati semua kasta.

Lalu, seakan belum cukup menderita akibat ulah dari gadis-gadis ini, entah penguntit mana yang menyebarkan nomor kunci kombinasi loker Seungcheol, sehingga kini kehidupannya di sekolah tak lebih dari kotak akuarium. Seungcheol tidak sedang membicarakan surat cinta dan coklat yang menumpuk di sana, tapi secarik kertas yang isinya tak lain adalah ancaman berkelahi di luar sekolah.

Yang paling membuat Seungcheol menjadi memusingkan semua hal ini adalah bahwa ia bukan orang yang bisa bilang tidak. Penolakan adalah sesuatu yang tabu baginya, apalagi menolak pemberian. Senior-senior naik pitam karena mereka menganggap bahwa Seungcheol menggantungkan dan mempermainkan perasaan semua gadis. Kenyataannya, Seungcheol hanya tidak sampai hati untuk mengatakan tidak pada mereka, biarpun ia tidak berminat.

Bagaimanapun, itu masa lalu.

Seiring dengan perguliran semester, Seungcheol memutuskan untuk tidak ingin lagi diperbudak oleh anggapan orang-orang padanya. Ia sudah mempelajari gadis-gadis ini. Dan bagaimana mungkin ia bisa tidak menyadarinya, bahwa selain dirinya, yang mereka sukai adalah—

“Seungcheol sedang mendekati koordinat kelas 2-A. Sebentar lagi, sebentar lagi!”

“Seungcheol mulai bicara pada Junghan, aw aw aw!”

“Mereka berdua menggemaskan sekali!”

fanservice.

Sedang duduk di meja cadangan di depan kelas 2-A, Junghan mendengus gusar pada Seungcheol.

Bung,” ujarnya. “Aku tidak akan pernah punya pacar kalau kau terus-menerus menempel bak benalu.”

Seungcheol tersenyum manis, diiringi dengan pekikan tertahan para penonton wanita di ujung sana.

“Kasihanilah aku, Junghan,” bisiknya tepat di telinga pemuda itu. “Hanya kau satu-satunya harapanku untuk memberi pelajaran pada gadis-gadis itu.”

“Maaf, tapi kurasa kita harus menghentikan semua ini sebelum semakin banyak yang salah paham padaku.” Junghan memasukkan tangannya ke saku blazer seragam sekolah. Ia tidak pernah berminat untuk berteman dengan Seungcheol sebelum ini. Tapi pemuda itu punya terlalu banyak akal untuk membuatnya meloloskan kata sepakat.

“Junghan,” Seungcheol menahan tangan Junghan begitu pemuda itu hendak pergi—menyebabkan gadis-gadis semaput dalam kebahagiaan. “Nanti kubantu kau mendekati Naram. Ia sepupuku, kau tahu itu, kan?”

Junghan berdecak jengkel. Perasaan sukanya pada Naram adalah awal dari semua bencana ini. Sejak ia berani mengetuk pintu rumah gadis itu dan bertemu dengan sepupu sialannya yang mana adalah Seungcheol sendiri, hidupnya jadi ikut-ikutan jungkir balik. Seungcheol gemar sekali membawa-bawa urusan Junghan dan Naram demi memenuhi keinginan pribadinya. Awalnya Junghan merasa kasihan, tapi lama-lama ia dongkol juga. Pasalnya kini semua gadis yang dulu mengobrol santai dengannya, sekarang jadi penggemar Junghan-Seungcheol. Menyebalkan sekali.

“Oke,” ia akhirnya menyetujui. “Sekarang kita menjalankan rencana yang mana?”

“Rencana F!” Seungcheol menarik ujung bibir kanannya ke atas.

Junghan mengernyit. “Pura-pura terpeleset lalu kau menahanku agar tidak jatuh? Itu sangat Boys Before Flower dan kita sudah pernah melakukannya. Dan omong-omong semua rencanamu menjijikkan.”

“Itu rencana C, Junghan. Rencana F adalah Sepatu. Aku kan sudah menyuruhmu menghafalkannya.”

Junghan mengangkat bahu, kemudian ia menjatuhkan sepatunya dengan sekali ayunan kaki hingga benda itu terpental jauh.

Dengan langkah anggun tapi pasti, Seungcheol memungut sepatu tersebut, lantas ia bergerak memasangkannya kembali ke kaki Junghan—persis adegan di serial drama Winter Sonata.

“AAAWAWAWAW!” jeritan para gadis membahana memenuhi tiap sudut sekolah. Masa bodoh dengan semua guru yang kini sudah tidak lagi duduk manis di bangku mereka. Masa bodoh dengan suara-suara cemas para ibu-ibu pengajar, masa bodoh dengan pelototan kepala seko—

Oh tidak.

Seungcheol dan Junghan refleks menjauhkan diri demi melihat Kepala Sekolah Woo mendelik tajam dengan segala ketegangan yang perlahan merayapi.

“Ini tidak seperti yang Bapak lihat!” Junghan yang pertama membuka mulut. Tapi tampaknya tak lama lagi mereka akan diseret ke ruang kepala sekolah untuk menonton film gratis mengenai penyimpangan seksual remaja, berikut wejangan-wejangan berawalan “zaman saya masih muda dulu,…”, dan tentu saja, hukuman.

“Apa-apaan itu tadi?! Choi Seungcheol, Yoon Junghan. Ruangan saya. Sekarang!”

Ups, fanservice selesai lebih cepat.

.

| fin.

15 thoughts on “[Ficlet] The Ladykiller’s Fanservice”

  1. AWAWAWAWAAAAWWW JUNGCHEOL AKHIRNYA
    Kak as always liat jungcheol di poto apa video, pas baca ff ini juga aku mesam mesem sendiri *udah gila emang* LALU YANG INI ‘…semaput dalam kebahagiaan.’ aaaaaaaaakkk demi apa aku suka banget kak kata2nya ㅠㅠ *tangis bahagia*
    Lupakan Naram aku dukung jungcheol *dikeplak kaeci* pokoknya sukaaaaaa banget banget banget sama ff nya kak ^^)bbbb

    Suka

    1. hahaha yeniii thankyou for supporting this fic since the first time (jadi inget japrian kita atulah huhuhu) makasih dukungan dan jejaknya di sini ya ^^

      Suka

  2. HIIIIYYAAAAAAHHHHHH!!!!!! GUE KALO PUNYA KAKAK KELAS ATAU TEMEN SEANGKATAN ATAU ADEK KELAS YANG UCUL MINTA DI CULIK KAYAK JUNGCHEOL GUE JUGA SEMAPUT DALAM KEBAHAGIAAN TT__TT. Orang tua tuh gitu ya? mbanding-mbandingin zaman dulu sama sekarang -,-
    Fic nya keren lah kak! Good!!

    Suka

    1. halo, honey (mesra banget nyapanya hihihi) (apasi ci)
      jadi kamu mau culik seungcheol dulu atau junghan dulu nih? haha, thankyou sudah mampir ya ^^

      Suka

  3. Ya ampun ya ampuuuuuunnnn
    Ya ampuuuuuuuuuuuuuuun
    Asal ngeklik judul di recent update dan langsung disuguhin seungchol sampe ga sadar ini bikinan ka eci.. Wkwk
    Sejujurnya aku ga paham apa yg cewek2 itu suka dr interaksi seungchol ama junghan.. Hhaha
    Tapi tapi aku suka banget cara ka eci cerita ya ampun jadi makin baper ama seungchol ya ampuuun.. ❤❤❤
    Makasih, kak.. Aku sukaaaaa ❤

    Suka

  4. KAK ECI AKU BARU BACA DAN INI LAWAK PARAH huhuhuhu
    Selalu lah gak ngerti ka eci kalo bikin ff kaya gini idenya dapet dari mana.. Atau bersemedi di mana… Aku mau ikut dong kalau bersemedi siapa tau dapet ide cemerlang(?) xD Soalnya gak cuma kocak tapi lucu tapi bagus huhuhuhu ((gegulingan))
    Sepanjang ff tuh penginnya nampol mereka gak tau kenapa saking gemesnya.. 💙💙💙

    Suka

      1. Thankyu kak eci xD
        ahahaha aduh perasaan tadi itu aku komentarnya agak panjang deh, kenapa yang muncul cuma sepenggal kata itu??? T-T

        Intinya “KAMI PENGGEMAR JEONGHAN-SEUNGCHEOL” MINTA FANSERVICE YANG LEBIHHHH” kkkk
        Dan itu kepala sekolahnya perusak suasana bener ya, wkwkwk. Walaupun agak ‘sedikit geli’ ngeliat adegan mereka berdua, tetap saja mereka itu menggemaskan sekaliiiiii ><

        Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s