[3/3] Reclaimable

Reclaimable

a fan fiction by Jung Sangneul

// RECLAIMABLE //

Starring : Suho of EXO featuring Lyn [OC]

Genre : Romance, a bit fluff

Duration/Length : Triple-shot!

Rating : PG – 13

Setahun yang lalu kita berpisah. Tak ada yang tahu jika tahun ini kita ditakdirkan bertemu lagi.

.

.

Previous: 1 | 2

Us: Reclaimable

 

            Pukul delapan tepat, ketika Lyn menuruni tangga dan membuka jendela-jendela di rumahnya. Ia temukan sekuntum mawar harum yang terselip pesan singkat di dalamnya.

Temui aku tengah malam nanti, ketika rasi bintang Sirius nampak di celah-celah langit.

Lyn mengerutkan kening membacanya. Tidak ada nama pengirim, tidak juga namanya terselip di sana. Ia mencium harumnya sekali lagi, dan memorinya teringat akan parfum itu. Parfum yang biasa dikenakan Suho, menempel di jasnya, blazer-nya, dan kaus-kausnya.

Wanita itu tersenyum tipis, mencium lagi harum bunganya. Ada kalanya ia bernostalgia dengan rasa yang berkecamuk dalam hatinya, yang takkunjung padam hingga kini. Meski Lyn juga harus tahu diri, kalau lelaki itu mungkin saja hanya ingin bertemu dalam konteks teman.

Atau ini malah bukan dari Suho?

Adakah yang tahu kalau cintanya tidak mengenal logika? Entah ini dari siapa, ia datangi jua.

***

Sepatutnya Suho bisa merebahkan tubuhnya dengan tenang di kasur setelah perjalanan panjang dari kantornya. Kantor itu cukup jauh meski sudah ditempuh dengan mobil pribadi. Tapi, sore itu, tatapannya tertuju pada sebuah kertas yang diberikan ibunya.

“Ini apa, Eomma?” tanya Suho, membolak-balik kertas terlipat itu.

“Mana Eomma tahu, kertasnya terselip di bawah pintu waktu Eomma pulang belanja tadi pagi,” sahut ibunya cuek, masih sambil mengaduk adonan kue.

“Ya sudah, masak kue yang enak, ya!” serunya sebelum memasuki kamar.

Bukan lagi untuk beristirahat karena penat. Tapi, lekas-lekas membuka kertas itu.

Rasi bintang Sirius malam ini pasti muncul dengan indahnya.

            Tapi, akan lebih indah ketika melihatnya tidak sendiri.

 

Suho tercenung. Yang tahu tentang rasi bintang Sirius yang ia suka tidaklah banyak. Hanya ibu dan ayahnya, juga … Lyn. Ibu dan ayahnya tidak mungkin menulis pesan seperti ini. Lantas, apakah Lyn?

Tiba-tiba, nyali Suho berdenyut kembali. Ada sebongkah kekuatan yang membuatnya ingin datang, ke tempat itu. Tempat yang seharusnya sudah terlupakan, namun masih tersembunyi dalam kotak kenangan.

***

Selantasnya, malam itu, mereka berdua—dalam bilik berbeda—memilih baju yang sesuai. Kebingungan dengan dresscode yang pas, sama-sama berdecak, lalu akhirnya ingin tidak datang saja. Tapi kemudian bangkit kembali, sama-sama memilih warna biru serasi, kemudian keluar rumah menaiki kendaraan pribadi.

Memang benar, Sirius datang malam itu. Sebenar bahwa Lyn dan Suho bertemu di bawah langit yang sama, tersenyum menyadari kebetulan soal warna baju mereka. Lyn dengan mini dress-nya, dan Suho dengan kaus santainya.

Ehm, jadi … ada apa ya, sampai harus bertemu di sini?” tanya Lyn, setelah mereka bermenit-menit tercekat geming sambil memerhatikan gelapnya langit.

Suho mengangkat alis, mengalihkan pandangan. “Aku? Kau bertanya padaku?”

Sedetik, Lyn terbius dengan aroma parfum yang ia rindu, menguar masuk ke pernapasannya. Sedetik berikutnya, ia sadar akan pertanyaan yang dilontarkan lelaki itu.

“Di sini … tidak ada orang lain, ‘kan?” tanya Lyn, memeriksa sekitar sambil bergidik. Takut Suho melihat sesuatu yang selain mereka. “Kau bisa lihat hantu?”

Sontak, Suho tertawa. Kenaifan Lyn masih bertahan di situ, sanggup membuatnya gemas hingga ingin mencubit pipinya.

“Tentu saja tidak. Kalau aku bisa, mungkin aku akan bilang dari tadi, ada sosok berambut panjang di sebelahmu ….”

“Suho-ya!” seru Lyn, bergerak maju sambil memukul lengan lelaki itu.

“Tidak, tidak. Ugh, maksudku … bukannya kau yang mengirim surat padaku soal rasi bintang Sirius?”

“Kau yang mengirimiku bunga, dasar pelupa!” Lyn mendengus, setengah curiga kalau yang mengirim bunga ternyata bukan Suho.

Lelaki itu terlihat bingung. “Lantas, itu dari siapa? Yang tahu soal rasi bintang kesukaanku hanya sedikit.”

“Di bunganya tercium parfummu, makanya aku datang,” gumam Lyn. Suho yang mendengarnya diam-diam tersenyum karena Lyn bahkan masih ingat wangi parfumnya yang tidak pernah berganti.

“Oke, jadi sepertinya aku tahu siapa pelakunya …”

“Sepertinya aku juga tahu,” lanjut Lyn.

“ALICE!!!”

 

Keduanya berseru kesal, namun juga haru. Bagaimana bisa gadis itu mempertemukan mereka dengan cara seunik ini? Suho bahkan lupa kapan pernah bercerita tentang rasi bintang favoritnya, dan Lyn juga lupa kalau akses ke kamar Suho mengambil parfumnya bisa dilakukan oleh saudaranya.

Mereka tidak tahu, kalau setidaknya Alice menjepret foto keduanya dari belakang, tertawa-tawa saat mem-posting-nya di instagram.

***

Maka, keesokan paginya, keduanya lagi-lagi melakukan sesuatu berbarengan. Suho di meja makan, dan Lyn masih tengkurap di atas kasur. Melupakan percekcokan panas mereka sebelum akhirnya terucap kata “putus”. Yah, setidaknya bukan ‘orang ketiga’ penyebab keputusan setahun lalu itu.

 

To: Lyn

            Katanya, kausuka marshmallow, ya? Bagaimana kalau marshmallow-nya diganti aku saja?

 

            To: Suho

            Katanya, kausuka rasi bintang Sirius, padahal dia bisa menghilang tertelan malam. Kok, kau tidak bisa bertahan menyukaiku yang tetap ada siang dan malam?

 

Mereka berdua terkekeh bersama, dan bersama-sama menjawab.

 

Im reclaimable.

 

—kkeut.

Wahaha ending-nya kayak gula-gula manis gitu maunya, gak tau deh ngena apa nggak HAHA. Dibuat dengan jangka waktu yang cukup lama karena ide nyandet-nyandet wkwk. Happy reading!

8 thoughts on “[3/3] Reclaimable”

  1. wesss balikan *hembus napas lega *aslinya cuman nunggu balikannya :p
    ih tapi krg greget kalo ditutup gini aja >< *terus nuntut sequel *maaf ni org byk maunya
    dan btw ada kata2 yg agak aneh ya tadi aku nemu, misalnya: selantasnya. lantas itu bukannya 'kemudian'? kalau selantasnya berarti 'sekemudiannya' gitu? ah rasa2nya blkgan banyak neologisme ya, barangkali aku aja yg g ngerti -.- terus tadi di paragraf pertama ada kalimat yg mengandung 'ketika', tapi begitu saja terputus di tengah oleh titik. mestinya disambung aja sama kalimat selanjutnya ^^
    keep writing niswa!

    Suka

    1. Halohaaa kak liii. Emang ending-nya engga greget kok kak, soalnya aku sempet kehilangan feel pas nulis ini :” jd maaf yaa kalau ngga sesuai ekspektasi😄

      Untuk kata “selantasnya” itu sebenernya aku ngikutin penulis novel fiksi sejarah. Biasa kebanyakan baca buku jd bingung mana yg bener. Kayaknya emang itu bukan model yg terkenal jd kakak ngga tau ya?._.
      Makasih jg masukannya, lain kali berusaha lebih baik lagi. Hehe makasih ya kak lii uda ngikutin terus serial abal-abal ini😀

      Suka

  2. Plotnya udh bagus tp endingnya kurang ngena hhaha btw aku lg pgn nyari bnyk fic yg cast utamanya suho eh..kmu suho stan juga?? klo iya, kita samaan. Klo ngga, yah aku malu jdinya udh nulis pjg lbr bgini hihihihi

    Suka

    1. Hello trima kasih udh baca. Iya emang ini ending-nya ngga dapet banget soalnya feel udah agak ilang gitu dehh heuu ;-; maafkan yaa

      Ehehe aku dulunya sih exostan (sebelum terbentuk exo-l) tapi sekarang cuma jadi pengamat aja. Masih suka sama baekhyun ehee, tapi aku bukan suhostan. Ih ngga papa salah jugaa, ngga usah malu.
      Hehe makasih udah berkunjung dan komen yaa~

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s