[FICLET] He Was

 

[FFPOST] He Was

elfxotic12152  present

a song-based film with Kim Namjoo of A-Pink  Lee Minwoo the OC

Romance, Sad, AU |  Ficlet (615 Ws) | General

.

Dia tadinya…

.

Note! Ini cuman after-effect suatu dramaㅜ^ㅜ

.

Namanya Minwoo. Dia sudah menjadi temanku sejak aku masih umur tiga belas. Aku sudah umur delapan belas sekarang. Aku baru saja ulang tahun kemarin, hanya satu minggu setelah ulang tahun Minwoo di tanggal delapan. Dia lebih muda dari diriku. Hanya satu tahun. Jadi aku tidak marah sama sekali jika dia tidak memanggilku ‘noona’ atau sebangsanya.

Dia tadinya orang kesukaanku. Awalnya orang-orang hanya bilang kita terlihat lucu jika jalan bersama. Dia tidak gendut dan tidak kurus, perawakannya cocok sekali dengan posturku. Dia tidak terlalu tinggi juga, jadi tidak akan ganjil jika mendampingi diriku yang juga mungil ini—begitu, sih, kata teman-temanku. Tapi aku tidak suka dia—maksudnya, belum suka dia.

Aku suka jarinya—tidak seperti jari cowok-cowok lain. Kalo si Changsub jarinya pendek-pendek dan gendut-mungil, jari Minwoo lentik seperti Baekhyun, tapi tidak feminin. Dia selalu memakai gelang rajutan simpel dan jam bagus di tangan kiri. Kukunya juga bersih dari kotoran, dipotong rapi setiap sebelum inspeksi kedisiplinan. Juga tidak ada bintik putih tidak sehat di kukunya. Ada tahi lalat keciiil sekali di pinggir kiri punggung telapak tangan kirinya.

Aku juga suka rambutnya. Warnanya hitam, tidak diwarnai bolak-balik seperti rambut Yoongi. Dia biasanya mengangkat poninya tinggi-tinggi hingga membentuk jambul. Tapi sekali waktu aku melihat dia kesiangan dan lupa menata rambutnya. Wajahnya lucu sekali dengan poni menutupi dahinya. Alisnya tidak terlihat, dan itu membuatnya terlihat bodoh. Tapi aku suka.

Aku suka sekali badannya—bukan dalam artian mesum (mungkin sedikit). Pundaknya lebar dan tegap—yah, meski tidak terlalu berotot. Minwoo anak sepakbola, bukan anak basket seperti Hanbin, atau Jiwon atau Junhoe—makanya kakinya baguuus sekali. Dia juga tahu bagaimana membuat dirinya tampan. Aku paling suka kalau dia menggulung lengan kemejanya hingga ke siku dan memasukkan bagian bawahnya ke dalam celana. Setiap kali aku melihatnya berpakaian seperti itu, aku berani bersumpah dia cowok paling tampan.

Tapi aku paling suka pribadinya. Dia suka tersenyum. Dia tidak tahu ampun soal pukul-pukulan untuk cowok-cowok. Tapi sikapnya terhadap cewek berbeda sekali. Dia tidak melakukan hal picisan secara gampang. Dia hanya menghormati dan mendengarkan baik-baik apa yang cewek katakan padanya—hanya itu, tapi itu sangat cukup untuk membuatku menyukainya.

Tapi semua itu berubah mudah sekali.

Sangat mudah hingga aku tidak mengerti apa yang terjadi.

Aku melirik jarinya saat sedang nonton ke bioskop ramai-ramai—rasanya jarinya berubah. Tahu-tahu jemari itu terlihat kasar dan tidak lurus, padahal sebenarnya sama saja. Gelangnya yang kusuka juga tidak ia kenakan lagi. Ia malah menggantinya dengan gelang rubber warna biru-putih yang terlihat pasaran. Sudah mana ia memanjangkan kuku-kukunya—cowok macam apa yang kukunya panjang?

Selanjutnya, ia mengecat rambutnya. Ia juga memanjangkannya, dan tidak pernah membentuknya jadi semacam jambul lagi—tiap hari ia menutup dahinya dengan poni terus. Poninya menutupi alisnya seperti dulu, tapi kesannya beda. Warna dan panjang rambutnya justru membuatnya terlihat seperti pelajar yang nakal.

Badannya masih bagus seperti dulu. Tapi ia tidak berpakaian seperti dulu lagi. Akhir-akhir ini ia memakai skinny atau celana pendek yang panjangnya hanya beberapa senti di atas lutut. Aku tidak suka ia mengobral kakinya seperti itu. Meskipun celana pendek dan sweater belang-belang kebesaran sangat cocok untuknya, itu bukan dia. Rasanya seperti melihat Taehyung, bukan seperti melihat dirinya. Ia juga tidak bermain sepakbola lagi—ia bergabung dengan Jiwon dan kawan-kawannya di klub basket.

Tapi pribadinya yang kusuka yang paling berubah. Ia sekarang kasar—pada cowok maupun cewek. Ia tidak peduli pada apa yang Eunji katakan soal PR geologi yang harus dikumpulkan tiga hari lagi, ia juga tidak peduli pada apa yang Bomi katakan soal keisengannya kemarin sore untuk si Hanbin. Ia tahu-tahu tidak peduli pada segala hal.

Tapi kata Chorong aku salah kalau bilang dia tidak peduli pada apapun—dia masih peduli dengan satu orang, dan satu orang saja.

Hayoung.

.

.

.

.

.

“Kau berubah, Minwoo-ya.”

FIN.

Gapapa. Di FF ada OC Cowo gapapa kan? Aku kan juga mau oppa imajinasi-anㅜ^ㅜ

Pergi dulu—ppyong!

Zyan

5 thoughts on “[FICLET] He Was”

  1. hoh? cowoknya ternyata OC toh? WKWKWK AKU SALAH malah bayangin minwoo boyfriend HAHA, maafkan aku yha.
    Anyway kusuka kusuka! deskripsinya apik banget terus kelihatan real banget seakan-akan aku liat sendiri bentukannya minwoo itu gimana (minwoo bermuka minwoo boyfriend maksudnya), apalagi bahasanya yang enak banget kayak dibaca mengalir begitu… ditambah deskripsi celana pendek dan sweter gombrong, IYA ITU KIM TAEHYUNG BANGET TT
    uh maafkan aku merusuh di sini. salam kenal, Meyda 99line hehe.

    Suka

  2. Jadi Minwoo suka sama Hayoung? Apa Hayoung nolak Minwoo? Soalnya si Minwoo jadi berubah drastis gituu :3 ini sebenernya masih penasaran banget… Aakk suka deh.. Suka juga sama tulisan dan gaya nulis kamu❤

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s