[Ficlet-Mix] Precarious Circumstances

hhy

by jojujinjin (@laissalsa on Twitter)

.

starring BTS’s Seokjin aka Jin, UP10TION Minsoo aka Kogyeol, Seventeen’s Joshua, Seventeen’s Mingyu, and OC(s).

Three Ficlets // T

.

.

Under normal circumstances he would speak his mind, but with a gun against his head; lies are no different with truth.

“BERHENTILAH BERBOHONG, MINSOO!”

“A-apa?”

“Sudahlah….”

Napas Seokjin menderu berantakan, sementara lawan bicaranya duduk di sebrang ruangan. Kening berkerut dalam dan mulut terbuka separuh—Minsoo, yang mendadak merasa ditampar dengan perkataan Seokjin barusan.

“Apanya yang sudahlah?” ujarnya geram. Minsoo ingin bangkit, namun lupa. Kedua tangannya diborgol ke belakang kursi. Pun Seokjin.

“Kubilang, sudahi saja semua ini. Jujurlah. Aku … aku, tidak k-kuat lagi.”

Seokjin menatap kosong lantai kayu lapuk di bawahnya, tak berani menangkap sorot mata Minsoo yang perlahan berubah bingung. Kalut. Heran.

“Dia yang membunuh Sungjun malam itu, demi Tuhan.

Seokjin menangis.

“Aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Kupikir melindungi adikku adalah suatu hal yang benar, ternyata tidak.”

Kepalanya susah payah terangkat.

Netra Minsoo masih sama; pelik dan mendamba penjelasan.

“Dia membunuhnya, Minsoo membunuhnya—“

Minsoo menginterupsi dengan memaksakan dirinya berdiri dengan kursi mengikat badannya, namun sedetik kemudian tubuhnya jatuh tersungkur. Kena pukul petugas kepolisian yang sedari tadi berdiri di belakangnya.

Perlahan Seokjin merasakan benda yang sedari tadi menempel di sisi kiri kepalanya menghilang—it was a gun.

Lalu ia merasa lega, sebelum pemandangan Minsoo yang diseret keluar ruangan menimpa bahunya dengan beban yang berkali-kali lipat lebih berat.

Sebelum matanya terpejam kesakitan, netra Minsoo masih sama; pelik dan mendamba penjelasan yang sebenarnya. Bukan dari sepasang bibir yang sempat melontarkan ‘maaf’ dalam diam ketika raganya dibawa keluar secara kasar.

.

.

.

.

Be calm. Breath.”

“Tapi—“

“Bernapaslah, Jane, sungguh.”

Maka Jane mencoba, bernapas dengan sepasang tangan mencengkram lengan kurus Joshua. Bernapas dengan sekuat tenaga, seolah mengambil seberkas udara adalah cobaan hidup tersulit untuknya.

Jemari bergetar Jane memegang segelas air mineral. Airnya beriak-riak, tapi Jane tidak peduli. Mau gelasnya jatuh dan kepingannya mengenai kulitnya pun, Jane tidak akan peduli.

“Mobilnya,” mulai Jane, setelah minum seteguk. “M-mobilnya hancur….”

Lorong rumah sakit pukul sebelas malam dipenuhi sesunggukan Jane.

“Mobilnya hancur, Kak.” Jane memekik, menggigiti bibir bawahnya.

Joshua lantas berlutut. “Hei, hei, Jane. Sudahlah.”

“Ini semua s-salahku.”

“Jane—astaga, ini jelas bukan salahmu.”

“T-tapi harusnya aku terus menahannya untuk tidak pergi….”

“Kau sudah berusaha, ‘kan?”

“Tapi tetap saja, Kak, aku tidak berusaha sekuat tenaga. Aku payah.”

Lalu gelas bening tersebut betulan jatuh, kepingannya berceceran di antara mereka berdua. Joshua kehilangan kata-kata. Jane menangis lebih keras.

“Usahaku tidak cukup, Kak … aku payah, aku payah.”

Jane tidak dapat mengingat apa pun selain potret mobil hancur, ayahnya yang berada di UGD, dan Joshua seorang.

Otaknya terasa buntu—

“Semua akan baik-baik saja, Jane.”

—tapi Jane tahu kalau Joshua berbohong. Dan kali itu Jane enggan bersyukur; semuanya belum baik-baik saja. Entah akan atau tidak.

Lekas terasa seperti sebuah batu mengganjal tenggorokannya.

Be calm, breath.

Everything is going to be okay.

Kata suara-suara di kepalanya.

But Jane knows it’s not going to, then everything turns black.

.

.

.

.

Was it a knock that had woken her?

Lou tidak yakin, namun ketika samar-samar didengarnya suara pintu menderit terbuka, perlahan ia mengais kesadarannya.

“Bangun.”

Lou meringis, hendak berdiri tapi gagal. Hingga ia berakhir duduk dengan pandangan masih buram.

“Sekarang, aku memberikanmu sepuluh detik untuk meyakinkanku bahwa kau masih pantas hidup.”

Lou masih setengah sadar. Seluruh badannya sakit dan gaun yang dikenakannya bersimbah darah. Meski belum jelas, Lou menemukan seseorang berlutut beberapa meter darinya. Dalam ruangan yang luas tersebut Lou persis berada di tengah. Sementara si pengetuk pintu menjaga jarak darinya, panah siap dieksekusi di tangan.

“Sepuluh.”

Lou mencoba menegakkan badan.

“Sembilan.”

Lou menarik napas dalam. Tangan kiri menyusuri lengannya yang basah, bulu kuduknya meremang; darah. Sekujur lengannya basah oleh darah.

“Delapan.”

“T-tolong….” Bisiknya. Dan Lou benar-benar berbisik, tanpa terdengar siapa pun kecuali dirinya.

“Tujuh.”

Sebelum netranya sempat beradaptasi seluruhnya dengan lampu gantung yang tepat tersorot ke arahnya, pijar tersebut mati. Satu ruangan berubah kelam.

Lou tercekat.

“Enam.”

“A-aku tidak mengerti,” bisik Lou lagi, hampir menangis.

“Lima.”

“S-siapa kau?”

“Empat.”

Lou perlahan terseok ke sumber suara.

“Tiga.”

“Kutanya, siapa k-kau?” Lou mengeraskan suaranya.

Wussshhh!

Sebuah panah sudah terlanjur dieksekusi. Menggores bahu Lou yang terekspos. Lou menggigit bibirnya, berhenti sejenak.

“Dua.”

Suara itu menggema di otaknya.

Lantas mata Lou melebar. Langkah tertatihnya berhenti tak lebih setengah dari sang pemanah yang memutuskan untuk bertahan di tempatnya alih-alih menjauh dari presensi Lou yang mendekat.

“Satu—“

“M-Mingyu?”

Jika itu betulan Mingyu, maka kalian tak usah khawatir dengan akhir cerita ini.

Lou punya 101 alasan untuk meyakinkan Mingyu bahwa ia masih pantas hidup; dan 100 di antaranya mengandung namanya sendiri, Mingyu.

.

.

.

Fin.

A/N: o…..kay. what’s this, bruh? xD who cares. Credit buat >> http://alloftheprompts.tumblr.com/ dan http://writingexercises.co.uk/firstlinegenerator.phpAndd, in case ada dari kalian yang ga paham sama alur cerita ficlet pertama; well, intinya Seokjin bohong dan acting di depan polisi. Hayo hayo, menurut kalian gimana tuh sebenernya? ((malah nanya)) ((ini bukan riddle kok bukan))

lots of love!xx, lais.

6 thoughts on “[Ficlet-Mix] Precarious Circumstances”

  1. OMO OMOOOO OMJIN NGAPAIN DEK MINSOO……..LAISSSS AKU BAPER SERIUS BAPER HUHUHUHU………..tadi tuh lagi ngomongin minsoo yang unyu unyu sama kayen udah baper banget lahkok baca ini aku makin baper uhuhuuhu. Omjin teh jahat sama dek minsoo ㅠㅠㅠㅠㅠㅠㅠ engga tau tapi ficlet pertama baper banget laaaiisss……………

    Ficlet kedua juga bikin baper duh dek josh……….kakak-able sekali huhuhu. Dek jane yang sabar yaa…punya kakak kaya dek josh udah bikin tenang kok /apa ini ris/

    Ficlet ketiga………astaga aku baper juga ini apa ada countdown segala lais malah jd inget MAMA /LAH😄 tapi ini irenya kece lais aku suka juga yang iniii y)

    Udah ya laiss rusuhnyaa. Ini teh daebak udah bagusss huhuhuhuhu. See ya layskuuhh❤

    Suka

  2. UYEAAYY FINALLY KOGYEOL SAMA SEOKJIN DI SATU FF BERSAMA > <
    dan meskipun serada bingung tapi tebakanku benar kalo seokjin itu cuma ngarang. hahahaha😄 etapi kasian kogyeol nya ih seokjin mah tega /.\

    yang kedua ini jane ga mati kan lais? yang 'the everything turns black' ini maksudnya pingsan atau gimana? tapi baper ih kisah sodara josh-jane ini😦 josh nya itu loh yg nenangin terus tetep kalem…… aduh kakak idaman…..

    oh dan yang ini…. bentar bentar ini mingyu yg manah lou? wae mingyu-ya?!? etapi itu ada yg berlutut juga…. nah loh itu sapose lais??? 0.0 kenapa ini kaya riddle beneran malah /.\

    but overall ketiga ficletnya kece, kece banget ^^)bb
    see ya lais~ ^^)/ *aku tanya2 di line ya ehehehehehe😀

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s