[Ficlet] Make It Better

1433745131529

a movie by tsukiyamarisa

starring [BTS] Min Yoongi and [OC] Park Minha duration Ficlet (700+) genre Childhood!AU, Fluff, School-life rating T

.

Ini cara Yoongi untuk membuat Minha merasa lebih baik

.

.

.

Min Yoongi menemukannya sedang menangis di bawah pohon.

Duduk berjongkok, kedua tangan menutupi wajah seraya suara terisak itu terdengar. Tak jauh darinya, ada beberapa bocah lelaki yang sedang tertawa keras. Menunjuk-nunjuk, meledek sang gadis yang rupanya takut dengan ulat bulu.

Lantas, amarah Yoongi pun seketika meledak.

Menyambar dahan pohon yang telah patah, Yoongi berderap menyeberangi halaman sekolah. Menepuk pundak bocah lelaki yang berbadan besar dengan cukup keras, melempar tatap tajam yang terlihat mengintimidasi. Serta-merta, dua anak yang tadi menganggu Minha itu pun menoleh. Menyipitkan mata, namun sedikit gemetar kala Yoongi mengacungkan dahan pohon yang ia bawa.

“Apa-apaan—”

“Jangan ganggu dia,” desis Yoongi, satu pukulan mendarat di puncak kepala si penganggu. Sukses membuat bocah itu mengaduh, sementara yang lainnya terlihat siap melawan. Namun, belum sempat ia membuka mulut, Yoongi sudah lebih dulu mendaratkan pukulan yang lain.

“Kalian anak kelas tiga, ‘kan? Mau kulaporkan ke guru?” tambah Yoongi, sama sekali tak merasa takut. Untuk apa? Ia lebih tua, ia sudah kelas lima sekarang. Teman-teman Minha yang nakal ini jelas butuh pelajaran, terlebih karena ini bukan kali pertama mereka menganggu gadis itu.

“Beraninya melapor ke guru, hah?”

“Oh, atau mau kupukul dulu baru kulaporkan?” Yoongi berujar santai. Ujung dahan pohon yang dibawanya ditusukkan pada lengan atas kedua penganggu itu, membuat mereka mendengus tapi akhirnya memilih untuk melangkah pergi. Tinggalkan Minha sendiri, masih terisak sementara Yoongi lekas-lekas menghampirinya.

“Minha-ya?”

Uh, aku takut, Yoongi. Aku benci ulat bulu, lututku juga sakit,” gumam Minha, perlahan-lahan mengubah posisi duduknya untuk menunjukkan luka gores di sana. “Tadi, aku terjatuh saat kabur dari mereka.”

Mendengarnya, emosi Yoongi serasa meluap kembali ke permukaan. Namun, alih-alih pergi mencari kedua anak tadi, Yoongi malah mendudukkan dirinya di samping Minha. Bocah kelas lima itu tahu kalau Minha pasti tidak ingin sendiri, terlebih karena Jimin—kakak kembarnya—sedang tidak masuk karena sakit. Maka, sebagai gantinya, Yoongi-lah yang harus membuat Minha merasa lebih baik, bukan?

Tapi, jujur saja, Yoongi tidak tahu harus melakukan apa.

Ia hanya mengeluarkan sebuah plester dari kantong celananya, meniup luka di lutut Minha sebelum menempelkan benda itu. Mereka lantas bertukar pandang sejenak, Minha menggumamkan terima kasihnya sementara Yoongi mengangguk singkat. Keduanya lantas hanya duduk dalam diam; Minha masih enggan kembali ke kelasnya, dan Yoongi sibuk mencari-cari cara untuk membuat gadis itu tersenyum.

Apakah Yoongi harus memberinya permen cokelat? Atau es krim? Oh, Yoongi bukan orang yang pelit. Ia akan dengan senang hati membelikan Minha makanan favoritnya, jikalau saja ia membawa uang saat ini. Sial baginya, uang jajan Yoongi untuk minggu ini sudah habis tak bersisa. Lantas, ia harus bagaimana?

Yoongi tidak tahu.

Ia benar-benar bingung, sehingga yang bisa ia lakukan hanyalah memandangi Minha dari sudut mata. Tangisnya sudah berhenti, tapi jejak-jejak air mata itu masih ada di sana. Rambut pendeknya sedikit berantakan, dan kedua pipi tembamnya memerah—campuran rasa lelah dan takut tadi. Melihatnya, Yoongi pun mengerutkan kening. Berpikir sejenak, sebelum akhirnya memutuskan untuk beringsut mendekat dan….

 

 

Cup!!

 

 

Eh?

Kaget, Minha lekas menoleh kala bibir Yoongi menempel di pipinya. Sekilas memang, tapi cukup untuk membuatnya terkikik ketika melihat ekspresi malu melintas di wajah kawan lelakinya. Terlebih, Yoongi langsung berdiri dan melangkah pergi. Menjauh dari Minha yang masih mengerjap-ngerjapkan kedua mata, tapi tak sampai tiga puluh detik berlalu, ia kembali menggerakkan tungkainya ke arah sang gadis. Tahu-tahu saja berjongkok di hadapan Minha, lalu mengisyaratkan gadis itu untuk naik ke punggungnya.

“Yoongi?”

“Lututmu ‘kan, sedang luka,” gumam Yoongi, pipinya ikut-ikutan memerah. “Sudah ah, cepat naik.”

Menurut, Minha pun melingkarkan kedua lengannya pada leher Yoongi. Membiarkan lelaki itu menggendongnya, lamat-lamat berjalan ke gedung sekolah mereka sementara Minha menyandarkan dagunya pada bahu Yoongi. Keduanya kembali diam tanpa kata, memberi Yoongi kesempatan untuk memikirkan tindakannya tadi. Ia juga tidak tahu mengapa ia melakukan itu, namun yang jelas, Yoongi pernah melihat Jimin mengecup puncak kepala adiknya ketika Minha terluka dulu. Jadi, tidak salah bukan kalau ia mengecup pipi Minha? Lagi pula, niatnya baik, kok.

Tetapi, kenapa Minha diam saja? Apa jangan-jangan gadis itu marah? Apakah seharusnya Yoongi tidak melakukan itu? Aduh, Yoongi bingung! Ia tidak mau jika Minha sampai mengadu ke Jimin dan—

“Yoongi?”

“Y-ya?”

Namun, kekhawatiran Yoongi barusan agaknya tak berdasar. Tidak lantaran Minha baru saja mengacak-acak rambut Yoongi dan mengeratkan pegangannya. Tersenyum lebar, sembari membisikkan sebaris kalimat yang membuat Yoongi merasa senang bukan main.

“Terima kasih, ya.”

.

.

.

fin.

plotless, nggak sempat nge-beta, tapi merasa perlu publish sesuatu ehehehe ^^

anyway, buat semua yang sudah mampir dan berkomentar, thanks! Playlistfic akan dikerjakan sesegera mungkin, so stay tuned!

6 thoughts on “[Ficlet] Make It Better”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s