hcith-2

How Can I Tell Her ? : Chapter 4

Aku tidak tahu apa yang berada di dalam pikirannya, saat ia mencium diriku. Sebuah kecupan tepat ditengah bibir. Bibirnya terasa dingin dan sedikit basah. Aku tak bergeming ketika Jessica menciumku seperti itu. Dengan perlahan aku mendorong tubuhnya, melepaskan ciuman itu. Ia yang sebelumnya memejamkan mata kini membuka matanya.

“Aku tidur di sofa saja…kau terlalu banyak minum wine kau mungkin mabuk…” ujarku perlahan.
“A… aku tidak–” ia berusaha mendekatkan kembali dirinya. Namun aku menahan dan bangkit dari atas kasur.

Itulah yang terjadi di malam itu. Malam pertama di Maldives.

Jessica menjadi sangat agresif, mungkin pengaruh alkohol yang ia tenggak sebelumnya. Malam itu kuhabiskan di atas sofa. Malam yang canggung, membuat kami berdua terdiam tanpa kata-kata hingga terlelap.

hcith-2

How Can I Tell Her ?
Chapter 4 [Read Here]
[ AU | Romance | 17+ ]
Writer : BabyJung

Lee Dong Wook
Jessica
Krystal

Ia melihat Dongwook berdiri dihadapan pintu kulkas. Ia memperhatikan Dongwook yang tengah meneguk air mineral dari botol yang dingin. Dongwook menyadari keberadaan Soojung, ia segera membalikan badannya dan mendekati Soojung yang telah duduk dikursi mini-bar.

“Pilihan saat ini hanya ada dua… Pertama aku tetap melanjutkan pernikahanku… dan kita akan selamanya seperti ini… kau akan menderita dalam hubungan seperti ini… dan pilihan kedua–”
“Membuatku bahagia, namun kau akan mengorbankan segalanya… nama baikmu, keluarga dan bahkan perusahaanmu…” Soojung memotong perkataan Downgwook dan melanjutkannya.
Dongwook mengangguk kecil ia kemudian menunduk, tak berani menatap ke arah Soojung.

Soojung bergerak, seakan meminta Dongwook untuk memeluknya. Dongwook pun memeluk Soojung. Soojung menghembuskan nafasnya begitu ia menyandarkan dirinya di dada Dongwook.
“Biarlah seperti ini dulu, perusahaanmu.. dan karirmu adalah impianmu kan?” ucap Soojung dengan perlahan.
“Mmh…” jawab Dongwook sambil mengangguk.
“Asalkan kau jangan pergi meninggalkanku… itu saja… itu cukup…”

Sebetulnya masih ada satu jalan lain lagi yang berada di benak Dongwook. Yakni ia memilih untuk meninggalkan keduanya. Ia akhiri pernikahannya dan akan memotong kontak dengan Soojung. Akar permasalahannya memang berada pada dirinya yang membuat kemelut seperti ini.

Menikahi Jessica namun mencintai adiknya, Soojung.

Namun sikap Jessica saat ini membuat Dongwook gundah. Selama ini Dongwook berpikir kalau Jessica mau menikah dengannya bukan berdasarkan perasaan namun karena sebuah kontrak belaka. Nyatanya Jessica sudah membuka hatinya sedari dulu, dia hanya tidak ingin membebani Dongwook yang begitu fokus dengan karirnya.

===

Ia terlihat begitu cantik, mengenakan gaun pernikahan berwarna putih. Wajahnya menghadap ke arah jendela kamar. Beberapa menit terakhir ini ia habiskan seorang diri, menunggu dirinya dijemput untuk memasuki ruangan resepsi. Matanya berkaca-kaca, ia mungkin akan segera menangis. Ia mengambil beberapa lembar tissue, menyeka matanya sebelum air matanya turun dan merusak make-up nya.

“Unnie…?” seseorang memanggil pengantin wanita itu. Seorang perempuan berambut lurus, mengenakan gaun berwarna merah muda dengan aksesoris bunga di bahu kirinya.
“W…wae? Kenapa kau menangis?” perempuan itu adalah Soojung, ia segera menghampiri kakaknya yang sedang menyeka matanya.

“Unnie, make-up mu bisa rusak…” ucap Soojung yang menghampiri kakaknya dan membantu Jessica menyeka matanya.
“Soojung-ah…” Jessica memeluk Soojung dengan erat.
“Wae? Kau… jangan menangis lagi ah… aku tahu kau bahagia…” ucap Soojung.
“Bukan… itu…”
“Lantas?” Soojung mendorong bahu Jessica dan mencoba menatap ke arahnya.
“Jangan bilang…”

“Ya, aku… aku…-”

i6zSDQgbyTzzk

===

Jessica sudah bangun di pagi yang cukup mendung. Di pagi itu ia segera menuju dapur, menyiapkan beberapa lembar roti tawar. Nampaknya ia hendak membuat roti panggang. Memang ada bibi pembantu dirumah itu, namun ia datang di pagi menjelang siang dan biasanya hanya membersihkan rumah kemudian ia pulang. Kendati sudah perlahan-lahan namun Jessica tetap saja membuat kegaduhan, ketika membuka lemari yang menyimpan banyak piring.

Bunyi berisik itu membangunkan Dongwook. Pintu kamarnya terbuka maka suara berisik dari lantai satupun terdengar jelas. Ia masih nampak lelah, mungkin masih butuh beberapa jam lagi untuk beristirahat.

“Astaga!” Jessica terkejut ketika mendapati Soojung yang sudah berada di dekatnya.
Soojung tersenyum simpul dan ia duduk di atas kursi yang sama saat ia berbincang dengan Dongwook tadi subuh. Soojung sudah terlihat rapih, dengan kemeja bermotif tartan, denim biru muda dan backpack cordura miliknya.

“Ke kampus? Pagi sekali?” tanya Jessica keheranan melihat Soojung. Soojung mengangguk sambil memijat-mijat lehernya sendiri.
“Kau belum tidur ya? Aneh bisa bangun sepagi ini…” ucap Jessica.

“Sudah namun baru sebentar, aku bangun pagi karena ada ujian nanti di kampus…” jawab Soojung.

Kemudian Jessica menyuguhkan dua potong roti yang telah diberi selai strawberry.
Iapun menyeduh secangkir the untuk adiknya.
“Thanks… tumben kau memasak sepagi ini…” ujar Soojung sambil menyeruput gelas teh-nya.

Jessica hanya tersenyum simpul. “Mood-ku sedang baik, mungkin karena tidurku pulas semalam…”
Soojung hanya menggelengkan kepalanya.
“Kau nanti ke kampus bawa mobilku saja…” ucap Jessica saat ia sedang menyiapkan potongan roti panggang lainnya.
“Mhmh.. memangnya kau hari ini tidak ke butik?” tanya Soojung yang sedang mulai menngunyah rotinya dan memainkan handphone nya.
“Aku minta di antarkan Dongwook saja nanti, sekalian dia pergi ke kantor…” ucap Jessica.

Soojung terdiam dan ia terhenti sesaat,
“Tak usah, aku naik bus saja, kau jangan merepotkan Dongwook oppa…” ujar Soojung.
It’s ok… sepagi ini bus masih jarang kan…”

Dengan demikian, Soojung pun mengendarai BMW Series 4 Coupe milik Jessica menuju ke kampus. Tepat setelah Soojung pergi, Dongwook berjalan menuju lantai dasar. Ia langsung mendapati Jessica yang tengah menuangkan kotak susu ke dalam dua gelas yang sudah ia siapkan di meja makan. Dongwok memperhatikan wajah Jessica yang bersinar karena disiram oleh sinar matahari pagi. Dongwook tersenyum kecil sambil mendekati Jessica.

Tanpa berkata-kata, Dongwook segera duduk. Mengangkat koran pagi yang terletak di meja makan. Jessica terkejut saat Dongwook muncul tiba-tiba dan iapun langsung segera duduk tepat di depan Dongwook.

“Apa kegiatanmu hari ini?” tanya Jessica sambil memperhatikan Dongwook yang sedang meneguk sedikit demi sedikit minumannya.
“Mhh… merevisi beberapa pekerjaan dan membuat rate baru untuk penawaran…” ucap Dongwook, matanya mencuri pandang ke arah Jessica.

“Boleh aku ikut ke kantormu?” tanya Jessica dengan perlahan.
“I..ikut? ke kantor? Buat apa? Lagipula kau bukannya harus ke butik?” tanya Dongwook keheranan
“A.. aku hari ini ada waktu luang… tak ada kegiatan… paling hanya malam saja ke butiknya…” ucap Jessica sambil memegang kuping cangkir miliknya.

wook

Tak ada yang perlu Dongwook elakan, ia hanya mengangguk kecil dan membuat Jessica tersenyum. Kurang dari satu jam kemudian, keduanya tiba di sebuah gedung perkantoran di Incheon. Gedung perkantoran bersama dengan 40 lantai.

Berbeda dengan suasana kantor yang terlihat formal dengan setelan jas atau lengan panjang dengan celana bahan. Dongwook tiba dengan lengan panjang yang digulung, celana jeans biru tua dan sepatu suede coklat. Ditangan kanan Dongwook ada beberapa dokumen yang ia bawa. Jessica mengikutinya sedari tadi, kehadiran Jessica mampu mencuri perhatian orang banyak.

Keduanya tiba di dalam kantor DW Adv. Kantor yang apik, dengan karpet berwarna beige. Tembok abu-abu dan kubikel tempat kerja berwarna putih gading. Disetiap meja ada gadget dari Raksasa kenamaan Apple, di mulai dari iMac, MacBook dan bahkan iPad.  Jessica perlahan menarik tangan kiri Dongwook, seakan ia ingin Dongwook menuntunnya, sebab ia masih merasa asing dengan kantor milik Dongwook. Para staff yang melihat Dongwook dan Sica langsung berdiri dan memberikan salam.

“Pagi ibu Jess… ” sapa para staff yang berada di kantor Dongwook.

“Apa-apaan kalian…? Kalau aku datang sendiri tak pernah seperti ini.. kenapa sampai membungkuk segala?” Dongwook tertawa dan iapun menuju ruangan miliknya.

Setelah menaruh dokumennya, Dongwook berkutat dengan iMac miliknya. Ia membiarkan Jessica duduk dikursi sofa, ditemani  beberapa  lembar kertas polos dengan sebuah pensil.  Ia memperhatikan Dongwook selama beberapa saat dan mulai menorehkan sesuatu dikertas itu.

Wae? Kau menggambar diriku?” ucap Dongwook.
Jessica hanya tersenyum kecil. “Kau… jadi sumber inspirasiku… aku mendapatkan ide ketika berada dikantormu… pakaian casual yang cocok untuk mereka yang kreatif…”

Sekitar satu jam, tak ada pembicaraan di antara keduanya. Jessica kini berada dilembar ketiga dari kertas sketsa-nya. Sementara itu Dongwook mengalihkan perhatiannya untuk mengistirahatkan matanya. Ia melihat ke arah handphone-nya. Ia melihat ada beberapa pesan singkat masuk. Semua berasal dari nama yang sama, Soojung.

“Ia hari ini ke kantormu?”
“Kuharap kau jangan macam-macam…”
“Jangan lupa makan… sebelum rapat dengan calon klienmu…”

Dongwook mencoba menyembunyikan senyumannya. Ia segera membalas pesan singkat itu.
Wae? Ada apa?” tanya Jessica yang sedari tadi memperhatikan Dongwook.

“Tak apa…” ucap Dongwook sambil menyembunyikan senyumannya. Ia melirik ke arah jam dinding, sebentar lagi akan masuk jam makan siang. Iapun kemudian menekan beberapa tombol pada telepon yang berada dimejanya.
“Taeyeon-ssi… kau bisa ke ruanganku?” ucap Dongwook.

Kurang dari satu menit, masuk sosok perempuan ke dalam ruangan Dongwook. Perempuan yang menyita perhatian Jessica karena dandanannya yang terlihat nerd dengan rambut yang diikat dan kacamata besar.
“Apa kau sedang sibuk?” tanya Dongwook.
“Tidak pak, sebab Nona Kwon sedang pemotretan diluar…” jawab Taeyeon dengan cepat.
Dongwook mengeluarkan dompetnya, ia mengeluarkan beberapa lembar uang.
“Bisa tolong belikan sesuatu? Belikan aku camilan… beli yang banyak, bagi untuk staff juga ya…” ucap Dongwook.
Taeyeon mengangguk, “Bai–”

“Kau itu… malas sekali sampai menyuruh anak buah segala… kau meminta kepadaku kan bisa…” Jessica berdiri dan memperhatikan Dongwook.
“Tak apa-apa bu, saya memang sedang tidak ada jobdesk…” jawab Taeyeon sambil tersenyum.
Jessica bangkit berdiri dan ia berjalan menuju pintu keluar, “Sudah aku yang belikan saja…” ucapnya.

“Memangnya kau tahu harus beli dimana?” tanya Dongwook dengan santai. Jessica terhenti sesaat, iapun segera menoleh ke arah Dongwook. “D…Di..Dimana?”
“Nah makanya Bu, biar saya saja yang beli…” ucap Taeyeon sambil membungkuk dan melewati Jessica.
“Hey, yah!… aku ikut…” ucap Jessica.

Dongwook tersenyum kembali begitu pintu ruangannya ditutup dan ia kembali sendirian diruangan itu.

===

Jessica dan Taeyeon tiba di dalam lift. Taeyeon terlihat canggung dan ia menunduk.
“Jangan mau disuruh-suruh dia.. lagi ya… kau disini bekerja untuk advertising… bukan jadi pelayan…” ucap Jessica.
“Dan… kau… jangan panggil aku ibu… umur kita mungkin tak terpaut jauh… panggil saja aku Jessica…” tambahnya, hal itu membuat Taeyeon tersenyum kecil.
“Baiklah… Jessica-ssi…” ujar Taeyeon masih mengangguk-angguk.

Tiga puluh enam lantai membutuhkan waktu yang cukup lama untuk tiba dilantai dasar.
“Jessica-ssi… adikmu sangat mirip denganmu ya…” ucap Taeyeon sambil memperhatikan profil samping wajah Jessica.
“Mm.. Soojung? Kau mengenalnya?” tanya Jessica yang sempat terdiam sesaat begitu nama adiknya diucapkan oleh Taeyeon.

“Tentu saja, dia sering berkunjung kesini… setelah pulang kuliah dia sering kesini… perempuan yang lucu namun terkadang menyeramkan kalau sedang marah…” ungkap Taeyeon sambil tersenyum kecil.
Raut wajah Jessica sedikit berubah,

“Adikku… Seberapa sering dia kesini?”

===

to be continue

5 thoughts on “How Can I Tell Her ? : Chapter 4”

    1. Hahahaa thanks you very much udah mau baca… Sequel ya? biasanya Cerita yang udah di proklamirkan tamat dengan ending bagus kalau di lanjutkan biasanya jadi aneh kan?😄

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s