[Ficlet] Insiden Boneka

Insiden Boneka - snqlxoals818

Insiden Boneka

.

Jinhoo bertemu denganmu di toko mainan.

.

UP10TION’s Jinhoo & You | slight!fluff | ficlet 390 words | Teen

.

.

Sebentar.”

Jinhoo menatap lurus-lurus dari balik rak. Sebelah tangan menggantung—masih enggan melepas miniatur Thomas, si kereta biru, untuk hadiah adik sepupunya. Natal sebentar lagi, dan kebetulan cuaca sedang cerah—tanpa banyak salju turun, jadi Jinhoo memutuskan untuk membeli hadiah hari ini.

Dan tepat saat ia sedang memilih mainan yang bagus, kamu berdiri di sana. Di depan konter sedang merogoh tas selempangmu sembari mendekap boneka lumba-lumba biru muda.

Wanita di balik mesin kasir bersedekap, memicingkan mata di balik bingkai kacamata peraknya, menelitimu saksama. Berdeham, ia menarik atensimu padanya. “Jadi beli atau tidak?”

Berikan cengiran bersalah, kamu menunduk malu. Meletakkan kembali lumba-lumba lembut itu di atas meja konter, lantas berbalik setelah membungkuk menggumamkan kata maaf.

Tapi langkahmu terhenti. Wajah terkejutmu disambut senyum lebar Jinhoo. Lelaki yang kamu kenal sebagai teman sewaktu sekolah menengah. Rasanya sudah hampir tiga tahun lebih kalian tak bertemu sapa.

“H-Hai, Jinhoo.”

Ia mengangguk. Menepuk pundakmu dan berkata, “Tunggu di sini sebentar, ya.” Lalu berjalan menghampiri konter.

Kamu menghela napas lega. Gugup, mengingat kamu pernah menyimpan rasa suka pada lelaki itu. Ah, kenangan lama memang lucu jika dikenang lagi.

Senyum-senyum sendiri, kamu sampai tak sadar Jinhoo sudah kembali berdiri di sampingmu. Menyodorkan kantung besar berisi—

“Ini…?”

“Hadiah Natal dariku.” Jinhoo menggaruk tengkuk, tersenyum kikuk. “Senang bertemu lagi denganmu, omong-omong.”

Pipi kalian sama-sama bersemu. Entah ulah cuaca dingin atau luapan rasa malu. Tapi kamu pun tak bisa mengelak dari rasa senang berjumpa lagi dengan lelaki masa lalumu. Terlebih, ia baru saja memberikanmu boneka yang selama ini kamu inginkan.

“Terima kasih, Jinhoo-ya,” ucapmu tulus.

Tanpa berkata apa pun, Jinho menggenggam tanganmu—menuntunmu keluar toko. Kalian berdiri berhadapan. Salah tingkah dan tak tahu topik obrolan apa yang cocok diutarakan. Namun, sebelum Jinhoo berhasil mengucap sepatah kata, ponselmu berbunyi. Mengejutkan kalian dan cepat-cepat kamu mengecek pesan yang masuk.

“Astaga.”

Jinhoo menatapmu gusar. “Kenapa?”

Kamu menggeleng. Mengulas senyum simpul, dan menangkup sebelah tangan lelaki di hadapanmu sebelum berujar, “Aku harus pergi.”

Berbalik, kamu berjalan cepat menuju halte bus di dekat sana. Sampai kamu teringat sesuatu dan kembali menoleh. Melihat Jinhoo yang masih berdiri di depan toko. Lambaikan tangan padanya, kamu mengucap dua baris kalimat. Yang membuat Jinhoo diam mematung lama meskipun kamu sudah melaju dengan bus biru.

Jinhoo termangu. Meratapi kebodohannya karena membelikanmu—gadis yang diam-diam disukainya—sebuah boneka, alih-alih menghadiahi adik sepupunya miniatur Thomas.

.

.

Terima kasih, ya, Jinhoo. Pacarku pasti suka dengan bonekanya.”

.

.

fin.

7 thoughts on “[Ficlet] Insiden Boneka”

  1. Wakakakakaka bentar kak mau ngakakin jinhoo dulu boleh kan yaa? Astaga……..kasian banget sih jinhoo yaampun. Ini bacanya sambil bayangin kamu itu claire masa wkwkwk /tapi claire gakenal jinhoo/PFFFT
    Atuhlah kayen…………bikin lagi yang lain kaak! Kutunggu ihihihihi ♡♡♡

    Suka

  2. kayeenii ini sedih kak serius jinhoo sama aku aja sini :” kenapa ‘kamu’ udah punya pacar padahal yaampun cinta lamanya juga suka loh ama dia sampe rela beliin boneka, padahal udah dikit lagi tuh :” nyes banget kak baca akhirnya, kirain si ‘kamu’ yang cintanya bertepuk sebelah tangan :” yaampun maap yah kak ini dari tadi emotnya nangis mulu :” hiks jinhoo :” nice twist kak btw walopun sedih aku suka akhirnya! keep writing kakaa

    Suka

  3. aku gatau jinhoo siapa tapi aku turut bersedih jinhoo ya :” ngenes banget dia disini yha kirain bakal hepi gimana gitu taunya… huks sayang bonekanya mubadzir atuh /lah /otakpelit but ceritanya unyuu kak keep writing ya! c:

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s