[Ficlet] Afternoon Barbie Talk

afternoon barbie talk

namtaegenic presents a ficlet

Casts Kim Mingyu (Seventeen), Jeon Wonwoo (Seventeen), a little Jeon Woori (OC)

© 2015 namtaegenic

.

 

Barbie cuma untuk kaum lemah

.

Jika dihitung-hitung dengan mengabaikan gravitasi—karena toh 9,8 meter per sekon kuadrat tak ada hubungannya dengan ini—si dara cilik sudah memandangi Mingyu selama kurang lebih dua menit. Dua setengah, jika ditambah dengan lirikan tajam kala ia pura-pura melintas. Sementara Mingyu mencoba melempar senyum, mencairkan tembok es.

“Kamu bukan pacar kakakku, ‘kan?”

Jauh di dalam dunia Kim Mingyu, pemuda itu mungkin sudah terjungkal karena tertawa terlalu keras. Bagaimanapun, ia memberikan anggukan juga.

“Bersahabat tak pernah cukup jika itu mengenai kakakmu, anak manis—AW!” kalimat Mingyu menggantung di udara akibat hantaman keras dari boneka Patrick Star si alit—ow, ow, ow, dia menganggap ucapan Mingyu serius dan kini ia marah besar.

“Hei, aku cuma bercanda! Mana mungkin aku pacaran dengan kakakmu!” Mingyu mengklarifikasi, sembari melirik kalau-kalau gadis kecil itu lantas maju dan mulai menjambakinya.

“Sebaiknya kamu memang bercanda, karena kalau tidak, aku masih punya dua kontainer boneka yang siap menghajar mukamu yang jelek itu!”

“Aku jelek?” Mingyu tercengang. Semua gadis di sekolahnya rela saling injak demi menarik perhatian pemuda itu, dan gadis kecil di hadapannya ini bilang ia jelek?

Omong-omong yang jelek itu adatmu, gerutu Mingyu dalam hati.

“Woori, mulutnya…”

“Oh, baguslah kamu lekas muncul!” Mingyu tak bisa menahan kelegaannya begitu Wonwoo menyusuri anak tangga satu persatu sembari menenteng beberapa buku Geografi. Mereka akan mulai menyicil tugas besar yang diberikan Guru Kim, dan kini sedang menunggu kedatangan anggota kelompok yang lain.

Usai menegur adiknya, Wonwoo mengambil boneka yang tadi dilemparkan si kecil pada Mingyu. “Woori main di belakang saja, ya. Tadi katanya Patrick mau tangkap ubur-ubur sama Spongebob. Sana,”

Sepeninggal Woori, satu persatu anggota kelompok Geografi menampakkan muka di ambang pintu rumah Wonwoo. Mereka memulai kerja kelompok dengan tertawa-tawa, menikmati camilan, membicarakan koleksi DVD yang Wonwoo punya, baru membuka-buka buku yang mereka bawa dari rumah. Keseriusan mulai muncul ke permukaan ketika tak ada lagi yang bicara, dan baru buyar dua jam kemudian ketika Mingyu tiba-tiba ingin ke toilet.

Wonwoo menunjukkan arah kamar mandinya dengan asal-asalan, sehingga mau tak mau Mingyu menyusuri rumah temannya itu berbekal dengan GPS seadanya. Setelah belokan kedua, ia menemukan Woori sedang duduk di sebuah kursi rotan panjang beralaskan bantal lembut. Dan oh, ia tidak main-main soal boneka sebanyak dua kontainer tadi. Sekarang ia sedang membuka kontainer berwarna pink, sementara yang berwarna hijau transparan masih bergeming di pojokan.

“Aku baru mengisi pistol air,” gadis kecil itu memandang Mingyu dengan sikap defensif.

“Tidak perlu. Aku sudah banyak minum air dan sekarang kamu bisa tunjukkan di mana kamar mandinya,”

Woori menunjuk tepat ke arah depan.

“Jangan lupa siram yang bersih lalu tekan pengharumnya!”

Mingyu memutar bola matanya.

“Aku akan tekan pengharumnya, kalau kamu berhenti menyebutku dengan kamu, kamu, kamu. Panggil Kak Mingyu. Kamu kan, baru enam tahun,”

Woori mendelik. “Delapan tahun.”

Pura-pura tak dengar, Mingyu melenggang ke toilet. Ia kembali dan bersitatap lagi dengan Woori. Kali ini sorot mata gadis itu bersinar penuh dendam.

Mingyu menghela napas. Baiklah, Nona Kecil. Mari gencatan senjata.

“Bonekanya bagus.”

Dua detik terbuang.

“Kamu tidak main Barbie?”

“Barbie cuma untuk kaum lemah,”

Mingyu hanya menebak, tapi mungkin gadis ini suka menempel ketika Wonwoo sedang nonton film bertemakan sejarah dan perang. Atau film-film yang mengusung isu feminisme, entahlah.

“Oh, sayang sekali. Soalnya Minri punya banyak boneka Barbie di rumah.”

“Minri itu siapa?”

“Adik perempuanku. Umurnya delapan tahun.”

“Kamu punya adik perempuan?”

Kak Mingyu—dan ya, aku punya satu di rumah yang galaknya sepertimu. Dia—“

Kalimat Mingyu terpotong oleh Woori yang tiba-tiba bangkit dari bangku rotannya. “Aku mau sekali punya Barbie. Tapi Kak Wonwoo bilang, hanya anak perempuan cengeng yang main Barbie. Aku tidak cengeng,”

Sekarang Mingyu tahu dari siapa Woori mewarisi sifat anehnya. Hah, Jeon Wonwoo memang buta segalanya soal perempuan. Ditambah lagi orangtuanya yang berada di luar negeri dan ia tak punya kakak perempuan. Pantas saja ia tak pernah punya pacar—sementara di dunia yang sama, Mingyu berganti-ganti gadis sesering ia mengganti pakaian dalamnya.

Lantas Mingyu berjongkok. Jemarinya mencolok-colok badan Phineas dan Ferb dengan lembut.

“Kamu bisa ajak Wonwoo ke rumahku. Minri ada di rumah tiap hari Selasa, Kamis, dan tentu saja hari Minggu. Kalian bisa main Barbie sepuasnya dan Wonwoo bisa menjemputmu begitu kalian selesai. Atau aku sendiri yang mengantarmu pulang.”

“Jadi aku bisa main Barbie?” mata Woori berbinar-binar, dendamnya pada Mingyu segera terhapuskan. “Semua jenis boneka Barbie?”

“Termasuk model terbarunya—delapan tone warna kulit, empat belas bentuk wajah, delapan belas warna mata, 23 gaya rambut yang diinspirasi oleh street style terkini, dan tahukah kamu, bahwa Barbie tidak lagi mengenakan sepatu berhak tinggi? Informasi saja bahwa Minri punya koleksi Back to Basic.

Kini Woori memandang Mingyu dengan kagum, ia seperti sedang bicara dengan ahlinya, seolah-olah Mingyu-lah yang menciptakan Barbie itu sendiri alih-alih Ruth Handler. Pemuda itu lantas bangkit dari tempatnya berjongkok tadi, lalu mengacungkan jempolnya ke arah Woori sembari mengucapkan ‘kami menunggumu di rumah’ dengan gaya khasnya.

Memandang Mingyu yang perlahan menghilang dan kembali ke ruang tamu, Woori tersenyum riang. Ia lantas bicara pada boneka-bonekanya.

“Menurutku dia baik juga. Bagaimana denganmu, Mister Krab?” Woori mengambil boneka pemilik restoran Krabby Patty di serial Spongebob Squarepants itu dan bicara padanya seolah ia benar-benar mendengarkan.

“Apa? Menurutmu juga begitu?”

Lalu Woori mengangguk-angguk sendiri.

“Ya, baiklah. Ia bisa jadi temanku juga.”

 

| fin.

 

namtaenote:

materi mengenai boneka Barbie dan sejarahnya dapat dilihat di amazine.co, rnandariani.wordpress.com, dan cosmopolitan.co.id

23 thoughts on “[Ficlet] Afternoon Barbie Talk”

  1. keren bgt ffnyaaa*-* penyampaiannya ringan dan gak muter2.
    ps: kirain diawal wonwoo-nya dibikin crossgender soalnya di woori nanyanya begitu sih :”D ngahahaha

    Suka

  2. Kaeci ulululuuuuuuuuuuu
    Gemash seperti biasa dan tolong itu berganti ciwi seperti berganti celana dalam astaga dek, jangan bilang itu si woori dimodusin juga /plak

    Aaaaaak pokoknya fic kaeci mah bikin gemash pengen ciyom yang maen di dalemnya huhu /dibuang/

    Suka

  3. kak itu posternya……foto laknat dia yang bikin twitter kacau yaampun kak ceburin aja aku ke rawa-rawa….DUH KAECI YANG FIC NYA SELALU KECE AKU SUKA BANGEt GAYA NULIS KAKA DI FIKSI INI KA yang kaya kalimat kalimat sarkas nya mingyu duh suka banget and MY MEANIE COUPLE FEELS hahaha ka pengen ketawa pas si woori nanyain kalo mingyu itu pacar wonwoo apa bukan :’) ko aku suka banget yah konversasi mingyu sama woori….please padahal woori baru delapan tahun terus aku pengen mingyu jadian aja sama adenya wonwoo, terus KIM MINGYU kamu bahkan lebih tau boneka barbie daripada aku :’) nice one kak! keep writing!

    Suka

  4. Yang sebenarnya maen Barbie itu Minri atau kamu, Ming?? Ampe hapal gitu?? Seperti karya kak Eci yang lain, ini keren. Bahasanya ngalir gitu aja dan enak bnget, nggak belibet juga. Ah pokoknya ku suka sekaleee>< *no comment buat poster* udah.

    Suka

  5. Kak…
    AKU GA NYANGKA KAECI BIKIN FF tentang BARBIE OMAIGAT :O
    Trus mingyunya tuh uh… astaga kok dia tau soal berbi itu aku pengen gigit bantal.. Mingyu main berbi yuk minggu depan /plak/
    Kakeci ini tulisannya bener2 bikin aku adore u kak. THUMBS UP BUAT KAKECI LAH HOREEE😄

    Suka

    1. halo niszoooouuu hahaha iyanih aku sampek riset artikel barbie modern sama pembuatnya ehe yah bablas mingyu jadi bill gatesnya barbie. makasih nisa ^^

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s