[Ficlet] (Not) A Good Morning

(not) a good morning

(Not) A Good Morning

presented by thelittlerin

.

DAY6 Young.K (Kang Younghyun), OC Ahn Hyeon Mi

OC Ahn Seulmi

.

Romance, Fluff | PG-15 | Ficlet

.

Younghyun berharap ia bisa menikmati ini setiap harinya

Younghyun menatap lamat-lamat rupa gadis di hadapannya. Mengamati bagaimana pundak gadis itu bergerak naik turun dengan teratur, bagaimana bulu mata menghiasi kelopak matanya yang terpejam, dan bagaimana sinar matahari pagi menyinari kedua pipinya.

Tangan kanannya bergerak maju, meraih kerah kaus yang dikenakan gadis itu hendak menutupi bahunya yang terekspos ke dunia luar. Kemudian bergerak atas ke arah pelipis, menyingkirkan rambut yang bergerak turun hendak menyembunyikan wajah sang gadis.

Udara dingin yang berhasil masuk melalui celah-celah jendela tak pelak membuat gadis berambut cokelat itu menghasilkan uap dari setiap hembusan napasnya.

Ah, betapa inginnya Younghyun mengulangi pemandangan ini setiap hari.

Sayangnya, kelopak mata sang gadis mulai bergerak pelan. Menandakan sang empunya sudah meninggalkan dunia mimpi dan hampir tiba di dunia nyata. Younghyun dengan sabar menanti kedua mata tersebut terbuka lebar sehingga dia bisa menatap manik hitam favoritnya.

“Selamat pagi.”

Dua kata itu langsung terucap ketika akhirnya Younghyun dapat melihat refleksi dirinya pada kedua netra Hyeon Mi. Gadis itu sendiri mengerjap pelan, sepertinya masih mencerna apa yang sedang ia lihat.

Younghyun tersenyum. Membiarkan Hyeon Mi mengambil waktunya untuk mengatur isi pikirannya—lelaki itu tahu kalau Ahn Hyeon Mi pun butuh waktu untuk mengumpulkan ruhnya setelah bangun dari tidur.

Dahi Hyeon Mi mengernyit dan Younghyun tahu itu bukanlah suatu pertanda bagus.

Benar saja.

“Sedang apa kamu di kamarku, Kang Younghyun?!”

Dan tendangan keras dilayangkan Hyeon Mi tepat di tulang kering Younghyun.

Lelaki itu harus bersyukur dia tidak terjatuh dari atas tempat tidur.

.

.

“Kubilang juga apa.”

Kang Younghyun memilih untuk berpura-pura tidak mendengar kalimat dari Ahn Seulmi. Lebih memilih memperhatikan acara televisi yang tidak menarik ketimbang gadis berusia dua puluh di dekatnya itu.

“Bukan aku yang menyuruh Younghyun oppa untuk masuk ke kamarmu lho, Kak,” kata Seulmi lagi saat menyadari kalau Hyeon Mi, sang kakak, tengah menatapnya tajam dari arah dapur. Dia harus dengan cepat menjelaskan posisinya dalam kasus pagi ini, kalau tidak, bisa-bisa jatah makan malamnya terancam hilang tak bersisa.”Aku sudah memperingatkannya, sungguh.”

Kali ini tatapan tajam Hyeon Mi teralih pada Younghyun.

Hey, aku ‘kan tidak melakukan apa-apa.”

“Kamu seharusnya sudah tahu untuk tidak masuk ke kamarku.”

Ketahuilah bahwa saat ini Seulmi sudah mengendap-endap keluar. Tidak ingin terjebak dalam pertengkaran antara sang kakak dan kekasihnya.

“Aku berangkat, Kak!”

Tidak ada jawaban. Hyeon Mi masih menatap Younghyun tajam dan Younghyun masih sibuk memikirkan kata-kata yang bisa digunakan untuk membela dirinya sendiri.

“Aku minta maaf.”

Kalimat itu meluncur dari bibir Younghyun bersamaan dengan diletakkannya dua gelas kopi oleh Hyeon Mi. Segelas kopi hitam untuk Younghyun dan segelas kopi susu untuk Hyeon Mi. Uap panas yang mengepul membuat Youngyun bertanya-tanya apakah gadis yang sekarang duduk di sebelahnya ini sedang berencana untuk melakukan pembunuhan dengan cara membakar lidahnya.

“Baiklah,” jawab Hyeon Mi pelan. Gesture tubuhnya lantas memberi isyarat pada Younghyun untuk segera meminum kopinya.

Younghyun gembira. Mungkin pagi ini akan berakhir menjadi pagi yang baik seperti drama-drama di televisi yang selalu ditonton oleh ibunya.

Namun ketika ujung lidahnya bertemu dengan cairan berwarna hitam di gelasnya, Younghyun tahu prasangkanya tadi benar-benar terjadi.

“Panas!”

Hyeon Mi tertawa puas melihat Younghyun yang tengah berusaha mendinginkan lidahnya.

Drama televisi dan dunia nyata itu berbeda seratus delapan puluh derajat. Dan Younghyun hidup dalam dunia nyata, di mana hampir semuanya merupakan kebalikan dari apa yang ada di layar kaca.

Tidak akan pernah ada pagi yang baik untuk lelaki itu.

fin.

A/N

Pelajaran moral : Jangan sembarangan masuk ke kamar cewek

Saya kembali lagi~ semoga nggak pada bosen yaa :))

Sebenarnya plot ini udah kepikiran dari lama, tapi baru ditulis setelah ngobrol panjang lebar sama Amer aka tsukiyamarisa aka my partner in crime~~

so, mind to review then?

3 thoughts on “[Ficlet] (Not) A Good Morning”

    1. wow…..makasih? ‘-‘ but seriously, masih ada yang lebih bagus dari ini lho dek ‘-‘ and if you keep writing, pasti bisa deh bikin yang lebih bagus ^^

      makasiih yaaa ^^

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s