[Ficlet] Asking For A Help

Asking For a Help

1450053663510

UP10TION’s Kuhn, OC’s Mony, slight! OC’s Tea

AU, friendship, comedy | ficlet (750 words) | G

.

presented by Rizuki

.

“Kak Kuhn, aku butuh bantuan!”

.

.

“Kak Kuhn.”

Sejenak hentikan langkah, Kuhn dan Tea yang saat itu tengah berjalan beriringan menolehkan kepala demi menjumpai seseorang yang baru saja memanggil Kuhn. Tatkala masing-masing netranya sudah membiaskan si pemanggil, Kuhn seketika mengembuskan napas berat lantas lekas-lekas menyeret lengan Tea untuk pergi.

“Oi, Kak Kuhn jangan pergi! Aku ingin minta tolong. Kak Kuhn, ini sangat penting dan menyangkut hidup dan mati seseorang.”

“Hei, Mony memanggilmu, Kuhn.” Gadis yang lengannya masih ditarik oleh Kuhn itu mengutarakan protes. Ia tak setuju dengan aksi ‘mengabaikan Mony’ yang tengah dilancarkan Kuhn.

“Aku malas, Te. Pasti bocah itu hanya ingin meminta tolong untuk mengambilkan mangga lagi, seperti kemarin.”

Tea menarik rambut Kuhn sekejap selagi membagi sebuah dengusan. “Siapa tahu ini masalah penting? Dia bilang ini menyangkut hidup dan mati seseorang, Kuhn. Apa jangan-jangan Wooshin sedang butuh pertolongan? Oh astaga Kuhn, lagipula apa susahnya mengambilkan mangga buat Mony?” Tea mengakhiri kalimatnya dengan sebuah jambakan di rambut Kuhn. Gadis itu sudah balik menyeret Kuhn untuk menemui Mony yang sedari tadi masih berteriak memanggilnya. Kuhn mengajukan protes, lantaran Tea bahkan tidak tahu betapa menyiksanya jika harus memanjat pohon mangga Bambam itu.

“Kak Kuhn!” Kim Mony tertawa puas tatkala melihat Kuhn kembali menghapus spasi dengan dirinya. Gadis bersurai auburn itu hendak berlari, namun pekikan dari Kuhn sukses memakunya di tempat.

“Ada apa, Kim Mony? Jangan mendekat! Berdiri sepuluh meter dariku sudah cukup. Kamu bau pesing, tahu.” Kaki Kuhn sukses menjadi sasaran injakan Tea setelahnya. Terlebih saat Kuhn sudah menutup hidungnya, berlagak ia tak ingin mencium bau Mony.

Alih-alih sakit hati dengan ucapan Kuhn, Mony malah mengudarakan tawa. “Baiklah. Ayo ikut aku, Kak Kuhn. Ini masalah penting.” Langkahnya kemudian terajut kembali ke halaman rumah. Sementara Kuhn dan Tea membuntutinya perlahan.

“Memangnya ada apa, Mony? Apa Kak Wooshin sedang sakit? Atau Bambam yang sakit?” Tea akhirnya melemparkan pertanyaan. Kepalang khawatir, apalagi Mony sejak tadi terus-terusan mengguman terima kasih lantaran bersedia menyelamatkan nyawa seseorang.

Ketiga remaja itu sudah sampai di halaman rumah Mony, sebelum gadis Kim itu menjawab pertanyaan Tea. Balikkan badan, Mony lantas menyengir. Ditariknya lengan Kuhn tiba-tiba, membuat tautan jemari pemuda tersebut dengan Tea terlepas seketika.

“Mony pinjam Kak Kuhn sebentar ya? Kak Cha tunggu di sini saja. Mony nggak akan ambil Kak Kuhn, kok.” Berikan seulas senyum, gadis itu segera menggiring Kuhn untuk masuk ke halaman rumah Bambam yang berada tepat di depannya. Tea bahkan belum mengiakan, tapi Mony sudah lebih dulu membawa Kuhn-nya pergi.

“Ya, Kim Mony kita mau ke mana?” Kuhn masih tak paham dengan maksud gadis ini. Oh, sial. Kenapa Wooshin tidak memberikan sebuah kandang saja, sih, untuk adiknya yang begitu hiperaktif ini? Kuhn mengacak-acak surainya. Batinnya bergemuruh menyesali siang yang begitu sial ini.

“Kau harus menyelamatkan nyawa, Kak Kuhn. Lihatlah di sana!” Mony mengarahkan telunjuknya ke atas. Tepat pada salah satu bagian dari pohon mangga Bambam yang tumbuh lebat. Manik Kuhn segera mengikuti arah tunjuk Mony, lantas mengumpat.

“Ya, apa maksudmu? Nyawa siapa, Kim Mony?”

Hei, tidak ada siapa-siapa di sana. Oh apakah Kim Mony sekarang bahkan sanggup melihat makhluk tak nyata? Dan Kuhn, jujur saja mulai merinding.

“Nyawa dia, Kak Kuhn. Cepatlah naik dan selamatkan dia sebelum burung-burung pemakan buah itu menghabisi nyawanya, Kak.” Mony mendorong tubuh Kuhn ke depan. “Mangga itu, Kak Kuhn. Dia harus diselamatkan. Itu sudah matang dan posisinya terlalu tinggi jadi Mony nggak bisa mengambilnya. Tolonglah, Kak Kuhn. Satu mangga saja begitu berharga bagiku.”

Rasanya, Kuhn ingin sekali membenturkan kepalanya pada batang pohon mangga di depannya ini. Kim Mony benar-benar sudah tidak waras. Bahkan di usianya yang sudah tidak bocah lagi, ia masih begitu tergila-gila dengan mangga Bambam.

Mony-ya….” Kuhn menggumam tatkala ia sudah bersiap memanjat pohon itu. “Apa kamu nggak punya pacar? Apa kamu nggak pengin jatuh cinta?” Kuhn sudah berada beberapa meter di atas Mony. Bukan perkara susah bagi pemuda jangkung itu untuk memanjat pohon mangga, karena toh dulunya ia juga sering memanjat bersama Tea saat masih bocah.

“Mony sudah pernah jatuh cinta, Kak Kuhn. Jatuh cinta sama mangga. Dan Mony sayang banget sama mereka; mangga-mangga dari pohon Bamy.”

Sesudahnya, terdengar bunyi debaman cukup keras serta pekikan dan tawa Mony. Tubuh Kuhn terjatuh, ambruk mencumbu tanah lantaran fokusnya tak stabil selepas mendengar jawaban Mony. Pemuda itu mengerang sembari membatin jika ia harus mengusulkan pada Wooshin untuk mengurung saja adiknya di kamar demi keselamatan banyak nyawa.

“Kak Kuhn nggak apa-apa, kok. Lukanya nggak parah, jadi masih bisa menyelamatkan mangga itu lagi, ‘kan?” Mony membantu Kuhn berdiri lantas mendorongnya lagi untuk segera menyelamatkan ‘nyawa’ mangga kesayangan Mony.

Oh sial!

.

Lantas, Kuhn juga berpikir untuk memberi Tea hukuman; karena Tea-lah penyebab semua kesialan siang ini.

.

fin.

.

another absurd-fic, hehet! ini tetep aja hasil obrolan random di line sama pemilik Mony /HEH/ ngga tau siapa lagi yang bakal jadi korban kerandoman selanjutnyaa.

Mind to review, guyss??🙂

Riris.❤

2 thoughts on “[Ficlet] Asking For A Help”

  1. RIRIS RIZUKI SUBHANALLAH SIAPA ITU KIM MONY???!! PEMILIK BOCAH PESING ITU SIAPA SIH EEEWW GAK BANGET -.-

    ini jauh banget dari ekspektasi ris. serius deh. aku pikir ceritanya bakalan kaya yg kita omongin, ttg mony yg minta ambilin mangga. eh pas kuhn bilang mony udah minta tolong itu, trus ‘nah loh terus sekarang ini beneran mau nyelametin siapa??’ EH EH EH ternyata tetep aja mangga lagi mangga lagi *deep sigh*
    dan aku kira ini childhood, tapi ko kaya bukan, tapi ko kuhn bilang mony bau pesing (oke ini bikin ngakak banget!!!), dan ternyata bener ini bukan childhood! mony gila ih sampe gede masih aja berulah absurd gitu /.\
    terus pengakuan cintanya………………… NO COMMENT!!! mangga bener-bener udah dipelet sama mony *LOH
    udah ah ga paham aku sama kim mony itu. nyerahlah author njelimet ini punya piaraan/? kaya dia, kerjaannya ngisengin anak orang mulu😥

    but overall, FF NYA KEREN! BIKIN NGAKAK! POKOKNYA SUKAAAAAA d(^O^)b
    See ya riris~ ^^)/

    Suka

  2. ah lol mony :’)
    btw kak,sebelum ff ini,rasa-rasa nya aku pernah baca ff yang cast nya juga kuhn sama tea,ada kan ya ff nya kuhn sama tea sebelum ini?
    lucu kak,aku suka!xD

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s