hcith-2

How Can I Tell Her ? : Chapter 5

“Apa adikku boleh tinggal disini juga?”
“Soojung?”
“Ya, kalau dia tinggal disini, lebih dekat dengan kampusnya… boleh kah?”
“Y… Ya, silahkan saja…”

hcith-2

How Can I Tell Her ?

Chapter 5 [ READ HERE ]
[ AU | Romance | 17+ ]
Writer : BabyJung

Lee Dong Wook
Jessica
Krystal

“Kau brengsek… bajingan…”

Kata-kata itu keluar dari dalam mulutnya. Pada hari ketiga ia tinggal dirumah itu,
hari dimana Jessica pergi ke Jepang untuk perjalanan bisnisnya.

“Maaf, maafkan aku, dia menyetujuinya, lagipula mungkin hanya dua tahun dan kami akan berpisah…” ucap Dongwook kepada Soojung yang berdiri dihadapannya, Soojung memandang dengan tatapan kesal dan kepala Dongwook sedikit tertunduk.

“Kenapa… kau malah memilih dia…?” tanyanya dengan nada suara menurun dari sebelumnya.
“Kenapa… kenapa kau tidak memilih untuk menikahiku saja?” ucap Soojung sambil mendekati Dongwook, ia menatap ke arah Dongwook dan di akhir kalimatnya ia menghelakan nafasnya.

“Sebab… ialah yang dijodohkan denganku… dan juga keluargamu mana mungkin akan memberikan izin jika aku memilihmu… kau masih terlalu muda dan masih berkuliah….” ucap Dongwook.

“Hanya tinggal dua tahun lagi… apa kau tak sanggup menunggunya?” ujar Soojung dan ia semakin mendekat ke arah Dongwook.

Dongwook menghelakan nafasnya dan ia melirik ke arah lain, menghindari kontak mata dengan Soojung.
“Umur manusia… siapa yang tahu, kedua orangtuaku sudah cukup tua, tak ada salahnya mengikuti perintah mereka selagi mereka masih ada…”

Keduanya berdiri berhadapan, tepat dibelakang pintu utama karena Soojung mencegat Dongwook ketika ia baru saja tiba ke dalam rumah. Selama beberapa detik keduanya terdiam, seakan saling mengatur emosi mereka agar tidak memuncak.

“Kau tahu… seberapa besar aku menyukaimu… seberapa besar aku menyayangimu…? Dan ketika kau mengumumkan dihadapan keluargaku bahwa kau akan menikahi Jessica, aku… aku waktu itu teramat sedih dan terluka… dan dia pun begitu handal berakting dihadapan kami semua… Jessica tersenyum bahagia dihadapan orangtua kami… namun ternyata itu semua palsu… ketika kuketahui kebenarannya, beberapa jam sebelum kalian mengikat janji suci itu…”

“Maaf, maafkan aku… aku tak bermaksud melibatkan orang lain, apa yang sedang kami lakukan ini…”

“Lalu, katakanlah padaku… apa sesungguhnya kau… kau mencintaiku…?” tanya Soojung.
Dongwook menjawabnya dengan anggukan kecil, “Ya…”

Soojung kembali mendekat dan ia tak ragu untuk segera memeluk tubuh Dongwook.Soojung memejamkan matanya, kepalanya tepat berada di dada Dongwook. Ia kemudian menatap ke arah Dongwook.

“Soojung, keadaan sudah berubah… tak baik jika kau-”
“Berubah? Berubah ketika dihadapan umum, kau suami Jessica… namun disini…” Soojung menunjuk ke arah dada Dongwook.
“Di dalam sini, masih tetap milikku…”

Hubungan terlarang itu terjalin, sebuah hubungan rahasia dibalik rumah tangga.

Dongwook, Jessica dan Krystal dipertemukan oleh kedua orangtua mereka, hubungan ketiganya terjalin cukup baik. Atas permintaan orangtuanya, Dongwook melamar Jessica untuk, ia setuju namun dengan sebuah perjanjian. Pada saat itu, Krystal mulai merasakan adanya bunga asmara antara diri-nya dengan Dongwook. Namun perasaan itu hancur berkeping-keping ketika kakaknya akan menikahi Dongwook.

Krystal mengetahui permainan yang sedang dimainkan oleh Jessica dan ia merasa kalau Dongwook masih belum pergi dari dirinya, masih berada di titik yang sama. Titik dimana Krystal masih bisa mencintai Dongwook walaupun kini ada bayang-bayang Jessica.

===

Dia duduk di taman, taman yang berada di atas gedung perkantoran. Tak ada banyak orang yang berlalu lalang disiang itu. Matanya menatap lurus kedepan kendati pandangannya terlihat kosong, berkali-kali ia membuang nafasnya seakan mencoba membuang seluruh pikiran buruk yang sedang mengganggunya.

“Kau disini rupanya…” seseorang datang, mendekati Jessica yang tengah duduk tertegun di bangku taman di bawah kanopi kayu.
“Ah… umh…” Jessica bergeser, memberikan ruang disampingnya untuk Dongwook duduk.

“Setelah membeli makanan, kau tak kembali ke ruangan dan menyelesaikan rancanganmu, kenapa? Apa disini kau bisa dapat inspirasi lain?” tanya Dongwook setelah ia duduk disamping Jessica.
“Umh…” Jessica mengangguk kecil.

Dongwook mulai menangkap perubahan mood Jessica ang hanya menanggapi ia hanya dengan bergumam dan anggukan. “Nanti setelah rapat, aku akan mengantarmu ke butik…”

Jessica sekali lagi mengangguk.
“Oppa…” sahut Jessica. Ia sedikit menunduk.
“Wae?”

“Kalau kita berpisah… mungkin aku akan sangat sedih…” ujar Jessica.

Perkataan itu membuat Dongwook terdiam selama beberapa saat. Jessica tak meminta jawaban atas ucapannya, ia langsung berdiri dan meninggalkan Dongwook yang masih duduk dibangku taman.

===

Beberapa jam terlewati, perubahaan mood Jessica, membawa suasana aneh di dalam rumah. Jessica tak membalas sapaan Soojung, ia langsung masuk ke dalam kamarnya, mengurung diri.

“Ke.. kenapa dia?” bisik Soojung kepada Dongwook. Dongwook tak menjawabnya, iapun memilih untuk masuk ke dalam kamarnya.
“Oppa!!!” berteriak dengan suara seperti berbisik, Soojung menahan Dongwook, ia menginginkan jawaban dari mulut Dongwook.
“Entahlah, aku juga tidak tahu…” ucap Dongwook. Ia bergegas masuk ke dalam kamarnya dan dengan segera suasana rumah besar itu menjadi dingin. Menyisakan Soojung yang kebingungan dan hanya menghelakan nafasnya saja.

Beberapa puluh menit kemudian, setelah mengetuk pintu beberapa kali dan memanggil Dongwook dengan perlahan.Tak ada jawaban, akhirnya Soojung masuk ke dalam kamar Dongwook yang tak terkunci. Ia langsung merebahkan dirinya di ranjang Dongwook dan menutupi wajahnya dengan bantal. Pintu kamar mandi terkunci dan juga terdengar bunyi shower, Dongwook berada di dalam situ.

Diluar kamar, tepat disebrang kamar Dongwook, Jessica keluar dari dalam kamarnya. Ia mendekati kamar Dongwook dan memutar knob pintu dengan perlahan, ia sedikit mengintip ke dalam kamar dan dengan jelas ia melihat Soojung di dalam kamar. Jessica memundurkan langkahnya, ia kemudian menarik nafasnya dalam-dalam. Ia kembali mendorong pintu kamar dengan cepat.

Soojung terperanjat. Ia langsung terduduk dan terkejut melihat Jessica yang berada di dihadapannya, menatap ke arahnya dengan pandangan yang tajam, kepalanya sedikit menggeleng seakan menginstruksikan Soojung untuk keluar dari dalam kamar dan mengikuti dirinya.

===

“Unnie… aku tadi–”
“Kau… jangan pernah masuk ke kamarnya lagi…” ujar Jessica.

Soojung terlihat ketakutan dan dia mencoba mencari sebuah alasan untuk menjelaskan kenapa dia berada di dalam kamar Dongwook. Soojung tertunduk, seakan gerakannya sudah di skak matt oleh Jessica.

“Dia itu sudah beristri, jangan kau ganggu kehidupannya…” sekali lagi Jessica berucap.
Membuat Soojung bergindik karena perkataan itu.

“Istri palsu… dan kau membanggakan hal itu?” gumam Soojung sesaat setelah Jessica pergi meninggalkanya, menuju lantai dua.

===

KLEK. Jessica masuk dan menutup pintu kamar Dongwook dan menggemboknya. Ia menghelakan nafasnya dan memejamkan matanya, air mata pun menetes.
“Wae? Kenapa kau berdiri disitu?” tanya Dongwook yang keluar dari dalam kamar mandi.

Beberapa saat kemudian, Dongwook berkutat dengan laptopnya dan Jessica berbaring ditempat tidur Dongwook. Tak ada pembicaraan dari keduanya.
“Bisa aku minta waktumu sebentar saja…?” ujar Jessica.

Tanpa kompromi, Dongwook langsung menutup layar laptopnya dan dia bangkit dari duduknya.

VROOM!!! Saat ia hendak mendekati Jessica, ia mendengar suara mobil mengebut cukup jelas. Ia mengintip melalui jendela, melihat BMW milik Sica meninggalkan rumah.

“Soojung pergi?” ucap Dongwook.
“Tak usah pedulikan dia…” jawab Jessica.
Ia kini merubah posisinya menjadi duduk, matanya melihat ke arah Dongwook.

===

Di dalam sebuah rumah makan di daerah Itaewon yang buka hingga larut malam, hidungnya sudah memerah dan kepalanya mengangguk berkali-kali. Dua botol shoju hampir ia habiskan seorang diri. “Menyedihkan… menyedihkan…” ia bergumam dan mengambil nafas dalam-dalam. Ia mengangkat lagi gelas kecilnya, hendak ia teguk kembali Shoju itu.

Namun seorang pria yang baru saja ditempat itu langsung merebut gelas shoju dari tangan Soojung. Ia teguk shoju itu dalam sekali tegukan. “Sudah kubilang tunggu…! Eh kau malah minum sendirian…” ujar pria itu yang kemudian duduk disamping Soojung yang tengah mabuk.

“Habis kau terlalu lama…” ujar Soojung yang langsung bersandar di bahu pria itu.
“Ada apalagi?” tanya pria itu.

“Ia merebutnya dariku…” bisik Soojung ditelinga pria itu.
Pria itu tersenyum kecut, “Dia memang bukan milikmu dari awal kan…? Ya relakan saja…”

“Bagai…bagaimana bisa, Myung! Aku.. aku sudah terlanjur memberikan semuanya… kepada kakak iparku itu…”

“… M… mwo? Kakak iparmu?” pria bernama Myung itu terkejut, ia menoleh ke arah Soojung yang berada disampingnya.

Ne… pria yang kuceritakan waktu itu… adalah kakak iparku…”

===

Keduanya duduk saling membelakangi satu sama lain. Saling menumpu sebagai sandaran. Keduanya bernafas perlahan-lahan. Jessica terlihat menahan tangisannya. Sementara Dongwook tertunduk, jari tangan kanannya memainkan kain sprei. Dongwook kemudian bangkit berdiri, menuju lemari pakaiannya. Ia mengeluarkan map berwarna biru muda. Ia bawa map itu mendekati meja kerjanya.

Ia mengambil pemantik api, menyalakan api dan mendekatkan map yang terbuat dari kertas itu ke api. Api menjulur, membakar map itu perlahan-lahan.

“A.. apa yang kau lakukan?” tanya Jessica, saat Dongwook membakar habis map itu.

FUH! Api sudah menghabisi seluruh map, Dongwook meniup api itu, menghentikan api sebelum mengenai tangannya.

===

Fajar dihari berikutnya, memberikan lembar baru bagi ketiganya. Lembaran kehidupan dengan cerita berbeda. Dongwook yang duduk terdiam di dalam mobilnya hanya merenung semalam penuh tanpa tidur. Jessica yang menangis di dalam kamar dan juga Soojung yang terbangun di dalam sebuah kamar hotel.


Chapter 6 akan menjadi chapter terakhir dari Lika-liku kehidupan rumah tangga Dongwook Jessica. Pada akhir cerita pasangan mana yang akan kembali? Dongwook x Jessica atau Dongwook x Soojung? Serta, Twist apa yang akan terjadi selanjutnya?

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s