[Ficlet] Reflection

PhotoGrid_1450140304504.jpg

REFLECTION

fanfiction by slmnabil

Starring Winner’s Kang Seungyoon x  Oc’s Snow Genre Psychology, Romance Duration Ficlet Rating PG 15

+

Seungyoon dan cermin punya sejenis korelasi yang membuat Snow gigit jari.


Adu mulut malam ini tidak akan menemukan ujungnya. Pintalan benang terlampau tak nampak dan mustahil untuk menarik benang merahnya. Jadi, ruangan bercat putih gading itu akan ramai layaknya karnaval. Dimulai dengan produksi suara menggema milik Snow.

“Nih, jika kamu tidak kurusan lenganmu rasanya tidak akan seperti batu begini. Lihat ke cermin, deh.”

Snow memutar tubuhnya ke arah kanan untuk menggapai benda persegi perefleksi itu.

“Sudah kubilang, aku tidak suka bercermin!”

Seungyoon mengikuti gerakan Snow sehingga lengannya terkunci. Aneh sih sebenarnya, posisi mereka sekarang tengah berbaring di atas nakas dengan salah satu lengan Seungyoon yang dijadikan bantal oleh Snow tapi konversasi yang dipertahankan sejak tadi menunjukkan sebaliknya. Mereka bisa saja main gulat bantal kalau perdebatannya terus berlanjut.

“Kamu ‘kan bukannya melakonkan seseorang dari Abnegation, susah sekali sih disuruh bercermin!”

“Seharusnya kamu senang punya kekasih keren yang tidak centil sepertiku,” timpal Seungyoon masih berusaha mencegah Snow untuk mendapatkan cerminnya.

Kalau kalian penasaran apakah cowok ini punya semacam ketakutan sendiri terhadap cermin, maka Seungyoon akan menjawab iya. Tapi jika menanyakan alasannya, ia lebih suka memasang resleting mulutnya rapat-rapat. Yang jelas cermin seolah memegang peranan besar bagi kelangsungan eksistensi Kang Seungyoon.

Agak sulit diterima nalar bukan?

Suatu waktu Snow pernah melemparkan pertanyaan soal ketidaksukaan kekasihnya pada cermin, tapi dia malah menjawab, “Aku takut jadi sombong jika sadar akan ketampananku.”

Seungyoon adalah tipe yang selalu mengiyakan setiap permintaan Snow. Tapi begitu ia melakukan penolakan, rasanya seperti diduakan. Mungkin agak melankoli, namun ya Snow punya pikiran seperti itu.

“Oke, menyerah,” kata Snow seraya menghentikkan gerakan lengannya untuk menggapai cermin. Ia mengembalikan posisi tubuhnya untuk telentang, sedang Seungyoon menumpukan bahunya di permukaan ranjang, menenggelamkan diri dalam iris biru laut milik Snow yang tengah melempar pandangan padanya.

“Nah, kalau kamu tidak melawan terus ‘kan cantik,” katanya. Sukses menebarkan rona kemerahan di wajah Snow yang seputih salju.

 “Aku mau tidur saja,” bubuh Seungyoon kemudian. “Bisa mati beku jika kamu melihatku seperti itu.”

Seungyoon membaringkan tubuhnya dan mulai terlelap. Mulai detik itu, pandangan Snow terkunci pada satu objek saja.

Ia memang tidak pernah mengatakannya, tapi Snow selalu berpikir kalau ia tahu segalanya tentang Seungyoon. Apa yang ia akan lakukan, yang disukai dan dibencinya, sebesar apa Seungyoon cinta padanya, Snow tahu betul. Ia bukanlah seorang pembaca pikiran tapi Seungyoon ibarat buku yang terbuka untuknya.

Dan ada yang aneh dari hubungan kekasihnya dengan cermin, Snow penasaran kenapa.

Seungyoon hanya mengatakan,”Kamu akan sedih jika aku bercermin,” tanpa mengatakan kenapa dirinya diprediksi seperti itu.

Kebetulan, Kang Seungyoon tidak sadarkan diri. Ia harus mencari tahu alasannya.

Snow mengibaskan telapak tangannya di depan wajah lelaki itu, memastikan ia telah terlelap sepenuhnya. Sadar tidak ada respon, Snow menggapai cermin di samping tempat tidur tanpa melakukan terlalu banyak pergerakan. Begitu benda persegi itu mendarat di genggamannya, ia langsung mengarahkannya untuk menunjukkan pantulan wajah Seungyoon.

Tidak-ada-apa-apa. Mengitari semesta dan kembali lagi pun, Snow tidak melihat apa-apa. Ia jelas-jelas menempatkan perefleksi di depan wajah Seungyoon tapi yang terlihat hanyalah pantulan bantal kosong.

Ia tidak mengerti.

“Aku sudah bilang jangan pernah arahkan cermin padaku. Kenapa kamu tidak mendengarkan?” kalimat itu mengintonasi dari mulut Seungyoon. Menimbulkan kengerian di sekujur tubuh Snow.

“Kamu… kenapa… cermin… tidak ada,” menyusun kalimat yang tepat saja Snow tidak mampu.

Kelibatan kejadian menghampiri benaknya seakan kepingan-kepingan yang berusaha menunjukkan bentukkan nyatanya. Sejuta hal tersusun dalam benaknya namun hanya ada satu penekanan.

“Tinggalkan Seungyoon, Snow.”

Ia melempar pandangan pada lelaki di sampingnya. “Sebenarnya kamu apa?”

Seungyoon menatap Snow sendu. “Seseorang yang bisa kau tinggalkan, tapi tidak bisa meninggalkanmu.”

“Aku serius Kang Seungyoon.”

“Aku juga tidak mengatakan kalau aku bercanda.” Jeda. “Aku adalah khayalanmu, dan sesuatu yang tidak nyata tidak bisa meninggalkan pemiliknya bukan?”

.

.

.

Snow seharusnya mendengarkan perkataan Seungyoon.

++

fin.

A/N penantian akan bang toyib

7 thoughts on “[Ficlet] Reflection”

  1. Halo salam kenal namaku nokav dari line 96 dan kebetulan juga lagi menanti abang seungyoon and friends kembali hahaha😀
    By the way, aku suka banget sama fic ini karena aku juga takut sama cermin._. Pokoknya aku parno tiap liat cermin pasca nonton film mirror jaman sd. Di film itu ‘kan ceritanya kalo bayangannya ga ada di cermin berarti orangnya udah mati ‘kan ya._. Fic ini bagus dan aku sukaa haha semalem abis mimpiin KSY juga makanya kangen dan baper nih pas baca ini padahal siang bolong gini haha

    Suka

  2. Yaampun kukira seungyoon semacam beast yang kalo bercermin mukanya jadi jelek, atau pangeran berhati busuk. Duh kenapa fantasi ini terlalu fairytale..

    Intinya cerita ini ga ketebak sampe kaget sendiri ternyata seungyoon cuma khayalannya. Jadi selama ini…. Snow…

    Oke aku speechless.

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s