[Ficlet] Wonder

wonder

Wonder

presented by thelittlerin

.

BAP Moon Jongup, OC Choi Rin

BTOB Yook Sungjae, BTS Park Jimin, V (Kim Taehyung)

APINK Kim Namjoo, and others

.

Friendship | PG-15 | Ficlet

.

 

Entah kenapa, Jongup tidak terkejut kala menemukan Rin berada di meja yang sama dengannya saat makan siang.

Siang ini, ketika dirinya tiba di kantin universitas dan menemukan Rin tengah diapit oleh Namjoo dan Nana, dirinya bahkan tak sekedar mengernyitkan dahi. Dengan santai tetap menyapa teman-temannya—walaupun dia tak sampai hati memanggil nama Rin secara personal, terlalu berbahaya.

Dan ketika pertanyaan teman-temannya sudah mulai menjurus, Jongup dengan tepat dapat mengalihkan pertanyaan-pertanyaan itu menuju arah lain. Tidak ingin mengubah atmosfir ceria yang ada menjadi atmosfir canggung yang menyesakkan—toh Rin juga ikut tertawa bersama yang lain sepanjang makan siang.

“Aku duluan ya,” pamit Rin undur diri empat puluh lima menit kemudian. Namun gadis itu baru benar-benar meninggalkan meja yang dipenuhi anak-anak manusia itu lima menit sesudahnya.

Firasat Jongup mengatakan akan ada sesuatu yang terjadi setelah Rin menghilang di tengah kerumunan.

“Jongup-ah, bagaimana?”

Benar ‘kan.

“Apanya?” tanya Jongup pura-pura tak acuh—dia tahu apa (atau siapa?) maksud Sungjae barusan, tentu saja. Memilih menyendoki sisa-sisa puding cokelatnya hingga tak bersisa ketimbang langsung meladeni pertanyaan teman-temannya.

“Rin.”

“Lalu kenapa?”

Tekanan darah Yook Sungjae—dan mungkin juga beberapa orang lainnya—naik secara tiba-tiba.

Duh, mantanmu makan siang bersamamu, secara harfiah, dan kamu tidak kenapa-kenapa?” tanya Sungjae langsung. Sepertinya lelaki itu tidak ingat jika seorang Choi Sungmin masih berada di tengah-tengah mereka—duduk di seberang Nana sembari memainkan sumpitnya.

“Memangnya aku harus bagaimana?” Pertanyaan ini tidak dibuat-buat. Jongup benar-benar tak tahu apa yang seharusnya dilakukan, terlebih ketika mendengar pertanyaan Sungjae barusan.”Aku hanya bersikap biasa, memangnya tidak boleh?”

“Kalau kamu bersikap biasa, harusnya kamu tadi menyapa Rin, bodoh,” sambar Nana cepat. Sepertinya gadis itu sudah tak tahan untuk tidak ikut menghakimi Jongup.

Belum sempat Jongup membuka mulutnya, suara kelontang terdengar. Semua orang menoleh dan mendapati Sungmin tengah membereskan peralatan makannya.“Aku duluan ya,” kata lelaki itu. Lantas bangkit sembari membawa ransel dan nampan makan siangnya—mengikuti jejak sang adik beberapa menit yang lalu.

“Sungmin kenapa?” tanya Namjoo—entah polos atau pura-pura tak tahu.

“Kita membicarakan adiknya dengan mantannya tepat di hadapannya. Menurutmu, siapa yang tahan?” tanya Nana balik. Hanya sebentar, karena Nana juga tak mengharap jawaban dari Namjoo, sebelum kembali memusatkan perhatian pada Jongup.”Nah, bagaimana Moon Jongup?”

“Aku hanya menghormatinya,” jawab Jongup. Tangannya sibuk membereskan sisa-sisa pertempuran makan siangnya—dia juga ingin segera pergi dari sini.”Kalian mau dia tidak ikut makan siang lagi di sini?”

Semuanya terdiam. Pertanyaan balasan dari Jongup terlalu kuat dan makna yang terkandung ada benarnya juga.

“Kamu mau ke mana?” tanya Taehyung saat Jongup bangkit dan membawa nampan makan siang bersamanya.”Sudah mau latihan?” tanyanya lagi saat menangkap sinyal –sinyal dari mata Jongup.

Partner-ku sudah sampai di ruang latihan. Aku harus cepat-cepat kalau mau semuanya berjalan dengan baik.”

Topik percakapan antara Kim Taehyung dan Moon Jongup serta merta menarik perhatian ketujuh orang lainnya.

Oh, siapa partner-mu?” tanya Jimin. Teringat akan temannya di jurusan tari yang pernah bercerita kalau penilaian akhir semester ini akan dilakukan secara berpasangan.”Apakah dia perempuan? Apa dia cantik?”

“Park Jimin, kamu beruntung Rin dan Sungmin sudah pergi,” gumam Namjoo.

Jongup hanya tertawa pelan.”Memangnya partner-ku perempuan?”

Tujuh dahi mengernyit. Tak paham akan pertanyaan Jongup barusan.”Jadi, partner-mu laki-laki?” tanya Sanghyuk mewakili teman-temannya—minus Kim Taehyung karena dia sudah tahu semuanya.

Yang ditanya mengangguk. Dan sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan teman-temannya, lelaki itu berujar,”partner-ku Choi Sungmin.”

Moon Jongup berlalu. Diiringi dengan tatapan terkejut dan heran dan tidak percaya dari orang-orang seumurannya itu. Dan hingga Jongup menghilang di balik pintu, belum ada kata yang keluar dari delapan orang itu.

Hingga akhirnya Yook Sungjae membuka suara.

“Dia serius?”

fin.

A/N

Hahahahahahahahahaha untuk kebenaran kata-kata Jongup, silahkan tunggu follow-upnya😛 /dikeplak

4 thoughts on “[Ficlet] Wonder”

  1. aigu! kenapa sih ya temen2 suka bgt gangguin perasaan kita sama mantan /eh maksudnya perasaan jongup/
    dan yah kalo sampe beneran sama sungmin ga kebayang canggungnya ㅠㅠ atau kalimat apa yg bakal diwantiin sungmin ke jongup ㅠㅠ dan tentu rusuhnya tementemen itu!
    asap yaaaaa next storynya! ㅎㅎ

    Suka

    1. karena bukan anak2 95line namanya kalo gak suka gangguin temennya sendiri ‘-‘ ah, by the time i replied to this comment, you probably already read the next story, have you?

      makasih yaaaa ^^

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s