Grey Eyes (Part 5)

Grey Eyes

———————————————————————————-

Title: ♥Grey Eyes♥

Scriptwriter:♥Rhym♥

Main cast:

♥ Oh Ji Hyeon (OC) ♥ Kris (EXO) ♥ Kim Jong In (EXO) ♥ Do Kyung Soo (EXO) ♥ Lee Donghae (SuJu) ♥ Oh Sehun (EXO) ♥ Park Ji Min (BTS) ♥ Park So Jin (Girls Day)

Another Cast:

♥ Shindong (SuJu) ♥ Song Ji Eun (Secret) ♥ Kim Seol Hyun (AOA) ♥ Song Seung Hyun (F.T.Island) ♥ Key (SHINee) ♥ Yuri (SNSD)

Genre: Romance. Angst. Fantasy. Crack. Sad. Tragedy

Rating: ♥PG –13

Duration: ♥Series Story. Chap 5 / ?

Previous part: 1. 2. 3. 4

//////

Ada yang tak biasa dari mata abu-abu pria itu. Tapi entah kapan Oh Ji Hyun bisa tahu ‘apa itu?’. Selama ini yang ia tahu, mata itu yang membuat waktunya beku. Benar! Ada yang tak biasa mata abu-abu Kim Jong In! Sedikit demi sedikit Ji Hyun tahu arti warna pada mata itu. Kris, pria asing yang baru muncul menoreh namanya pada hidup Ji Hyun, tahu semua rahasia kelabu itu. Rahasia kelabu seorang Kim Jong In. tapi mengapa Kris tahu. Untaian kusut rahasia itupun membuat hidup Ji Hyun terjebak pada dimensi paling kelabu, paling tak teraba dan mungkin antara ada dan tidak ada. Satuan sensasi gelap dan terang dalam ketegangan, aksi, dan gelintir rasa cinta.

////

———————————————————————————-

^Summary^

Apa alasan lelaki itu untuk menyelamatkanku dalam beberapa kesempatan? Bukankah kami baru berkenalan? Wae, Kris?

Dia pingsan. Aku berdiri dan melihat keadaannya. Kris? Tak lama banyak murid lain ikut nimbrung melihat kondisi anak itu. Beberapa cowok akhirnya memutuskan untuk menggotongnya ke UKS. Aku memandang tubuhnya yang digotong pergi. Berkat dia, aku tak mesti pingsan karena bola itu. Kebetulan sekali ia berada di depanku di detik-detik bola itu terbang ke arahku. Darimana dia? Kenapa dia tiba-tiba berada disini? Padahal tadinya aku yakin hanya nongkrong sendirian di bangku penonton.

Lagi-lagi Ji Min, Seung Hyun dan Key mengerjaiku. Kali ini mereka mengunciku di ruang penyimpanan alat olahraga. Di sini begitu gelap dan … Mengapa disaat begini aku merindukan sosok itu?

“ Gwancanha! Ada aku di sini!” terdengar bisikan halus

Jong In?

“ Odiya?” tanyaku. Tak ada balasan.

“ Hya! Kim Jong In! Odiya!” masih tak ada jawaban

“ Kamu … Kamu bersembunyi untuk mengerjaiku hah?”

“ Hya! Kim Jong In! ODIYA?!” teriakku frustasi.

“ Aku butuh kamu sekarang,” lirihku lalu jatuh tertidur.

disclaimer : all of the characters in here are belongs to God and his/her family. If there is a similarity of the plot, weird storyline, typo(s) and etc, i’m sorry~ i’m still an amateur. It’s pure beyond my imagination. Don’t be SiDer, Ok~

—♥♥♥—

<Ji Hyun POV>

Aku mengerjap-ngerjapkan kelopak mataku perlahan. Sinar mentari memburu masuk memenuhi retinaku. Aku kembali menutupnya lama dan membuka selebar yang aku bisa. Aku bangun dan lansung melihat jam arloji di meja belajarku. 07.02? MWO? Aku bergegas meraih handuk yang tergantung di belakang pintu dan menuju kamar mandi.

Aku menghidupkan shower dan menikmati hujaman titik-titik dingin itu membasuh tubuhku. Rasanya tubuhku lengket sekali. Kenapa ya?

Benar juga! Kenapa aku bisa berada di rumah? Bukannya semalam aku tertidur di dalam ruang alat-alat olahraga?

“ Aneh!” gumamku.

“ Aku yang membawamu pulang,” ucap seseorang di luar ruang shower. Kubuka pintu kaca beriben bening ruang shower. Jong In berdiri di depannya dengan wajah terkejut.

“ KYA!” teriakku sambil menutupi seluruh tubuhku dengan kedua tanganku.

—♥♥♥—

Ah! Sial! Berkat aksi mesum Jong In yang muncul tiba-tiba di depan kamar mandi, aku mesti mendapat ocehan si cadel hingga telat masuk. Dan dihukum untuk membersihkan area lapangan basket indoor sekolah. DOUBLE SIAL!

“ Dasar mesum bodoh!” umpatku membayangkan wajah Jong In pada lantai lapangan basket. Akupun langsung menghapus bayangan itu dengan kain pel yang kutekan dengan tenaga dalam.

“ Hya! Kau telat juga?” tanya Kris yang tiba-tiba muncul.

Ia menghampiriku dengan membawa tongkat pel.

Kamipun membersihkan lapangan bersama tanpa berbicara apapun. Aku bingung mau ngomong apa dengan dia.

“ Kamu …” kami memulai pembicaraan dengan kalimat yang sama.

“ Duluan saja,” ucapku mempersilakannya.

“ Emm… Sejak kapan kamu berkenalan dengan Jong In?”

Gerakan mengepelku terhenti. Jong In? Bagaimana dia bisa … Ah! Ini pasti karena kecerobohanku waktu itu.

“ Siapa itu? Aku tak kenal?” bohongku sambil melanjutkan kegiatan pelku.

Malaikat maut.”

Tang! Tongkat pelku jatuh. Jari-jariku bergetar. Bagaimana dia bisa …

“ Ap … Apa maksudmu? Aku kenal dengan malaikat maut? Apa yang kamu bicarakan?”

Sial! Dengan tergagap begini, ia malah semakin terlihat curiga padaku.

“ Jujur saja. Ji Hyeon-ah! Dia … Dia mengincar umurmu!” jelas Kris.

Aku kini menatapnya.

“ Umurku?”

“ Ne. Semua malaikat maut yang berasal dari roh manusia yang berlumur dosa akan diberi kesempatan untuk ber-reinkarnasi dengan syarat … Dia harus membuat orang yang menjadi teman manusianya untuk bisa membunuh dirinya sendiri pada tanggal 12 Desember. Kamu jelas targetnya.”

Buku-buku jariku membeku. Benarkah itu? Jong In ingin umurku?

“ Tapi aku tidak tahu itu 12 Desember kapan. Karena tahunnya hanya tercantum pada …” Kris memberhentikan kalimatnya.

Dia ….

Mengapa dia tahu tentang identitas Jong In juga? Apa mungkin Jong In yang memberitahunya? Apa mungkin … Tidak! Tidak mungkin!

Jong In lah yang selama ini menjadi pengobat hatiku ketika aku ditinggal orang tuaku. Dialah yang menjadi temanku saat teman-teman SD-ku menjauhiku. Dialah yang mendengarkan semua ocehanku tentang kekesalanku pada Oppaku kalau aku sedang berkelahi dengannya. Dialah yang mendengarkan curhatanku tentang betapa sukanya aku pada Donghae Oppa. Dia juga satu-satunya penghiburku ketika nenekku meninggal malam itu. Dia … Dia tak mungkin melakukan itu untuk bisa reinkarnasi kan? Dia … Dia selalu ada untukku. Itu yang kutahu. Atau jangan-jangan … ada lebih banyak hal yang aku tidak tahu?

“ ANIYA! Jong In… Jong In pasti tak begitu!”

“ Seorang malaikat maut yang menemani manusia … Dia pasti punya tujuan tertentu.”

Aku diam tercekat.

“ Lalu kenapa kamu tahu, Kris?”

Kini giliran Kris yang tampak tercekat.

<Author’s POV>

Kris diam.

“ Bodoh!” umpatnya lalu mengaktifkan mata kelabunya. Dan memandang sekeliling lapangan basket itu.

Dia bernapas lega. Malaikat yang ia bicarakan tak ada di sekitar sini. Kris langsung meraih ranselnya dan pergi meninggalkan Ji Hyeon yang kini menitikan air mata.

—♥♥♥—

“ Hya! Tugas pertamamu!” ucap Jimin sambil menaruh tiga tumpuk buku teks bahasa Korea.

“ Kerjakan dengan baik, Ok, Baby!” ujar Ji Min sambil mengelus poni Ji Hyeon mesra.

Ji Hyeon menatap tumpukan itu dengan kesal. Sementara Jimin pergi meninggalkannya sambil tertawa ria.

“ HYA!” bentak seseorang sambil mendebak mejanya kasar.

“ Kau PBJ (pasangan baru jadian) dengan Ji Min?” tanya So Jin dengan suara yang memekakan gendang telinga.

Ji Hyeon diam dan mengambil kotak makannya dari dalam tas punggungnya. So Jin dengan kasar melemparnya. Mi ramyeon di dalamnya tumpah dan berhamburan.

“ NEO! Kamu pikir kamu siapa hah?” Kesal Ji Hyeon berdiri dari bangkunya dan membawa tumpukan buku teks korea yang tadi ditaruh Ji Min menuju perpustakaan sekolah.

Sampai di perpustakaan dan mencari meja yang paling sepi, ia membanting buku-buku itu kesal. Apa-apaan trio itu?! Selalu saja membuat hidupku rumit. Umpat batin Ji Hyeon kesal. Iapun memilih untuk langsung mengerjakan tugas itu sambil mendengarkan musik dari HPnya.

Tiba-tiba saja earphone sebelah kanannya tertarik keluar dari daun telinganya. Ia menoleh dan mendapati Jong In bersenandung mengikuti nada lagu di earphone itu.

Dia selalu begitu. Selalu bisa menenangkan hatiku dengan senandungnya. Senandung yang menenangkan ini … apa mungkin memang dari mulut seorang malaikat maut?

Ji Hyeon mengembarakan pikirannya ke beberapa tahun yang lalu.

((Flash Back))

“ Apa yang kau suka dari dia?” tanya Jong In melihat punggung Donghae dengan sinis.

“ Hya! Manusia khayalan sepertimu, tak akan pernah mengerti rasanya suka. Suka itu … Ketika kamu mulai sering memperhatikan seseorang dan berharap ia juga memperhatikanmu,” jawab Ji Hyeon polos.

“ Jadi apa mungkin aku suka denganmu? Karena aku harus terus memperhatikanmu,”

Ji Hyeon terdiam mendengar celetukan asal Jong In. Jantungnya meloncat tak karuan.

“ Kenapa ada kata harus?”

Jong In tampak terhenyak. Tak lama ia hilang. Ia selalu hilang jika Ji Hyeon menanyakan sesuatu yang tak bisa atau tak ingin ia jawab.

“ Ji Hyeon-ah! Oppa pergi dulu. Keadaan nenek semakin parah,” ucap Sehun yang berteriak dari luar kamar.

Ji Hyun berlari menuju pintu kamarnya. Ia ingin keluar namun pintu tersebut dikunci dari luar.

“ Oppa! Apa yang kamu lakukan? Kenapa mengunciku begini?” marah Ji Hyeon sambil menggedor-gedor pintu kayu itu.

“ Mianata Ji Hyun-ah! Nenek berpesan padaku untuk tidak membawamu ke rumah sakit hari ini,” seru Sehun sambil berlari.

“ Oppa! Wae?” teriak Ji Hyeon.

Tiba-tiba ada senandung dibelakang Ji Hyeon. Ji Hyeon bersumpah akan menonjok wajah Jong In satt itu. Ini bukan saat yang tepat untuk bersenandung ria begini? Neneknya sedang dalam masa kritis akhir-akhir ini. Dan hari ini bisa jadi … air mata gadis itu menguar membayangkan kemungkinan terburuk itu. Mungkin saja ini hari terakhir neneknya.

Ji Hyeon berteriak nyaring pada pintu di depannya, “ KENAPA OPPA? KENAPA KAMU MENGUNCIKU DISINI? WAE? AKU JUGA INGIN BERTEEMU NENEK!”

Senandung itu lenyap berganti ratapan Ji Hyeon yang meraung mengisi seisi ruangan. Jong In tampak terhenyak berdiam dengan jantung tak karuan. Tangis itu mengirisnya dalam hingga ke jantungnya.

“ Ada aku Ji Hyeon-ah!” ucapnya lalu memeluk tubuh Ji Hyeon.

Bukannya menghindar, Ji Hyun malah mengeratkan pelukannya pada Jong In.

“ Kenapa kamu berhenti bersenandung? Tolong obati hatiku yang terluka ini Oppa,” lirihnya semakin dalam memeluk Jong In.

—♥♥♥—

Kris mencuri pandang ke arah Ji Hyun. TEP! Pandangan mereka bertemu. Namun tak sampai sedetik, Ji Hyeon membuang pandangannya ke depan dan pura-pura fokus dengan pelajaran dari Shindong sonsaengnim.

“ Ah! How stupid!” Kris mengumpat kebodohan dirinya sendiri mengungkap perihal Jong In. Dia belum seminggu dikenal Ji Hyeon sedangkan Jong In pasti sudah bertahun-tahun mengenal Ji Hyeon. Tentu saja Ji Hyeon akan susah mempercayai dirinya.

Tapi bagaimanapun cepat atau lambat, Jong In yang dianggap baik oleh Ji Hyun pasti akan menunjukan tanduk aslinya. Karena …

Mau tak mau kenangan itu terputar lagi di kepala Kris. Kenangan saat ia masih bernama Do Kyung Soo.

((Flash Back 1975))

Musim gugur di Seoul sudah begitu dingin mengigit. Namun telapak Kyung Soo tetap terasa terbakar. Pagi itu begitu panas dan lengket. Ini kelima kalinya dalam musim ini ia menghangatkan tangannya dengan … Darah manusia. Pandangan matanya kosong dan hampa menyusuri jalan setapak sepi itu. Sebentar lagi ia akan sampai ke danau tempat biasanya ia membersihkan semua noda darah bekas aksi pembunuhannya.

Begitu melihat kerlingan air di kejauhan, Kyung Soo berlari. Sampainya di tepi, ia segera membuka bajunya dan menceburkan dirinya.

“ beginipun dosa ini tak akan luntur,” batinnya.

Ia diam menikmati dingin danau menyegarkan badannya . Ia selalu berharap ketika keluar dari air danau ini, ia akan terlahir dengan takdir yang baru. Meninggalkan garis takdirnya sebagai pembunuh bayaran.

Ia tak punya pilihan. Ia memiliki 7 adik yang ditinggalkan ayah dan ibunya di dunia fana ini untuk ia urusi. Tak ada pekerjaan yang lebih menjamin dibanding menjadi pembunuh bayaran. Tak ada! Tak ada! Tak ada! Kata-kata itu terus terngiang di kepala Kyung Soo kalau ia ingin mengganti pekerjaan kotornya itu. Ia tak punya pilihan lain.

“ Kyung Soo-ya!” panggil suara yang tak asing.

Kyung Soo segera keluar dari kolam dengan bola mata yang kembali terisi jiwa di dalamnya.

“ YEOKSI! Kamu pasti ke sini. Kenapa lagi bajumu berdarah? Orang-orang itu menagihmu kembali?” tanya Jong In menghampiri Kyung Soo yang masih memakai bajunya.

Kyung Soo selalu berbohong pada Jong In sahabatnya. Ia selalu bilang kalau ia dihajar orang-orang yang menagih utang setiap kali bajunya kedapatan bercak darah.

“ Begitulah!” aku Kyung Soo.

“ Bunuh saja orang-orang itu! Jika memang tidak bisa diurus dengan mulut apalagi hati, bunuh saja mereka. Kamu tahu kenapa ayahku meninggal sebulan yang lalu?”

“ Karena dibunuh kan?” tebak Kyung Soo memperlihatkan senyum tipisnya.

“ Karena aku yang membunuhnya.”

Senyum Kyung Soo roboh seketika. Mungkinkah aku salah dengar? Batin Kyung Soo meyakinkan dirinya. Tapi … Bukankah ia juga seorang pembunuh dan Jong In tak pernah tahu.

“ Kyung Soo!”

“ Ne!” Kyung Soo terkesiap dari kemelut pikirannya.

“ Kamu masih mau berteman dengan seorang pembunuh kan?”

((Flash Back end))

Kris mengaktifkan mata kelabunya. Itu dia! Duduk di meja guru memandang Ji Hyeon lurus. Sosok yang ia tak sangka akan ia temui di berpuluh-puluh tahun kemudian. Wajah itu masih sama ketika … Kris membunuhnya di masa lampau.

TO Be Continue

Eya~ TBC cingu~ Nantikan sambungannya ya! J

_Rhym_

2 thoughts on “Grey Eyes (Part 5)”

  1. Gak kebayang gw kyungsoo jadi kris ahaha

    Masih banyak rahasia ni di cerita ini

    Yg masa lalu jong in lah
    Kris aka kyungsoo
    Ji hyun yg kenapa jadi target kris
    Jimin yg suka beneran atw emang usil

    Ah kesel sndri jadinya

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s