[Oneshot] Attracted Man

Attracted Man

Attracted Man

Story by:

29Megumi/Megumi

Starring:

Jeon Jungkook (BTS)

Im Nayeon (Twice/Sixteen)

Genre:

Romance, Fluff, Teenagers

PG-16

.

.

.

Summary:

Wanita cantik membuat jantungmu berdebar

Wanita baik membuat hatimu terenyuh

Tapi wanita sederhana membuatmu mencintainya tulus tanpa alasan apapun.

Jungkook rasa ia percaya dengan kalimat itu sekarang, Jungkook tersenyum

“hmm.. aku mengenalnya, kami satu kelas, dan aku rasa aku menyukai adikmu sunbae”

.

.

*** Attracted Man***

Tap

 

Tap

 

 

Tap

Satu Derapan langkah begitu terdengar jelas dibalik seruan derap lainnya yang juga ikut menggema. Semakin lama derapan langkah itu semakin mendekat, membuat sebuah jantung berdegup kencang.

Seolah dalam arena balap, derapan langkah yang semakin mendekat juga diikuti oleh degupan jantung yang makin terdengar cepat. Helaan nafas seseorang menderu tepat ketika satu langkah lagi derapan itu berada lebih dekat

Dan

Klik

Sebuah kamera polaroid berhasil menangkap gambar seorang pemuda berseragam sekolah Parang Senior Highschool. Seragam musim panas membuat siswa tersebut terlihat lebih berkarisma, terlebih potongan rambutnya yang berubah dari satu minggu yang lalu.

Im Nayeon bersembunyi dibalik pohon besar sekolahnya yang berada tepat tak jauh dari gerbang sekolah.

Gadis berkuncir kuda itu duduk sembari memeluk erat kamera polaroid kesayangannya. Mulutnya tak henti-henti mengggelembung dan menghembuskan nafas mencoba menangani degupan jantung yang ia rasakan. Selalu begini, setiap kali ia ingin mengambil gambar laki-laki itu, jantungnya rasanya ingin copot dari sarangnya.

Nayeon kemudian mengambil selembar foto yang keluar dan menggoyang-goyangkannya, menunggu gambarnya muncul dengan sempurna.

Saat potret seorang siswa yang tengah berjalan sembari bermain ponsel muncul sebagai objeknya. Seulas senyum manis terukir diwajah cantik Nayeon.

“Kau memang selalu tampan Jeon Jungkook”

***

Ketika kau lebih memilih diam dibanding ikut bersenda gurau dengan teman yang lain

Aku mulai memperhatikanmu dari sini

Menelaah apa alasanmu lebih fokus pada ponselmu itu

Apa kau seseorang yang anti sosial?

Tapi mana mungkin,

Kau tampan,

Pintar,

Berasal dari keluarga berada

Dan memiliki karisma luar biasa

Bukankah dengan begitu popularitasmu gampang diraih?

Menjadi populer disekolah itu kan impian semua anak

Tapi sekarang aku tahu alasanmu

Tidak sia sia aku memperhatikanmu selama 297 hari

Kau lebih suka diam karena kau tidak ingin memiliki teman yang hanya melihat keadaan luarmu saja

Ia kan?

Hahh kuharap itu benar,

Aku rasa aku semakin menyukaimu

Dan aku rasa aku tidak bisa berhenti memperhatikanmu

Padahal aku sudah memiliki janji pada Momo kalau hanya akan memperhatikanmu dalam diam selama 300 hari.

Jika aku melanggar itu, dia akan memberitahu seisi kelas kalau aku sering menguntit mu

Huftt

Aku sedih, 3 hari lagi sudah mencapai hari ke 300

“Memperhatikannya lagi?”

Suara seseorang yang sudah amat dikenal itu membuat Nayeon spontan menutup buku hariannya dan menyembunyikannya didalam laci mejanya.

“Ne?” Tanya Nayeon dengan wajah kaget bercampur gugup dan bingung

Momo tertawa melihatnya, kemudian gadis ramping cantik dan mempesona itu melirik kearah seorang siswa yang duduk dikursi paling depan pojok tepi jendela lalu menghela nafas

“Jeon Jungkook lagi?”

Nayeon segera berdiri dan membekap mulut Momo “ssttt Yaaaaa jangan terlalu keras bicaranyaaa”

Momo meronta-ronta minta dilepaskan, akhirnya Nayeon pun melepas bekapannya dan memandang cemberut kearah Momo.

“Aishh kau ini”

Momo mendesis dan kemudian beralih duduk dikursinya  memfokuskan diri pada buku pelajarannya.

Ia sudah malas membahas masalah kebiasaan Nayeon yang memperhatikan Jungkook seperti sasaeng fans, oh tidak , Nayeon tidak termasuk didalamnya. Karena Nayeon hanya diam-diam dan tidak pernah melakukan apapun, ia hanya senang mengumpulkan foto Jungkook untuk kepuasan hatinya tidak sama sekali mencampuri urusan Jungkook dalam hal apapun.

Momo melirik Nayeon bergantian dengan melirik Jungkook. Ia meringis sendiri dalam hati “Im Nayeon selera mu benar benar” batin Momo

Jelas saja Momo berfikir seperti itu, Jungkook adalah manusia paling dingin yang tak tersentuh disekolah. Meski begitu, banyak siswi yang suka padanya bahkan kakak kelas pun juga. Berbanding terbalik dengan Nayeon yang hanya siswi biasa dan tidak ada yang mengenalnya selain teman sekelas

Jungkook itu pintar

Sementara Nayeon itu diragukan kepintarannya

Jungkook itu tampan dan berpenampilan menarik

Sementara Nayeon ? Berdandan atau menggunakan lip balm saja tidak pernah

Jungkook itu ahli dalam segala bidang olahraga

Sementara Nayeon?  Ia hanya tahu caranya berlari, selebihnya nol besar

Terkadang Momo merasa seperti sedang menonton drama korea, tapi ia juga merasa kasihan pada sahabatnya itu yang tidak pernah bisa mengungkapkan perasaanya pada Jungkook. Astaga. Jangankan mengungkapkan perasaan. Bertatapan dengan Jungkook saja mungkin Nayeon tidak bisa.

Nayeon bilang, ia tidak akan hidup jika itu terjadi, karena jantungnya akan copot seketika.

“Yaaaa kita semua diminta kim saem untuk ke lab biologi sekarang, jangan lupa bawa buku catatannya”

Suara ketua kelas menginterupsi lamunan Momo, dengan segera Momo meraih buku catatan dan hendak berdiri untuk menyusul teman teman lain yang juga sudah keluar menuju lab.

Namun, Nayeon masih ditempatnya berdiam diri dengan tatapan aneh

“Yaaa Nayeon-ahh palliii” ujar Momo menarik Nayeon

Nayeon yang sebelumnya masih sibuk mencuri pandang melihat Jungkook menjadi kelabakan dan bingung. Ia pun meraih buku dilaci meja dengan asal lalu menyusul Momo tanpa melihat buku apa yang ia bawa.

***

Nayeon merutuk Momo hari ini, bagaimana bisa sahabatnya itu tidak mau satu kelompok dengannya dalam praktek biologi kali ini, dan lebih memilih satu kelompok dengan makhluk pendek chimchim itu.

“Hmm”

“Eohh”

Nayeon gelagapan ketika Jungkook menegurnya yang tidak fokus pada arahan guru. Hari ini mereka bersiap melakukan penelitian pada katak untuk mempelajari organ tubuh dan setiap jaringan sel katak tersebut. Dan ini dilakukan dalam tim, satu tim terdiri dari dua orang,,

Entah bagaimana semua bisa terjadi, kini Nayeon terjebak dalam satu kelompok dengan Jungkook. Sungguh rasanya ia ingin sekali berpura-pura sakit dan keluar dari sini sekarang juga,

Gadis itu menggerakkan tangannya menuju dadanya, mengecek degupan jantungnya yang sekarang semakin kencang. Ia mengigit bibir bawahnya khawatir Jungkook mendengar degupan itu.

“Cahhh sekarang mulailah menjawab setiap pertanyaan dikertas yang sudah dibagikan dengan meneliti katak – katak itu”

“Ne saemm”

Perintah Kim Saem barusan membuat semua siswi dan siswa bergerak menjalankannya. Tapi Nayeon masih diam membeku dan bingung ingin melakukan apa

“Kau gugup?”

“Ne?” Nayeon kaget mendengar pertanyaan Jungkook , mwoyaa ?? Apa Jungkook benar benar mendengar degupan jantungnya?

“Kau takut katak?” Tanya Jungkook lagi

Nayeon menatap bingung Jungkook dan bergantian melihat katak hidup didepannya dan Jungkook.

Nayeon sedikit tersenyum lega, karena Jungkook berfikir dirinya takut katak “ahh neeee,” ujar Nayeon

Jungkook mengangguk-angguk paham “kalau begitu biar aku yang memeriksa kataknya, kau cukup tulis apa yang aku ucapkan”

“Ne”

dengan penuh semangat Nayeon menjawab perkataan Jungkook barusan. Sangking semangatnya sampai beberapa siswa menoleh kearahnya aneh, begitu juga Jungkook. Menyadari itu, Nayeon hanya bisa tersenyum kikuk menahan malu.

“Katak ini masih muda, dia memiliki sedikit cacat pada bagian kakinya, kufikir ini karena kelembapan udara yang tidak maksimal selama usianya masih muda” Jungkook menelaah katak dengan serius dan menjelaskannya pada Nayeon.

Nayeon memandangi Jungkook tanpa berkedip

Jungkook merasa ada yang aneh, lalu ia menoleh kearah Nayeon dan Nayeon langsung gugup seketika

“Kau tidak mencatatnya Im Nayeon?”

“Ne?” Nayeon bingung, ia terlalu fokus memperhatikan Jungkook dan sama sekali tak mendengar penjelasan Jungkook tadi

“Kau tidak mencatatnya? Apa yang kujelaskan tadi?”

“Ahhhh.. iyaa.. maaff” Nayeon segera meraih pulpen dan membuka buku yang ia bawa.

Namun ketika ia melihat buku apa yang ia bawa, matanya langsung terbelalak kaget dan pipinya bersemu merah

Aduh, bagaimana bisa ia malah membawa buku hariannya kedalam lab?

Nayeon bergerak gelisah. Jungkook menghembuskan nafas dan kembali menoleh pada Nayeon menghentikan konsentrasinya dengan katak barusan.

“Ada apa lagi?” Tanya Jungkook

Nayeon tersenyum kikuk lalu menunduk

“aku salah membawa buku. Bisa pinjam buku catatanmu saja”

Jungkook melirik kearah buku yang digenggam Nayeon, sebuah buku bersampul pink peach dan berbagai aksesoris disampulnya, bisa dipastikan kalau itu adalah buku harian yang sering digunakan wanita menulis kehidupan sehari harinya.

Laki-laki itu pun menghela napas.

“Bagaimana bisa kau malah membawa buku harian pribadi eoh?”

Nayeon semakin menunduk malu, namun kemudian ia mengangkat kepalanya ketika Jungkook mengulurkan sebuah buku catatan biologi.

“Pakai ini, letakkan dulu buku diary mu itu”

Nayeon sontak mendekap bukunya “anni.. aku bisa menulis dengan tetap membawa buku ini”

Jungkook menyipitkan matanya “apa itu begitu penting?”

“Hmm tentu, tidak boleh sampai ada yang tahu buku diary ini, privat”

“Kalau kau tahu itu privat? Kenapa tidak kau tinggal saja dirumah? Sudah cepat tulis laporannya, aku ingin cepat cepat keluar dari lab menyebalkan ini im Nayeon”

Nayeon terdiam dan menatap berbinar Jungkook yang berbicara cukup panjang padanya barusan, ini hal langka sungguh,

Dan tunggu

Apa tadi Jungkook menyebut namanya?

Apa Jungkook mengenalnya?

Setahunya ia tidak pernah terlibat percakapan apa apa dengan Jungkook selama hampir satu tahun berada dalam satu kelas.

***

“Cepat salin laporan itu dan kembalikan bukuku”

seruan Jungkook membuat Nayeon mengangguk patuh dan dengan cepat duduk dikursi nya menaruh buku diarynya kembali di laci meja dan memulai menyalin laporan biologinya kedalam buku catatannya.

Jam pulang sudah hampir tiba, Kim saem yang kebetulan berada didalam jam terakhir berseru untuk mengumpulkannya langsung kepada Jungkook dan Jungkook yang akan membawanya keruang guru.

Nayeon bergegas memakai tas ranselnya, meraih buku biologi Jungkook dan juga diarynya dari dalam laci. Serta kemudian menghampiri Jungkook

“Ini”

Jungkook menoleh saat sepasang tangan mungil memberikannya buku catatannya.

“Letakkan saja disitu” Jungkook kembali fokus memasukkan barang kedalam tas dan menginteruksi Nayeon untuk meletakkan buku laporannya diatas mejanya

Nayeon mengangguk dan kemudian meletakkan buku itu diatas meja Jungkook dan membiarkan buku diarynya tetap dalam genggamannya.

Gadis itu berbalik hendak keluar kelas, belum sampai ambang pintu, senyum terpatri indah diwajahnya, sepertinya hari ini ia begitu beruntung karena baru hari ini ia bisa mendengar suara Jungkook lebih banyak.

Brukkk

“Awwww”

Nayeon meringis saat seseorang menabraknya hingga terjatuh,

“Ahh mian Nayeon-ahh” Jimin berjalan cepat kemeja Jungkook tanpa membantu Nayeon berdiri

Jungkook melihat Nayeon yang terjatuh namun ia segera mengalihkan pandang saat Jimin menghampirinya.

“Nayeon-ahh kajja” suara Momo diambang pintu membuatnya buruburu bangun dan berjalan keluar, sungguh ia malu benar benar malu sekarang. Sepertinya ia tidak akan bisa menampakkan wajahnya didepan Jungkook lagi.

***

Diary?

Astaga dijaman serba modern ini masih ada yang sering menulis catatan harian pribadi didalam buku?

Sekarang sudah ada banyak media sosial, kuno sekali dia?

Jungkook menatap heran pada buku bersampul pink peach bertulis hiasan Im NY Story didepannya.

Jungkook menemukan buku itu tergeletak dilantai dekat pintu kelasnya. Ia berfikir mungkin Nayeon menjatuhkannya. Dan ia berniat mengembalikannya kelaci meja Nayeon. Namun hal itu ia urungkan karena bisa saja buku itu ditemukan orang lain saat piket esok hari. Sementara buku itu kan pribadi? Bagaimana kalau orang yang menemukan malah menyebar luaskannya? Jungkook pun memutuskan menyimpan buku itu sendiri dan akan mengembalikannya besok

Dahi Jungkook berkerut kemudian

“kenapa aku jadi peduli pada apa yang akan terjadi? Kalau begini kan aku sendiri yang repot, aishhh”

“Yaa kau sudah gila?” Suara berat seseorang menyambangi pendengaran Jungkook.

Melihat siapa yang bicara dengannya. Jungkook segera berdiri dan memberi salam layaknya junior kepada seniornya.

“Apa yang sedang kau lakukan? Cepat ganti pakaianmu dan kita mulai latihan”

Jungkook mengangguk, ia meletakkan buku diary itu kedalam tasnya. Mengambil baju taekwondo dan melangkah keruang ganti, namun belum sampai ia pada ruang ganti. Seniornya itu kembali bertanya

“Yaa Jungkook”

Jungkook menoleh

“Kau menulis diary?”

“Ne?”

Senior Jungkook itu tertawa “hahahaa kau seperti adikku saja”

“Ss–unbaee” Jungkook hendak menjelaskan perihal kepemilikan buku itu, kalau buku itu bukan miliknya, namun seniornya justru pergi lebih dulu.

***

“Opppaaaaaaaaaaaaa”

suara nyaring Nayeon menggema begitu keras didalam rumah cukup mewah itu,

Im Jaebum meringis sakit ditelinganya. Ia baru saja pulang dari kegiatan club Taekwondo nya dan pulang mendapat teriakan tidak bersahabat dari adiknya. Kalau bukan karena mereka sedarah, Jaebum tidak akan segan-segan mengurung Nayeon dalam karung dan membuangnya kepembuangan sampah komplek.

“Kau mencuri buku diary ku?” Tuduh Nayeon dengan wajah khawatirnya.

Jaebum hanya melongo mendengar tuduhan yang dilayangkan padanya, “yaaaaaa kau tidak lihat aku baru saja pulang? Aishhh” Jaebum melangkah masuk kedalam rumah, berjalan menuju kamarnya di lantai dua.

Nayeon dengan senantiasa mengekori kakaknya itu, ia sudah sangat panik buku diarynya hilang dari tas nya. Dan satu satunya orang yang suka sekali mengerjainya adalah Jaebum kakaknya.

“Oppaa tidak usah bercanda, aku tau kau yang melakukannya.. oppaaaaa” Nayeon terus merengek

Jaebum menutup telinganya dengan earphone, meletakkan tas dan kemudian merebahkan tubuh dikasurnya tanpa menghiraukan rengekan Nayeon

“Oppaaaaaaaaa buku ku hilangggg” Nayeon merengek sambil menangis.

Jaebum lantas membuka matanya ketika isakan Nayeon semakin terdengar jelas. Nayeon menangis? Itu adalah hal lain yang harus Jaebum perhatikan. Seburuk apapun sikapnya pada Nayeon, ia tidak pernah suka jika adik satu satunya itu menangis.

“Yaaa.. kenapa kau menangis? Kau sudah mencarinya? Pasti terselip” Jaebum mencoba menenangkan sang adik .

Namun bukannya tangisan Nayeon mereda, ia semakin terisak “oppaa aku sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak ketemu. Aku juga sudah kembali kesekolah mencarinya dikelas tapi tidak adaaaaa”

Jaebum menggaruk tengkuknya bingung harus apa sekarang

“Ahh.. yasudah oppa belikan yang baru eohh?”

Nayeon menggeleng keras “oppaaa aku juga bisa beli yang baru tanpa meminta dari mu.. tapi isi buku itu yang penting oppa.. bagaimana kalau ada seseorang yang menemukan terus membacanya.. aku maluuuuu… aku tidak akan mau pergi keluar rumah jika itu terjadi” Nayeon semakin merengek dan menangis seperti anak kecil

“Memangya apa isinya ?” Dengan polosnya Jaebum malah bertanya demikian.

Nayeon semakin berteriak meraung menangis “oppaaa eotheokkhaeeee”

Ditempat lain,

Jungkook baru saja sampai dirumahnya, tubuhnya rasanya hancur. berlatih melawan seniornya Im Jaebum memang menyulitkan, kalau ia tidak kuat mungkin ia akan kalah dalam satu ronde komite.

Jungkook menghembuskan nafas lelah, kemudian membuka tasnya hendak mengambil pakain taekwondonya untuk dicuci.

Namun ketika ia hendak mengambilnya, sebuah buku terjatuh kelantai, Jungkook segera menoleh pada buku yang hampir terbuka itu, selembar foto keluar dari buku itu. Yang membuat Jungkook heran, dalam foto itu ada dirinya. Padahal buku itu adalah buku diary Nayeon

Jungkook merunduk meraih foto dan buku diary Nayeon. Sebuah foto dirinya terdapat disana dan dibawahnya berisi tulisan

Hari 7 , menuju 300” Jungkook menaikkan alisnya heran.

“Mwoyaa?? Dia menyimpan fotoku? Tapi kapan foto ini diambil?” Dengan rasa penasaran yang besar Jungkook pun membulatkan tekatnya membuka buku diary itu

“Tidap apa-apakan? Aku tidak akan memberitahu siapapun” ujar Jungkook pada buku itu.

Perlahan, halaman pertama buku diary itu terbuka oleh Jungkook. Memperlihatkan foto Nayeon dan sedikit cerita tentangnya.

Im Nayeon,

Hanya itu namaku

Nama sederhana

Yang menyertai gadis cantik sepertiku

Jungkook mengulas senyum singkat “apa katanya? Gadis cantik?”

Jungkook kembali membuka lembaran berikutnya disana sepertinya Nayeon mulai menceritakan kesehariannya layaknya diary biasa

Tapi Nayeon selalu membubuhkan foto disetiap lembaran dan kejadian yang ia tulis, merasa semakin penasaran dan tertarik. Jungkook tanpa sadar terus membuka lembar lembar berikutnya, sampai pada lembar yang bertuliskan Mr.Kookie cukup besar tetapi ada bekas tempelan foto disana. Jungkook mengira fotonya yang jatuh barusanlah yang berasal dari lembaran itu.

Namanya Jeon Jungkook

Dingin

Tajam

Tidak pernah bicara

Tapi tampan

Jungkook kembali tersenyum “kau menyukaiku?”

Jemari Jungkook semakin tertarik dan kembali membuka lembar berikutnya. Kini fotonya kembali berada dibuku itu, foto yang dipastikan diambil secara diam-diam karena Jungkook tidak pernah merasa difoto.

Pandai olahraga

Pandai dalam pelajaran

Pandai bermusik

Dan pandai membuatku tidak berhenti memperhatikannya

Ssssttt I’m not sasaeng ok

Jungkook lagi dan lagi tersenyum, terlebih foto Nayeon juga berada disana yang sedang meletakkan telunjuk di bibirnya seolah berbisik.

Momo menyebalkan, bisa bisa nya dia membatasiku dan mengancamku akan membocorkan kebiasaanku memotret diam-diam Jungkook.. aishh.. 300 hari? Momo bilang jika dalam 300 hari aku tidak juga bisa mendekati Jungkook dia menyuruhku berhenti memperhatikan Jungkook.. ahhg eotheokkhae

Hari ini musim dingin Tiba. Salju pertama turun tepat saat aku turun dari bus yang membawaku kesekolah. Dan kau tahu apa? Saat salju itu turun. Jungkook ada didepanku dan berjalan melewatiku, apa ini takdir? Menurut film anime yang kutonton bertemu dengan seseorang saat salju pertama turun adalah hal baik bahwa kau akan berjodoh dengannya, benarkah begitu?

Lagi, Jungkook meraih nilai sempurna dan aku mendapat nilai pas pasan.

Aku semakin ragu apa aku bisa lebih dekat dengannya

Masa 300 hari hampir habis

Aku bahkan tidak tahu dia mengenalku atau tidak

Hufttt kurasa aku akan kalah

Jungkook menutup buku itu dan memandang serius foto Nayeon yang ia ambil dari halaman depan buku tadi.

“Kau benar-benar menyukaiku?”

***

Musim panas penuh semangat tidak berlaku pada Nayeon hari ini. Matanya sembab dan terdapat lingkar hitam disana. Gadis manis itu telihat amat buruk. Momo hampir saja terpental kaget saat melihat Nayeon tiba dikelas dan mendudukkan diri dikursinya.

“Nayeon-ahh kau sakit?” Tanya Momo khawatir

“Anni” Nayeon menggeleng lemah kemudian merebahkan kepalanya diatas meja dan menghembuskan nafas

“Im Nayeon”

Nayeon menoleh ketika namanya dipanggil, ketua kelasnya menghampirinya “kau dipanggi guru matematika diruang guru sekarang”

Nayeon bergerak malas. Apa lagi sekarang? Remedial? Ahh percuma ia dalam mood buruk, mana bisa berfikir.

Jungkook memandangi Nayeon dalam diam. Sepertinya ia tahu kenapa Nayeon lemas seperti itu. Tapi apa hanya karena buku diary dia bisa sampai seperti mayat hidup begitu?

***

Nayeon terduduk lemah dipinggir lapangan, ia izin tidak ikut olahraga hari ini dengan alasan sakit. Tapi bukannya menyuruhnya istirahat diruang kesehatan. Gurunya justru menyuruhunya menunggu di tepi lapangan.

Hari ini ada pengambilan nilai sepak bola, Jungkook memulai pengambilan nilai dengan sempurna. Ia benar benar hebat dalam hal apapun. Melihat Jungkook,  kembali mengingatkannya pada buku diarynya yang hilang.

“Nayeon-ahh kajja kita masuk kedalam ruang kesehatan saja” ajak Momo

“Apa boleh?”

“Tentu saja, Jungkook bilang pada ssaem bahwa kau benar benar sakit dan butuh istirahat”

“Jungkook bilang begitu ?”

Momo tersenyum menannggapinya. Gadis itu menunduk dan meletakan punggung tangannya kedahi Nayeon mencoba mengecek suhu tubuh Nayeon.

“Sebenarnya kau kenapa? aku lebih suka kau cerewet dan menyebalkan dibanding diam seperti ini”

Nayeon mengerucutkan bibirnya, “Momo-ahh..”

“Hmmm”

“Sebenarnya”

“Mwoga?”

“Aku kehilangan buku diary ku”

“Nee?”

Nayeon mengangguk lemah, “bagaimana ini? Bagaimana kalau ada yang menemukannya dan membaca lalu menyebarkannya.. aku pasti malu”

“Sebegitu memalukannya kah isinya?”

“Momooooooooo”

“Arasso arasooo.. kita cari sepulang sekolah ok, sekarang biar kuantar kau istirahat”

***

Tap

 

 

Tap

 

 

Tap

Derapan langkah Jungkook menggema teru menerus diarea taman komplek ini. Sudah dua jam tepatnya ia berada disini sambil memegangi sebuah buku diary.

Batinnya terus berperang, apa dia akan mengembalikan buku itu atau tidak. Ia khawatir Nayeon akan merasa malu dan sedih jika Nayeon tahu kalau dirinya lah yang menemukan buku itu dan sudah membacanya pula.

Setelah sekian lama berperang batin, Jungkook akhirnya memutuskan, ia mengeluarkan ponsel dari saku celana nya, kemudian memotret buku itu dan mengirimnya ke nomer Nayeon yang ia dapat dari ketua kelas tadi disekolah.

***

Drttttt

Nayeon memutar bola matanya malas menyadari ponselnya bergetar menandakan pesan masuk, dengan langkah berat ia meraih ponsel dan membukanya. Terdapat sebuah pesan dari nomer ponsel yang tidak dikenal.

From: Xxxx

 

 

-Taman komplek, 10 menit-

Nayeon membulatkan matanya melihat pesan bergambar itu, bukunya. Bukunya ada disana. Tapi siapa yang mengiriminya pesan? Ahh Nayeon tidak peduli, secepat nya ia meraih jaket dan keluar rumah menuju taman komplek seperti yang dikatakan juga dalam pesan tadi.

***

“Yaaaa kau yang mencuri bukuku”

Teriakan Nayeon membuat Jungkook menoleh.

Nayeon membulatkan matanya dan menutup mulutnya kaget, Jungkook ada didepannya. Dan Jungkook juga membawa buku diarynya.

Bagaimana ini?

Nayeon diam, sebenarnya hatinya berperang karena gelisah memikirkan apa yang terjadi setelah ini.

Jungkook melangkah mendekat, dengan senyum tipis ia menyerahkan buku itu pada Nayeon

“aku menemukannya dilantai kelas, bukan mencurinya”

Dengan cepat Nayeon mengambil buku itu “gomawo”

Setelah itu Nayeon segera berbalik dan beranjak pergi secepatnya kembali kerumah. Tapi tidak semudah itu, Jungkook mengikutinya.

“Hanya itu? Hanya mengucap terimakasih saja”

Seruan Jungkook membuat Nayeon menghentikan langkah. Ia benar benar malu sekarang, ia tidak bisa membayangkan apa Jungkook membaca catatanya atau tidak.

“Tidak mau memberiku hadiah atau apa ?”

Nayeon akhirnya menoleh “kau ingin apa?”

Jungkook tersenyum, astaga senyum itu bisa saja membuat Nayeon tak sadarkan diri saat ini juga. Tapi Nayeon sadar sekarang keadaanya sedang sangat urgent dan ia benar-benar malu.

“Heyy Im Nayeon, Nama sederhana Yang menyertai gadis cantik sepertimu” Jungkook mengucapkan kata kata yang ada didalam buku diarynya.

Blushhh

Pipi Nayeon bersemu seketika karena malu, itu berarti Jungkook sudah membaca buku privasinya ? Oh tidak

“Yaaaa kau membacanyaaaa”

Jungkook tersenyum miring lalu mengangguk. Nayeon semakin terperangah dan berbalik tak kuat menahan malu.

“Tidak, buku ini hanya iseng, semua yang ditulis tidak sepenuhnya benar, kau! Lupakan semua yang ditulis disini.” Nayeon segera kembali melangkah secepatnya ingin pergi dari hadapan Jungkook

Tapi lagi dan lagi Jungkook mengikuti Nayeon

Sepanjang jalan, Nayeon tidak berani menegur Jungkook dan menyuruh Jungkook berhenti mengikutinya. Jangankan untuk melakukan hal itu, ia rasa ia tidak bisa lagi bertemu dengan Jungkook setelah ini. Ia benar-benar malu

Jungkook sendiri tak henti-hentinya mengulas senyum melihat Nayeon yang sibuk mengomeli dirinya sendiri seperti orang bodoh. kalau dilihat, Nayeon memang menarik. Dia tidak seperti tipe ideal Jungkook. Tapi Nayeon membuat hati Jungkook damai dan tidak bisa berhenti mengulas senyum.

Wanita cantik membuat jantungmu berdebar

Wanita baik membuat hatimu terenyuh

Tapi wanita sederhana membuatmu mencintainya tulus tanpa alasan apapun.

Jungkook rasa ia percaya dengan kalimat itu sekarang.

Nayeon berhenti berjalan dan berbelok hendak memasuki sebuah rumah.

“Jadi ini rumahmu?”

Nayeon menoleh “kau masih mengikutiku?”

Jungkook tersenyum “anni, aku sudah mau pulang, aku hanya memastikan kau sampai dirumah dengan selamat dan tidak melakukan hal aneh dijalan”

Nayeon cemberut, sebenarnya ia sedikit terenyuh dengan perhatian Jungkook tapi rasa malunya mengalahkan segalanya.

“Yaa Jeon Jungkook”

Suara berat seseorang menginterupsi Nayeon dan juga Jungkook mereka samasama menoleh kesumber suara

“Jaebum sunbae?” Jungkook menaikkan alisnya heran melihat Jaebum seniornya dikelas taekwondo

“Apa yang kau lakukan disini?” Jaebum bertanya heran,

namun saat ia melihat Nayeon juga ada disini. Ia berspekulasi bahwa mungkin saja Nayeon dan Jungkook saling mengenal

“Oppa kenal dengan Jungkook?”

Jaebum mengangguk “dia juniorku dikelas taekwondo, yaaa Jungkook kenapa kau bolos hari ini?” Jaebum mengalihkan pertanyaan pada Jungkook.

Jungkook menggaruk tengkuknya kikuk “karena Nayeon”

“Mwo? Nayeon? Kau mengenal adikku rupanya”

Jungkook tersenyum

“hmm.. aku mengenalnya, kami satu kelas, dan aku rasa aku menyukai adikmu sunbae”

“Neeeeeeeeee????????”

Fin

A/N: Anyeongggggggggg Readers tercintahhhhh salam megumi ^^ aku kembali hadir membawa FF Oneshoot inih, yang hanya dalam semalam jadinya haha.. itu semua karena aku lagi cinta-cinta sama lagu OST Orange Marmlade yang Kihyun & Jooheon Monsta x – Attracted Woman, tapi untuk FF ini, aku bikin versi cewek yang mengagumi seorang cowok yang menarik.. gimana? Suka gak ? hehe..

Makasih buat kamu kamu yang udah sempetin baca dan comen,

Gumawooo

6 thoughts on “[Oneshot] Attracted Man”

    1. maaf juga sebelumnya, tapi jujur fanfiction ini ditulis atas imajinasi saya sendiri. dan saya sudah kirim ke blog ini lama banget, namun baru di posting.
      fanfiction ini pernah saya publish di BTS FF juga di Korean fanbase fanfiction, malahan sudah berseries sampai sekarang di korean fanbase fanfiction.
      terimakasih.

      Disukai oleh 1 orang

  1. Anjir aku deg-degan beneran deh, ngerasa jadi Nayeon. Shippingnya juga pas. Nayeon emang keliatannya kalem2 baik hati gitu; tapi kalo boleh saran mungkin author harus agak ngurangin bahasa koreanya, kalo bisa sih ilangin aja soalnya ceritanya kan bahasa Indonesia. kalo honorific macem oppa, unnie, hyung, noona sih gpp menurut. Yang lain macem ottokhe aku rasa itu agak ganggu (atau itu hanya aku doang?) tapi beneran deh, kalo pake bahasa indonesia yang baik dan benar ini ff bener2 bagus banget. good joob😀

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s