Faith of Love (Chapter 2)

faith of love

Title: Faith of Love (CHAPTER 2)

Scriptwriter: bubblehazel88

Main Cast:

  • Park Min Mi (OC)
  • Oh Sehun
  • Kim Jongin
  • Xi Luhan

Support Cast:

  • Park Chanyeol
  • Seo Yoon Ha (OC)
  • Dan temuin sendiri ya :p

Genre: School Life, Romance, Family, Friendship

Duration: Chaptered

Rating: PG-15

Untuk memudahkan kalian membaca, ini chapter sebelumnya :

Chapter 1

-HAPPY READING!^^-

WARNING!!! Typo bertebaran di mana-mana^^

Kata orang, cinta pertama adalah cinta yang tidak akan pernah dilupakan.

Entahlah. Orang-orang berkata seperti itu.

Akupun sendiri tidak mengerti definisi cinta pertama.

Akupun juga tidak mengerti, apakah aku sudah mempunyai cinta pertama, atau kah belum.

Aku tidak mengerti.

-Park Min Mi-

**

Author POV

“Katanya kau penasaran siapa namja yang membuatku ingin masuk sini?

“Siapa?”
“Ah! Jangan bilang….”

“Yap! Tepat sekali pikiranmu Minmi.”

“Jinjja……”

Tiba-tiba aku merasakan ada yang menumpahiku segelas minuman dari atas rambutku.

Aku menoleh ke belakang dan…..

NEO?!!!!

Annyeong chingu!” Sehun mengeluarkan smirk-nya, dan tersenyum puas setelah menyiram Minmi.

Minmi langsung berdiri dan emosinya sudah tak terbendung lagi.

BHUGG!

Semua orang di Canteen terkejut dengan suara yang begitu keras.

Seorang yeoja cantik meninju pipi seorang namja tampan dan populer.

“Apakah sakit? Mumumumu. Rasakan.”

Lalu ketika Minmi hendak meninggalkan Sehun yang jatuh karena ditinju Minmi.

BHUKKK

Minmi terjatuh dan….

“Yaaa! Namja mesum!”

Minmi membenarkan roknya yang sedikit terangkat dan terlihat celana ketatnya.

Minmi pun menjadi pusat perhatian dan bersumpah akan membalas Sehun bagaimanapun caranya.

Minmi POV

Sial. Namja mesum. Tidak tahu diri. Tidak ada sopan santun. Aaaaaaarggh. Aku malu sekali. Walaupun celana ketatku yang terlihat, bukan dalamanku, tapi tetap saja. Semua orang melihatnya. Ah aku benci Oh Sehun.
INGAT. AKU SUNGGUH BENCI OH SEHUN!!

“Yaa! Minmi-ya! Gwenchana?”

Ne.”

“Minmi-ya. Kurasa Sehun tidak sengaja membuatmu jatuh sampai seperti itu.”

Mwo?! Tidak sengaja kamu bilang? Yoonha-ya. Kau tidak lihat? Dia menarik kakiku hingga aku terjatuh dan rokku terangkat!”

Arra. Aku melihatnya. Tapi, raut wajahnya terlihat merasa bersalah.”

“Kau yakin? Aku sangat tidak yakin dia merasa bersalah.”

“Aku memang tidak mengenal Sehun dekat, tapi dia namja yang baik. Walaupun sedikit kasar. Dulu dia pernah menolongku, itulah alasanku mengikuti dia sampai masuk sekolah ini.”

“Baik? Apa baiknya? Dia namja terkasar dan termesum yang pernah aku lihat. Aku tahu kamu menyukainya, tapi kenapa kamu membelanya terus sih?”

Sungguh. Tidak ada yang membelaku.

“Minmi-ya, mianhae. Aku bukan membela Sehun. Arraseo arraseo, Sehun memang jahat.”

Kajja. Aku ingin ke toilet.”

Mian Minmi-ya, handphone ku tertinggal di canteen. Nanti aku menyusul eo?”

Arraseo.”

Saat aku menuju toilet, aku mendengar suara yang tidak asing. Sangat tidak asing.

“Minmi-yaaa!”

Oppaaaa!”

Aku memeluk Chan oppa erat. Aku sangat merindukannya. Selama ini dia tinggal di apartement bersama temannya yang juga artist naungan SM Entertaiment.

Aigoo, uri dongsaeng sudah besar hm sekarang?”

“Apa oppa tidak merindukanku? Kenapa kau tidak pernah datang ke USA?”

“Kau tahu, aku sibuk di sini dengan karir juga sekolahku. Tapi sekarang kau sudah melihatku bukan?” Ia menyunggingkan bibirnya, menggodaku.

“Hm, wae? Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu hm?”

“Anni. Aku hanya sebal dengan satu namja berandalan dan mesum di sini.”

Mwo? Nugu? Siapa yang berani menganggu adik cantikku ini?”

“Ya oppa! Masih sempat-sempatnya menggodaku.”

“Ehm. Aku sepertinya dilupakan di sini.”

Suara lembut itu. Ya! Luhan oppa! Sudah lama aku menganggumi Luhan oppa. Sikapnya yang sangat manly dan lembut terhadap wanita. Siapa yang tidak akan menyukainya? Bilang padaku!

Annyeong oppa!”

“Kau semakin cantik Minmi.”

Ia tersenyum hangat.
Ya. Dia cinta pertamaku. Mungkin ini terdengar berlebihan? Entahlah. Dia sungguh pria idamanku. Tapi aku rasa itu hanya cinta yang kekanak-kanakan. Cinta yang tidak serius. Cinta yang dimiliki anak kecil.

Gomawo.” Aku tersenyum malu.

Tiba-tiba Chan oppa mengacak rambutku dan seperti biasa. Aku meneriakinya. Dan selalu saja ribut kecil dengan oppa ku yang tingginya seperti jerapah ini.

“Luhan oppa, Chan oppa. Aku ke toilet dulu ne?”

Arraseo, bye chagiya.”

“Ya Chanyeol, mwoya? Yang boleh memanggilku chagiya hanya kekasihku saja.”

Namjachingu? Punya saja tidak.”

“YAAAA!”

Sebelum aku memukulnya, ia sudah berlari bersama Luhan oppa entah kemana.

“Minmi. Mian, aku lama.”

Gwenchana Yoonha.”

Sehun POV

Ah jinjja. Yeoja itu menyebalkan sekali. Bisa-bisanya meninjuku di depan teman-temanku dan…
Aku terjatuh.

Memalukan sekali.

Pipi tampanku menjadi lebam seperti ini.

Yeoja gila.

Sebenarnya aku merasa bersalah karena menarik kakinya hingga terjatuh dan….

Hm terlihat celana ketatnya.

Itu sedikit membuat pipiku merah.

Ya! Anni! Aku tidak melihat yang lain. Sungguh.

Dan aku tergoda melihatnya?

Tentu saja tidak.

Mana mungkin aku tertarik melihat yeoja jelek, gendut seperti dia.
Terlebih banyak yeoja cantik juga sexy yang mengejarku juga mengantri untuk aku kencani.

Tapi….

Ah sudahlah.

Author POV

Bel berbunyi tanda pulang.

“Minmi, aku pulang dulu ne? Aku dijemput appa.”

Arraseo. Take care Yoonha!”

Nee!

Minmi berdiri dari tempat duduknya dan tangan itu menahannya.

Hahahaha. Benar juga yang Yoonha katakan. Dia merasa bersalah. Batin Minmi.

Sehun mendekati wajahnya dan membisikkan “Tunggu pembalasanku CHINGU.

Kemudian Sehun meninggalkan Minmi yang berdiri mematung.

“Kita lihat saja nanti. Siapa yang membalas siapa Oh Sehun!”

Minmi berjalan menuju lapangan, dan mobil Audi Sport R8 melaju di depannya.

Kajja. Pulang bersamaku.”

“Hmm. Sekarang kau mengajakku pulang?”

Wae? Shireo?

“Aish. Tentu saja mau oppa.”

Minmi masuk ke dalam mobil oppa-nya. Dia masih tidak menyangka. Ini mobil hasil jerih payahnya selama 3 tahun dalam industri musik.

Yoboseyo?

“….”

Jinjja? Kau sudah di Seoul?”

“…”

“Besok kau masuk sekolah?”

“…”

Arraseo. Aku akan mengadakan party penyambutanmu!”

“…”

“Hanya sesekali. Semua orang merindukanmu.”

Minmi POV

Chan oppa sedang berbicara dengan siapa? Teman lamanya? Atau siapa?
Ah sudahlah bukan urusanku.

Chagiya, bagaimana sekolahmu hari ini?”

Oppa!! Stop memanggilku chagiya. Itu hanya sebutan untuk dan dari kekasihku saja!”

“Tapi kau belum memiliki kekasih. Lagipula apa salahnya oppa-mu sendiri memanggil chagiya?

Shireo oppaaa!

“Hmm, bagaimana perasaanmu setelah bertemu Luhan?”

“Sangat menyenangkan!! Oppa, kapan Luhan oppa ke rumah eo?”

Aigoo, serindu itukah kamu terhadap Luhan?”

“Tentu. Sangat merindukan dia.”

“Aish. Oppa kandungmu saja tidak dirindukan.”

“Tentu aku merindukan Chan oppa.”

Jinjja?!

“Tapi aku lebih merindukan Luhan oppa hahahaha.”

Lalu Chan oppa mengacak rambutku.
Kami sampai di rumah.

Aigooo! Uri Chanyeol-ah”

Eomma memeluk oppa dengan erat. Tentu kami sangat merindukan si pembuat polusi suara ini.

“Chanyeol-ah, ayo kita makan siang. Eomma sudah membuatkan bulgogi pedas kesukaanmu.”

“Ohh jinjja eomma? Aigoo, uri eomma sungguh perhatian terhadap anaknya.”

“Tentu saja.”

Kemudian kami makan siang dengan canda tawa.

Aku sungguh merindukan Chan oppa. Jadi aku memutuskan untuk tidur siang dengannya.

Oppa, apa bekerja di SM menyenangkan?”

“Hmm, apapun akan menyenangkan jika kamu melakukan hobimu.”

“Apa oppa pernah jenuh?”

“Jenuh? Jenuh adalah hal yang wajar. Tapi, jenuh itu akan tergantikan ketika orang-orang menikmati hasil karyamu sendiri.”

Oppa, apakah setiap hari kau melihat artis-artis ternama di sana?”

“Mungkin.”

“Aku ingin bertemu BoA unni. Dia sangat cantik dan jago menari.”

Arraseo. Nanti aku mintakan tanda tangan BoA sunbae.”

“Ah oppa. Selama di apartement, apa oppa tidak kesepian?”

Anni. Oppa bersama 2 sahabat terbaik oppa.”

“Aku tahu oppa tinggal 2 orang. Satu Luhan oppa, dan satu lagi siapa?”

Eomma masuk ke kamar dan melihat kami belum tidur.

“Tidurlah. Istirahat yang cukup. Kalian sudah bersekolah seharian dan pasti sangat lelah. Terutama kamu Minmi. Ini hari pertamamu sekolah. Pasti kamu lelah.”

Arraseo eomma.

Lalu aku menarik selimut dan tidur dalam pelukan Chan oppa.

Luhan POV

Sudah lama tidak bertemu Minmi. Dia tampak cantik sekali. Dia adalah yeoja pertama yang membuatku jatuh hati sampai sekarang. Di umurku yang 18 tahun, aku tetap mencintai yeoja berparas lembut itu. Tidak masuk akal bukan?

Flashback On

“Ah, appo.”

Oppa, gwenchana?

Nuguya?

“Minmi imnida.
Yeoja itu tersenyum lembut. Sungguh menggemaskan.

“Ini plester untukmu oppa. Hati-hati bermain bolanya. Kalahkan Chan oppa! Pasti bisa!”

Gomawo Minmi. Aku Luhan.”
Aku mengulurkan tanganku dan bersalaman dengan putri kecilku ini.

Flashback Off

Kekanakan sekali bukan? Mencintai seorang putri kecil yang berumur 5 tahun dan sampai sekarang aku mencintai dan menunggunya.

Hanya karena luka kecil yang tergores di kakiku, dan plester yang masihku simpan sampai sekarang, membuatku tetap menunggu putri kecil ini sampai sekarang?

Aku tetap menunggunya meskipun 10 tahun telah berlalu. Kehilangan 10 tahun karena kepergiannya ke USA.

Hampir 2 tahun aku selalu bersamanya. Membuatnya tertawa. Membuatnya bahagia. Melindunginya. Menjaganya. Bahkan membahagiakannya lebih dari oppa kandungnya sendiri.

Hanya dengan 2 tahun, aku merasakan ikatan yang begitu kuat terhadap putri kecilku ini. Aku ingin menjaganya sampai kapanpun. Walaupun dia memiliki pria yang akan mengisi hatinya nanti, aku akan tetap berada di sampingnya. Sampai dia menyadari, bahwa hanya akulah yang akan tetap menjaga dia dan selalu ada untuknya.

To be continued
.
.
.
.
.
.

Author’s Note                        :           Kritik dan saran juseyo?^^
Fanfiction ini mengisahkan 3namja dan 1 yeoja. Ya. Sehun, Luhan dan Kai.
Sampai di chapter 2 ini, Kai belum juga muncul. Ditunggu aja ya chingu:p

One thought on “Faith of Love (Chapter 2)”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s