The Magician and The Doll (Prologue)

The Magician and The Doll

The Magician and The Doll

Scriptwriter: @arinnai   ||  Title: The Magician and The Doll  || Main Cast:  Sandara Park, Lee Donghae, Xi Luhan, Kim Hyoyeon || Duration: Chaptered  || Genre: Romance, comedy, school || Rating: PG-13

PROLOGUE

“aku harap ini berjalan sesuai dengan keinginanku, Bommie-ah dengan wajah seperti ini aku tidak mungkin dapat teman banyak” gerutu ku sambil menatap wajah berjerawat ku yang menjijikan di cermin. “kau harus pergi ke dokter kulit Dara-ah, penampilan sangat penting begitu kau masuk SMA” ya mudah untuk Park Bom bilang seperti itu, kulitnya sangat mulus aku saja tak berani menatapnya lama-lama kurasa sebentar lagi aku akan mengimplan kulitnya pada kulit wajahku yang menjijikan ini kekekeke.

Nama ku Sandara Park, yap seperti yang kalian duga besok hari pertama ku menjadi murid SMA! Hari yang kutunggu-tunggu. Kenapa? Karena hari-hari di SMP ku sangat tidak berjalan sesuai dengan keinginanku! Aku sering ditindas karena wajahku yang mengerikan ini, dan lebih parahnya tidak ada satupun lelaki yang menyukai ku, huft padahal memiliki seorang kekasih adalah impian setiap gadis remaja dan jerawat menjijikan ini merenggut semua itu dari ku.

“Dara-ya! Mari ke café baru dekat stasiun, katanya cakenya sangat enak!” ujar Park Bom. “yak tidak usah berpura-pura kau ingin ditemani kencan kan, kali ini dengan siapa babo-ya!” Park Bom selalu memintaku untuk mengantarnya pada kencan pertama, hal itu bertujuan agar bila kencannya gagal aku bisa membuat alasan agar dia bisa keluar dari kencan itu.

“Kau tunggu saja di taman itu jika ada apa apa aku akan mengirim SMS” ujar Park Bom yang langsung berlari menuju sesosok pria tampan yang melambaikan tangannya di depan café tempat mereka janjian. Seandainya aku punya wajah dan badan indah seperti Park Bom, mungkin aku tidak akan se menderita ini huft.

Aku pun berjalan-jalan menyusuri taman di pusat kota sambil memperhatikan ponselku siapa tahu kencan Park Bom gagal jadi aku harus siap siaga. “wah kakak pesulap hebat!” seorang anak kecil di depanku bertriak dan menunjuk seorang pemuda dengan tuxedo hitam dan topi layaknya seorang pesulap, aku pun penasaran dan mencoba melihat aksi apa yang pesulap itu tunjukan.

Ia menunjukan sebuah kotak besar kosong kepada penonton dengan cara memasukan tangannya kedalam kotak besar tersebut dan menarik tangannya kembali untuk membuktikan bahwa kotak besar itu kosong. “hey kau gadis jelek coba kemari!” ujar sang pesulap itu, aku pun mencari-cari kemana ia menunjuk. “hey kamu yang berambut kusut” dan aku yakin panggilan itu hanya untukku karena memang aku lupa menyisir saat pergi kesini, tapi hey! Dia memanggilku jelek bukan? “apa-apaan tadi?!” aku bertriak padanya tapi ia malah menarik tanganku dan menyuruhku maju ke depan.

“para hadirin sekarang saya akan menunjukan aksi sulap paling menakjubkan! Yaitu mengubah gadis jelek ini menjadi cantik layaknya boneka” katanya sambil mengelus-elus rambutku. “pesulap sialan kau terus saja memanggil ku jelek!” aku berusaha bangun dari kursi yang ia sediakan untukku tetapi pesulap itu mendudukan ku kembali dengan paksa.

Pesulap itu memasukan kepalaku kedalam kotak besar kosong tadi karena kotaknya lumayan besar sehingga muat di kepalaku. Pesulap itu seperti membaja mantra yang tidak jelas, akupun tidak bisa melihat karena kepalaku sekarang berada didalam kotak. “bersiaplah untuk melihat boneka tercantik di dunia” ia mengangkat kotak itu dari kepalaku dan semua orang terkejut. Mereka lalu bertepuk tangan padahal aku sendiri tak tahu apa yang ia lakukan pada ku.

“oh iya aku lupa menunjukan wajah baru mu ini silahkan” ia memberiku sebuah cermin dan….. MWOYA?! INI SIAPAA?! “hei apa yang kau lakukan padaku?! Jerawatku hilang, kulitku sangat mulus dan rambutku sangat indah, aku nyaris tidak mengenali diriku sendiri” ujar ku yang masih kagum dengan perubahan yang ia buat pada diriku. “kenapa kau tidak suka?” “tidak suka? Apa kau bercanda! Inilah yang kuinginkan selama hidupku!” aku masih belum melepaskan pandangan ku dari cermin itu.

“wajah itu tidak kuberikan gratis loh” kata-kata barusan membuatku ingin memecahkan cermin yang ada di tangan ku saat ini, aku tak percaya dia meminta imbalan. “a-apa mau mu?” “aku mau kau menjadi asisten pesulapku” ujarnya. Asisten pesulap? Jujur saja aku bukan penggemar sulap karena yang mereka lakukan hanyalah menipu orang banyak demi meraup keuntungan. “andwe, aku tidak ingin menjadi asisten mu” aku menolak keras permintaannya, “okay wajah cantik mu akan ku cabut kembali” aku langsung membalikan badan dan menutup wajahku “o-oke aku akan menjadi asistenmu dan biarkan aku memiliki wajah cantik” ujar ku padanya.

Pesulap itu membuka topinya dan sekarang wajahnya terlihat jelas. Tak kusangka wajahnya sangat tampan untuk ukuran pesulap dan sangat muda. “Lee Donghae imnida, siapa namamu?” ya benar dia menanyakannya juga setelah memanggilku dengan sebutan ‘jelek’ berulang-ulang kali. “Sandara Park imnida” ia menjabat tangan ku. “sekarang kita mulai untuk membicarakan jadwal sulap ku, karena aku masih SMA jadi aku hanya melakukan sulap setiap sore di taman ini” sudah ku duga pria ini masih SMA. “lalu apa yang harus kulakukan?” “sepulang sekolah kau harus mengambil beberapa barang di apartemenku sebelum jam 4 nanti akan ku SMS alamatnya setelah kita bertukar nomor” ujarnya sambil mengambil ponsel yang ada di tangan ku lalu menambahkannya sebagai kontak.

“oh iya, Sandara-sshi” panggilnya

“iya?”

“cobalah untuk berdandan seperti boneka”  ia mengedipkan sebelah matanya pada ku

Mwoya kenapa hidupku jadi seperti ini, eomma aku tidak ingin terlibat dengan pesulap bodoh itu!!!!

 

-END PROLOGUE-

6 thoughts on “The Magician and The Doll (Prologue)”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s