Grey Eyes (Part 6)

Grey Eyes

———————————————————————————-

Title: ♥Grey Eyes♥

Scriptwriter:♥Rhym♥

Main cast:

♥ Oh Ji Hyeon (OC) ♥ Kris (EXO) ♥ Kim Jong In (EXO) ♥ Do Kyung Soo (EXO) ♥ Lee Donghae (SuJu) ♥ Oh Sehun (EXO) ♥ Park Ji Min (BTS) ♥ Park So Jin (Girls Day)

Another Cast:

♥ Shindong (SuJu) ♥ Song Ji Eun (Secret) ♥ Kim Seol Hyun (AOA) ♥ Song Seung Hyun (F.T.Island) ♥ Key (SHINee) ♥ Yuri (SNSD)

Genre: Romance. Angst. Fantasy. Crack. Sad. Tragedy

Rating: ♥PG –13

Duration: ♥Series Story. Chap 6 / ?

Previous part: 1 // 5

//////

Ada yang tak biasa dari mata abu-abu pria itu. Tapi entah kapan Oh Ji Hyun bisa tahu ‘apa itu?’. Selama ini yang ia tahu, mata itu yang membuat waktunya beku. Benar! Ada yang tak biasa mata abu-abu Kim Jong In! Sedikit demi sedikit Ji Hyun tahu arti warna pada mata itu. Kris, pria asing yang baru muncul menoreh namanya pada hidup Ji Hyun, tahu semua rahasia kelabu itu. Rahasia kelabu seorang Kim Jong In. tapi mengapa Kris tahu. Untaian kusut rahasia itupun membuat hidup Ji Hyun terjebak pada dimensi paling kelabu, paling tak teraba dan mungkin antara ada dan tidak ada. Satuan sensasi gelap dan terang dalam ketegangan, aksi, dan gelintir rasa cinta.

////

———————————————————————————-

Selama ini aku selalu bertanya, mengapa seorang malaikat maut mendampingiku dari aku kecil hingga sebesar ini? Apa itu normal? Apa semua orang punya? Kalau itu tidak normal, lalu kenapa Jong In datang di hidupku? Dan semua itu terjawab dengan jawaban dari Kris.

 

“ Ne. Semua malaikat maut yang berasal dari roh manusia yang berlumur dosa akan diberi kesempatan untuk ber-reinkarnasi dengan syarat … Dia harus membuat orang yang menjadi teman manusianya untuk bisa membunuh dirinya sendiri pada tanggal 12 Desember. Kamu jelas targetnya.”

Buku-buku jariku membeku. Benarkah itu? Jong In ingin umurku?

Tapi … Kenapa Kris bisa tahu hal itu? Apa dia juga punya malaikat maut pendamping sepertiku?

disclaimer : all of the characters in here are belongs to God and his/her family. If there is a similarity of the plot, weird storyline, typo(s) and etc, i’m sorry~ i’m still an amateur. It’s pure beyond my imagination. Don’t be SiDer, Ok~

—♥♥♥—

<Author POV>

Lagi-lagi trio itu berulah. Kris kembali mendapati Ji Hyeon dicegat oleh Ji Min, Seung Hyun dan Key.

“ Tugas keduamu kali ini adalah …” Ji Min menghentikan kalimatnya. Key membuat efek suara drum dan …

“ JAJANG!” teriak Seung Hyun. Ji Min memberikan tiket Lotte World pada Ji Hyeon.

Kris mengucek-ngucek matanya. Apa dia tak salah lihat? Kenapa tiba-tiba trio itu baik.

“ Apa maksud kalian?” bingung Ji Hyeon.

“ Kau tahu kan, kalau aku ini pria sejati. Aku meminta maaf untuk semua hal yang kulakukan kemarin-kemarin. Toh, itu juga karena kamu sok jual mahal ke aku. Aku hanya memberikan sedikit ‘Lesson’ untukmu. Sekarang aku menggantinya dengan tiket Lotte World. Ingat! Hari minggu jam 3. Aku tidak ingin kau telat untuk kencan pertama kita,” jelas Ji Min menatap Ji Hyeon dengan mata berbinar.

Ji Hyeon diam menatap lembaran tiket itu.

“ Jangan coba untuk tidak datang! Karena … Hukuman ‘itu’ masih dan akan selalu berlaku jika kamu menentang Ji Min,” ancam Seung Hyun. Ji Hyun mengerti sekali apa yang dimaksud ‘itu’ oleh Seung Hyun.

“ Hya~ Seung Hyun-ah! Jangan horror begitu. Bagaimanapun dia sudah resmi jadi pacarku. Iya kan jagi?” ucap Ji Min dengan tatapan yang memaksa Ji Hyeon untuk mengangguk lemah.

“ Kajja! Noraebangikayo~” ajak Key sambil berlari mendahului dua temannya.

Tak lama setelah 3 orang itu lenyap di ujung lorong, Ji Hyeon menghembuskan napas beratnya.

“ Otokheyo~” ucapnya.

Ia berjalan gontai. Kris keluar dari dinding tempat ia bersembunyi sedari tadi. Namun ia lupa sesuatu. Ia mundur kembali ke tiang yang ia tinggalkan dan mengaktifkan mata kelabunya. Benar saja ! Jong In terlihat tak jauh darinya. Jong In memandang Ji Hyeon dengan pandangan tak biasa.

“ Hya! Oh Ji Hyeon!” panggil seseorang dari belakang. Kris semakin siaga dan bersembunyi sebaik yang ia bisa.

Ia melirik sedikit siapa yang memanggil Ji Hyeon. So Jin! Ada urusan apa So Jin memanggil Ji Hyeon dengan suara berapi-api begitu.

“ Cewek ini lagi~” gerutu Jong In melihat sinis gaya berjalan So Jin dan tiga teman ceweknya.

“ Kamu pikir kamu siapa hah?” umpat So Jin sambil meraih kerah Ji Hyeon. Ji Hyeon mendorong kesal tubuh So Jin dan membuatnya terjatuh. Teman se-gengnya, Yura, langsung menampar pipi Ji Hyeon keras. Sangking kerasnya tamparan cewek itu, kini pipi ji Hyeon merah nyala.

“ Cewek sialan!” umpat Jong In dan membuat tubuh keempat gadis itu terpental dan terseret lantai keramik.

“ Bodoh! Apa yang dia lakukan?” hardik Kris melihat perbuatan Jong In.

Kris tak bisa apa-apa. Apa mungkin Jong In belum tahu akibatnya jika ia menggunakan kekuatannya? Tapi … Kenapa Jong In mau menolong Ji Hyeon? Toh nantinya dia juga harus membuat bagaimanapun caranya Ji Hyeon mati. Apa mungkin Jong In…

“ Kamu reinkarnasi malaikat maut, kan?” bisik suara di belakang kris. Tanpa menoleh pun Kris tahu bisikan siapa itu. KIM JONG IN!

<Ji HyeonPOV>

“ Jangan dekati aku lagi!” marahku pada Jong In. Cowok itu tampak terperanjat maksimal.

“ Waeyo? PMS?”

Aku diam tak menanggapinya dan sibuk mengerjakan tugas Fisika Ji Min, Seung Hyun dan Key.

“ Sejak kapan kamu bodoh begini? Mau saja disuruh ini-itu dengan trio itu.”

Aku tetap diam tak menanggapinya.

“ Kamu seperti bukan Ji Hyeon yang kukenal.”

Bukan Ji Hyeon yang kukenal?

“ Memangnya untuk apa malaikat maut sepertimu mengenalku?”

Dia diam. Tentu saja! Ini pasti salah satu pertanyaan yang ia tidak bisa jawab.

“Jong In -a! Aku terus jujur padamu. Tentang teman-temanku, Oppaku, Nenekku, bahkan tentang perasaanku pada Donghae Oppa. Tapi banyak hal kan yang kamu sembunyikan ke aku.”

Jong In kini duduk di tepi ranjang.

“ Baiklah! Aku akan menjawab semua pertanyaanmu. Memangnya apa? Kapan matimu?”

Aku diam meredam nada emosi yang seperti akan termuntahkan dari mulutku. Kau harus mengutarakan ini dengan baik Ji Hyeon-ah~!

“ Kenapa kamu datang ke kehidupanku? Apa demi reinkarnasi?”

BANG! Pertanyaan itu seperti tertembak tepat sasaran. Ia diam dengan pijaran pupil abu-abu yang tak biasa. Ia teka pernah terlihat seterkejut ini sebelumnya.

“ Apa demi reinkarnasi?” ulangku lebih keras.

“ Kamu diberitahu anak baru di kelasmu itu kan?” tanya Jong In dengan pijaran bola mata kelabu yang tegas.

“ Jawab saja iya atau tidak!” pintaku mulai bersuara serak.

“ IYA!” jawabnya kemudian lenyap.

Ada yang terasa pilu di dadaku. Aku merasa seperti dikhianati. Sakit. Begitu sakit.

TES! Air mataku tak kuasa kini turun membanjiri pipiku. Waeyo Jong In? Aku kira kamu adalah hadiah dari Tuhan untuk meringankan beban kesepianku. Wae … Waeyo?

—♥♥♥—

Dia sama sekali tidak ada lagi muncul selama 3 hari ini. Waeyo? Meski aku tak pernah melihat sosoknya akhir-akhir ini, terkadang aku masih bisa mendengar senandungnya. Dan dengan bodohnya aku mencari-cari asal senandung itu sampai pulang telat ke rumah dan dimarahi Sehun Oppa. Dia membuatku begini kacau.

“ Hya~ Kamu sekarang sering melamun Ji Hyeon-ah! Apa ada masalah?” bisik Yuri tanpa memandangku. Ia sibuk melihat papan tulis yang kian penuh oleh rumus turunan yang ditulis Ji Eun sonsaengnim.

“ Ani~ Geunyang …” TUK! Gumpalan kertas jatuh tepat di mejaku. Did you know paper? Aku langsung menghalaunya ke meja Yuri. Yuri langsung membuka gumpalan itu dengan wajah sumringah.. Tak lama senyumnya pudar.

“ Jangan bilang kamu murung gara-gara ini,” ucap Yuri sambil memperlihatkan isi gulungan tadi.

“ JANGAN MENGAMBIL JI MIN-KU, JI HYEON KEPARAT! By : kamu tahu ajalah!” tertulis dengan tinta merah nyala.

“ Nugu?” tanya Yuri.

“ Perhatikan saja penjelasan Ji Eun sonsaengnim. Nanti malah kita yang disuruh mengerjakan soal di depan,” ucapku kembali menghadap ke papan tulis. Meski pandanganku ke depan, namun fokusku berhamburan.

Satu-persatu masalah saling tindih-menindih Jong In yang hendak menjadikanku tumbal reinkarnasinya, Ji Min yang mengajakku kencan dan terus mengancamku dan yang terbaru So Jin tiba-tiba memusuhiku. Ada apa sebenarnya dengan garis takdirku?

TUK! Kembali kudapati gumpalan kertas jatuh tepat di atas mejaku. Kali ini, aku tidak menghalaunya namun langsung membukanya dan membacanya dengan mata kepalaku sendiri.

“ Berapa nomor HP mu? Ada hal penting yang ingin kubicarakan denganmu. By : Kris (note : cepat balas!)”

“ Bisakah aku juga membaca surat itu Ji Hyun?” tanya Ji Eun sonsaengnim yang entah sejak kapan berdiri di sampingku.

Aku menoleh ke arah Yuri dan memandangnya dengan kode, “ kenapa tidak memberitahuku kalau sonsaengnim ke sini?”

“ Apa ini? Dari kris? Minta nomor HP untuk membicarakan hal penting?”

Satu kelas bersorak-sorai.

“ Hal penting apa Kris?” goda Ji Eun Songsaengnim.

Tiba-tiba satu kelas ramai berteriak, “ tembak! Tembak! Tembak!”

“ Tenang semua!” teriak Ji Eun sonsaengnim berusaha menurunkan euforia yang tiba-tiba memenuhi kelas.

 —♥♥♥—

Istirahat tiba. Aku mengeluarkan kotak makanku di saat kelas mulai sepi. Biasanya anak-anak kelas akan langsung hilang menuju kantin ataupun taman sekolah, namun beberapa anak cewek masih bertahan di kelas.

“ Hya! Kau benar-benar playgirl ya?” cemooh So Jin yang tiba-tiba mendatangi mejaku dengan langkah angkuhnya.

“ Apa maksudmu hah?” tanyaku kesal.

“ Jangan sok polos deh! Jelas-jelas kamu itu … Ada sesuatu dengan Ji Min tapi sekarang kamu malah menjalin hubungan rahasia dengan Kris. Maumu apa?”

“ Kamu yang mau apa? Aku dan Ji Min tidak ada apa-apa. Dan Kris … Ayolah ~ dia cuma minta nomor. Salah?” hardikku lalu mengemas kembali kotak makanku. Nafsu makanku benar-benar lenyap seketika.

“ Ini! Kalau kamu memang suka dengan Ji Min, kamu sajalah yang pergi dengannya ke Lotte World,” ucapku sambil berlalu meninggalkannya..

Ji Min muncul di pintu dan membalik badanku.

“ Ada yang mencuri tiketmu, jagi?” ucap Ji Min.

Jagi? Baru saja aku ingin protes. Aku seketika ingat janjiku untuk menjadi budaknya. Budak harus menuruti apapun omongan tuannya bukan?

“ So Jin-ah! Kembalikan tiket itu,” pinta Ji Min sambil menadahkan tangannya.

“ Tapi dia yang memberikannya padaku.”

Ji Min menarik kasar tiket itu lalu memberikannya balik padaku.

“ Ini tiketmu! Jangan berikan kepada orang lain, arachi?” ucapnya lalu menepuk poniku pelan. So Jin menatapku dengan mata merah berkaca.

So Jin pergi begitupun Ji Min. Tinggalah aku sendiri. Kupandangi tiket Lotte world di tanganku dan menghembuskan napas berat.

“ Ji Hyun!” panggil seseorang di belakangku, Kris.

“ Maaf soal yang tadi, aku hanya ingin bertanya sedikit tentang Jong In. Apa dia …”

“ Sms-an aja ya Kris! Mana Hp mu?’ pintaku dengan intonasi lemas. Aku tak ingin menambah hancur hariku dengan membahas nama itu lagi. Toh sepertinya ia pergi dan tak ingin kembali.

—♥♥♥—

Hari minggu telah tiba. Meski aku pergi untuk kencan bohongan ke Lotte World ini entah mengapa dadaku terasa begitu exited. Aku sudah lama tidak ke taman hiburan. Dan akhirnya hal itu tercapai meski … Ah~ andai orang yang kini bersamaku adalah Donghae Oppa.

Aku diam. Benarkah itu, Ji Hyeon? Apa kamu yakin yang kamu inginkan itu Donghae Oppa? Aku bahkan tak lagi sempat memperhatikannya di kedai demi memikirkan keberadaan Jong In.

AGH! Masa bodo!

Akupun bergegas menuju tempat dimana Jimin (katanya) menungguku.

“ Wow! Kamu sepertinya niat banget untuk kencan pertama kita ini,” ucap Ji Min mendatangiku bersama Seung Hyun dan Key. Kukira dia akan datang sendirian ke sini.

“ Padahal …” Key terkikik. Seung Hyun tampak menyikut Key.

“ Ah … Sayang sekali. Aku lagi engga mood untuk berkencan. Aku lagi mood mencari uang,” ucap Ji Min.

Mencari uang? Apa maksudnya?

“ Dimana orangnya?” tanya bapak-bapak yang menghampiri Ji Min.

“ Ini dia cewek yang saya tawarkan untuk menggantikan bapak jadi penjual balon.”

MWORAGO? Penjual balom?

“ Ah. Ne! Khamsahamnida. Ini kostumnya!” ucap ahjussi tadi menyerahkanku setumpuk kostum kain berat berbentuk kelinci berwarna hot pink.

“ Kamu baru boleh pulang setelah semua balon ini terjual, ara?”

Dia …

Ah! Kata-kata kutukan paling terkutukpun tak akan bisa mewakili betapa kesalnya aku kini. Aku melihat tampilanku. Bodoh! Kenapa aku niat banget milih baju tadi kalau akhirnya jadi begini. Karena aku budak, aku harus turuti maunya. Aku harus ke toilet melepas setelan kebangganku menjadi si kelinci pink tolol ini.

Baru beberapa langkah menuju toilet, sebuah suara mengacaukan langkahku.

DOR!. Letusan apa ini?

DOR! Letusan itu makin dekat dan …

TO Be Continue

Eya~ TBC cingu~ Nantikan sambungannya ya! J

_Rhym_

3 thoughts on “Grey Eyes (Part 6)”

  1. Jong in niatnya jelek ah
    Dan lagi kris yg bunuh jong in?
    Biar jadi manusia?
    Jinjja?

    Ah jimin, gw kira lu beneran baik
    Nyatanya
    Semua palsu

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s