[Vignette] Just Be With Me

Just Be With Me

Title: Just be with me.

Scriptwriter: iYERi(@lucif_)

Main Cast: Kim Taehyung , Shin Jung In

Support Cast: Jeon Jungkook

Genre: Romance

Duration: Vignette (±2700 words)

Rating: PG-13

Summary; Ketika aku terjebak dalam patah hati yang berkelanjutan , pria itu datang menghampiriku , mampukah aku bangkit dari masa laluku?..

Shin Jung In POV

“Yak , apa yang kau lakukan!” bentakku

“Mwo? Aku hanya membantumu membawa belanjaanmu , kenapa kau sampai membentakku begitu? Harusnya, kau berterima kasih padaku”

“Aku tidak pernah memintamu membantuku. Dan aku tidak butuh bantuanmu!”

“Aku tidak akan membiarkan seorang gadis cantik terlihat payah karena mengangkut ̶  “s ebelum pria itu menyelesaikan kalimatnya aku segera menarik kantong belanjaanku yang sempat diambilnya dan berlari sekuat tenaga.

“Yak yak Shin Jung In. Aish.”

              Seperti panggilan pria itu kepadaku tadi , namaku Shin Jung In , aku salah seorang siswi beasiswa di Gangnam Senior High School , dan pria tadi bernama Kim Taehyung. Dia sudah mulai mengusikku sejak hari pertamaku di sekolah, aku tidak tahu apa yang membuat dia mengusikku, dan aku juga tidak ingin tahu, mungkin dia mendapat tantangan dari temannya untuk menaklukanku , entahlah , aku tidak merasa itu penting untuk kupikirkan.  “Ah. Sebaiknya aku segera tiba dirumah. Angin di luar terlalu kencang” bisikku.

Kim Taehyung POV

“Aish. Yeoja itu benar-benar. Argh. Apa dia tidak bias membiarkanku sekali saja? Kenapa aku selalu terlihat bodoh di depannya?Aish. Bisa gila aku karena gadis ituu”

“Yak.Kau kenapa mengoceh sendiri?”

“Ah Jin hyung. Aku juga bingung dengan diriku sendiri, hyung.” Ucapku pada kakak tertuaku.

Aku anak terakhir di keluargaku. Kim Seokjin, kakak pertamaku, tampan, ramah dan baik,mungkin jika aku yeoja , aku juga akan tertarik pada kakakku yang satu ini. Kim Namjoon, kakak keduaku memiliki otak yang pintar , lesung pipi saat ia tersenyum , dan bertanggung jawab. Kedua orangtuaku sering meninggalkan kami karena urusan bisnis, selama orangtuaku tidak dirumah kedua kakakku lah yang mengurusku.

“Kau sakit?” Tanyanya sambil memegang dahiku.

“Aniya hyung. Hyung , apa aku terlihat semenyebalkan itu?”

“Hei. Apa yang kau bicarakan?”

“Aku tahu aku mungkin bukan anak yang pintar seperti Namjoon hyung, atau setampan dirimu, aku juga ga pernah serius di semua hal, jail , suka bertindak bodoh, terburu-buru , tapi apakah sifatkuku seburuk itu?”

“….”

“Hyung, malhaebwa (katakan padaku)

Tae-ya, kau memang seperti yang kausebutkan , tetapi kau juga memiliki kelebihan , kau sudah sabuk hitam taekwondo kan? Kau juga berprestasi di bidang olahraga. Semua orang punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kau tidak boleh hanya melihat kelebihan seseorang, kau juga harus melihat kekurangannya , begitu juga sebaliknya. Arrachi (Mengerti) ? ”

“Arraseo (Mengerti) Hyung”

“Tapi, kenapa kau tib-tiba bertanya seperti itu? Ada sesuatu yang tidak kuketahui?”

“Ah. Aniya hyung. Geunyangg.. (hanya). Aku akan memberitahumu di saat yang tepat”

“Arraseo Tae-yaa. Apapun itu , Fighting (semangat)

“huffttt.”

Author POV      

              “Taehyungie annyeong.” “Taehyung Oppa annyeong” “Good morning , Oppa” Terdengar banyak sapaan hangat saat Taehyung baru turun dari mobilnya.

Taehyung hanya membalas sapaan mereka dengan senyum manisnya. Sesaat sebelum ia memasuki halaman sekolah , matanya menangkap sesosok tubuh Shin Jung In di depan gerbang sekolah. Gadis itu terlihat seperti biasanya dengan rambut dikuncir kuda dan sedang berjalan sambil membaca buku setebal 500 halaman. Taehyung segera berlari menghampirinya karena takut kebiasaan buruk gadis itu akan membuatnya terluka. Dan benar saja , sedetik sebelum Taehyung menarik buku yang dibaca gadis itu , seseorang menabrak tubuh gadis itu dengan’sangat’ keras. Shin Jung In jatuh dengan lutut dan siku kanannya mencium tanah. Mata Taehyung membulat saat luka di lutut dan siku kanan Jung In mengeluarkan darah. Sepersekian detik sebelum Taehyung mengulurkan tangannya sebuah tangan terulur ke hadapan Jung In. Sambil sedikit meringis Jung In segera menerima uluran tangan tersebut untuk membantunya berdiri. Shin Jung In baru saja ingin mengeluarkan makiannya, tetapi saat melihat siapa yang menabraknya , Shin Jung In hanya bisa terdiam. Dia Cinta Pertama Jung In semasa SMP. Seseorang yang juga merubahnya menjadi gadis yang dingin dan pendiam. Mengapa dia bisa ada disini? Apa tidak puas dia meninggalkan rasa sakit di hati Jung In?

-Flashback-

              Baru saja Shin Jung In memasuki halaman sekolah barunya , ia sudah tertabrak oleh seseorang yang mungkin adalah kakak kelasnya , jangankan minta maaf atau membantunya berdiri, bahkan menolehpun tidak , ia berlalu tanpa menghiraukan Shin Jung In yang tergeletak di tanah dengan kondisi yang mengenaskan. Saat ingin mencoba untuk berdiri , tiba-tiba sebuah tangan terulur ingin membantunya. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia segera mengulurkan tangannya dan saat mtanya bertemu mata sang pemilik tangan, jantungnya berdebar tidak karuan sampai rasanya mungkin pria itu akan mendengarnya. Pria tersebut sangat-sangat-sangat tampan , manis , dan terlihat imut disaat bersamaan. Saat menyadari pakaian pria tersebut , Jung In menyadari bahwa mereka sama-sama murid baru disitu.

“Kau tidak apa-apa?” Dia berkata dengan menunjukkan senyumnya yang menurut Jung In saat itu sangat-sangat manis.

“Ne. Khamsahabnida (Terimakasih Formal)” Jawab Jung In berusaha setenang mungkin.

“Hei kalian yang disana. Kemarilah.” Sesaat sebelum pria itu meninggalkan Jung In dengan sebuah senyum yang sangat-sangat-sangat manis , Jung In sempat menangkap nama yang tertera pada Name Tag pria tersebut. Jeon JungKook. Ya , dan sejak hari itu Shin Jung In adalah seorang penggemar rahasia seorang Jeon JungKook.

-4minggu kemudian-

                             Saat Jung In hendak membalikkan badan setelah selesai meletakkan seragam olahraganya di loker , seseorang menariknya dan membawanya ke tengah lapangan. Jung In tidak dapat melihat wajah orang yang menariknya karena orang itu terus berjalan ke depan sedangkan dengan posisi Jung In yang sedikit miring rasanya tidak mungkin untuk dapat melihat siapa yang menariknya saat ini. Jung In sedikit terkejut saat orang itu menariknya ke tengah lapangan , tempat dimana semua murid sedang berkumpul. Jung In adalah siswi yang biasa saja , prestasinya tidak seberapa karena ia jarang belajar sebagian waktunya ia gunakan membantu orangtuanya berjualan di pasar, wajahnya dihiasi oleh kacamata bulat yang tebal dan rambut yang selalu dikepang dua dengan rok di bawah lutut dan kardigan kumal yang membuatnya terlihat sangat-sangat-sangat culun.

“Hei teman-teman lihatlah siburuk rupa ini adalah penggemar rahasia seorang Jeon JungKook.-“ Orang itu (yang baru disadari Jung In adalah seorang wanita) menghentikan kata-katanya sambil menatap sinis Shin Jung In , Jung In hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah karena omongan yang keluar dari mulut wanita itu sangat menyakitkan baginya. Wanita itu melanjutkan kata-katanya “Yakk. Jeon JungKook, apa kau menolak Jung Hye Min hanya karena gadis buruk rupa ini eoh? Kau tahu , ia menangis semalaman di rumahku , sebenarnya apa yang kau lihat dari gadis buruk rupa ini eoh? Mukanya? Oh ayolah , Jung Hye Min sangat jauh lebih cantik daripada dia. Kepintarannya? Oh ayolah , dia hanya gadis dengan peringkat terakhir di kelas kita. Mungkinkah tubuhnya? Ah aniyaa… Tubuh Jung Hye Min bahkan lebih bagus dan berisi daripada si buruk rupa ini , apa yang kau lihat Jeon JungKook?” Setelah wanita itu menyelesaikan kalimatnya , Shin Jung In sungguh ingin berlari dan menghempaskan tubuhnya ke jurang paling dalam di bumi, ayolah, siapa yang tidak terhina dengan kata-kata yang diucapkan wanita itu?

Jeon JungKook ‘yang menjadi masalah utama dalam permasalahan itu” angkat bicara, “Aku tidak pernah menyukai gadis buruk rupa ini sedikitpun. Melihatnya saja tidak pernah, dan aku menolak sahabatmu Jung Ye Nim atau apalah itu karena ia terlalu berlebihan dalam segala hal , make up yang menor , sepatu high heels untuk kesekolah , sangat tidak memenuhi tipeku. Aku menyukai wanita yang Glamour bukan yang buruk rupa ataupun berlebihan. Dan kau , Jung Shin In atau siapalah namamu , jangan pernah berharap aku akan melihatmu.” Setelah menyelesaikan permasalahan yang baginya tidak penting itu ia segera berlalu diikuti Genk yang selalu setia bersamanya. Tepat setelah Jeon JungKook pergi , semua murid disana ikut meninggalkan lapangan karena bunyi bel yang nyaring. Hanya tersisa Shin Jung In di lapangan yang luas itu , ia tidak bisa menahan tangisnya lagi , seorang pria yang dibangga-banggakannya , yang ia anggap menerimanya apa adanya ternyata sama dengan semua teman sekelasnya. Dan sejak hari itu , Shin Jung In melewati hari-harinya dengan kata-kata kasar dan ejekan semua murid di sekolahnya.

Shin Jung In POV

“Jeon Jungkook.” Bisikku pelan. Sialnya , Jungkook mendengarnya.

“Kau mengenalku nona? Wah. Daebak. Belum satu hari aku disini sudah ada yang mengenalku. Apa kau salah satu penggemarku di SNS nona?” Aku membelalakkan mataku , ternyata dia tidak mengenaliku. Baru saja mulutku terbuka hendak menjawab bahwa aku adalah orang yang sama dengan orang yang 4 tahun lalu selalu dibully olehnya, aku merasa bahwa kakiku tidak menapak di tanah, sesaat aku merasa terbang , walaupun kenyataannya Taehyung sedang menggendongku dalam dekapannya. Tunggu , TAEHYUNG?!.

“Yak. Apa-apaan kau inii???!!! Turunkan aku sekarangg.” Rontaku sekuat tenaga.

“Diamlah. Aku akan membawamu ke UKS sebelum kau pingsan kehabisan darah.” Sahutnya sambil tetap berjalan. Seketika aku teringat bahwa lutut dan sikuku terluka karena mencium halaman sekolahku, “astaga, bagaimana aku bisa melupakannya,” rutukku dalam hati. Saat mendongak , yang terlihat adalah wajah Taehyung yang sangat tampan dalam jarak sedekat ini. ASTAGA. Apa baru saja aku mengatakan bahwa ia TAMPAN?. Sial. Kenapa jantungku berdebar sekecang ini? Siapapun tolong hentikan , aku tidak mau tersakiti untuk kedua kalinya.

Kim Taehyung POV

              Hei! Apa ini?! Kulihat ia hanya bisa terpaku saat memandang wajah seseorang yang baru saja menabraknya , hei. Dia bodoh atau apa sih? Orang itu menabraknya , harusnya ia memakinya seperti ia memakiku biasanya. Apa mataku salah lihat? Saat kudengar ia memanggil lirih sebuah nama , aku segera menolehkan kepalaku untuk mengamati ekspresinya. Sesaat setelah lelaki itu bicara , aku segera menggendong Shin Jung In dalam dekapanku. Aku hanya tidak ingin gadis yang sudah kuperjuangkan selama 2tahun belakangan ini akan direbut oleh lelaki itu. Argh, memikirkannya saja sudah membuatku kesal.Aku tersadar dari pikiranku saat dia meronta dari dekapanku.

 “Yak. Apa-apaan kau inii???!!! Turunkan aku sekarangg.” Rontanya.

“Diamlah. Aku akan membawamu ke UKS sebelum kau pingsan kehabisan darah.” Jawabku tenang. Karena selamanya tenaga seorang wanita tidak akan melbihi kekuatan seorang pria. Setelah mendengar jawabanku ia terdiam. Apa ini nyata? Bagaimana dia bisa terdiam seperti itu? Padahal biasanya , jika aku membawakan barangnya saja dia sudah mengomel dan memakiku. Tahu begini aku menggendongnya dari dulu. Dan aku sudah membuat keputusan terbesar selama 18 tahun hidupku.

Jeon Jung Kook POV

              “Jeon Jungkook.” Bisiknya pelan , lebih terdengar seperti bisikan , namun aku masih bisa mendengarnya.

“Kau mengenalku nona? Wah. Daebak. Belum satu hari aku disini sudah ada yang mengenalku. Apa kau salah satu penggemarku di SNS nona?” Kulihat ia membelalakkan matanya mungkin terkejut dengan jawabnku yang ‘sedikit’ terlalu percaya diri. Sepertinya aku pernah melihat gadis ini sebelumnya , tapi dimana? Mungkinkah dia gadis yang kupermalukan didepan umum empat tahun yang lalu? Ah tidak mungkin , gadis 4tahun lalu itu jelek , berkacamata tebal , badannya juga tidak sebagus gadis itu , dan gadis jelek 4 tahun lalu itu menyukaiku , sifatnya juga ramah , setidaknya sebelum kupermalukan di depan umum. Yah, aku tahu , ia dijauhi oleh teman-temannya sejak aku mempermalukannya , aku sebenarnya ingin meminta maaf , tapi sepertinya rasa gengsiku lebih besar daripada rasa kasihanku padanya.Tetapi gadis yang barusan ini , meskipun memiliki badan yang sangat bagus , ia juga dingin , bahkan ia terlihat pintar , dan tidak menggunakan kacamata tebal , tapi mata gadis itu sama persis dengan mata gadis jelek 4tahun lalu. Mungkinkah mereka gadis yang sama?

Shin Jung In POV

              Aku sadar bahwa banyak gadis yang melirikku dengan tatapan tajam mereka. Ya , ya , ya , aku paham mereka menyuruhku segera turun dari gendongan seorang Kim Taehyung, Idola di sekolahku. AIsh. Bagaimana bisa anak ini menanggapi tatapan mata mereka dengan santai seperti ini. “Auw.” Jeritku. Ah. Jadi ini sudah sampai di UKS, tapi kulihat belum ada dokter yang berjaga di sini , jadi yang mengobatiku …, “Yak apa-apaan kau ini” Seruku sambil mendorongnya menjauh dari lukaku.

“Baru saja kau diam , kukira diammu adalah tandamu mengijnkanku untuk mengobatimu , ternyata bukan ya” jawabnya dengam wajah murung. Ah kenapa aku menjadi merasa bersalah seperti ini?

“Baiklah , kau saja yang mengobati lukaku , sepertinya mereka juga belum datang.” Kata-kata itu keluar dari mulutku tanpa seijinku. Aish. Bagaimana ini. Kulihat ia mengobati lukaku sambil tersenyum, senyumnya, ah lihatlah , jadi ini yang membuatnya begitu digemari oleh para wanita? Senyumnya yang sangat manis , menampilkan wajah dewasa dan imutnya di saat yang bersamaan , apakah aku sudah jatuh hati padanya? Ah. Saat menyebut kata jatuh hati , kenangan buruk dengan Jeon JungKook membuatku menghela nafas berat , sepertinya aku terlalu takut untuk memulai kisah cinta yang baru. Saat aku tersadar dari pikiranku , kulihat ia sudah selesai mengobati lukaku, segera kutepis tangannya dan berjalan keluar UKS setelah mengucapkan terimakasih. “Shin Jung In” Panggilnya. Aku memaksakan diriku untuk terus berjalan walau hatiku ingin aku berbalik dan menjawab panggilannya. “Shin Jung In , Saranghae. Kenapa kau tidak pernah melihatku?” Ia berseru sedetik sebelum aku membuka pintu UKS. DEG! Apa itu? Tanpa kusadari aku terdiam di tempatku berdiri. Saat aku menolehkan wajahku, terasa sebuah material lembut menyapa bibirku ,sekedar menyentuh , Ciuman Pertamaku. Ia melepaskan bibirnya sebelum aku mendapatkan kembali kesadaranku. Begitu kesadaranku kembali , aku hanya dapat melihat punggungnya yang berjalan menjauh dariku. Seseorang menepuk bahuku, membuat pikiranku yang sebelumnya melayang-layang kembali.

Jeon JungKook POV

Ah. Kebetulan sekali , saat aku sedang bosan di kelas dan meminta ijin keluar kelas , aku malah bertemu dengan gadis itu. Shin Jung In. Aku sudah mengingat kejadian 4tahun yang lalu dan aku yakin mereka dalah orang yang sama walau gadis itu sudah berubah dari terakhir kali yang kuingat. Kutepuk bahunya , gadis itu sepertinya baru saja melamun.“Hei! Kau gadis jelek yang kupermalukan 4 tahun lalu bukan?” Kulihat ia terkejut dengan sapaanku yang memanggilnya gadis jelek, “Ahahaha, kau memang gadis yang sama dengan gadis 4tahun lalu yang tidak bisa menutupi perasaanmu, aku benarkan? Yak! Kenapa kau disini saat jam pelajara, dengan wajah yang murung? Hei! Berbahagialah gadis jelek! Masa hanya karena aku menolakmu itu mengakibatkan sakit hati sampai tidak ingin jatuh cinta lagi? Hei! Itu sudah 4tahun lalu,kau mau hidup selamanya dalam bayangan masa lalumu? Sadarlah! Kejar mimpimu. Masa depanmu masih panjang .. – “ Ia berlari sebelum aku menyelesaikan kalimatku “Yak ! Aku belum selesai berbicara. Aish. Semoga bahagiaa Gadis Jelek!:D” Kini tidak ada lagi rasa bersalah yang tersisa padaku.

Kim Taehyung POV

              Aku baru saja mengakui perasaanku padanya. Aku segera pergi sebelum melihatinya memakiku dan menolakku , aku hanya terlalu pengecut untuk melihat reaksinya. Yah, mungkin ini akhir dari cinta bertepuk sebelah tanganku, mengingat kelulusan sudah di depan mata , aku tidak tahu apakah ia akan melanjutkan sekolahnya atau memutuskan untuk bekerja , lagipula ia juga gadis yang pintar , pasti ia bisa mendapat beasiswa lagi. Sebenarnya, orangtuaku menyuruhku kuliah di luar negeri dan tinggal bersama mereka , semoga saja selama di luar negeri aku sudah mendapatkan pengganti gadis itu. Aku menolehkan kepalaku saat mendengar namaku di teriakkan oleh seseorang , dan apa yang kulihat ini bukan mimpi? Seorang Shin Jung In meneriakkan namaku sambil berlari , aku begitu ingin mengabadikan momen ini sampai aku melupakan kenyataan bahwa Shin Jung In sedang berlari ke arahku , Sekarang. Otakku berkata aku harus segera menghindar dari amukan Shin Jung In , oh tunggu , apa dia semarah itu padaku hingga matanya berkaca-kaca? Bukankah dia gadis yang sangat cuek , kukira dia bahkan tidak pernah menangis saat bayi/?

Shin Jung In POV

              Tanpa kupedulikan rasa sakit , malu dan bahkan gengsiku kukejar ia, pria yang tanpa kusadari telah mencuri hatiku. “Yak…, Kim Taehyung” Teriakku. Aku berusaha mengendalikan tubuhku agar tidak menabraknya, terdengar suara isakan dan nafasku yang tidak beraturan begitu aku sampai di depannya , “Dasar bodoh! Kim Taehyung jinnjaa.. pabboyaaa!” semburku kepadanya. Sepersekian detik kemudian kurasakan badanku sudah berada dalam pelukannya

“Mwoya? Na ? Pabboya? Neo Aniyaa? Heum??” katanya. Kulanjutkan isak tangisku , bukan berhenti malah semakin menjadi-jadi. “Arasseo , kau mungkin akan memakiku setelah ini , tapi , bisakah kau memberitahuku mengenai perasaanmu?” tanyanya. “Kau benar-benar bodoh Kim Taehyung.” Jawabku. “Nee, nee, aku memang bodoh karena menyukaimu Shin Jung In.” Bentaknya. Tak terasa air mata yang sempat menghilag kini berbondong-bondong ingin keluar,

“nado saranghae,” bisikku pelan. Tetapi sepertinya ia mendengarnya karena ia segera mengangkat daguku dan menempelkan bibirnya di bibirku , ciuman keduaku, dia bahkan sudah mencuri ciuman pertamaku , dan sekarang ia bahkan mencuri ciuman keduaku. Ah. Jika itu yang mencuri ciumanku itu dirinya , baguslah. “Itu artinya , ini adalah hari pertama kita berkencan bukan? Bagaimana jika kita berkencan sambil makan es krim? Itu kesukaanmu bukan?” Tuturnya panjang lebar. Ah. Bagaimana bisa dia sebodoh ini , kita bahkan belum masuk sekolah , dan dia sudah mengajakku maan es krim? Sepagi ini? Aku hanya bisa tertawa dan menganggukkan kepalaku. Setelah mendengar jawabanku , ia berlari mengelilingi taman dan segera memelukku ketika sudah selesai dengan acara olahraga paginya itu. “Tapi , Kim Taehyung-ssi , kita harus segera masuk ke kelas jika tidak ingin terlambat” kataku. “Ah sial , baru saja diterima , masih harus bersekolah? Astagaa-_- Kalau begitu, haruskah kita masuk ke kelas bersama?;)“  katanya sambil mengedip-ngedipkan matanya. “Tentu.” Jawabku. Sekarang , kupastikan aku akan kembali menjadi diriku yang semula , Shin Jung In yang apa adanya , ramah , dan tentunya , bahagia.😀

-End-

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s