[Ficlet] KEN!

KEN!

KEN!

.

a ficlet by Nisa Jung (@NisaJung97 on ask.fm)

.

VIXX – Ken, Ravi & Kim Ji Won (Ravi’s Younger Sister) | Fluff | 801 words | G

.

Jika aku menikah dengannya, apa aku bisa menjadi Barbie?

.

Air mancur di taman kota. Ji Won menurut saja ketika Won Shik menyuruhnya menunggu di sini, demi mendapatkan sekerucut―atau mungkin dua―es krim dengan lelehan coklat. Sebagai peraih dua medali plastik pemberian guru olahraga mereka, kecepatan berlari Won Shik memang tak perlu diragukan. Jadi, Ji Won pikir hanya butuh dua-tiga menit untuk sang kakak menyelesaikan misinya; mengejar mobil box pengangkut kristal es.

Bosan, bibir Ji Won kini mengerut. Anak perempuan itu melipir ke tepian air mancur dan lantas terpaku di depan lapisan beton tersebut. Telunjuk mungilnya pun mulai usil mengaduk-aduk aliran air.

Ah, segarnya.

Musim panas sudah berlangsung seminggu yang lalu, tapi Ji Won maupun Won Shik belum sekalipun mengunjungi kolam renang. Ibu bilang, tunggu sampai ayah mereka mendapat cuti, karena Won Shik yang tahun ini naik ke tingkat tiga sekolah dasar tak boleh lagi masuk ke ruang ganti wanita. Huh, padahal Ji Won ingin sekali mencoba pelampung baru yang dihadiahkan Hak Yeon-ahjussi, juga naik perosotan gajah… Oh!

Dalam satu tarikan, ritsleting ransel milik Ji Won ternganga lebar. Diraihnya boneka langsing bersurai pirang kusut. Barbie. Mainan favorit Ji Won yang tak pernah rela disimpan dalam kotak―tergabung bersama robot-robotan dan mobil remote control milik Won Shik. Figur manusia seukuran dua jengkal itu selalu Ji Won bawa di tiap kesempatan. Saat sekolah, tidur, bahkan mandi, kehadiran Barbie tidak mengenal kata absen untuk menemani Ji Won.

Dijuhutnya satu boneka lagi. Berambut cokelat klimis dan tidak bisa disisir, ditambah stelan jas lengkap. Ken. Saat membelikannya, Ibu bilang namanya Ken. Ji Won suka nama itu, sebab lebih mudah dilafalkan ketimbang Barbie. Sekadar informasi, lidah Kim Ji Won memang membutuhkan kelenturan lebih untuk bisa mengucapkan huruf R secara baik dan benar.

Ransel merah muda Ji Won kini teronggok di tanah. Dalam otak anak perempuan itu sudah terisi skenario apik yang diconteknya dari drama yang ditonton sang ibu, di mana tokoh wanita tenggelam dan diselamatkan seorang pria tampan. Tunggu, apakah Ji Won harus memainkan dua peran sekaligus? Biasanya, Won Shik selalu mengambil alih boneka Ken dan berlakon sebagaimana lelaki dewasa.

Belum sempat Ji Won menemukan solusi, tiba-tiba pegangannya pada Barbie terlepas. Barbie sungguh-sungguh hanyut!

Bagaimana ini?

Tanpa pikir panjang, Ji Won melempar Ken ke tengah kolam. Menurut logika karangannya, Ken pasti bisa membawa Barbie kembali! Ken adalah laki-laki tangguh yang keren!

Dan, dalam sekejap, harapan Ji Won musnah. Ken ikut mengambang bersama Barbie!

Akh! Ji Won harus bagaimana?

Air mata Ji Won sudah menggenang saat sepasang kaki jenjang melompati tepian kolam dengan mudahnya. Tidak peduli walau jeans hitamnya basah, pemuda itu tetap menggapai Barbie dan Ken dalam satu genggaman. Oh, dia juga melambaikan tangan pada Ji Won!

“Ini bonekamu, hmm?”

Mulut Ji Won setengah terbuka karenanya. Pemuda itu tersenyum lebar, sembari mengulurkan sejoli mainan milik Ji Won. Tampan, seperti sosok pangeran di animasi Disney…

Ah, bukan. Dia jauh lebih tampan.

Walau hidungnya agak panjang seperti Pinokio, tapi dia belum tentu pembohong ‘kan? Sudah begitu, dia juga tinggi… Jauh lebih menjulang dibanding Won Shik yang dielu-elukan sebagai murid-kelas-tiga-paling-jangkung versi para ibu, yang selalu berbaris di depan kelas ketika bel pulang berdentang.

Tampan, tinggi dan heroik. Kombinasi sempurna.

“Oh, bonekamu pasti kedinginan!”

Saputangan biru milik pemuda itu menyapu setiap lekuk tubuh Barbie dan Ken. Dia menarik sudut bibirnya lagi, membuat Ji Won berdesis, “Ah, saputangannya…”

“Gawat! Aku terlambat!” Satu tepukan mendarat di kening si pemuda. Kembali dirogohnya saku celana, kemudian ia memberikan sehelai kartu mungil pada Ji Won. “Cutie, jika kau ingin mengembalikan saputanganku, mintalah ayahmu mengantar ke alamat ini. Kelas menggambar kami buka sampai jam enam sore!”

Sesungguhnya, Ji Won tidak benar-benar menangkap jelas omongan pemuda itu. Yang Ji Won ingat hanyalah… Tangan dingin nan sejuk itu menyapu puncak kepalanya sebelum akhirnya melambai, memberi isyarat berpamitan.

Melihat punggung sang pemuda menjauh, apa yang bisa Ji Won lakukan selain menatapnya nanar?

“Ji Won-ie!” Pekikan lantang khas Won Shik mengalun, seiring dengan derap langkahnya yang begitu terburu-buru. Namun, begitu sampai di hadapan Ji Won, volume suara Won Shik justru berkurang drastis. “Anu, es krimnya… Maaf, Oppa tidak bisa…”

“Oppa! Kau tahu, tidak?” Nada ceria Ji Won sontak membuat Won Shik mengernyit. Dia kembali ke taman dengan tangan kosong, bukankah Ji Won semestinya menangis?

“Apa?”

Ji Won tersenyum lebar, “Aku sudah menemukan Ken yang asli! Jadi, kau tidak perlu menemaniku main boneka lagi, uh?”

Lekukan dahi Won Shik semakin ekstrim. Ken asli? Memangnya selama ini yang diperankan Won Shik adalah yang palsu?

“Oh ya, Oppa,” imbuh Ji Won lagi. Kedua tangannya mendekatkan sepasang figur lembab itu. Mempertemukan lukisan manik mata mereka. “jika aku menikah dengannya, apa aku bisa menjadi Barbie?”

Won Shik semakin kebingungan. Kim Ji Won baru akan naik ke tingkat dua sekolah dasar pada musim dingin nanti, tapi sudah mau menikah?

Sebentar, bukankah menikah itu dilaksanakan di gereja? Wah, berarti usai Ji Won menikah, Won Shik bisa mampir ke rumah Hong Bin yang tidak jauh dari sana untuk bermain mobil-mobilan bersama!

fin.

a/n: Crack pair! Masih kelas satu SD aja udah ganjen banget si Ji Won, haha!

4 thoughts on “[Ficlet] KEN!”

  1. AKKHH FRESH BANGET IDENYA DIKIRA KEN KENAPA, AH SI PERFECT KEN! LIKE BANGET!
    Tapi, mereka masih SD kan, Ken udah gedean, tapi kenapa N jadi ahjeossi TT yampun leader selalu terbully hahaha
    anyway, ravi emang kece jadi kakak *tawa*❤
    niceee, keep writing yaaa nisa~

    Suka

    1. HAAA AKU BARU BUKA TERNYATA UDAH DIPOSTIIING!!!

      Thank you udah nyempetin baca plus komen yaaa, aku nggak punya wp jadi numpang di sini huuu emang tuh mas leader kalo nggak di-bully kurang afdol rasanya (?) tapi sequel kebagian kok si Jung TW jadi ahjussi juga ekekekeee ;D

      BTW, ini kayaknya Kim siblings ketuker deh, masa Jiwon udah naksir cowok tapi Wonshik masih mikirin mobil-mobilan *uhuk* sama Mbin *uhuk*

      Salam kenal yaa riseukiii ^^

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s