[Ficlet] Not Today

<3, amsterdam, and inspire image

Not Today

by Authumnder

featuring [B1A4] Gongchan & [AOA] Hyejeong

genre slight!Fluff, School/College-Life, AU | length 737words, Ficlet | rating Teen.

“Jangan sekarang, Chansik. Aku tidak punya waktu
untuk menangisimu hari ini.”

***

“Hyejeong, ada sesuatu yang ingin kukatakan.”

Si anak perempuan yang namanya barusan disebut tentu tidak menyadari keganjilan dalam aksen si pembicara, terbukti dengan tanggapannya yang hanya berupa kedikan bahu dan gumaman singkat, “Katakan saja langsung.”

Um, serius?” Chansik ragu-ragu menggaruk tengkuk, mempertanyakan sikap Hyejeong yang acuh tak acuh terhadap kesangsiannya.

Hyejeong membetulkan posisi duduk bersilanya, mengarahkan fokusnya pada Chansik dalam waktu yang sangat singkat sebelum menekuni kembali buku teksnya.

Wah, tidak ada pilihan lain, maka Chansik mulai berdeham, berusaha mengeluarkan suara jernih terbaiknya. “Hm, Hyejeong, kurasa kita tidak bisa menjalani ini lagi.” Katanya hati-hati.

“Tenang saja, Chansik, sebentar lagi aku selesai dan kita bisa pulang.” Sahut Hyejeong tangkas, jelas-jelas menyalahartikan kalimat Chansik.

Sebenarnya, Chansik tidak suka mengulang ujarannya—kalau ia tengah berbicara dan kau memintanya untuk mengulang, ia pasti lebih memilih melambaikan tangannya, bilang ‘tidak perlu, aku tidak pentingi’ lantas mengeluyur pergi—namun dikarenakan keadaan yang menjepitnya, ia terpaksa berdeham sekali lagi. “B-bukan begitu, Hyejeong. Maksudku adalah, aku ingin kita mengakhiri ini, as in hubungan kita. Putus.”

Ia menantikan reaksi dramatis.

“Jangan sekarang, Chansik. Aku tidak punya waktu untuk menangisimu hari ini. Kau lihat sendiri ‘kan betapa sibuknya senior seperti kita? Lagi pula kalau kau putus dariku, siapa yang akan menemanimu ke prom?” santai, dan tanpa emosi, Hyejeong menanggapi. Ia bahkan tidak mendongak sedikit pun dari tugas-tugasnya yang bercecer di meja. “Kalau kau bosan di sini, sana keluar sebentar. Belikan aku air mineral sekalian, ya. Haus, nih.”

Chansik tidak tahu bagaimana ceritanya, ia hanya mengingat tubuhnya melakukan tepat seperti yang diperintahkan pacarnya, melangkah keluar dari perpustakaan sekolah dengan niat menuruti permintaan Shin Hyejeong. Ia bahkan tidak memprotes sekali pun.

Plus, Hyejeong benar, prom bakal menyedihkan kalau Gong Chansik datang sendirian.

Saat itu, Chansik ingat benar, mereka berada di kedai kopi yang dibangun tepat di depan kampus, dengan Hyejeong sibuk merevisi klipingnya sedang Chansik hanya sibuk memainkan sedotan, memutarnya ke kanan lantas ke kiri tanpa minat.

Pertemuan mereka kali ini didasari permintaan Chansik yang menelepon satu jam yang lalu, bilang ada sesuatu yang perlu mereka bicarakan empat mata dan tidak bisa ditunda-tunda—itu terdengar serius, bukan? Setidaknya Chansik berpikir begitu. Ia mengira Hyejeong bakal datang dengan mimik khawatir dan senyum setengah hati, namun yang ia temui sepuluh menit yang lalu justru Shin Hyejeong yang terburu-buru menabrak kerumunan manusia yang tengah mengantre, lantas Hyejeong yang tersenyum lega melihat Chansik melambaikan tangan, terakhir Hyejeong yang panik bilang kalau paper-nya yang deadline-nya adalah sore nanti belum juga terselesaikan.

Tambahkan satu helaan napas di sini.

“Sori, ya, Chan, ngobrolnya nanti saja bisa, tidak? Um, kayaknya masih ada dua jam lagi sebelum kelas soreku.” Ujar Hyejeong, setengah menggerutu setengah meminta maaf.

Chansik, dengan pasrah, mengangguk. “Jeong? Butuh bantuan?” tawarnya setelah dua belas menit berlalu lagi dan kerutan di kening kekasihnya itu bertambah dalam.

“Iya, nih. Bisa bantu rapikan tampilannya? Gila, rambutku pasti rontok semua habis ini!”

Jadilan satu jam selanjutnya digunakan Chansik untuk membantu menata tugas Hyejeong.

Sewaktu paper tadi berhasil dikirim ke dosen Hyejeong, Chansik mempersiapkan dirinya lagi. Tahulah, untuk mengembalikan kepercayaan diri, nyali, dan keyakinan.

Hyejeong akhirnya meletakkan gelas jusnya yang sedari tadi terabai, mengangguk puas pada laptop-nya sebelum mengalihkan perhatiannya kembali pada sang pacar. “So? Apa yang mau kaukatakan?”

“Begini,” Chansik menarik napas dalam-dalam. “Aku tidak bisa melanjutkan ini. Hubungan kita. Ayolah, Hyejeong, kita sudah pacaran selama lima tahun—masa kau tidak bosan?”

Pernyataan Chansik disambut dengan tatapan datar Hyejeong. Perempuan itu menyelipkan sejulur rambutnya ke belakang telinga, lantas menempatkan sikunya di meja; menyangga kepalanya di sana. “Jangan sekarang juga, Chansik. Kita hampir lulus, kau lupa? Memangnya kau mau muncul di wisuda hanya dengan keluarga? Tanpa pasangan begitu?” Katanya.

Skakmat.

“Tapi tetap saja, Hyejeong—”

“Apa kau tidak suka padaku? Kau benci padaku?” sela Hyejeong, menawarkan senyuman manis.

Eh? Chansik menelan ludah, menggeleng lamat-lamat. Benar, ia bukannya tidak suka pada Hyejeong, apalagi benci. Cuma bosan saja.

“Terus kenapa? Kenapa kau terus-terusan minta putus?”

Chansik mengangkat kedua tangannya. “Fine, baiklah, oke. Aku tidak mau minta putus lagi. Sekarang pergi sana ke kelas soremu. Aku tidak mau dengar nanti malam kau pergi ke rumahku menangis bilang melewatkan kuis.”

Hyejeong tergelak, memberesi barang-barangnya yang berserakan. Saat ia akan beranjak pergi, Chansik memanggil lagi.

“Jangan lupa, besok kita punya acara makan malam di rumahku. Sudah bilang ibumu belum?”

Mengangguk, Hyejeong berkata, “Nah, kalau kita jadi putus sekarang, apa yang mau kaukatakan pada ibumu, coba? Dia pasti bakal menggempur kepalamu dengan kursi kalau aku melapor padanya.”

Sambil mencibir, diam-diam Chansik mengakui bahwa penuturan Hyejeong seratus persen benar adanya.

end.

Finished: 14:31 | December 30, 2015.

(a/n): kembali lagi bersama Gongchan-Hyejeong! Gak tahu aku masih aja naksir mereka berdua huhuhu. TT btw idenya berasal dari satu textpost (lagi-lagi) dari Tumblr—itu lho, jawaban Hyejeong pas diajak putus, “Not today, Chansik, not today.” HEHEHE. Terima kasih sudah membuang-buang waktunya dengan baca ini! ^^

6 thoughts on “[Ficlet] Not Today”

  1. Halo Mey, andaikan semua cewe kayak Hyejeong mungkin nggak akan ada yg namanya baper, galau, kangen mantan, dll. Minta putus malah dibecandain gitu haha. Sayangnya mayoritas cewe kalo diputusin ya nangis sih wkwk
    Aku ga mau komen apapun tentang penulisan atau segala macem karena kamu senpay, mey. Udah titik.

    Suka

    1. Iya, andaikan saja ya fey :3 tapi ya emang gitu kalo denger kata putus aja udah merinding kan gimana mau dibecandain coba x’D
      senpay apaan deh kamu yang senpay fey!!! ;_; btw makasih banyak ya sudah mampir dan baca ini! ^^

      Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s