[Drabble-Mix] Happy New Year! (Vol.2)

Haooy new year-2

elfxotic12152  present

a short serial film with some well known stars of IFK

Romance, slight!Fluff, slight!Comedy, slight!Sad, Friendship |  Drabbles (100 Ws) | General

.

Ini sudah  tahun 2016!

.

Amora berjalan sendiran di tengah hiruk-pikuk festival akhir tahun kampusnya—festival yang bukan untuk orang sendirian seperti dirinya. Tak ada yang bisa menemaninya di akhir tahun yang sejujurnya luang ini.

Bukan masalah, ini waktu untuk revisi tahunan.

Nilai mata kuliahnya tidak pernah menyentuh B, ia bersosialisasi dengan baik, bekerja paruh waktu, dan sesekali pergi ke bioskop. Tapi semua hal itu tidak bisa menutupi hal yang hilang dalam rongga dadanya.

Gadis itu memasuki kedai, dan memesan dengan tidak peduli.

“Satu patbingsoo tidak pakai susu,”

Patbingsoo tidak pakai susu, tolong.”

Amora melihat Himchan di sana, menatapnya.

“Hime-chan…”

Itu dia.

Itu dia—aku merindukan Hime-chan.

 

***

 

“Amora…”

Beberapa detik cukup bagi pria itu untuk mengolah informasi bahwa yang ada di depannya adalah orang yang ia dambakan untuk satu tahun yang panjang ini. Mereka bertatap lama sekali, tanpa ada yang ingin memulai lebih dulu. Tanpa pikir panjang, Himchan memeluk gadis jelita itu. Meraup, melapisi tubuh gadis itu dengan kehangatan dirinya. Agak bodoh memang jika ia berharap melalui kontak fisik itu Amora bisa mengerti sebesar apa kerinduannya selama ini.

Semua orang tersentuh dengan adegan itu—kecuali Mark.

Mark hanya bisa berdiri di sana, menahan dinginnya es loli yang membuat langit-langit mulutnya kebas. Ia bisa mengerti soal mulut kebasnya—tapi hatinya?

 

***

 

Taekwoon dan Re hanya berbaring bersisian di atas hammock yang susah payah Taekwoon pasangkan untuk mereka berdua. Bukan hal rumit, karena mereka berdua tidak suka hal rumit. Tapi siapa yang tidak suka melihat pemandangan malam hari, dimana bintang terlihat jelas karena cuaca bagus, ditambah pertunjukan kembang api gratis?

“Re…”

Taekwoon berbisik pelan di telinga gadis di sampingnya.

“Ya?”

Belum menjawab pertanyaan itu, Taekwoon lebih memilih untuk membalik badannya, menghadap ke kiri, dimana ia bisa meringkuk nyaman dengan dahi menyentuh pundak kanan Re yang hangat.

“Aku lelah,” katanya.

Kemudian jam berdentang dua belas kali, bersamaan dengan terlelapnya Taekwoon.

Selamat tahun baru.

 

***

 

Josh: Aku pernah. Tapi tidak suka…
Me: Cih, cowok macam apa yang tidak suka surfing
Josh: Kau pikir semua cowok seperti itu?
Me: Semua cowok Aussie seperti itu
Josh: Ya sudah balik saja sana
Me: Bercanda😝 aku lebih suka Joshua kok

 Lama tidak ada balasan. Cukup untuk membuat Mia yang tadinya bersemangat menjadi malas. Apa Joshua sudah tidur?

Josh: Hey
Me: Yaa?
Josh: Selamat tahun baru. Hadiahnya nanti saja waktu aku bisa mengunjungimu. Untuk sekarang…

Untuk sekarang apa?

Mia masih berusaha menggunakan imajinasinya ketika tahu-tahu ada file gambar diterimanya—foto cowok itu berselancar di tengah ombak dengan tangan membentuk hati.

 

***

 

“Ness,” Jungkook yang tidak tahan berdiam mulai bicara.

“Apa?”

Ness tahu ekspresi sok malu-malu pacarnya itu buatan—tapi tidak urung itu membuatnya tergelitik.

“Hmm… Selamat tahun baru, ya.”

Ness juga tahu bukan hanya itu yang diinginkan Jungkook. Benar saja, ketika gadis itu menoleh untuk mengecek lagi ekspresinya, tiba-tiba wajahnya sudah sangat dekat, lengkap dengan bibir dimajukan—siap menyium.

“Apa? Mau cium-cium lagi?” Ness memukul bibir Jungkook pelan, sukses membuat yang ketahuan terkekeh pelan.

“Ketahuan, ya? Ya sudah, deh,” lalu Jungkook menggenggam tangan Ness. “Kalau begini tidak apa-apa, ‘kan?”

Ah, Jungkook tidak tahu betapa hal itu justru tidak ‘tidak apa-apa’ untuk hati Ness.

 

***

 

Lembah itu sepi, hanya ada seorang gadis yang sedang menunggu. Setelah beberapa menit yang tidak lama, ada yang datang berlari.

“Ini, aku bawa kembang apinya,” Yoongi berkata terengah-engah, menyodorkan satu plastik besar penuh kembang api.

Tanpa berkata, Minha mengambil satu kembang api besar dan membakar sumbunya.

Satu.

Dua.

Tiga.

DUAR!

Kembang api meledak, membentuk bercak indah berwarna-warni di langit yang membentuk frasa ‘Saranghae, Minha-ya’. Gadis itu menatap kekasihnya, yang hanya bisa berjongkok menyembunyikan rasa malunya.

“Jangan lihat aku. Ini cheesy sekali, demi Tuhan.”

Kemudian, dari kaki bukit—

“AKU LIHAT SEMUANYA MIN YOONGI. BERANINYA KAU!”

—si Kakak mulai mengumpat, meneriaki Yoongi.

 

***

 

Tiga belas laki-laki muda itu membuat suara-suara gaduh lapangan stadium futbol yang seharusnya tidak menerima pengunjung di jam segini. Mereka bermain futbol tanpa pelindung yang seharusnya dikenakan untuk alasan keselamatan. Setelah bermenit-menit yang panjang dilewati dengan saling menyandung, menabrak dan bermain curang, mereka berbaring bersisian. Mereka kelaparan, terlihat payah, tapi… bahagia.

Guys, sudah tinggal sepuluh detik lagi,” yang mukanya tampan, tidak seperti orang Korea, mengingatkan.

Lalu—

“Sepuluh,”

—mereka mulai menghitung mundur bersama.

Sembilan.

Delapan.

Tujuh.

Enam.

Lima.

Empat.

Tiga.

Dua.

“SATU! SELAMAT TAHUN BARU UNTUK KALIAN, PARA BAJINGAN KECIL!” yang bermata sipit dengan ujung sedikit naik berseru gembira untuk teman-temannya.

 

FIN.

YAY SELAMAT TAHUN BARU (LAGI)

Semoga tahun ini semuanya lebih produktif lagi, dan semua hal berjalan lancar untuk kita semua. Makasih buat movie freaks yang udah ngunjungin fic siapapun di IFK dan nyempetin komen #nyindir

Pergi dulu—ppyong!

Zyan

p.s: itu yg paling akhir sefentin-nya bertiga belas kan, ceritanya joshua maen futbolnya sambil fokus ke sms-an sama mia. Terus lama gabales gara-gara countdown dulu

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s