[Ficlet] Take a Nap

134620976_%B9%E6%C5%BA_14%C8%B8-%285%29

a short movie by Ariesha97

T a k e  a  N a p

starring Jeon Jungkook [BTS] with Lee Jikyung [OC]

genre Romance, Fluff duration Ficlet rating PG 15

“Kau butuh istirahat, sayang.”

.

.

Jikyung marah. Ia membenci Jungkook.

 

Kala Jungkook bilang ingin bertemu, ia yang tanpa berpikir dua kali meninggalkan tumpukan tugas sekolahnya begitu saja, setengah berlari dari lantai tiga tempat kelasnya berada menuju taman belakang sekolah.

 

Alih-alih mendapat senyum serta sapaan hangat, justru ucapan sakarstik dari Jungkook yang sedikit menyinggungnya. Lalu dilanjutkan dengan pertanyaan retoris yang pada akhirnya membuat mereka terlibat dalam pertengkaran kecil yang sejatinya tidak perlu dilakukan.

 

Jikyung tidak habis pikir, untuk apa lelaki ini menyuruhnya kemari jika hanya ingin bertengkar. Mereka tahu, keduanya sama-sama terlalu sibuk dengan tugas sekolah yang datang tiada henti, tahu jika tiada waktu luang tersisa. Mereka memahami, mereka mengerti. Tapi Jungkook hari ini mempertanyakannya, mengapa. Menyalahkan Jikyung yang terlalu sibuk, menuduh Jikyung telah melupakan eksistensinya.

 

Jikyung marah. Ia membenci Jungkook.

 

“Kamu menyuruhku kemari hanya untuk bertengkar seperti ini, hah? Kalau begini lebih baik aku kerjakan tugas, tidak perlu datang kemari.”

 

Berbanding terbalik dengan Jungkook yang dalam diam tertawa sedari tadi. Sesungguhnya ia hanya sedang bermain-main, tidak bermaksud membuat pertengkaran sepele. Dirinya hanya terlampau merindukan presensi gadis itu di sampingnya. Rindu akan Jikyung yang cerewet, rindu kala Jikyung memarahinya, ia rindu dengan pertengkaran kecil seperti ini.

 

Jungkook bercanda. Ia mengerjai Jikyung.

 

Maka ketika Jikyung hendak bangkit berdiri dan pergi, ia buru-buru merebahkan diri di pangkuan Jikyung yang tak ayal membuat gadis itu sedikit terkejut.

 

“J … Jung ….”

 

Jungkook bergerak menyamankan diri sembari memejamkan matanya, sepoi angin yang berhembus memunculkan niat untuk pergi ke alam mimpi.

“Berhentilah memperhatikan tugas, aku juga butuh diperhatikan.”

 

“Jeon Jungkook.”

 

“Memangnya kamu tidak lelah ya?”

 

Jikyung hendak menjawab jika saja Jungkook tidak mengintrupsi dan membuatnya mengalihkan pandang.

 

“Kamu butuh istirahat, sayang.”

 

Jika dalam keadaan normal Jikyung akan langsung saja melayangkan tinjuan kecil kala Jungkook memanggilnya begitu. Namun kali ini dirinya diam saja, membiarkan garis simetris dengan beragam arti di bibir Jungkook terbentuk, bahkan ia juga tidak bersusah payah mencegah rona merah di pipinya muncul ataupun sekadar menetralkan detak jantungnya.

 

“Jikyung, kamu butuh istirahat, sayang.”

 

Jungkook mengulanginya lagi, sedikit berbisik sebab ia mengatakannya dengan jarak lima centi dari wajahnya, membuat Jikyung hanya bisa memaki dalam hati dan sebisa mungkin tidak bertatapan dengan kedua manik Jungkook.

 

“Lihat, kantung matamu, kamu jelek sekali, Ji.”

 

“Sialan. Jungkook!” Jikyung hendak melayangkan tinju, tapi Jungkook cepat menghindar dengan gelak tawa yang menjengkelkan bagi Jikyung.

 

Meski begitu, Jikyung ikut larut dalam gelak tawa, rasanya seakan sudah begitu lama mereka tidak menghabiskan waktu santai dengan bercanda dan tertawa seperti ini, diam-diam ia mengutuk tugasnya yang menghilangkan waktu untuk bersantai.

 

Jungkook benar ia butuh istirahat, melupakan sejenak tugas yang menggunung.

 

“Hei, Jikyung.”

 

Jungkook tahu-tahu memanggilnya setelah hening mengambil alih keadaan, mengalungkan lengannya pada bahu Jikyung tanpa permisi pun lengkap dengan senyum manis yang diberikan.

“Lihat langit yuk.”

 

“Apa? Hei–”

 

Jikyung berteriak, terkejut sebab perbuatan Jungkook tadi, lelaki itu dengan seenaknya menarik tubuhnya untuk jatuh kebelakang, memaksanya untuk berbaring di rumput yang hijau tanpa peduli kotor tidaknya seregam sekolah mereka nanti. Oh ayolah, ini hari senin, besok masih menggunakan pakaian yang sama.

 

“Jungkook!

 

Namun Jungkook hanya menyunggingkan senyum manis, “Kamu butuh istirahat, ingat?” lantas tangannya tergerak mencubit pelan hidung Jikyung, “Tidur ya.”

 

Jikyung kesal, tapi ia menurut, toh Jikyung memang butuh istirahat, tulang punggungnya seakan sudah remuk sebab terlalu lama duduk mengerjakan tugas.

 

Sejenak memandang langit sembari menikmati hembusan angin yang bertiup lembut. Kedua manik hazelnya setia mengamati awan yang berarak, sesekali menebak bentuk gumpalan putih itu dalam benak.

 

Menggunakan lengan Jungkook sebagai bantalan, Jikyung bergerak menyamankan diri selagi tubuhnya menyamping menghadap Jungkook yang berlaku sama. Sejenak membiarkan sepasang manik itu saling bersitatap, seolah frasa yang hendak diucapkan dapat tersampaikan hanya dengan saling pandang, seperti kata pepatah, dari mata turun ke hati.

 

“Lain kali, perhatikan jam tidurmu. Aku tidak mau kamu sakit nanti,” ujar Jungkook dengan menyelipkan nada tegas, berharap untuk tidak didebat apalagi diabaikan kendati yang dinasehati menanggapinya canda.

 

“Iya, iya aku tahu. Kenapa kamu cerewet sekali, sih?”

 

Jikyung tertawa sedang Jungkook meringis, mengaduh kesakitan sebab cubitan pipi yang gadisnya berikan, alih-alih membalas, Jungkook mengerakkan tangannya yang satu untuk bermain di rambut legam Jikyung. Mengusap-usapnya penuh sayang.

 

Dari awal, Jikyung tak berniat untuk tidur, ia hanya ingin merebahkan tubuhnya sebentar. Namun, semilir angin yang bertiup ditambah ulah tangan Jungkook pada kepalanya, membuat kelopak matanya terasa berat. Menyuruh Jikyung untuk segera pergi dan menyapa bunga tidurnya, “Kau membuatku mengantuk, Jung.”

 

“Tidurlah, aku akan menemanimu.”

 

“Apa perlu kunyanyikan lagu tidur juga?”

 

Jikyung terkekeh, lantas berujar sebelum ia benar-benar terlelap, “Jungkook, terima kasih.”

 

 – fin –

 

a.n

(enggak tahu ini nulis apaan)(maafkan)

ANW, HAPPY NEW YEAR !! Dan selamat kembali ke aktivitas seperti biasanya, hehehe

4 thoughts on “[Ficlet] Take a Nap”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s