[Ficlet] Smell Like Chocolate

12096279_1150537951628132_8760147822005387383_n

a movie by tsukiyamarisa

starring [BTS] Park Jimin and [OC] Park Minha duration Ficlet genre Family rating 15

.

“Hari ini, Kakak berbau seperti cokelat.”

.

.

.

Konversasi mereka hari itu bermula ketika Minha mendudukkan dirinya tepat di samping Jimin.

“Kakak?”

Hm?”

Park Jimin hanya mengalihkan pandangnya dari televisi sekilas, enggan jika kehilangan barang sedetik saja adegan film yang tengah tersaji. Lelaki itu diam tatkala Minha beringsut mendekat, memeluk lengannya seraya menyandarkan puncak kepala di sana. Sudah lama mereka tak menghabiskan waktu berdua, dan Jimin kira, saudarinya itu mungkin sedang ingin bersikap sedikit manja.

“Di luar udaranya dingin,” ucap Minha tiba-tiba, tepat saat jeda iklan memenuhi layar. Sukses membuat Jimin akhirnya menoleh dan mengacak-acak surai Minha, tergelak ringan karena ia tahu persis makna sebenarnya di balik ucapan sang adik.

“Bilang saja kalau aku ini penuh kehangatan.”

Minha mencibir, tapi tingkah polah gadis itu mengatakan sebaliknya. Karena, alih-alih melepaskan diri, sang gadis malah bergerak untuk menyandarkan dagunya pada bahu Jimin. Menarik napas dalam-dalam, kemudian bergumam, “Soalnya, hari ini sedikit berbeda.”

“Apanya?”

You smell good,” jawab Minha tanpa jeda, memenuhi hidung dengan pasokan oksigen lagi. “Hari ini, Kakak berbau seperti cokelat dan aku—“

Kelanjutan dari ucapan itu tak terdengar, karena Minha tiba-tiba saja menarik diri dengan kening berkerut. Mengendus-endus lagi, sementara Jimin hanya bisa memandang perbuatan adiknya itu dengan ekspresi kebingungan. Oh, Jimin tahu kalau Minha suka sekali dengan kucing. Tapi, tidak mungkin ‘kan, kalau adiknya itu tiba-tiba memutuskan untuk meniru tingkah laku hewan favoritnya dan….

“Kak.”

Yeah?”

“Aku baru sadar.”

“Sadar apa?”

“Memang, Kakak punya sabun mandi beraroma cokelat, ya? Atau parfum dengan wangi cokelat?”

Hening sejenak. Jimin sama sekali tak berkata apa-apa, berusaha memasang wajah sepolos mungkin sambil mengerjapkan kelopaknya berulang kali. Sungguh kontras dengan Minha yang kini makin menyipitkan mata, agaknya mencurigai sesuatu selagi kedua tungkainya cepat-cepat berderap menuju kamar mandi.

“PARK JIMIIIIIN!!”

Dan benar saja, tak sampai satu menit berlalu, saudari kembar Jimin itu sudah berteriak-teriak di depan pintu kamar mandi. Sebelah tangan mengacungkan wadah berbentuk bulat yang berisi lulur dengan aroma cokelat, satu yang kini tak lagi terisi penuh padahal baru saja Minha beli tempo hari.

“E-eh… habisnya tadi waktu kakak mandi….”

Minha masih mendelik sadis.

“…baunya enak sih, Minha-ya. Kakak kan, cuma coba sedikit. Kamu juga tadi suka dengan baunya, ‘kan?”

“Sedikit, ya?” ulang Minha, sama sekali mengabaikan penjelasan Jimin barusan. “Yang seperti ini dibilang sedikit?! Kakak tahu tidak, kalau ini mahal?”

Jimin tak langsung menjawab. Bungkam sebentar selagi maniknya bergerak ke kanan dan kiri, sampai akhirnya Minha melangkah mendekat dan Jimin pun buru-buru balik bertanya, “Kalau mahal, buat apa kamu beli?”

Sekarang, ganti Minha yang tergagap. Gadis itu tak bisa langsung mengaku, memilih untuk mengusap tengkuknya dan membiarkan rona merah menyebar di wajah. Sontak membuat Jimin merasa menang walau hanya sesaat, terlebih kala Minha akhirnya membuka mulut dan berkemam lirih, “I-itu soalnya….”

“Soalnya?”

“Soalnya….”

“Park Minha.”

“Soalnya, Yoongi suka dengan wangi cokelat!” sahut Minha dengan nada dinaikkan, membuang muka sementara Jimin melongo lebar. “Jadi, aku membeli itu dan bermaksud untuk menggunakannya di saat aku bertemu dengan Yoongi! Dan asal Kakak tahu saja, kami baru akan bertemu minggu de—“

Seriously, Park Minha? Kamu membeli itu hanya demi Yoongi Hyung? Cuma untuknya yang paling-paling akan mengajakmu tidur siang atau mengobrol di studio saat berkencan dan—AAAAAAAKK!!”

Tak ada yang tahu apa tepatnya argumen Jimin, lantaran Minha baru saja melancarkan aksi balas dendamnya dan membuat Jimin memekik seperti perempuan. Mengalahkan volume televisi yang masih menyala, menggantikan obrolan dan rasa damai yang tadi sempat ada dengan pertengkaran kecil dan teriakan yang berpotensi membangunkan tetangga.

.

.

.

YA! PARK MINHA!! JANGAN CUBIT DI SITU! KAMU MAU TANGGUNG JAWAB KALAU WAJAH KAKAKMU YANG TAMPAN INI BESOK DIHIASI MEMAR?! YA!!

.

.

.

fin.

akhirnya bisa ngepost juga thanks to wifi kampus :”

anyway, any review is accepted!❤

13 thoughts on “[Ficlet] Smell Like Chocolate”

  1. Jadi pengen ngedusin Jimin yang lagi bau coklat jugaakk. Apalagi kalo Min Yoongi yang make luluran itu ewkwkw😄 /randomkomenbangetini/

    Btw, aku sering mampir dan selalu suka tulisannya tsukiyamarisa, kalau lagi ada waktu luang!!!😀 Keep writing always from Berly 97line here❤ ! Tulisannya selalu dikemas rapi, aku suka. Salam kenal, dan salam hangat ya. hehe😀

    Suka

  2. Kirain td Jimin abis bikin coklat, eh taunya luluran toh. Sayng kalo coklat cuma buat luluran, mending dimakan aja #bedakaliiicoklatbuatmakansamaluluran #digeplakjimin

    Tak usah risau Minha, minta ganti rugi aja sama Jimin, sekalian naikin harganya dua kali lipat😄

    Suka

  3. nice fic kamer! (berasa kamar wkwk)
    Lucu banget pas bagian Minha marah-marah. Well, siapa yang gak marah kalau sabun mahalnya dipake sama orang lain HAHAHA

    Btw, salam kenal! Aku alif 98l^^

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s