A Letter to Kim Jinhwan

A letter to Kim Jinhwan

A Letter to Kim Jinhwan 

written by gyeeopta

467 words.

genre.

Romance&Angst.

starring.

iKon’s Kim Jinhwan

YGNGG’s Kim Jennie

rating.

G

Di mana titik yang terakhir, Jen? 

Di mana?

Teruntuk Si Pendek Kim Jinhwan,

Ketika kau sudah membaca ini, berarti aku sudah tidak bersamamu lagi, ya? Apa kabar, Kim Jinhwan? Sudah minum susumu?

Ha, aku memang akan selalu menyebalkan.

Oh, iya. Aku baik-baik saja di sini. Semuanya indah. Tetapi, tetap saja tidak seindah ketika berada di sisimu. Aku ingat benar ketika kau membacakanku dongeng Si Pangeran Kecil, padahal kau sudah tahu aku tidak pernah suka membaca. Semuanya hanya fiksi, kataku. Terlalu membuat anak kecil seusiaku menaruh banyak harapan.

Tetapi, kau justru balas mengoceh. Harapan itu sangat diperlukan untuk hidup, katamu. Harapan itu untuk menggerakan kita dari sini, bergerak jauh dari rumah merajut impian. Mungkin benar adanya. Buktinya, sampai napas terakhirku, aku bukan apa-apa. Tetapi kau sudah menjadi pelukis ternama.

Kita memang benar-benar berbeda, ya?

Aku suka Nirvana, kau jatuh hati pada alunan melodi Yiruma. Aku lebih suka es krim cokelat, tapi kau selalu suka rasa strawberry. Aku lebih sering ke luar rumah, kau lebih gemar di dalam kamar menyelesaikan lukisanmu.

Aku ingat ketika kau baru belajar melukis. Akulah yang menjadi objek pertamamu. Goresan tipis dan tegas kau padu, dilanjutkan dengan kau yang menodai kanvas dengan warna kelabu. Katamu, aku memancarkan kegelapan. Namun, itu adalah fitur favoritmu.

Kau bilang, aku melengkapimu. Kau juga melengkapiku. Kita saling melengkapi.

Iya, benar. Kita saling melengkapi. Sampai-sampai aku juga jadi gemar melukis. Bukan, bukan melukis seperti dirimu; menggunakkan kuas mencoreng kanvas. Tetapi, entah sejak kapan, aku jadi suka melukis senyum pada paras tampanmu.

Jinhwan, kau masih membaca ini, kan? Tolong baca ini sampai akhir.

Mungkin kau akan risih membaca paragraf berikutnya. Tetapi, aku ingin kau membaca surat ini hingga mencapai titik yang terakhir.

Aku merindukanmu.

Semenjak kau menjauh, kamar rumah sakitku tidak lagi sama. Tidak ada lagi kanvas di sudut ruangan. Tidak ada lagi tumpukan buku sastra bahasa asing. Tidak ada lagi suara merdumu mengisi senyapnya ruangan. Hanya ada barisan botol obat, juga bayangmu yang tak kunjung hilang.

Tujuan awalku untuk menulis surat ini bukan untuk mengungkapkan perasaan, maupun mengucap kata rindu. Aku hanya ingin minta maaf, Jinhwan.

Maaf karena si bodoh ini tidak dapat menahan perasaan. Maaf karena aku, kita menjadi seperti ini. Karena aku, semua tidak lagi sama. Karena aku meluncurkan tiga kata itu, hubungan kita menjadi runtuh.

Tidak, kau tidak perlu merasa bersalah. Dan aku sudah memaafkanmu.

Mungkin, setelah ini kau akan membuka album foto, mengenang masa-masa kita bersama dulu; bermain lumpur, menonton sirkus, dan masih banyak lagi. Tidak hanya kau, aku juga merindukan masa-masa itu. Aku akan selalu hidup di sana, di memorimu, Kim Jinhwan.

Ah, kepalaku semakin pusing.

Kau pasti tahu, aku tidak pernah pintar merangkai kata. Bahkan, kau sempat mengatakan bosan dengan pembendaharaan kataku yang tidak pernah diperbaharui. Tapi, ijinkan aku untuk mengucapkan tiga kata ini untuk terakhir kalinya, ya?

Aku mencintaimu, Kak.

Jaga diri baik-baik, ya?

Dari adik yang akan selalu mencintaimu,

Kim Jenn

fin

(A/N): HAHAH halo. Telat banget tapi selamat tahun baru untuk kita semua! Oh, iya. Itu yang bagian ‘Kim Jenn’ memang sengaja bukan typo. Jennie di cerita ini sudah keburu meninggal sebelum menulis titik terakhirnya. 

Dan, iya. Di sini, Jennie jatuh cinta sama kakaknya. Kim Jinhwan.

Hahah yaudah. Comments is needeeed!🙂

6 thoughts on “A Letter to Kim Jinhwan”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s