[Ficlet-Mix] Zeus, Poseidon, and Hades

bigthree

Dodekatheon Retold #2: Bloodstained Bond

scriptwriter Liana D. S.

starring

Wu Yi Fan as Zeus, EXO Suho as Poseidon, and Lu Han as Hades

duration Ficlet-Mix (3 Ficlets, <500 words each) | genre Family, Fantasy, GreekMythology!AU, Dark | rating Teen and Up

.

[Disclaimer] Ide terinspirasi dari mitologi Yunani, tidak murni milik saya. Chara lineup dari fanart Dodekatheon oleh Pat aka Baekpear.

.

“Meskipun suatu hari kita terjebak dalam badai ganas, selama kita bersama tidak ada yang perlu ditakutkan.” (EXO – El Dorado)

***

[Zeus]

Hari ini adalah hari besar di mana Zeus akan menentukan takdir baru dunia, tetapi anehnya, ia tidak tegang sama sekali. Perasaan tak menyenangkan itu telah terhapus tekad segera setelah sang dewa muda menginjakkan kaki di luar Pulau Kreta yang mengungkung. Berbekal belati istimewa yang diberkati neneknya, Gaia, dan ibunya, Rhea, Zeus melangkah pasti menuju istana sang raja Titan, merebut apa yang seharusnya direbut sekalipun itu akan memutus satu ikatan yang pernah ia anggap berharga.

Ah, sebetulnya apakah yang Zeus anggap berharga selama ini? Keluargakah? Cronus, ayahnya yang merupakan sesosok Titan penguasa, telah mengecewakannya dengan lebih memilih mempertahankan tahta dibanding menyayangi darah daging sendiri. Demi tujuan itu, Cronus menelan lima kakak Zeus supaya tidak bisa mengambil alih kekuasaan. Rhea, istri Cronus, melarikan Zeus ke Kreta dan meninggalkan sang pangeran cilik di bawah asuhan makhluk-makhluk pulau sebelum pergi menemui Gaia, merencanakan kejatuhan Cronus. Begitu kembali, ibu Zeus sudah dilahap bara dendam. Zeus yang baru beranjak dewasa kemudian diperintahkan untuk membunuh ayahnya sendiri.

Keluarga ini sudah rusak—atau malah tak pernah ada?—sejak awal. Tidak seperti manusia yang menganggap anaknya ‘buah cinta’, seorang putra tidak lebih dari pengancam absolutisme bagi para Titan. Ayah dan anak boleh saling menghabisi atas nama tahta, sesama saudara dapat mengirim satu sama lain ke neraka gelap Tartarus jika itu bermakna kekuatan mutlak. Bukankah keluarga dan musuh jadi tipis bedanya dalam konteks peperangan?

“Tok, tok! Zeus! Zeus, kau di dalam, tidak?”

“Poseidon, jangan ketuk perut Ibu keras-keras, nanti Ibu sakit!”

“Tapi aku cuma mau menyapa adik kita, Hades!”

Namun, betapapun cacatnya keluarga Zeus, suara-suara nostalgik ini senantiasa berhasil mencegahnya membenci kakak-kakaknya. Dahulu, dalam kegelapan kandungan Rhea, Zeus mampu menangkap setitik kasih dari kakak-kakak lelakinya, Hades dan Poseidon, juga kakak-kakak perempuannya, Hestia, Demeter, serta Hera. Sering ia bertanya-tanya, seperti apa rupa kakak-kakaknya yang (terdengar) menyenangkan ini? Bagaimana nanti ia akan hidup bersama mereka? Akankah ia sama bahagia dengan sebelum lahir?

Pertanyaan itu tidak sempat terjawab akibat kanibalisme liar Cronus.

Tatapan Zeus begitu kosong, kontras dengan belatinya yang gila-gilaan mengoyak perut sang ayah untuk mengeluarkan lima kakaknya dari sana. Selagi Cronus memulihkan tubuh, putra-putrinya buru-buru menyelamatkan diri, saling berpegangan agar tidak terpisah. Hera dan Demeter masing-masing menggenggam tangan kanan dan kiri Zeus. Sepasang telapak itu basah, anyir, lengket, dan merah, sama dengan bagian tubuh Zeus yang lain, menakutkan mereka.

Zeus, sayangnya, tak memiliki kesempatan untuk takut.

“Hestia, Demeter, Hera, kalian tetap tinggal bersama Ibunda Gaia. Hades, Poseidon, ada tugas besar yang menunggu kita di depan.”

Masih bermandikan darah, Zeus mengepalai pasukannya untuk menjatuhkan rezim Titan.

[Poseidon]

Gila, pertempuran ini sungguh gila dan Zeus adalah bagian tergilanya. Poseidon tidak menyangka ‘adik kecilnya’ sanggup membawa mereka bertiga (Hades dihitung) ke inti pasukan musuh, target utama mereka, Cronus. Bukan kerja mudah memang, tetapi setidaknya pasukan Zeus lebih teratur dibanding para Titan yang sudah kocar-kacir; tiga bersaudara wajib berterima kasih pada monster-monster seratus tangan Hecanthocheires, para perajin senjata ulung Cyclops, dan dua Titan pembelot Prometheus-Epimetheus yang memihak pada mereka. Oh, keberadaan mereka di sisi para dewa termasuk salah satu kegilaan Zeus: memang siapa yang mau repot-repot masuk Tartarus untuk membebaskan Hecanthocheires dan Cyclops, juga menunjukkan kapabilitas di medan perang yang akhirnya mencuri perhatian dua Titan berpengaruh dari sisi Cronus? Terbiasa menjadi yang termuda dan terkuat saat masih anak-anak, Poseidon akui dia sedikit iri pada Zeus.

Masalahnya, bersama kekuatan yang besar, datang tanggung jawab yang lebih besar. Poseidon tidak tersentuh oleh tanggung jawab itu semasa kecilnya, berbeda dengan Zeus sekarang. Satu sisi hati Poseidon tidak memungkiri kehadiran rasa iba setiap menyaksikan hampanya iris biru Zeus, tetapi keangkuhan menyangkal perasaan ini, sehingga tindakan Poseidon kerap berlawanan dengan kehendak Zeus sebagai bentuk pemberontakan.

Beruntung, semakin dekat mereka dengan Cronus, semakin besar ego yang dienyahkan Poseidon demi memenangkan Zeus.

Hades, yang jadi tak kasatmata akibat helm perang ajaib buatan Cyclops, menyelinap ke belakang Cronus, melempar senjata sang Titan jauh-jauh dan mengunci tubuh ayahnya. Keterkejutan Cronus mengisyaratkan Poseidon untuk beraksi; ia tusukkan trisulanya pada Cronus, menahan pergerakan lebih jauh supaya Zeus dapat melancarkan serangan terakhir.

“Zeus, awas!”

Teriakan peringatan dari Hades ini, ternyata, lebih dulu mengalihkan Poseidon.

Dengan kekuatannya yang tersisa, Cronus berusaha menyeret Zeus pada kekalahan abadi bersamanya. Tangannya diselimuti api hitam yang membahayakan Zeus…

…tetapi Poseidon tepat waktu; ia melesat menamengi sang adik.

Kemurkaan Zeus cukup kuat untuk membelah separuh angkasa. Tanpa ampun, ia tanamkan petir paling besar ke tubuh Cronus, menghancurkan badan sang tiran hingga jadi serpihan, dan Hades menenggelamkan jiwa Cronus ke Tartarus sebagai hukuman.

Poseidon tumbang. Wajah Zeus dan Hades terus mengabur, panggilan-panggilan panik memudar sebelum masuk telinganya. Menembus deraan nyeri dan genangan darah, entah bagaimana ketenangan masih sudi menyambangi Poseidon. Ia yakin kedua saudaranya akan sangat bangga padanya—dan memang demikian.

[Hades]

“Kita merah, Hades. Laksana darah dan perang itu sendiri.”

“Tak apa. Sepekat apapun darah menutupimu, kau masih bisa membasuhnya setiap saat.”

Pasca perang besar melawan Cronus dan Titan-Titan dari Gunung Othris, Zeus dinobatkan sebagai penguasa langit dan raja baru para dewa, sementara Poseidon—usai sembuh dari luka-lukanya—menempati istana laut dan berhak atas seluruh perairan. Hades, pewaris kekuatan api hitam ayahnya, melanjutkan tugas besar menyeret jiwa-jiwa pendosa ke dunia bawah, maka singgasananya pun berkedudukan dalam kegelapan.

Lain dari Olympus yang penuh warna (dan gosip-gosip Aphrodite si dewi berisik), dunia bawah yang menjadi rumah Hades disesaki kesunyian, membangun suasana pendukung perenungan panjang. Hari ini, misalnya, saat berjalan turun dari istana utamanya menuju Tartarus, tahu-tahu saja sekeping ingatan dengan Zeus melintasi benak Hades. Ia tidak menduga bahwa kalimatnya yang biasa saja itu meninggalkan jejak yang dalam pada si adik, sampai-sampai Zeus mengulas senyum tipis dan berterima kasih untuk pertama kalinya. Rasa bersalah karena telah menghabisi Cronus kemudian luntur dari Zeus, hanyut dibawa Laut Aigeia. Kebebasan dari rasa bersalah ini penting sebab raja tidak boleh ragu-ragu menggunakan kekuatannya kelak kala memerintah. Langkah yang tak tegas, salah satunya dipicu kekhawatiran melukai orang, bisa membuat kepemimpinan Zeus dipertanyakan—dan Hades tidak ingin itu terjadi.

Merupakan sebuah kehormatan bagi Hades untuk melumuri diri dengan rasa bersalah dan luka Zeus.

Pintu Tartarus membuka. Berupa-rupa siksa dan jeritan menyambut sang raja dunia bawah, tetapi hanya satu suara yang mengusik Hades. Parau kedengarannya, seolah berasal dari tenggorokan yang tercacah, menyayat jiwa manusia maupun dewa.

“Hades!!! Hades, putraku!!! Bebaskan ayahmu, Nak!!! Tolong aku!!!”

Sejenak, dengan sengaja Hades menumpulkan semua indera. Ada tugas harian yang mesti ia tuntaskan; koyaknya tubuh Cronus tidak boleh menginterferensi tugas ini. Tentu saja. Dari dulu, sang Titan terus memegangi tampuk kekuasaan, egois mengklaim seluruh jagad raya sebagai miliknya, dan menyakiti keluarganya (Zeus nyaris dimakannya dan Poseidon tertusuk cakar Titannya yang terbakar, demi Gaia!) dalam rangka mempertahankan mahkota kejayaan. Pantaskah makhluk seperti itu memperoleh belas kasihan?

Netra Hades yang sehitam malam memandang lurus kolam siksa Tartarus. Mematuhi perintahnya yang tak terungkap, api dan makhluk-makhluk penghukum mengganas bersamaan, melahap setiap jiwa penuh dosa yang diperbaharui tanpa batas untuk merasakan siksa tanpa batas pula.

Jika rasa bersalah Zeus terwakilkan dalam tiap tetes darah Cronus, maka Hades akan selamanya bersimbah darah.

TAMAT

ini OOT tapi mvnya suzy-baek udah keluar dan mereka unyuuuuu *telat mbak

10 thoughts on “[Ficlet-Mix] Zeus, Poseidon, and Hades”

  1. uwaaa ini keren, jarang aku baca ff dark dan ternyata ini bagus author-nim *-* diksinya juga keren, meskipun aku gak terlalu mudeng sama mitologi Yunani/? good job, author-nim! keep writing~ ✏

    Suka

  2. selesai baca ini satu hal yang pasti adalah, KAK LIANAAAAAA KENAPA UDAH TAMAT AJAAA??? sumpaaahhh, ketiga ficlet-mix ini sukses menyabotase(hehe) fokusku, ga peduli hujan yang deresnya minta ampun dan petir yang bersahutan(ceilah :D) aku enjoy banget baca ficlet mix ini jadi satu keutuhan cerita yang wowww!!! aku serasa baca wiki dengan bahasa fiksi yang menyenangkan dan ringan! salut sekali untuk riset dan ketajaman mengolah cerita ala kak liana seperti biasaaa😀 adegan pas keluarga ini pada perang itu pecah banget apalagi ada sound effect gledek asli di tempat aku sekarang huhu T_T whoahhh pokoknya, i joah this so much!!!!! ditunggu lanjutan fict mitologi Yunani-nya kak lianaa😀
    keep writinggg!!

    Suka

  3. Aku ga terlalu ngerti mitologi2 Yunani si,baca artikel juga ga ngerti bulak balik. Tapi kalo difiksiin dngan bahasa yg baik dan cast yg memadai(?) rasanya fantasyku maen,dan ternyata di oranglain juga punya neraka,siksa gtu,ya ka!!

    Suka

  4. ya ampun, ku jatuhnya malah baper baca ini TT-TT since ada om Yifan nyempil jadi zeus, keinget pas di exo jadi leader. Anw, aku udah lama ngelike ini tanpa tambahan komentar /niatannya pingin ngomen tapi lupa terus/ but still I love this movie soooooo much.

    p.s Perannya Luhan dapet darimana btw? Since Lulu is too pretty to be Hades ._.

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s