[Vignette] Singing Test

singing test - snqlxoals818

Singing Test

.

BTS’s Jeon Jungkook & OC’s Kim Mony with UP10TION’S Kim Wooshin | school-life, slight!fluff | vignette 1K+ words | G

.

Jeon Jungkook dan Kim Mony menjadi pasangan di ujian menyanyi. Wow!

.

.

Kim Mony masih mendengkur ketika Wooshin masuk dan menarik selimut yang membungkus tubuh gadis itu. Timbulkan geram protes dan Wooshin tak segan-segan menyeret sang adik untuk lekas bangun dan mandi. Oh, Mony benci sekali mandi di tengah cuaca yang masih dingin. Tapi, mau diapakan lagi, Kim Wooshin terlalu tangguh untuk ditaklukan dengan luncuran sejuta wajah memelas dari Mony.

Maka, Mony mandi secepat kilat, tak sempat menyisir rambut—yang akhirnya hanya diikat asal, lalu menyambar roti manis dan susu kotak sebelum berangkat ke sekolah. Dua menit sebelum bel berbunyi, Mony sampai dengan selamat. Terengah-engah meletakkan tas di bangkunya dan kembali berlari memasuki ruang musik di lantai tiga. Ambil tempat di pojok ruang, bersiap merebahkan kepala sejenak, ketika Miss Jung datang dan memberikan pengumuman mengenai ujian menyanyi besok lusa.

“Penilaian ini akan dilakukan berpasangan.”

Pemberitahuan kedua, sontak membuat murid-murid terkejut. Tak terkecuali Mony. Sialnya, Bambam tidak sekelas dengannya di kelas musik. Dan sekarang, Mony tak tahu siapa yang akan diajaknya untuk berpasangan.

Tidak, ketika seorang lelaki yang duduk di barisan depan mengangkat tangannya dan berseru, “Miss Jung. Aku akan berpasangan dengan Mony.” Kemudian, dia menoleh ke belakang dan mengedipkan sebelah matanya ke arah Mony.

Oh, agaknya Mony lupa, kalau ada Jeon Jungkook di kelas ini.

Dan saat istirahat tiba, Jungkook mengajak Mony makan siang bersama.

Selagi Mony menyesap susu kotaknya, Jungkook melihat-lihat daftar lagu di aplikasi pemutar musiknya. Mendengarkan satu-satu lagu yang ada melaluli earphone-nya dan Mony hanya bisa menunggu. Ada satu lagu yang di pikiran gadis itu, tapi tidak mungkin—pun tak layak—untuk diusulkan. Karena, siapa lagi yang ingin menyanyikan lagu ‘Aku Cinta Mangga’ ciptaannya selain dirinya sendiri? Bahkan Wooshin dan Bambam tidak mau.

“Hey, Mony.”

Hm?”

“Aku ada usul lagu.” Jungkook bangkit berdiri. Berjalan mengitari meja dan duduk di samping Mony. Tiba-tiba menyematkan sebelah earphone ke telinga sang gadis. Tak sempat menangkap keterkejutan gadis itu, Jungkook menekan ikon play. Dan sebuah lagu terputar.

Mony mengerjap. Menelengkan kepala dan dahinya mengerut. “Ini lagu apa?”

“Judulnya Lucky. Bagaimana? Bagus?”

Melihat Jungkook yang tersenyum cerah, mau tak mau Mony mengangguk. Tak ada yang salah dengan lagunya. Musiknya asyik, suara penyanyi perempuan dan lelakinya juga merdu, masalahnya adalah… Mony sama sekali tidak paham lirik lagunya.

.

.

Maka malam harinya, Mony meminta Wooshin mencari lirik lagunya dan mengajarkan bagaimana cara membaca kata-kata bahasa inggris itu dengan baik dan benar. Yah, setidaknya kakaknya lebih pintar daripada dia.

“Kamu berpasangan dengan siapa?” tanya Wooshin di sela kegiatannya menggarisbawahi bait-bait  yang akan Mony nyanyikan.

“Jungkook.”

Menoleh cepat, Wooshin menatap adiknya yang mengulum senyum. Meski samar, Wooshin dapat melihat semburat kemerahan di pipi adiknya. Tiba-tiba Mony memekik dan berguling-guling di atas karpet. Untung saja mereka tidak jadi berdiskusi di halaman belakang. Kalau tidak, piama berbentuk sapi yang dikenakan Mony pasti sudah kotor.

“Jadi latihan enggak? Kakak mau tidur, nih.”

Wooshin menarik ekor sapi di belakang piama Mony. Membuat gadis itu seketika duduk diam melipat kaki.

“Jadi, dong. Ayo mulai.”

.

-:-:-

.

Latihan sampai tengah malam, mendapat banyak omelan dari Wooshin karena Mony selalu salah melafalkan kata-kata dalam bahasa inggris itu, rupanya membuahkan hasil yang cukup baik.

Siang ini, di lapangan indoor sekolah, Mony dan Jungkook latihan bersama. Mulanya, Jungkook yang bernyanyi. Mony bertepuk tangan antusias saat lagu berakhir. Berikan dua acungan jempol dan senyum lebar.

“Oke, sekarang giliranmu.”

Hmm….” Gugup, manik Mony bergerak gelisah, jemari memuntir ujung jas seragam sekolahnya. Bukan karena suaranya jelek—Bambam, Jungkook, dan Miss Jung pun sudah mengakui kalau suara Mony bagus. Yang membuat gadis itu ragu untuk memulai adalah… “Aku cuma bisa bagian yang dinyanyikan sama Colbie Caillat. Semalam, Kak Wooshin yang nyanyi bagian Jason Mraz-nya. Maaf, ya.”

“Tidak apa-apa. Santai saja.” Jungkook memoles senyum. Kembali bersiap memutar instrumen dari lagu yang akan mereka nyanyikan. “Kalau begitu, kita nyanyi bersama?”

Mony mengangguk. Kepalkan kedua tangan dan berharap semoga dia tidak salah mengucapkan liriknya.

.

.

Do you hear me,
I’m talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I’m trying

Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

.

.

.

Hari ujian menyanyi tiba.

Jeon Jungkook bangun terlalu pagi—pukul lima, di mana matahari bahkan masih bersembunyi di balik awan. Memakai parfum terlalu banyak sehingga ibunya yang menyiapkan sarapan harus mengerutkan hidung saat Jungkook mengecup pipinya sebelum berpamitan. Dan, Jungkook terlalu ceria. Dia menyapa siapa saja yang dia temui dan berhenti sejenak untuk mengucapkan ‘Hai, kau manis sekali’ pada Mike si anjing bulldog besar yang dibalas gonggongan kencang.

Jungkook adalah murid pertama yang memasuki kelas musik. Duduk di baris kedua dari depan dan meletakkan buku catatan di kursi di sampingnya—untuk Mony tentu saja. Sembari mendengarkan suara Jason Mraz dan Colbie Caillat yang memasuki telinganya, Jungkook mengingat-ingat kembali kapan kiranya kali pertama dia bertemu dengan Mony.

Mungkin awal musim panas tahun lalu. Saat itu pelajaran olahraga. Semua murid kelas dua bersorak riang berlarian menuju kolam renang sekolah, kecuali satu orang. Ada gadis bersurai auburn yang dikucir dua duduk jauh-jauh dari pinggir kolam. Jungkook sempat mendengar dari temannya, kalau gadis itu sakit flu. Namun, ketika Jungkook sengaja beristirahat tak jauh dari gadis itu berada, telinganya menangkap pembicaraan gadis itu dengan teman lelakinya.

“Kamu, ‘kan tidak flu, Mony.”

Ssst! Kamu, ‘kan juga tahu kalau aku tidak suka mandi, Bamy.” Gadis itu bersedekap. Mengedikkan dagu ke arah kolam renang yang dipenuhi murid-murid saling mencipratkan air. “Aku juga malas harus berebut kamar mandi nantinya.”

“Sudah lima belas tahun masih saja malas mandi. Pantas, kamu tidak punya pacar.”

“Hei!”

Dan mereka berakhir dengan kejar-kejaran mengitari kolam renang. Sampai keduanya dihukum membersihkan sekitar kolam usai pelajaran.

Mengingatnya, Jungkook terkekeh sendiri. Siapa sangka, akhir tahun kemarin, dialah yang mengajukan diri untuk menjadi pacar kedua Kim Mony. Pacar pertamanya itu pohon mangga, omong-omong. Mony memang sedikit unik. Jungkook bisa memakluminya. Dan, sepertinya keunikan Mony itulah yang membuat Jungkook tertarik.

“Jungkookie?”

“H-Hai, Mony.” Mengenyahkan pikirannya, Jungkook menarik buku catatannya dan mengisyaratkan Mony untuk duduk di sana. “Rambutmu….”

“Oh!” Sama seperti biasanya, kali ini rambut panjang gadis itu pun sedikit berantakan. “Kesiangan lagi. Ehehehe.”

Baru saja Mony ingin merapikan rambutnya, tangan Jungkook lebih dulu menahannya. Karena Miss Jung sudah memasuki kelas dan, “Kamu tetap cantik, kok.”

Astaga, Jeon Jungkook gampang sekali berucap begitu. Tidak tahu saja dia, kalau jantung Mony sedang melompat-lompat girang karenanya.

“Jadi….” Miss Jung menjentikan jarinya sembari mengedarkan pandang. “Siapa yang mau tampil pertama?”

“Saya—eh, maksudku, kita, Miss.”

Belum berhenti jantung Mony berdetak kelewat cepat, seruan Jungkook itu membuat kedua manik Mony membola. Tak sempat protes, akhirnya Mony mengikuti Jungkook berjalan ke depan kelas. Memosisikan diri di samping lelaki itu setelah Jungkook memberikan ponselnya kepada Miss Jung.

“Oke, sekarang kita dengarkan Jungkook dan Mony bernyanyi. Give applause!”

Do you hear me,
I’m talking to you
Across the water across the deep blue ocean
Under the open sky, oh my, baby I’m trying

Boy I hear you in my dreams
I feel your whisper across the sea
I keep you with me in my heart
You make it easier when life gets hard

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again

Oh oh oh oh oh oh oh oh

They don’t know how long it takes
Waiting for a love like this
Every time we say goodbye
I wish we had one more kiss
I’ll wait for you I promise you, I will

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again

Lucky we’re in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

And so I’m sailing through the sea
To an island where we’ll meet
You’ll hear the music fill the air
I’ll put a flower in your hair

Though the breezes through the trees
Move so pretty you’re all I see
As the world keeps spinning round
You hold me right here right now

I’m lucky I’m in love with my best friend
Lucky to have been where I have been
Lucky to be coming home again

I’m lucky we’re in love in every way
Lucky to have stayed where we have stayed
Lucky to be coming home someday

Oh oh oh oh oh oh oh oh
Oh oh oh oh oh oh oh oh

.

Tepukan gemuruh menggema. Sorak juga siulan dari teman-teman sekelas mereka, turut mengiringi. Karena menjelang akhir lagu, Jungkook menggenggam tangan Mony. Buat gadis itu tersentak dan hampir melupakan kelanjutan lirik yang dinyanyikan.

Ugh, Jungkook terkadang bisa semenyebalkan ini rupanya.

Ternyata, tidak sampai di situ kelakuan seorang Jeon Jungkook.

Setelah mereka kembali ke tempat duduk masing-masing, tangan masih saling menggenggam, Jungkook mencondongkan tubuhnya dan berbisik, “Aku senang jadi pacar keduamu, Kim Mony.”

Oke, selamat Jungkook! Kau baru saja membunuh Mony. Lihat! Gadis itu sampai mematung begitu. Ck!

Well, penampilan yang mengesankan.” Miss Jung mengedipkan sebelah matanya. “Lagu yang manis, Jeon Jungkook.”

“Terima kasih, Miss,” balas Jungkook tersenyum lebar. Menyenggol lengan gadis di sampingnya, Jungkook bertanya, “Lagunya manis, ‘kan, Mony?”

“Hah?”

Fiuh, akhirnya Mony hidup kembali.

“Lagunya—hmm… liriknya, menurutmu bagaimana?” Sebenarnya sejak pertama dia mengusulkan lagu Lucky, Jungkook ingin menanyakan hal itu pada Mony. Tapi dia selalu lupa. “Bagaimana, Mony?”

Gadis itu tampak berpikir. Mengerucutkan bibir dan dahinya mengerut. Beri cengiran lebar sebelum mengucapkan sebaris kalimat yang membuat Jungkook melongo dan seisi kelas musik diwarnai tawa membahana.

.

.

Memang arti liriknya apa, ya?

.

.

fin.


Apakah ada yang kangen sama Mony? Ahahahaha mana ada *pfft* oke ini post pertama di IFK di tahun 2016~😀

Oh, iya. FF ini juga dipost di sini ^^

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s