[Ficlet] Birthday Wish

yoonla

a movie by tsukiyamarisa

starring [WINNER] Kang Seungyoon and [OC] Choi Lula genre Romance duration Ficlet rating 15

related to:

VoidBoy’s PerspectiveWhat It Takes To Fix A Relationship

reposted from here

.

.

Atau mungkin, ia memang tidak pantas untuk mendapatkan sekelumit ucapan ulang tahun?

.

.

.

Bukannya ia menyimpan harapan besar, namun bohong jika Seungyoon berkata bahwa ia sama sekali tidak merasa kecewa.

Pukul sebelas malam, dan lelaki itu sibuk membuka aplikasi chat serta pesan singkat di ponselnya berulang-ulang. Berharap ada bunyi notifikasi yang terdengar di tengah keheningan, lengkap dengan sebaris nama yang masih bertahan di daftar kontaknya. Oh, sebulan lebih memang telah berlalu. Tetapi, Seungyoon tetap saja tak bisa menghapus nomor telepon gadis itu serta semua pesan yang telah ia terima sebelumnya.

Sebut saja ia menyedihkan; teman-temannya pasti akan tertawa jika mereka sampai tahu apa yang ada di benak Seungyoon saat ini.

Namun, memang salah ya, jika ia masih mengharapkan Choi Lula untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya?

Sekali lagi ia melayangkan ibu jarinya ke atas layar, menekan kontak Lula hingga ruang chat muncul. Konversasi terakhir mereka tertanggal 1 Desember tahun lalu, sebuah ajakan untuk bertemu dari sang gadis. Pertemuan yang membawa mereka pada konklusi bernama perpisahan, yang membuat Seungyoon menyesali beberapa hal. Ia masih belum bisa melupakan hari itu, sama seperti ia yang masih belum mampu meminta maaf dan berusaha memperbaiki segalanya. Seungyoon tidak tahu bagaimana caranya memulai, dan segala kalimat pembuka percakapan yang ia pikirkan terasa begitu canggung.

Atau mungkin, ia memang tidak pantas untuk mendapatkan sekelumit ucapan ulang tahun?

Menghela napas dalam-dalam, Seungyoon memilih untuk mengunci ponselnya dan meletakkan benda itu dengan asal di atas meja. Ini memang hari ulang tahunnya, dan terlepas dari ucapan selamat yang telah diberikan keluarga dan teman-temannya, Seungyoon tidak merasa bahwa ia benar-benar bahagia. Pikirannya terus-menerus melayang pada janji yang ia buat tahun lalu, yang mengatakan bahwa ia akan mentraktir Lula di hari ulang tahunnya.

.

Apa saja?”

“Iya, apa saja. Asal—“

“Jadi, makan di restoran mahal juga tidak apa-apa?”

“Choi Lula….”

.

Kala itu, Lula hanya tertawa. Namun, Seungyoon toh tahu kalau gadis itu tidak serius. Mengenal Lula, mereka paling-paling hanya akan menghabiskan waktu di restoran cepat saji terdekat dengan setumpuk kentang goreng, burger, atau ayam. Pilihan lainnya adalah menyambangi penjaja makanan di pinggir jalan, memenuhi perut dengan tteokpokki, hotteok, odeng, serta berbagai jajanan khas lain. Membayangkan itu semua cukup untuk menghadirkan seulas senyum, tetapi pada saat yang bersamaan, senyum itu pun terasa pahit dan mengejeknya.

“Atau mungkin, aku harus mengajaknya?”

Menggumamkan pemikiran itu, Seungyoon merebahkan dirinya di atas sofa seraya melirik ke arah meja. Ponselnya masih geming, dan ia mulai berpikir untuk meraih benda itu dan mengirimkan ajakan pada Lula lebih dulu. Tidak ada salahnya, bukan? Hitung-hitung ia bisa meminta maaf pada gadis itu, sekaligus mengajaknya berbicara dan memperbaiki beberapa hal. Yah, baiklah. Ia bisa mencobanya.

Mendudukkan diri dengan sigap, Seungyoon lekas meraih ponselnya. Jemari bergerak cepat, mengetikkan sebaris pesan dengan penuh harapan. Ada lima puluh persen kemungkinan bahwa Lula akan mengabaikan ajakan ini. Bahwa ia akan ditolak; bahwa usahanya untuk memperbaiki retakan yang telah terbentuk akan berakhir sia-sia. Tetapi, seperti kata salah satu kawan Seungyoon, ia tidak akan tahu sebelum mencoba.

Maka, Seungyoon pun mulai merangkai kata.

Dan…

.

Drrrrt!!

.

Selamat ulang tahun, Kang Seungyoon.

Maaf, aku terlambat.

.

Pesan itu muncul di layar, menghalangi Seungyoon untuk melanjutkan kata-kata yang sedang diketiknya. Spontan membuat jantungnya serasa berhenti sejenak, sebelum akhirnya berdetak lebih cepat. Kedua manik membulat, lamat-lamat membaca nama pengirim yang tertera di atas pesan selamat ulang tahun tadi.

Choi Lula.

Tanpa diminta, sudut-sudut bibir Seungyoon pun seketika berjungkit. Jam digital di pojok kanan atas layar menunjukkan dua puluh menit menjelang tengah malam, nyaris saja berganti hari. Namun, Seungyoon tak keberatan. Fakta bahwa Lula mengiriminya pesan lebih dulu telah lebih dari cukup. Sedikit harapan kembali terbentuk di benaknya, selagi ia menghapus pesan yang sudah sempat diketikkan dan menggantinya dengan sebaris kalimat baru.

.

.

.

Thanks.

Omong-omong, bagaimana kalau aku mentraktirmu makan besok?

.

fin.

Happy (late) birthday, Kang Seungyoon!

One thought on “[Ficlet] Birthday Wish”

  1. cie cie yang gabisa mup on xD waks xD
    padahal diksinya bikin galau, tapi aku senyum-senyum sendiri xD
    seungyoon gemesin banget sih~ udah deh ga usah ragu kalo masih suka~ keburu lulanya diambil orang nanti xD
    keep nulis kak amer~

    Suka

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s