[Ficlet] Sunshine

Sunshine poster

Title:

Sunshine

A story present by Naulia Kusuma

Starring BTS’ Jeon Jungkook and OC’s Lana

Genre Sad, Fluff, Romance

Duration Ficlet

Rating Teen

Disclaimer: I only own this plot. Then, review, please?

.

.

.

.

Summary:

Jungkook selalu menjadi matahari baginya. Gadis itu rela jika harus bergulat dengan teriknya, demi mendapat secarik kehangatan. Karena, sungguh, dunianya begitu gelap dan rapuh.

Matahari akan selalu bersinar, selama aku bersamamu.

***

When it was dark, you always

carried the sun in your hand for me.

-Sean O’Casey-

***

Hari yang buruk. Terlebih lagi, hujan berdebum menghantam permukaan tanah, tanpa peringatan. Membuat butiran-butiran air itu menggelayut jelek di setiap sisi wajah Lana. Gaun putihnya basah kuyup, beberapa baris lumpur tercoreng di sana. Gigi-giginya gemeletuk menahan dingin. Poninya menjuntai ke depan, menutupi kening. Gadis itu meringkuk memeluk lututnya, di bawah pohon sycamore. Tubuhnya bergetar hebat, begitu ia mendengar gaungan petir yang memekakkan telinga. Suara petir itu tak mau enyah, bertamu dengan tidak sopannya di indera pendengarannya. Untuk pertama kalinya, ia membenci hujan─partikel yang sangat disukainya semasa kecil.

Sesosok figur berlari menyusulnya, meneriakkan namanya. Hingga berhasil menarik seluruh atensi gadis itu. Ada sebuah harapan tergurat di wajah sendu sang gadis. Sekonyong-konyong, gadis itu berlari ke arah sosok tersebut. Dihempaskannya tubuhnya ke dalam dekapan sosok itu.

“Jung, aku takut…” isak Lana.

“Jangan takut, aku ada di sini.” Jungkook membelai lembut rambut gadisnya.

“Tapi, Jung…, mereka…menembak mati Ayah. Dulu, mereka juga…yang membawa paksa Ibu, lalu membunuhnya. Aku sendirian, aku tidak punya siapa-siapa. Aku takut…” desah Lana, nadanya menyiratkan emosi yang menggebu.

Ia mengingat peristiwa mengerikan yang menghantamnya beberapa jam lalu. Bagaimana para militer perbatasan menggeret tubuh ayahnya. Mereka tanpa segan mendaratkan pukulan demi pukulan, memperlakukan ayahnya tak manusiawi. Dan Lana lebih terkejut lagi, membungkam mulutnya kuat-kuat, ketika para tentara tersebut mencondongkan senapan di kepala ayahnya, lalu menarik pelatuknya dan meluncurkan peluru yang kemudian bersarang di kepala sang ayah. Tubuh ayahnya yang selalu menjadi panutannya, terkulai lemah di atas tanah.

“Itu tidak benar, Lana. Kau masih punya aku.” Jungkook menangkup wajah Lana.

Tanpa pretensi, tanpa komando, air mata gadis itu mencelos turun membasahi lekuk pipinya. Ia menangisi setiap jengkal hidupnya yang terasa memilukan.

 “Jangan bersedih, Lana. Ayah dan ibumu pasti tidak suka melihat putri cantiknya menangis. Mereka pasti ingin melihat kau tumbuh menjadi gadis yang kuat.” Jemari Jungkook menghapus jejak air mata di pipi gadisnya.

“Kau benar, Jung. Aku tidak seharusnya mengecewakan mereka. Aku memang payah, Jung.” Gadis itu tersenyum─menarik sudut-sudut bibirnya─dengan susah payah.

Jungkook merunduk, mengikis jarak yang terbentang di antara mereka, mencoba menyalurkan kehangatan di setiap kecupannya. Lana tahu; rasa hangat baru saja menyengat sekujur tubuhnya. Rasa yang mampu membuat dunianya berhenti seketika, untuk menikmati setiap detik yang tersisa di saat mereka berbagi napas yang sama.

Terkadang, presensi Jungkook beserta aromanya mampu menyiratkan kedamaian. Gadis itu tak menampik, bahwa ia selalu bergantung di bawah mataharinya─Jungkook. Hidupnya memang jauh dari kata mengesankan, terlampau berada di ambang garis abu-abu, dan ia tahu nasibnya telah digariskan. Tapi, Jungkook─berada di sana─menyelimutinya dengan kehangatan.

Lamat-lamat, awan kelabu bergeser, memuntahkan bola besar berpendar cahaya menyilaukan. Palet kebiruan di atas simpang jalan terbentang, menorehkan aneka warna pelangi. Gadis itu menyeruakkan senyum sempurna, wajahnya kian berseri. Mengundang adiksi bagi seorang Jungkook. Sebelah tangan Jungkook terulur menyambut tangan Lana yang bebas. Wajahnya berangsur mendekat, berbisik lembut di telinga gadis itu.

“Tenanglah, Lana. Matahari akan selalu bersinar selama aku bersamamu.”

Lana tersipu, semburat merah muda mendominasi wajahnya. Kata-kata Jungkook barusan berpotensi meledakkan seribu satu granat dalam dadanya. Untuk sejenak, ia bisa meluruhkan segala mimpi buruknya yang bersimbah duka.

***

Fin.

One thought on “[Ficlet] Sunshine”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s