17 Going to 22? (Chapter 2)

17 Going to 22 [2]

17 Going to 22? Chapter-2 (1-4)

Cast: Chan Yeol (EXO), Jun Yeo Jun (Oc), Jung So Jung (f(x)) | Genre: Romance, Married Life, Slight! | Rating : PG 15

++

“Yeol.” Aku mengerjap ngerjapkan mataku saat sesuatu yang dingin dan basah itu mendarat di bibirku. Heol, ini masih pagi dan Chan Yeol sudah menghujaniku dengan tetesan air dari rambutnya yang masih basah.  Aku mengusap bibirku karena ulah Chan Yeol dan pria itu malah terkikik geli saat mendapati sebuah dengusan lolos dari mulutku.

“Menyingkirlah! Aku mau mandi” Sergahku sembari mendorongnya dengan kedua tanganku, namun tubuh Chan Yeol sama sekali tak bergerak. Ia tetap kekeh menaruh kedua tangannya di sisi tubuhku dan menumpukannya di tempat tidur agar tubuhnya tak benar-benar menghimpitkun Tunggu! Ada apa lagi ini?

“Chan Yeol?” Aku menggumamkan nama pria di depanku ini sekali lagi sembari berusaha memberontak.

“Apa?” Chan Yeol menaikkan sebelah alisnya dan wajahnya tiba tiba berubah jadi datar.

“Aku mau mandi” Rengekku dan tanganku mulai sibuk memilin milin ujung piyama yang kupakai tapi Chan Yeol sama sekali tak menggubrisku. Ia malah semakin mendekatkan wajahnya dan sungguh aku berani bersumpah jika sekarang ujung hidungnya telah bergesekan dengan ujung hidungku. Aku terdiam saat merasakan deru nafasnya yang teratur itu dan otakku tiba tiba seperti macet. Astaga! Apa yang akan dilakukannya? Tatapannya seolah mengajakku berbicara dalam diam.

“Kau kenapa?” Bibirnya terlalu dekat dengan bibirku dan aku berusaha sebisaku agar bibirnya tak menyentuh milikku. Itu tidak boleh terjadi. Hei, aku masih 17 tahun dalam ingatan.

“Apa maksudmu?”

“Katakan apa yang mengganggu pikiranmu Yeo! Kau aneh sekali hari ini”

“Chan Yeol?” Ah kenapa aku terus menerus menggumamkan namanya. Harusnya aku bisa mengatakan hal lain selain  namanya agar Chan Yeol mengerti mengenai apa yang terjadi padaku. Kenapa tiba tiba hal yang mendesak untuk kukatakan malah tenggelam begitu saja?

“Jangan diamkan aku seperti ini! Apa kau marah padaku?” Nada bicara Chan Yeol makin mendesak menuntut penjelasan dan mulutku rasanya malah terkunci rapat. Oh apa yang harus kukatakan?

“Tidak. Tidak seperti itu Yeol!”

“Lantas?”

“Aku…aku hanya bingung” Chan Yeol mengangkat wajahnya dariku dan setidaknya itu bisa membuatku bernafas lebih lega.

“Apa yang membuatmu bingung? Bukankah sebelumnya kita juga menjalani kehidupan kita seperti ini?” “Kau tidak mengerti Chan Yeol!”

“Apa yang tidak kumengerti darimu? Coba kau katakan!” Dan lagi aku hanya bisa membisu. Chan Yeol menghela nafas berat lantas ia menciptakan senyum penyesalannya.

“Maaf, aku tak bermaksud seperti itu padamu. Mungkin..mungkin itu hanya perasaanku”

“Chan Yeol?”

“Aku akan pergi menemui Kyuhyun sekarang” Chan Yeol menarik tubuhnya dariku. Ia lantas berbalik dan membuka lemari yang berada di sudut ruangan untuk mengambil jaketnya.

“Mandilah dan istirahat”

“Kau baik baik saja kan?” Pria itu mengangguk lantas bergegas keluar dari kamar tanpa memakai sepatunya. Aduh, apa aku menyakiti perasaannya?

.

Aku baru saja menemukan kontak seorang teman di ponselku  dan kuharap dia bisa membantuku keluar dari semua keanehan ini. Sekarang aku  tengah berada di sebuah cafe yang berada di sudut kota, menunggunya. Tapi ada yang mengganggu pikiranku. Kenapa hanya kontaknya yang tersimpan di ponselku? kemana yang lain?

“Kau sudah  datang  dari tadi  eo?” Mataku mengerjap berulang kali saat sesosok wanita berkacamata mendekatiku dengan sebuah tas besar yang tertahan di bahu kanannya. Ia lantas menarik satu kursi yang ada di depanku dan menjatuhkan dirinya di sana. Ah, ia menghela nafas berat seperti habis disuruh berlari berkilo kilo jauhnya. Dan tanpa aba-aba dia langsung memanggil seorang pelayan dan memesan segelas milkshake. Hei, apa ini benar-benar…

“So Jung?”

“Kenapa? Hah, tidak biasanya kau mengajakku bertemu seperti ini Yeo!” “Kau benar benar So Jung kan?” wanita itu menatapku heran

“Iya, aku So Jung. Berapa lama kita sudah kenal sampai kau bertanya seperti itu?”

“Tapi kenapa kau berubah?” So Jung menaikkan sebelah alisnya dan aku masih memandanginya tak percaya. Ya Tuhan! kenapa dia bisa berubah drastis seperti ini? Dia nampak pucat dan tubuhnya jadi kurus sekali.

“Berubah bagaimana?”

“Kenapa kau bisa sekurus ini? Apa sesuatu yang buruk menimpamu?” Dahiku mengerut seketika saat So Jung tiba tiba saja tertawa sampai ia memukul-mukul meja di hadapan kami. Hei apa yang lucu?

“Ah lelucon macam apa itu? Bukankah kalian semua sudah tau jika aku berubah seperti ini setelah melahirkan anak ketigaku”

“Apa?” Aku mememik tertahan. Hell, ini sama sekali tak lucu. Seingatku wanita ini kemarin masih duduk sebangku denganku. Dan sekarang…sekarang

“Melahirkan anak? ketiga?”

“Hei kau kenapa sih? Semua teman kita sudah mengetahuinya” Ia tersenyum pada seorang pelayan yang baru saja datang pada kami dan mengabaikanku untuk beberapa saat.

“Tapi,tapi kau masih 18 tahun”

“Hah? Aku sudah 23 tahun Yeo. Aku menikah muda. Kau tak ingat?”

“Apa?”

“Yeo Jun? Kau kenapa?”

“Ti..tidak” Jawabku terbata bata sembari menyesap susu cokelatku yang sudah mulai dingin.

“Kau dari mana?”

“Oh, aku baru saja membeli popok untuk anakku” So Jung menepuk nepuk tas besar yang tadi dibawanya. Ia nampak tersenyum lantas mengeluarkan ponselnya.

“Lihat! Oh, dia sangat lucu. Ini anak ketigaku” Mulutku setengah menganga melihat foto seorang bocah lelaki yang tengah tersenyum lucu di ponsel milik So Jung. Ya! ini benar benar kenyataan.

“Kurasa kau butuh lebih banyak istirahat So Jung. Makanlah lebih banyak” Aku menepuk bahunya pelan

“Jangan permasalahkan itu”

“Apa mengurus tiga anak mudah bagimu?”

“Tidak, tentu tidak. Itu adalah hal tersulit yang kuhadapi sekarang. Tapi setidaknya mereka selalu membuatku tersenyum. Oh ya bagaimana hubunganmu dan Chan Yeol? Ah sampai sekarang aku masih berpikir kenapa kau mau menikah dengannya tau!”

“Eum, itu, itu…”

“Aduh kau kenapa sih? Sejak kapan kau mengidap penyakit gagap seperti ini?”

“Begini, sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu padamu”

“Apa?” Sejenak, aku menatap titik titik air hujan yang menempel di jendela yang berada di belakang tubuh So Jung dan aku masih berpikir dari mana aku akan menceritakan hal ini padanya.

“Yeo Jun?”

“Begini, aku aku merasa diriku masih 17 tahun dan saat aku bangun tadi pagi Chan Yeol bilang usiaku 22 tahun. Aku bingung. Aku sangat bingung. Terlebih saat Chan Yeol bilang aku istrinya. Aku tidak percaya. Sungguh aku tak tau apa yang harus ku lakukan”

“Eo? Aku tau kau penulis  novel tapi kenapa imajinasimu terbawa sampai dunia nyata? Jangan bercanda  Yeo Jun-ah”

“Aku tak bercanda! Aku serius!” Sanggahku  keras dan So Jung langsung menghentikan tawanya. Hei apa dia tak lihat jika kondisiku sudah menyedihkan seperti ini?

“Kurasa kau bermimpi Jun Yeo Jun!”

“Aku bersumpah aku tidak bermimpi. Itu terlalu nyata”

“Tapi kau memang 22 tahun dan kau istri Chan Yeol”

“Bagaimana aku bisa menerimanya? Bahkan kemarin aku masih mengerjakan pr bersama kau dan Chan Yeol di kelas” Suasana tiba tiba jadi hening dan So Jung menyandarkan punggungnya di kursi, nampak berfikir sejenak.

“Yoo Jung kumohon bantu aku!”

“Hmm, kalau menurut ingatanmu apa yang kau lakukan terakhir kali sebelum kau jatuh tertidur?”

“Tidak ada yang spesial, aku hanya menonton film yang baru saja diberikan oleh kakakku”

“Film?”

“Ya hanya itu, aku bahkan tak membuat permohonan konyol seperti di film yang kutonton. Lantas kenapa hal ini terjadi padaku?”

“Permohonan konyol. Memang film apa yang kau tonton?”

“~13 Going to 31”

“Kau tidak boleh menonton film itu!” Aku terkejut karena tiba tiba So Jung memekik tepat di depan wajahku

“Kenapa?”

“Apa yang kau baca di awal film?”

“Katanya jika kau menonton film itu sendirian, kau akan mengalami hal serupa seperti di film”

“Kurasa itu penyebabnya”

“Tapi kukira itu hanyalah sebuah lelucon. Coba kau pikir siapa yang akan percaya pada hal hal semacam itu? Lalu sekarang apa yang harus kulakukan?”

“Aku tak tau. Bagaimana kau bisa menonton film itu sendiri? Bukankah sudah kubilang waktu itu jangan pernah melakukannya” Mendadak aku merasa frustasi mendapati fakta baru yang kutemukan tapi setidaknya aku sedikit bersyukur karena tahu letak benang merah permasalahan ini. “Oh Yeo Jun, kurasa aku harus memikirkan hal ini sedikit lebih lama. Aku akan membantumu, tapi tidak sekarang”

“Baiklah, tapi kapan kita bisa bertemu lagi? Aku tak bisa bersikap seperti ini terus menerus selama tinggal seatap dengan Chan Yeol”

“Baiklah besok kita bertemu lagi di sini jam 7 malam” Dan obrolan kami berhenti sampai di situ karena So Jung harus bergegas pulang. Yah kau tau? Anaknya terus menerus menangis mencarinya. Ah, So Jungku yang malang. Jaga dirimu baik-baik.

.

Jam kota sudah merayap menuju pukul 8 malam saat aku tiba di rumah. Hujan deras masih setia mengguyur kota Seoul sejak satu jam yang lalu dan lihatlah! Aku basah kuyup karenanya.

“Chan Yeol?” Aku menggumamkan nama itu saat sudah menjejakkan kakiku di lantai. Kulepas sepatuku yang penuh oleh air dan menaruhnya di rak yang berada di dekat pintu masuk. Dan aku mendapati keadaan rumah yang sudah terang. Lantas aku segera berlari menuju lantai dua, takut-takut tetesan air yang mengalir di sekujur tubuhku akan berjatuhan membasahi lantai dan pergerakanku terhenti di ujung tangga saat mendapati sosok Chan Yeol yang sudah menggunakan piyama tidur berdiri di depan pintu kamar dengan psp di tangannya.

“Kau kehujanan?”

“Sedikit” Aku menggumam pelan sedangkan gigiku mulai bergemertak menahan dingin.

“Kenapa tak menelponku? Aku kan bisa menjemputmu” Ada raut khawatir di wajah Chan Yeol, lantas pria itu kini berjalan mendekatiku.

“Bagaimana jika kau sakit?” Ia meraba raba dahiku dan aku dengan lembut menepis tangannya pelan-pelan

“Tuh kan, tanganmu dingin. Kau harus segera ganti baju”

“Apa kau sudah makan?”

“Apa?” Chan Yeol nampak terkejut mendengar pertanyaanku barusan

“Apa kau sudah makan?”

“Kenapa kau malah menanyakan hal itu? Lihat keadaanmu Yeo!”

“Aku tidak apa-apa Chan Yeol”

“Lebih baik kau ganti baju sekarang. Lihat! kau basah kuyup dan gemetar” Aku mendengus sesaat, astaga dia bahkan tau kondisiku dengan sangat baik!

“Oke.oke, aku akan segera mandi lalu ganti baju dan setelah itu aku akan memasak untukmu. Tunggu sebentar dan jangan ke mana-mana. Aku tidak lama kok. Dan jangan khawatir seperti itu. Aku baik-baik saja Yeol” Chan Yeol lagi lagi terdiam, pegangannya di bahuku perlahan terlepas dan setelah itu aku pun berlari menuju kamar untuk berganti baju tanpa menunggu persetujuannya.

.

Aku baru saja turun dari lantai dua dan mendapati Chan Yeol mematikan kompor. Hei, pria itu baru saja selesai memasak dan aromanya bahkan sampai ke tangga.

“Apa yang kau lakukan?” Aku berlari ke arahnya

“Memasak untukmu” Ujarnya diiringi senyum yang sungguh kekanakan. Ia sekarang tengah serius menuangkan spagheti yang baru saja dibuatnya ke piring

“Kenapa kau memasak? Aku kan sudah bilang aku yang akan memasak. Aish, aku kan tidak lama tadi”

“Jangan merajuk sayang. Aku hanya ingin memasakan makanan kesukaanmu”  Aku diam untuk beberapa saat dan apa tadi dia bilang? sayang? oh apa yang salah sekarang?

“Nah ayo kita makan” Chan Yeol menuntunku untuk duduk di kursi yang ada di depannya .

“Chan Yeol?”

“Ya? kenapa?”

“Kau tidak marah lagi kan?” Chan Yeol menatapku

“Marah? Untuk apa?”

“Untuk kejadian tadi pagi” Perlahan tanganku bergerak menyentuh ujung jemari Chan Yeol yang berada di atas meja. Hanya itu yang kulakukan, tidak lebih.

“Aku tidak marah”

“Serius?”

“Menurutmu?” Chan Yeol tersenyum menggoda lantas menarik jemariku dan menggenggamnya erat-erat.

“Ah sudahlah. Lebih baik kita makan sekarang” Aku menarik tanganku cepat-cepat.

“Kau lucu sekali tau” Gumam Chan Yeol samar samar dan akhirnya kami berdua makan dalam diam. Ewh tidak kami berdua sih karena nyatanya hanya Chan Yeol yang menyantap makan malamnya dengan penuh nafsu. Aku sedang tidak selera makan, tubuhku mendadak jadi aneh. Jadi yang kulakulan hanyalah mengaduk aduk spagheti itu dengan garpu.

“Kau jadi bertemu Kyuhyun tadi?” Aku membuka pembicaraan

“Jadi, kenapa?”

“Tidak ada, aku hanya bertanya”

“Oh ya, kita mendapat undangan untuk reuni besok”

“Apa?!”

TBC

2 thoughts on “17 Going to 22? (Chapter 2)”

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s