[Ficlet] Mony The Viewy

Mony the viewy - snqlxoals818

Mony The Viewy

.

UP10TION’s Wooshin, SEVENTEEN’s Hoshi, GOT7’s BamBam, & OC’s Mony | childhood, friendship | ficlet 356 words | G

.

Wah, adikmu benar-benar aneh.”

.

also post here😀

.

“Aku benci Kak Hoshi.”

Mony jatuh menelungkup. Dibenamkan wajahnya di bantal, kaki tak beralasnya bergerak-gerak cepat. Tak sengaja menendang Wooshin yang duduk di sampingnya hingga lelaki sepuluh tahun itu spontan menepuk bokong adiknya.

“Kamu kenapa, sih?”

“Kak Hoshi tuh jahat.”

Menolehkan kepala, Wooshin beralih menatap sahabatnya yang baru saja memasuki tenda. Melempar plastik putih berisi camilan sebelum berbaring santai.

“Kwon Hoshi?”

“Adikmu tuh aneh, tahu.”

Well, Mony dan aneh itu memang tak bisa dipisahkan. Wooshin tahu hal itu. Tapi sekarang, apa yang diperbuat adiknya sampai bocah perempuan sembilan tahun itu kesal seperti ini?

Tadi, Hoshi dan Mony ditugaskan membeli camilan di minimarket seberang kompleks selagai Wooshin dan Bambam membangun tenda di halaman rumahnya. Saat tenda berdiri, Bambam selesai meletakkan beberapa bantal juga selimut di dalamnya, dua orang itu kembali. Mony dengan raut wajah kesal, sedangkan Hoshi tak acuh di belakangnya.

“Puding mangganya habis, ya, Mony?” tanya Bambam, duduk di dekat gadis itu setelah meletakkan setumpuk kartu UNO. Berusaha menarik atensi sahabatnya, namun Mony tetap diam.

Wooshin beringsut mendekati Hoshi setelah menyerahkan dua puding mangga pada Bambam. Mengisyaratkan bocah itu untuk terus membujuk Mony, sementara Wooshin mengurus sahabat pirangnya ini.

“Hoshi-ya, ada apa, sih? Mony tidak menaruh upilnya di kaca etalase dan kamu memarahinya, ‘kan?”

Hoshi buru-buru bangun. Menjungkitkan sebelah alisnya, dia menggeleng cepat. “Memangnya Mony pernah melakukan itu?”

Wooshin mengedikkan bahu. Merapatkan jaket birunya sebelum berujar, “Waktu hari Kamis. Untung dia pergi sama Ibu.”

Eew.” Pucuk hidung Hoshi mengernyit. Dia menyambar bantal dan melemparnya pada si bocah jumpsuit. “Dasar jorok.”

Mony yang sudah duduk melipat kaki dan sedang menyantap puding mangga, menjulurkan lidahnya ke arah Hoshi. Alih-alih membalas lemparan bantal yang mengenai mukanya, Mony malah kembali asyik menyendok puding milik Bambam.

“Jadi, kenapa Mony bilang kamu jahat?” tanya Wooshin lagi.

“Wah, adikmu benar-benar aneh.”

“Aku tahu.” Wooshin mengangguk. “Dia aneh bagaimana?”

“Masa dia minta beli alat pencukur.”

“Hah?!” Wooshin dan Bambam serempak memekik. Manik membola terarah pada Mony yang berhasil membuka bungkus keripiknya.

“Buat apa kamu beli itu, Mony?” tanya Bambam penuh selidik.

Gadis bersurai magenta itu mengangkat bahunya. Menjawab tanya itu dengan santai setelah berusaha menjejalkan segenggam keripik ke mulutnya.

.

Buat kupas mangga. Bisa, ‘kan?

.

fin.

Leave Your Review Here!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s